
Salva sudah kembali sehat seperti sebelumnya, meskipun ia belum keluar dari rumah sakit. Salva sangat senang bersama keluarganya, apalagi si Nana yang setiap hari berceloteh menceritakan hari-harinya di kampus. Membuat salva selalu tersenyum bahagia.
"Tante ingin berbicara nak... apa kamu tidak keberatan? ini agak serius!" Salva bingung, meskinya selama ini dia memegang merasa janggal dengan tingkah mereka.
"Ada apa tan...," ucap salva.
"Tante harap kamu baik-baik saja setelah ini. anggap lah ini semua sebagai cobaan!" Salva semakin yakin sesuatu sudah terjadi saat dia sakit.
"Baiklah, akan Salva usahakan." Tante zera tersenyum.
"Sebenarnya kamu dengan suamimu sudah bercerai...," ucap Tante zera terpotong dengan gelas yang terjatuh dari pegangan Salva.
"Aa,,,apa maksud Tante?" bukan karena marah, tapi Salva sungguh terkejut dengan semua ini. padahal ia belum menyetujui perceraian ini, bagaimana mungkin mereka sudah bercerai.
"Kamu tenang dulu nak... ini Tante lakukan untuk kebahagian mu. Tante tidak ingin melihat kamu tersiksa disana." jelas Tante zera. ia takut Salva akan membencinya karena mengambil keputusan tapa bertanya pada dirinya dulu.
Apa sebegitu benci kamu dengan ku mas? kau langsung mengambil keputusan ini, disaat aku bertaruh nyawa. Apa benar sampai sekarang tak ada cinta sedikit pun untuk ku?
Salva meremas dadanya yang mulai terasa sesak. Ia melihat sebuah dokumen yang dipegang Tante zera, Salva mengambil dengan tangan bergetar.
"Kamu tidak apa-apa Salva? maaf kan Tante...."
"Tante Tidak perlu minta maaf... salva malah bersyukur mas kaivan mau menceraikan Salva. mungkin sekarang dia sudah bahagia!" Tante zera mengusap kepala Salva penuh kasih sayang.
"Kamu salah sayang... perceraian ini tidak dilakukan nak kaivan, ayah mertua mu yang memutuskan ini dan Tante sangat setuju. Tante tak rela kau diperlakukan seperti itu, dengan alasan apapun!" Salva tersenyum melihat adik ibunya yang begitu menyayangi dirinya selama ini.
"Tante tau? hal apa yang paling Salva syukuri dalam hidup ini..? memiliki Tante sebaik ini sudah sebuah berkah untuk Salva. salva tidak marah, hanya saja Salva belum bisa menerima ini begitu mudah," ucap Salva sendu. ia tak ingin menyakitin hati wanita yang begitu menyayangi dirinya itu.
"Ya sudah... setelah kamu tanda tangan nanti, berikan sama Tante. tapi... tapi apa kamu bahagia?? apa kamu masih mencintainya?"
"Tak ada gunanya menanyakan apa aku masih mencintainya, meskipun aku berteriak sekeras apapun dia tak akan membalasnya Tante... terimakasih sudah peduli dengan Salva, maafkan Salva hanya bisa menyusahkan kalian semua." Tante zera memeluk Salva,ia sudah menganggap keponakannya itu sebagai putrinya sendiri. tak ada kata menyusahkan untuk seorang anak bagi ibunya.
Salva mulai melepaskan pelukan mereka, dengan berat hati Salva mengambil pulpen yang tadi disodorkan Tante zera. Dengan mata berlinang ia menandatangani surat perceraian itu. hatinya hancur, begitu pun dengan pernikahan yang awalnya sangat bahagia berakhir tragis.
Kita sudah berbeda jalan mas... ikatan ini sudah kau putuskan saat kau membuat janji dengan Allah. aku menyerah... menyerah akan takdir membawa diriku kemana. setidaknya setelah ini aku tidak merasa sakit fisik lagi, jika hati jangan ditanya... entah kapan ia akan membaik seperti semula.
Jangan kau tanyakan seberapa besar aku mencintaimu... aku akui sampai sekarang aku masih mencintaimu. tapi Allah tak mengizinkan kita untuk bersatu, karena kita memang bukan lah jodoh...
Biarlah waktu yang akan mengobati luka yang kau torehkan ini... karena dirimu tak mampu memberikan kebahagiaan. tapi dirimu mampu memberikan GORESAN HATI YANG TERLUKA.
Kisah sudah berakhir dengan satu kata...PISAH. tapi aku tidak akan pernah membenci mu... karena kamu juga pernah memberikan kata cinta meskipun itu hanya sebuah kebohongan,aku bahagia. biar Allah yang menentukan setelah ini... apa aku pantas untuk bahagia atau penderitaan ini akan terus berlanjut.
inilah akhir kisah GORESAN HATI YANG TERLUKA.
...Semo dirimu akan selalu bahagia disana....
******
Hay semua
aku senang saat ada yang komen,ada yang bilang rindu sama akuπ makasih ya...
Eitsss jangan kalian pikir Kisah ini berakhir ya... cerita ini belum selesai, masih panjang lika-liku kehidupan Salva untuk menuju kebahagiaan. karena itu aku minta dukungan kalian semua, agar bisa selalu update setiap hari.
bab selanjutnya akan aku buat kalian baper tingkat... tingkat apa yang baik ya?π€£π€£π€£
nanti aja kita pikirkan, yang penting kita buat si kaivan menderita dulu... biar hati para pembacaku bahagia π π
selamat membaca semua.
SALAM CINTA DARI ARA PUTRI ππππππππππππππππππππ