
Pagi ini Salva masak seperti biasa,kali ini dia hanya sendiri. Bu Salma kemarin malam izin pulang kerumahnya,dia bilang anaknya minta pulang beberapa hari karena baru pulang dari luar kota.
"Eh istri tak dianggap! cepat buat aku makanan!" Salva hanya diam,dia tidak peduli dengan ocehan gadis sombong ini. Jika bukan karena takut pada suaminya, mungkin Salva sudah melawan dan mengusir salsa.
"Apa kamu tuli!!! cepat buat!!" kali ini tidak salsa yang membentak, tapi Kaivan yang memukul meja dengan keras.
"iy..iya tuan," ucap Salva takut. kenapa aku tidak bisa membantah perkataan mas kaivan? kenapa aku begitu penakut?
Salva pergi dengan rasa kesal pada dirinya sendiri. Meskipun sedih mendapat bentakan tapi bagi Salva sudah biasa,dia tidak ingin memikirkannya lagi. "Kenapa Bu Salma lambat kembali sih? kan aku jadi takut tinggal dengan dua monster itu!" salva mulai memotong sayuran yang akan dimasak.
Sedangkan Kaivan termenung setelah membentak Salva, entah mengapa hatinya ikut sakit. dirinya tidak peduli dengan salsa yang tersenyum kemenangan, bahkan ocehan gadis itu sudah tidak ditanggapinya lagi. "apa aku sudah keterlaluan? tapi dia pantas untuk itu" kenyataannya ego mengalah semua yang orang rasakan.
"Wahh ternyata kau berniat sekali balas dendam kak. aku akan membantumu untuk membalikkannya...," ucap salsa bahagia. merasa Kaivan tidak menjawab membuka salsa berpikir licik.
Cup..
Salsa tersenyum saat berhasil mengecup pipi Kaivan, bersamaan dengan Salva yang sedang memandang mereka. "apa yang kau lakukan?!!!" Kaivan mengepalkan tangannya. "apa kau tidak tau batasan salsa!!!"
"Ka...kak ini hanya bagian dari rencana kita," ucap salsa ketakutan. "Ikut dengan ku sekarang!!" kaivan langsung menarik kasar tangan salsa.
Astaga kenapa kaivan semarah ini? aku pikir dia akan senang. Salsa gemetar ketakutan,ia sadar sepertinya kaivan sangat marah dengan tindakannya.
"Aku sudah bilang! ingat batasan mu!" bentak kaivan saat sampai dikamar nya.
"Aku serius kak,tadi aku dapat ide saat Salva melihat kita." mencoba mencari alasan untuk selamat dari amukan kaivan.
"Jangan pikir aku bodi salsa! sekali lagi kau melakukan ini akan aku usir dari rumah ini!" Kelvin pergi meninggalkan salsa yang tampak ingin menagis.
****
Salva yang awalnya ingin memasak langsung berlari memasukinya kamarnya. Ia pikir rasa sakit itu sudah tidak ada,tapi nyatanya hati terasa diremas melihat suami bermesraan dengan wanita lain.
"Kamu jahat mas...hiks..hiks..hiks.."Salva memukul-mukul dadanya, berharap rasa sakit itu hilang. nyatanya tak ada yang berubah. "Aku membencimu.... aku akan selalu mengingat perbuatan mu ini!!!!" Salva berteriak,dia tidak peduli jika kaivan mendengarnya.
Sejam lebih Salva menagis nasibnya, sampai ia tertidur dikamar sempitnya itu. sampai hari sudah sore Salva tak kunjung bangun.
Sedangkan Kaivan yang sudah menunggu Salva tak kunjung keluar, terpaksa ia menyuruh salsa untuk memasak. karena saat Salva pergi dia belum menyelesaikan masakan nya.
"Salsa!" teriak kaivan dari lantai bawah.
"Apa kak? Apa kau sudah tidak marah lagi?" dia senang Mendapati Kaivan yang memangil namanya.
"Sekarang masak lah... Aku lapar!!"
"Apa??? masak??" teriak Salsa terkejut. "Yang benar saja kak? kau kan tau aku tidak pernah masak! apalagi nanti kuku tangan ku bisa rusak."
Kaivan semakin jijik mendengar pengakuan salsa. "tidak usah kau menikah nanti,jika memasak saja tidak bisa," ucap Kaivan kesal. akhirnya mau tidak mau dia terpaksa pergi kekamar pembantu, dimana Salva ditempatkan.
*****
hay semua, maaf ya jika ada kesalahan dalam penulisannya.
jangan lupa vote,like,end komen. biar aku tambah semangat ππ