Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
rindu bunda


Salva kembali dengan keadaan memprihatinkan, tujuan tak tercapai malah kemalangan yang ia dapatkan. Untung ia tinggal sendiri,jika ia tinggal bersama bunda zera sekarang mungkin wanita itu sudah histeris dan menagis mendapati anaknya pulang dengan luka.


Salva heran dengan bundanya itu? dulu saat tinggal bersama orang tua kandungnya, salva tak se disiplin itu. bahkan ia pernah ikut nongkrong saat senja sampai jam sembilan malam bersama geng motor. tak jarang salva pergi menonton pertandingan balap liar,ia juga pernah ikut tapi cuma sama-sama teman bukan untuk taruhan.


Tapi ibunya masih membiarkannya,ia bahkan pernah waktu SMA bertengkar dengan anak cowok dan sampai dipanggil orang tua.


Tapi salva sadar saat orang tuanya menghembuskan nafas terakhirnya, ternyata mereka menyimpan rasa kecewanya pada putri tunggalnya itu.ia berpesan agar anaknya ini berubah menjadi lebih baik agar ia tenang dialam sana, sejak saat itu salva tak berani lagi bersikap bar-bar. tapi kebaikan yang ia lakukan malah disalah gunakan oleh orang lain, ia dianggap sebagai wanita lemah. jika bukan karena cinta dan janji pada kedua orang tuanya salva mungkin sudah membalas perbuatan kaivan lebih sadis.


Tapi kasih sayang dan perhatian yang berlimpah diberikan Tante zera membuat salva benar-benar berubah tanpa paksaan.


Salva tersadar dari lamunannya saat merasakan sakit pada lukanya. padahal tadi ia tidak merasakan apa-apa, tapi sekarang semuanya terasa begitu ngilu.


aku rindu ibu, ayah, bunda, dan ayah Ardi...


*****


Hari sudah berganti, salva sudah melupakan kejadian kemarin. untuk apa juga diingatkan hal yang tidak penting baginya itu. sekarang ada hal yang lebih penting ia pikirkan, ia sudah mendapatkan tempat ia membuka kedai kecil-kecilan. Meskipun tidak sesuai dengan yang ia pikirkan, tapi tempat ini cukup strategis untuk tempat nongkrong anak muda.


"Semuanya sudah siap! mungkin dua hari lagi kita sudah bisa mulai membukanya," ucap salva semangat.


"Iya... tapi Maya gak janji bisa bantu kakak ya! aku harus fokus untuk ujian akhir," salva menganguk Setuju.


"Ya... pendidikan lebih penting dari apapun! kamu bisa mulai membatu kakak jika sudah mulai libur!" usul salva yang di anggukan Maya.


Hampir magrib salva kembali kerumah yang ditempati nya, ia harus melakukan kewajibannya sebagai umpan muslim. setelah bercerai salva tak pernah lagi meninggalkan solat lima waktunya, hanya dengan Allah ia bisa mengadu,bisa meminta pertolongan. membuat hatinya selalu tentram dan damai.


Saat setelah solat, salva mendengar telponnya berbunyi. ternyata bunda yang sedang menghubunginya, salva tersenyum lebar,tau aja bundanya itu kalau dia sedang rindu rumah.


"Assalamualaikum bunda," ucap salva menyapa orang diseberang sana.


"Waalaikum salam sayang... bagaimana kabar mu? apa semuanya baik-baik saja?"


"Tidak ada yang baik-baik saja bunda." rengek salva membuat orang sebrang sana langsung merasa cemas.


"Kamu kenapa sayang? apa kamu sakit?" salva tersenyum mendengar bundanya itu kwatir.


"Raga ku sehat bunda... hanya hati ku yang sakit Menahan rindu padamu bunda." terdengar gelak tawa disana. sudah pasti tadi bunda mengeraskan suara panggilannya.


"Kamu itu ya! padahal bunda sudah cemas,ehh ternyata malah di gombal." bunda zera tertawa disana, begitu pun salva, ia tersenyum mendengar tawa yang ia rindukan beberapa hari ini.


Obrolan mereka masih berlanjut, banyak hal yang harus mereka ceritakan. sampai tak sadar jika waktu sudah larut malam.


******


****