
Salva menunggu dengan gelisah, hingga tengah malam suaminya tak kunjung pulang. Tadi saat dirumah sakit ia sudah bertanya keberadaan suaminya, tapi kata mereka, dokter Arya sudah pulang.
Dirinya benar-benar menyesal karena lambat bertindak, seharusnya dari awal ia menolak untuk bertemu dengan kaivan. Tapi siapa yang tau? ternyata rumah sakit yang ia datangi, tempat suaminya bekerja.
Aku mohon kembali lah mas... aku akan meminta maaf padamu, meskipun itu bersujud pun akan aku lakukan, asalkan kau kembali....
Salva menangis meratapi kebodohannya. Asisten rumah tangga yang melihat nyonya menagis mereka merasa kasihan, tapi apa hak mereka ikut campur urusan rumah tangga majikan mereka, dirinya hanya seorang pembantu tidak memenuhi syarat untuk mengasihi.
Merasa lelah menagis Salva tertidur diruang tamu tempat ia menunggu suaminya pulang, ternyata rasanya lebih sakit daripada perlakuan Kaivan dulu, entah mengapa ia begitu takut, takut jika sampai suaminya meninggalkan dirinya.
Aku berjanji akan memperbaiki hubungan kita mas... meskipun kau tidak mencintaiku, aku akan tetap akan memperjuangkan hubungan ini!
******
Suara azan membangun tidur nyenyak Salva, ia melihat sekeliling ternyata ia tertidur diruang tamu, tapi mengapa dia memakai selimut? mungkin para pelayan yang menyelimutinya. itu berarti suaminya tak pulang-pulang dari semalam, membuat dadanya sesak kembali.
Salva buru-buru masuk ke dalam kamarnya, ia takut Waktu subuh nya ketinggalan. Meskipun ia sedang gelisah bukan berarti ia akan meninggalkan kewajibannya.
Setelah melakukan kewajibannya Salva mencoba menghubungi ibu mertuanya, Hanya disana ia memiliki harapan jika suaminya pulang kerumah orang tuanya.
"Assalamualaikum Bu...." saat sambungan telepon tersambung, Salva benar-benar gugup.
"waalaikum salam nak..." balasan diseberang.
"Maaf Bu... mmm apa Arya ada Dirumah ibu?"
"Iya... kemarin malam ia kembali kerumah ibu... ada apa? apa kalian sedang ada masalah?" Salva benar-benar bingung menjelaskannya pada mertuanya itu, apa dia akan kecewa sekali Arya lakukan.
"Ya... ada sedikit masalah Bu." terdengar hebusan nafas berat diseberang.
"Sebaiknya jangan sekarang kamu datang ya nak... biarkan dia berpikir jernih dulu, ia hanya butuh waktu menenangkan diri, setelah itu hubungan kalian akan baik-baik saja, jangan pernah menyerah, cobaan dalam pernikahan itu biasa."
******
Dua hari sudah berlalu dari kejadian tidak mengenakkan itu, dan disinilah Salva sekarang, didepan pintu rumah mertuanya untuk menjemputnya suaminya pulang. Ia sudah siap mental dan hatinya, apapun yang akan dilakukan Arya nanti ia dengan ikhlas akan menerimanya.
Salva mulai memasuki rumah mewah itu setelah asisten rumah tangga membukakan pintu, suasananya begitu sepi, membuat dirinya Semakin gugup.
Semenjak dua hari ini Arya tak pernah pergi kerumah sakit, entah kenapa Salva tidak tau alasannya. ia mendengarkan kabar itu dari mertuanya, ia bilang Arya memilih mengurung dirinya dikamar.
"Lohh nak? kamu sudah sampai?" salva tersenyum melihat ibu mertuanya, dengan cepat ia mencium tangan wanita itu.
"Iya Bu... apa aku bisa bertemu dengan suamiku?"
Lagi-lagi Bu Mala menarik nafas berat. " kamu bisa menemuinya, hanya saja sepertinya keadaannya tidak baik." ucap Bu Mala.
Salva mengerutkan keningnya,ia tidak mengerti perkataan mertuanya. "Memangnya ada apa Bu? apa dia baik-baik saja?"
"Dia tidak baik, dua hari ini ia tidak keluar dari kamar, bahkan makan pun ia tidak mau... mungkin kamu bisa membujuknya!"
Salva tak yakin akan hal itu, bagaimana ia mau dibujuk dirinya? sedangkan biang masalah adalah dirinya sendiri. Tapi... apa begitu penting dirinya dalam hidup Arya? sampai pria itu begitu tertekan?
****
Bab selanjutnya besok ya kakπ
jangan lupa tinggalkan jejak.
mohon maaf juga jika ada yang salah dalam penulisannya.
salam cinta dari Ara putri πβ€οΈπ