Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
ingin rujuk!


Bunda Zera merasa sedikit tak enak dengan Arya, jika pria itu salah paham dengan ucapannya bagaimana?


"Loh... nak Arya..? silahkan masuk," ucap zera.


"Maaf menganggu...." bunda menggeleng cepat, ini hanya salah paham.


"Aku pikir bukan nak Arya yang datang... ayo nak silahkan duduk," bunda merasa tak enak.


Apa mungkin dia sering kesini? untuk apa?


Perasaan Arya mulai tak nyaman membayangkan hal terburuk. jika benar pria itu belum merelakan istrinya bagaimana?


"Nak Arya sudah datang?" Ardi mencoba menggali perhatian.


"Ayah sudah tau dia akan datang?" Ardi menganguk membenarkan ucapan istrinya, sebelumnya ayah Arya sudah menelpon.


"Ayahnya sudah menelepon ayah tadi sore... tapi dia tidak bilang tujuan Arya datang?" Arya menganguk mengerti, ayahnya tak mungkin ikut campur dalam masalah anaknya.


"Maaf menganggu keluarga tuan Ardi...."


"Tidak... tidak, jangan seperti itu. kau sudah menjadi bagian dari keluarga kami, jangan pernah sungkan dengan keluarga sendiri... dan panggil saja aku ayah seperti Salva memanggil ku."


Arya sedikit canggung, sepertinya ia sedikit menyesal. andaikan ia membawa Salva tadi, tentu tidak akan secanggung ini. Arya melihat gadis yang dipanggil Nana tadi, entah kenapa gadis itu tersenyum-senyum memandang dirinya?


Bunda menyenggol lengan Nana, menyadarkan putrinya dari otak liciknya yang sedang bekerja. zera tau betul apa yang sedang dipikirkan Nana.


Astaga... dia benar-benar tampan. jika dibandingkan dengan kaivan, Kaivan tidak ada apa-apanya. ini pasti akan sangat menarik jika pria jahat itu tau... tau jika kakak ku sudah menemukan pria tampan,baik. kau akan menyesal telah menyia-nyiakan kakakku Kaivan!!!


"Sudah berpikirnya? cepat buat minum untuk kakak ipar mu!"


Nana pergi dengan kesal, bundanya ini menganggu orang saja. padahal tadi dia sedang membayangkan wajah kesal dan marah kaivan, saat mengetahui mantan istri yang masih sangat dia cintai sudah menikah dengan pria lain. biarlah dikatakan dia jahat, tapi kali ini ia hanya ingin memberi sedikit pelajaran pada pria yang tidak mengerti dengan makna cinta dan pengorbanan.


Diruang tamu Arya masih merasa gugup berhadapan dengan mertuanya, padahal biasanya ia sudah banyak bertemu dengan orang. tapi kenapa sekarang ia begitu gugup.


"Ada hal yang ingin aku bicarakan dengan ayah... ini masalah istri ku!"


Ardi menghembuskan nafas beratnya, ia sudah bisa tebak masalah ini yang membawa menantunya sampai berkunjung begitu jauh. Begitu pula dengan zera, ia mulai cemas jika masalah ini sudah terkuak. akan kah Arya masih mau menerima status Salva sekarang?


"Apa yang ingin kamu ketahui?" zera mulai tak sabaran. mungkin lebih cepat terungkap lebih baik. mungkin jika Arya menyerah itu lebih baik, dari pada saat Putrinya berharap tapi cintanya tak terbalas, itu kan membuat bekas luka akan semakin parah.


"Semuanya..! aku ingin tau semua masa lalu istriku. maaf jika membuat kalian tidak nyaman... tapi aku ingin...." Arya tak lagi berani melanjutkan ucapannya,ia takut orang tua didepannya ini tersinggung.


"Kamu tidak salah... mungkin dengan saling memahami akan membuat hubungan kalian dimasa depan lebih baik." Ardi paham dengan perasaan Arya.


"Kamu dengarkan penjelasannya kami baik-baik saja suatu hari nanti dia datang, kamu tidak lagi merasa marah."


Ardi dan zera mulai menjelaskan siapa Salva sebenarnya, wanita itu hanya gadis yatim-piatu. menjelaskan bagaimana salva dan Kaivan bertemu lalu memilih menikah setelah merasa cukup cocok. tapi takdir tidak dapat ditentukan, cara Allah menentukan takdir seseorang sangat lah rumit.


"Ya... sekarang putri kami seorang janda, dia dituduh suaminya sebagai pembunuh kekasihnya. Mereka berpisah setelah Salva mencoba bunuh diri, dan...." Ardi merasa berat untuk mengatakannya.


"Dan apa ayah? apa kasus itu masih memberatkan salva?" Ardi menggeleng cepat, masalahnya lebih rumit dari itu.


"Dan Kaivan sudah tau dia salah paham... kejahatan itu dilakukan oleh keluarganya sendiri!" Arya menarik nafas lega, setidaknya istrinya aman.


"Tapi masalah tidak selesai disana... sekarang ada lagi yang menjadi masalah." yang tadi sudah lega sekarang malah membuat Arya kembali cemas.


"Masalah? apa?"


"Kaivan ingin rujuk dengan mantan istrinya, Salva!" Bagai disiram air es hati Arya menjadi dingin, ia tidak suka mendengarnya. ia tidak akan membiarkan istrinya diambil orang lain, apalagi pria yang sudah menyakitinya.


*****


Bantu dengan vote,like, dan komen ya Sobat πŸ˜…


Salam rindu 😘