
Kaivan terdiam mendengar ucapan Tante zera,ia tau kedatangannya tak diharapkan disini. tapi ini memang kesalahannya,ia harus menerima dengan lapang dada.
"Apa aku bisa bertemu dengan salva? ada yang harus kami bicarakan...," ucap Kaivan penuh harap.
"Maaf kami nak kaivan,jika kamu mencari salva dia sudah tidak tinggal dirumah ini lagi!" kaivan terkesiap mendengar ucapan Tante zera.
"Bagaimana bisa? bukankah dia kembali bersama kalian?!" terlihat wajah kaivan yang kwatir pada mantan istrinya itu.
"Kamu tidak perlu cemas,dia aman disana," ucap Tante zera masih seperti biasa, lembut dan halus ia tidak ingin membuat seseorang sakit hati dengan ucapannya. meskipun orang itu sudah menyakiti keluarganya, tapi ia tau balasan Allah lebih indah dari yang manusia bayangkan.
"Jika boleh tau, dia Dimana?" Tante zera hanya tersenyum hambar melihat kaivan.
"Maafkan kami nak kai... sebelum pergi salva berpesan tak seorang pun yang boleh tau kemana dia pergi, Dia hanya ingin menenangkan diri, aku mohon jangan usik lagi kehidupannya!" Ucap Tante zera penuh penekanan, agar kaivan mengerti tak ada tempat untuk pria itu kembali.
"Aku mohon Tante... aku ingin meminta maaf padanya. aku sudah tau selama ini aku sudah keliru, aku ingin menebus semua dosa yang sudah aku lakukan," kaivan bersimpuh di hadapan Tante zera berharap wanita itu Luluh.
"Maafkan kami, sekali lagi aku tidak bisa memberi tau mu. jika kamu sungguh-sungguh cari sendiri, tapi aku mohon jangan sakiti anakku lagi!!" setelah mengucapkan itu,ia pergi meninggalkan tamunya itu. ia sudah tidak peduli dengan etika lagi, tak ubahnya Nana yang tidak menyukai kaivan begitupun Tante zera. bagaimana hati seorang ibu jika anaknya diperlukan sebegitu buruk,tak ada seorang pun ibu didunia ini yang rela.
Kaivan yang sudah mengerti langsung pulang bersama Adam, padahal sahabatnya itu masih mau menunggu gadis berhijab tadi keluar.
Ahhh kenapa dia tidak keluar lagi sih... padahal aku ingin melihat wajah lucunya, awas kau dek, kamu harus tangung jawab karena sudah mencuri hati kakang....
Kaivan yang sadar sahabatnya masih menatap pintu jendela kamar Nana, menepuk pelan pundaknya.
"Jangan banyak mengharap!! dia itu galak, gak akan bisa kamu taklukkan!" ejek kaivan.
"Kenapa tidak? jika dia bidadari yang disiapkan untuk ku, semua bisa terjadi atas kehendak Allah." Jika seorang wanita yang mendengarnya pasti akan meleleh, tapi sayang kata seindah itu hanya tersimpan tanpa berani mengucapkan pada gadis diluar sana.
Kaivan yang sedang pusing dengan masalahnya sendiri,tak menangapi ucapan Adam yang sudah mabuk kepayang itu. Padahal ia sudah mau muntah mendengarnya tadi, sejak kapan pria pendiam ini bisa mengeluarkan kata-kata bucin seperti itu?
"Diam lah Dam! aku sedang pusing," ucap Kaivan kesal.
"Kau benar-benar egois bro... seharusnya kau juga memikirkan Masalah hatiku yang tertinggal disana bersama sang bidadari ku... kau bahkan tak memberi tau tentang dia padaku?" Kaivan yang sudah terlalu kesal mengambil tisu didepannya.
"Jika kau berbicara lagi, akan aku tutup dengan ini mulutmu itu!!"
"Oke... oke, kau selalu ingin menang sendiri cikk"
Kaivan tak peduli dengan kekesalan Adam,ia benar-benar pusing memikirkan kemana perginya salva. jika bertanya pada keluarganya ini tak mungkin lagi, karena Tante zera sudah menunjukkan rasa tidak sukanya.
Aku akan mencari mu... aku ingin kita kembali seperti semula,kau sudah mencuri hati ku dan kau hanya milikku!
******
Hay semua.... gak nanya kabar kalian.
bagaimana kabar setelah tahun baru ini?
Adakah yang rindu dengan cerita ku ini?
semoga kalian selalu rindu yaπ π π
oh ya jangan lupa tinggalkan jejak ya,biar aku tambah semangat nulisnya.
Salam cinta dari Ara putri πβ€οΈππ