Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
bahagia


Hari ini seperti biasa, setiap pagi kaivan pergi ke kantor untuk bekerja. Sedangkan Salva ia kembali menyiapkan keperluan suaminya, bagaimana pun dia tidak ingin menambahkan dosanya dengan membantah perkataan suaminya. ia tidak ingin suaminya marah-marah seperti kemarin, apalagi ibu mertuanya akan semakin memojokkan dirinya.


"Aku akan pergi... tunggu aku pulang,ada sesuatu yang ingin aku bicarakan!" Salva hanya membalas dengan anggukan. Sedangkan Kaivan mengerti, Salva belum memaafkan dirinya.


Mereka keluar bersama dari kamar. sedangkan salsa dan ibu kaivan sedang duduk santai diruang tamu. salva yang melihat itu hanya memilih diam,jika disapa pasti salah,jika tidak juga jadi masalah.


"Kamu mau pergi kekantor?" tanya ibu Kaivan.


"Iya," jawab kaivan singkat. ia masih kecewa dengan ibunya.


Tadi malam Kaivan berbicara dengan ibunya,ia berharap ibunya mengerti dengan keputusan yang diambil nya. Tapi ibu Kaivan dengan egois memilih tetap dengan pendiriannya.


FLASHBACK


Setelah makan malam kemarin, kaivan langsung mengajak ibunya untuk berbicara. ia sudah tidak ingin membuang waktu lagi,ia harus memberikan kepuasan untuk hidupnya.


"Ada apa? kenapa tiba-tiba Ingin berbicara dengan ibu?" Kaivan menghembuskan nafasnya. ia bingung memulainya dari mana.


"Aku ingin berbicara tentang pernikahan yang ibu rencanakan." ibu Kaivan Langsung paham.


"Ada apa?"


"Batalkan rencana ibu itu! aku tidak ingin menikahi salsa,dan aku juga tidak akan melepaskan Salva." Ibu Kaivan Langsung terkejut.


"Tidak bisa seperti itu kaivan! ibu sudah bicarakan itu dengan keluarga salsa!"


"ibu...! ini rumah tangga aku! bukan mainan Bu..."


"Lalu kamu ingin hidup dengan wanita licik itu! ibu tidak rela kaivan...!" Kaivan mengusap wajah dengan kasar.


"Tidak kaivan! ibu harus ikut campur! lagi pula dia tidak bisa memberimu keturunan...."


"Ibu salah.... bagaimana ibu bisa berpikir seperti itu." Tanya Kaivan sudah sangat kesal.


"Tentu saja... kalian sudah menikah tiga bulan! tapi dia juga tidak hamil kan?" kaivan benar-benar bingung menjelaskannya,jika dia bilang,dia tidak pernah menggauli isterinya itu akan terdengar seperti sangat memalukan.


"Keputusan aku tetap...! sampai kapanpun aku tidak akan pernah menikahi salsa!" setelah itu kaivan pergi meninggalkan ibunya yang terus saja memangil. tapi kaivan tidak peduli,jika ibunya tetap memaksa,ia akan meminta bantuan ayahnya.


Penolakan yang dilakukan Ibunya membuat dia kecewa, padahal dia sudah bertekad untuk memperbaiki rumah tangganya. ia akan memaafkan kesalahan Salva dimasa lalu. Ia akan mencoba untuk memperbaiki dan menjalani kehidupan seperti pasangan lainnya.


FLASHBACK off


Kaivan sudah sampai didepan rumahnya,ia bersiap untuk pergi bekerja. sedangkan Salva mengantarnya sampai depan, padahal biasanya tidak. Kaivan cukup heran.


"Aku akan pergi.... dan jangan lupa yang aku katakan tadi!" sebelum kaivan masuk ke dalam mobil,Salva lebih dulu mengambil tangan suaminya.


Kaivan terkejut mendapat Salva mencium tangannya,dada Kaivan menghangat. Entah mengapa ia sangat suka mendapat perlakuan seperti itu. ini pertama kali Salva mencium tangannya selama mereka menikah, kecuali waktu akad nikah kemarin.


Kaivan membalas dengan mengusap kepala istrinya itu. Setelah itu Kaivan pergi dengan bahagia, sepertinya dia akan melewati hari ini dengan bahagia.


aku ingin setia pagi seperti ini.... hidup ku akan lebih bahagia. Aku ingin memulai semua dari awal... rumah tangga ini harus aku pertahankan....


******


jangan lupa tinggalkan jejak yang kak,biar aku tambah semangat untuk berkarya.