Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
tak diinginkan!


Kehidupan bagaikan sebuah biduk ditengah lautan,jika salah haluan akan membawa kita karam. begitu pun sebuah kehidupan dalam berumah tangga,jika kita salah langkah akan membuat penyesalan pada akhirnya.


Kaivan telah merasakan karamnya biduk rumah tangganya,ia begitu menyesali perbuatannya pada salva. tak salah jika ayahnya sendiri lebih memilih membela orang lain dari pada anaknya sendiri. tapi apalah arti sebuah penyesalan,jika badai itu telah menerbangkan puing-puing tanpa sisa.


Hari ini kaivan mencoba mencari salva kerumah Tante Zera,tak dipedulikan ego yang selalu dibanggakan nya. yang dia inginkan sekarang bisa meminta maaf pada wanitanya yang sudah membawa separah hatinya tanpa ia sadari.


"Apa kamu yakin salva akan memaafkan mu kai?" Tanya Adam yang menemani kaivan.


"Aku tidak tau... tapi aku berharap seperti itu," ucap Kaivan lemah tak bersemangat.


Aku berharap ia memaafkan diriku... aku akan membawa mu kembali ke sisi ku lagi ,aku yakin kau juga masih mencintaiku!


"Jangan terlalu berharap Kawan!. dimaaf pun kau sudah bersyukur...." Kaivan tak membalas ejekan sahabatnya itu. meskipun ucap Adam itu cukup membuat keberanian kaivan menciut.


Aku pasti bisa....


Kaivan mencoba menyemangati Dirinya sendiri, entah mengapa sahabat ini tidak tau tempat. seharusnya ia menyemangati bukan malah membuat ia semakin takut.


"Bagaimana dengan kasus salsa dan keluarganya? apa kamu sudah melaporkan nya?" Kaivan teringat kembang dengan kasus yang sedang mereka selesaikan. memang cukup sulit, apalah bukti yang masih samar-samar membuat pihak kepolisian harus melakukan penyelidikan ulang.


"Insyaallah Dam... aku yakin salsa lah pelakunya. dia yang telah memberikan bukti palsu itu padaku, mungkin ini sudah direncanakan dengan baik sehingga Kita kesulitan mendapatkan bukti!" Adam menepuk pundak kaivan memberi semangat.


"Tidak ada usaha yang sia-sia, Allah pasti akan memberikan jalan bagi umat yang berusaha!" kaivan tersenyum mendengar nasihat Adam, inilah yang membuat Kaivan betah bersahabat dengan Adam. dia tidak hanya ada disaat bahagia, tapi dia akan selalu hadir saat suka maupun duka.


"Kau yang terbaik Dam...." Adam yang mendapat pujian seperti itu bukannya senang,ia malah mengidik ngeri.


"Gak usah lebay gitu! aku jadi jijik," ucap Adam kesal. ia paling takut dengan pria yang suka bertingkah seperti wanita, atau yang disebut bencong. karena itu jika seseorang berbicara lemah gemulai gitu ia sudah ketakutan membayangkan yang tidak-tidak.


******


Setelah menempuh perjalanan yang sedikit jauh, kaivan dan Adam telah sampai di rumah Tante zera. Entah mengapa keberanian yang tadi dikumpulkan sekarang hilang entah kemana?


"Bagaimana Kai? masih yakin?" ejek Adam.


"Kamu itu sahabat aku atau musuh ku?" ucap Kaivan kesal. "Bukannya memberi semangat.... kamu Malah menakut-nakuti." Adam hanya terkekeh geli mendengar ucapan Kaivan.


"Gapain kalian disini? mau nyakitin kakak ku lagi?!"


"Astagfirullah... kaget aku Mak...." Adam menepuk-nepuk dadanya yang masih syok dengan keberadaan Nana.


wah cantik juga adik Salva... ketemu calon istri ini mah....


Adam terpesona dengan kecantikan Nana tidak menyadari gadis itu sudah menatapnya dengan jijik.


"Gapain lihat aku? mau macam-macam?!" sungut Nana tak terima dipandang seperti ingin diterkam saja.


Kaivan buru-buru menyenggol lengan Adam yang belum juga sadar dari lamunannya.


"kamu mau di sate gadis galak itu? jangan macam-macam!" bisik Kaivan.


"Hehe maaf dek... kita kesini mau ketemu salva," ingin rasanya kaivan membalas ejekan Adam tadi. kenapa sekarang pria itu berubah begitu lembut berbicara dengan mantan adik iparnya itu.


"Gak boleh!!" Nana langsung menjawab galak.


"Nana...! ayo masuk, bawa tamunya sekalian!" terdengar suara teriakan Tante zera, itu pertanda keberadaan Kaivan sudah ia ketahui. dengan cemberut Nana membawa mereka masuk, padahal dalam hati ia ingin mencakar wajah mantan kakak iparnya itu. bagaimana bisa dia datang seperti tak berdosa, padahal dia sudah membuat kehidupan kakaknya sensara.


untungnya ada bunda, kalo tidak sudah aku usir mereka! entah saja mereka datang setelah menghancurkan kehidupan kakakku!!!


Nana langsung masuk ke dalam kamarnya, ini lah kebiasaan Nana yang sering dimarahin orang tuanya. jika dia sudah merasa tidak menyukai seseorang ia tidak akan menghormati orang itu,ia akan menunjukkan langsung rasa tidak sukanya.


"Silahkan duduk nak kai dan...." Tante zera belum pernah bertemu dengan Adam.


"Dia Adam Tante, sahabat ku," ucap Kaivan menyahut saat Tante zera bertanya bertanya lewat tatapannya.


"baiklah nak... ada maksud apa datang kesini? jika mencari suamiku dia sedang bekerja!" Kaivan merasa canggung mendengar ucapan Tante zera. biasanya wanitanya ini begitu ramah dan lembut, tapi didengar dari bicaranya kaivan tau kedatangannya tidak diinginkan.


.******