Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
biang masalah!


Hari ini salva terpaksa harus datang kerumah Bu Mala, ia secara khusus diundang oleh pemilik rumah untuk menghadiri acara ulang tahun cucunya yang ketujuh. Awalnya salva tak berniat untuk datang, tapi bujukan dan rayuan Maya akhirnya salva luluh juga.


Ia hanya merasa sedikit sungkan, apalagi terhadap Arya. ia merasa takut untuk bertemu dengan pria dingin itu.


"Ayo kak... udah siap kan?" tanya Maya yang juga ikut hadir dalam acara ini.


"Udah... dihh tumben kamu bisa berpakaian famin kayak gini?" Tak dapat dipungkiri kecantikan Maya terpancar saat ia memilih untuk berdandan, apalagi wajahnya yang begitu bersih tanpa ada bekas jerawat membuat wajahnya begitu cantik.


"kakak mah bisa saja... mana tau nanti ketemu calon imam." salva terkekeh mendengar perkataan Maya,ia pikir selama ini gadis ini gak akan berpikir seperti itu.


Salva berpenampilan menarik kali ini,ia sebenarnya tidak ingin seperti ini, hanya saja Maya memaksanya. tak ada yang akan percaya jika dia seorang janda, wajah cantik tubuh langsing membuat penampilannya Semakin sempurna.


Saat sampai ditempat tujuan, terlihat rumah Bu Mala yang begitu ramai. sepertinya acara akan segera dimulai, salva melangkah kakinya kerumah itu sedikit malas. entah kenapa tatapan tajam dari Arya selalu menghantui pikiran salva, membuat ia sedikit engan jika bertemu.


"Assalamualaikum..." tatapan semua para tamu memandang salva dan Maya yang berupa masuk, sedangkan Bu Mala salva tak melihatnya.


"Kenapa mereka melihat kita seperti itu kak?" bisik Maya, mungkin gadis itu merasa tak nyaman.


Salva langsung mematung melihat tatapan tajam seorang pria yang selalu menghantui nya beberapa hari ini, susah payah salva menelan ludahnya.


"Lebih baik kita pulang may...." bisik salva yang merasa tak nyaman. belum sempat salva melangkah suara Bu Mala sudah lebih dulu memanggil mereka untuk masuk.


"Kalian mau kemana lagi? ayo masuk!" dapat dilihat tatapan yang tadi sekarang mulai menghilang, mereka kembali kesibukan sendiri-sendiri.


Entah mengapa salva merasa sedikit tak nyaman, ini pesta tidak seperti biasanya. Apalagi yang berkumpul sepertinya hanya keluarga besar saja. Sepertinya pakaian Salva dan Maya terlalu mencolok dari yang lain, mungkin karena itu mereka menjadi pusat perhatian.


"Dimana Gilang Tante?" Maya melihat sekeliling tak menemukan orang yang penting untuk hari ini.


"ohh dia sedang bersama ayahnya di kamar... salva bisa bantu ibu menyimpan kado ini dikamar atas?" salva menatap Bu Mala tak yakin, bagaimana ia bisa mesuk dikamar orang. mereka tidak sedikit itu untuk berani keluar masuk dirumah mewah ini, bagaimana jika sesuatu hilang nanti? pasti orang akan menuduhnya nanti.


"Tapi...."


"Tenang saja, diatas gak ada siapa-siapa. ibu tidak kuat menaik tangga, maklum umur, lutut ibu terasa mau lepas." terpaksa salva menuruti dengan berat hati.


"Ayo may... kamu temani kakak ya?"


"Tidak perlu nak... biar adik menemani ibu, kamu tidak keberatan kan?" salva semakin curiga melihat senyum Bu Mala, sepertinya ada sesuatu yang sedang direncanakan? tapi apa?


Salva tak ambil pusing ia langsung naik kelantai atas untuk mencari kamar yang disebutkan Bu Mala. padahal dirumah ini banyak pelayan, tapi kenapa Bu Mala malah menyuruh dirinya?


Salva membuka pintu kamar yang terlihat sunyi, awalnya ia sedikit bingung memilih kamar yang mana? disini ada dua kamar, tapi kamar yang terlihat dihuni ya yang saat ini ia buka.lagi pula Bu Mala tidak mengatakan kamar yang mana tadi.


kamarnya bagus sekali.... tapi kenapa kamar ini seperti kamar pria? sangat cool, dan ini bau parfum pria. apa Bu Mala mau mengerjai ku?


Tubuh salva mulai bergetar ketakutan, dengan cepat ia meletakkan kado yang jadi biang masalah. ia harus keluar secepat mungkin dari sini, sebelum sesuatu yang buruk terjadi.


"Apa yang kamu lakukan disini?!"


Salva mematung, bahkan ia belum sempat membalikkan badannya. tapi hal buruk yang ia pikirkan benar-benar terjadi!