Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
menyesal


Dua hari mendiami istrinya benar-benar menyiksa Arya. Padahal ia ingin sekali mendekapnya erat agar wanitanya itu agar tak lagi bersedih, tapi ia tidak ingin melakukan itu, dirinya hanya ingin Salva mengerti bawah ia tidak suka dengan ucapan matan pacar istrinya itu.


Ia sendiri berencana akan mengakhiri acara merajuknya ini, ia sudah cukup dengan permainannya. Tapi dibalik itu ia tidak tau jika ia sudah melukai hati yang sangat rapuh dan hati wanita yang sangat dicintainya, tapi mau bagaimana lagi kali ini ia lebih dikuasai sifat egois.


Arya keluar dari ruang rawat pasiennya, hari ini ia hanya bertugas mengecek kondisi pasien yang beberapa hari kemarin ia operasi, Alhamdulillah semuanya lancar.


Setelah berbasa-basi dengan keluarga pasien, Arya meninggalkan ruangan yang penuh dengan bau obat-obatan itu.


"Loh ... pak dokter?"


Arya menengoknya kebelakang saat merasa ada seseorang yang memanggilnya. Bertapa terkejutnya Arya saat mengetahui siapa yang ada Disana, orang yang sudah membuat ia uring-uringan dua hari ini.


"Ya, saya. ada apa?" balas Arya ketus, jelas sekali ia tidak menyukai orang yang berada didepannya ini.


"Ehh. maaf dok, saya pikir salah orang tadi," Bima tersenyum canggung. "Saya juga minta maaf masalah kemarin, ucapan saya yang mungkin membuat anda tersinggung."


Arya menatap jengah orang didepannya ini, tidak tau kah dia, selama dua hari ia bertengkar dengan istrinya karena pria ini.


"Jika tidak ada yang penting saya akan pergi, masih banyak pekerjaan!" ucap Arya tak bersahabat.


"Hehe, ternyata benar ya? Pasti anda bertengkar dengan Salva karena ucapan saya." ucapan Bima membuat langkah Arya kembali berhenti. "Anda jangan salah paham, sebenarnya itu saya tidak sengaja. Saya hanya ingin membalas perkataan istri anda, niat hati hanya ingin bercanda."


Arya masih menyimak dengan baik. "Hanya bercanda kata anda? Apa anda tau apa yang terjadi karena ucapan anda?" Tatapan itu sungguh tajam membuat nyali Bima ciut, apalagi ini juga kesalahannya.


"Sekali lagi saya mohon maaf dokter ... Itu tidak terpikirkan,"


Arya menghembus nafas berat, tidak disangka ada juga orang seperti pria ini. "Anda tidak perlu kwatir, itu urusan saya dan istri saya."


Tidak mau berdebat lagi, Arya meninggalkan Bima yang terdiam mematung. Tak disangka akan begini akhirnya,niat hati ingin bercanda, tapi ia malah merusak rumah tangga orang lain.


Ia pun ikut meninggalkan tempat itu, padahal niatnya hanya untuk menjenguk temannya, tapi ternyata ia malah bertemu dengan suami mantan kekasihnya.


******


Malam ini sedikit hujan rintik-rintik, sama seperti suasana hati seorang wanita yang duduk termenung sambil tersenyum habar melihat hujan yang turun. Dua hari diabaikan oleh suaminya, membuat goresan luka itu kembali berdarah.


Jika bisa aku ingin mengembalikan Waktu, aku ingin sekali membuat luka itu tidak pernah ada. agar aku tidak mudah menagis seperti ini. Kenapa sekarang diri ini begitu rapuh? padahal dia hanya mengabaikan ku, bukan melupakan ku!


Setelah bosan berdebat dengan hatinya, ia memilih untuk istirahat, berharap besok hari lebih baik dengan sinar matahari yang indah.


Mulai bergelung dibawah selimut,rasa kantuknya langsung membuat ia tertidur. mungkin efek bergadang dua malam ini, membuat ia cepatlah tertidur. Memangnya siapa yang bisa tidur dengan nyenyak, disaat hatinya merasa tak tenang. Mungkin untuk malam ini ia bisa memejamkan matanya, sehingga ia tidak perlu menagis sepanjang malam lagi.


Sekitar sepuluh menit berlalu Arya masuk kedalam kamar mereka, Hal pertama kali ia cari adalah keberadaan istrinya. Saat melihat istrinya tertidur dengan mata yang bengkak, sekarang ia sadar sudah melakukan kesalahan-kesalahan yang fatal hanya karena masalah kecil. Bertapa berdosa nya ia pada istrinya.


"Dek ... Beneran sudah tidur ya?" Ia mengelus rambut istrinya dengan lembut, ada rasa penyesalan yang bersarang di hatinya.


Maafkan mas, sayang. kali ini mas tau sudah kelewatan, tapi mas benar-benar cemburu melihat kamu tertawa lepas dengan pria lain. Bahkan kamu tidak Canggung untuk menyentuhnya, meskipun itu pukulan kecil, tetap saja mas tidak rela kamu menyentuh pria lain.


Arya bahkan tak sempat Menganti baju kerjanya, membuat ia tak nyaman. ia segera berdiri untuk menyegarkan tubuhnya terlebih dahulu sebelum ia mencari kenyamanan yang dua hari ini sempat hilang.


Setelah beberapa saat Arya keluar dari kamar mandi dengan sudah memakai pakaian tidurnya. Segera ia berbaring disamping istrinya, menarik wanita itu untuk masuk dalam pelukannya. sempat ada sedikit gerakan dari Salva saat Merasa tidurnya diganggu, ia menggeliat pelan untuk mencari tepat ternyaman nya.


Selamat tidur sayang. Semoga besok kamu bisa memaafkan kesalahan yang mas buat.


******