Goresan Hati Yang Terluka

Goresan Hati Yang Terluka
dibawa pergi


"Nana!!!" terdengar suara ayah nana berteriak marah.


"Ayah....a,aku hanya kesal dengan dia," ucap Nana takut, apalagi melihat tatapan ayahnya yang tajam.


"Jaga lisan mu nak,aku tidak pernah mengajarkan putri-putri ku kurang ajar!" Jantung Kaivan berdegup kencang mendengar perkataan paman Salva.


"maaf yah.... maaf kak Kaivan," ucap Nana malu.


Berkata seperti itu saja tuan Ardi sudah memarahi putrinya.... bagaimana jika dia tau bagaimana aku memperlakukan Salva lebih kasar dan kejam dari itu. kaivan membatin.


"Nak kaivan,kami akan membawa Salva kembali." ucap Ardi langsung,ia yakin kaivan pasti sudah mendengar pembicaraannya dengan Hendra.


"Aku tau," ucap Kaivan datar, padahal hatinya menjerit tak rela.


"Kau..." Nana sudah mulai membuka mulutnya untuk memaki Kaivan, tapi langsung dicegah Tante zera.


"Sepertinya kamu tidak keberatan kaivan, jadi semuanya sudah jelas tak ada yang harus dibahas lagi. aku harap silahturahmi kita tidak putus kedepannya tuan Hendra," ucap Ardi bijak.


"Tentu saja Ar, sekali lagi aku minta maaf!" ucap Hendra tulus.


Malam itu juga Salva dipindahkan kekota tempat mereka tinggal, masih diawasan Jakarta. Kaivan ingin berteriak keras untuk menghentikan kepergian salva, tapi ego dan gengsi lebih memenuhi hati dan pikirannya.


"Tidak usah kau sesali!! ayah sudah mengingatkan, tapi kau terlalu keras kepala!!"


"Kenapa ayah tidak percaya dengan aku? padahal dia juga sudah menyakiti ibu, istri ayah!" Hendra menggeleng melihat kebodohan anaknya.


"kenapa?"


"Karena aku bisa melihat tidak ada kebahagiaan Dimata menantu ku,aku melihat dia begitu tertekan berada disisi mu. begitu pun sebaliknya,aku tidak menemukan cinta Dimata mu hanya ada dendam dan kebencian. Meskipun kau mengatakan ingin memperbaiki hubungan kalian, tapi aku tidak menemukan kesungguhan dalam ucapan mu." Kaivan terdiam mendengar pendapat ayahnya. memang benar, jika hatinya tak sepenuhnya melupakan Naira, itu lah yang membuat ia tak ingin menyentuh Salva selama ini.


ternyata ayah lebih paham dengan hubungan ini.... benar kah Salva tak bersalah? tapi pada siapa aku dapat percaya, bukti itu begitu jelas bahwa Salva lah pelakunya. batin kaivan berperang untuk memiliki yang mana.


"Ayah sudah menyelidiki kasus kematian Naira....kita hanya perlu melihat hasilnya nanti!" lagi-lagi kaivan dibuat takjub dengan ayahnya. pria yang sudah tua itu begitu cepat dalam bertindak, sedangkan dirinya yang sudah lama tau masalah ini tak bertindak seperti itu.


"Terimakasih yah... tapi aku rasa tak ada gunanya melakukan itu. lagi pula Salva sudah tidak menjawab istriku lagi!"


Hendra terkekeh geli mendengar putranya. entah mengapa ia memiliki putra begitu bodoh.


"Pikiran dangkal seperti inilah yang akan menghancurkan mu Kaivan, jika ada suatu masalah.... selesaikan dengan baik. jika tidak kau tidak akan tau itu akan menjadi bumerang dalam hidup seseorang." ia menepuk pelan pundak kaivan sebelum pergi. tinggallah kaivan yang masih terdiam mematung diparkiran rumah sakit.


*Ayah benar,aku terlalu menganggap remeh masalah ini. padahal bukti itu hanya kudapatkan dari salsa, aku harus menyeluruh lebih lanjut!


*****


Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki suatu masalah, karena solusi terbaik adalah penyelesaian. karena setiap masalah yang kau coba untuk hindari,akan membuat masalah baru kedepannya.


SALAM CINTA DARI ARA PUTRI πŸ˜˜πŸ’–πŸ’“πŸ’–*