Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 85


Tak berselang lama Alin mengabari lewat interkom, jika direktur Baim sebagai direktur Keuangan sudah berada didepan ruangan presdir dan Leila segera menyuruh direktur keuangan untuk masuk ke dalam.


Saat masuk ke dalam direktur Baim menelan salivanya dengan susah merasakan aura yang sangat berbeda dari presdir mereka didalam sana.


Tatapan mata Leila yang biasanya terlihat lembut, hari ini menjadi tatapan tajam seperti seekor macan betina yang sedang mengawasi mangsanya.


“Presdir manggil saya” ucap direktur Baim dengan cepat.


Brugh……………….


Leila membuang laporan keuangan tepat didepan kaki direktur Baim, membuat dia mengerutkan keningnya dengan bingung memikirkan apa yang sebenarnya terjadi disini dan apa maksud presdir memanggilnya.


“Ambil!” bentak Leo dengan suara tinggi mengagetkan direktur Baim yang bengong tak mengambil laporan didepannya.


Dengan cepat direktur Baim mengambil laporan tersebut dan membacanya, sedangkan Leila ia menatap Leo dengan kesal karena ikut kaget mendengar bentakan Leo barusan yang hanya dibalas cengiran oleh Leo.


“Bisa anda jelaskan kenapa dana perusahaan sisa 1 miliar saja direktur Baim?” tanya Leila dengan suara tegas.


“Itu semua sudah tertera di laporan presdir” jawab direktur Baim dengan santai.


Bugh………………….


“Ka Leo” hardik Leila dengan suara tinggi saat tiba-tiba saja Leo memukul direktur Baim.


“Beraninya kamu berbicara seperti itu kepada presdir!” bentak Leo sambil menarik dasi direktur Baim hingga kesusahan bernapas.


“Ka Leo lepaskan direktur Baim” ucap Leila dengan panik.


Leo tidak memperdulikan ucapan Leila dan terus menarik dasi direktur Baim hingga wajahnya merah padam, karena kesulitan bernapas. Ia tersenyum menyeringai membuat direktur Baim memelototinya dengan tatapan tajam.


Brugh………………


Hosh……………..hosh…………….hosh………………


Napas direktur Baim satu-satu saat Leo melepasnya dengan kasar hingga terjatuh di lantai. Ia menatap Leo dengan emosi sambil mengontrol napasnya.


“Kenapa? Mau marah?” tanya Leo sambil tersenyum smirk.


“Aku akan melaporkan anda ke polisi sialan” jawab direktur Baim dengan suara tinggi.


“Silahkan dan kita lihat siapa yang akan masuk ke penjara aku atau kamu? Aku tidak akan diam saja dan akan melaporkan kamu ke polisi juga dengan kasus korupsi uang perusahaan” balas Leo dengan suara tegas.


“Anda tidak bisa menuduhku tanpa bukti tuan Leon” balas direktur Baim dengan sinis.


“Bukti ya! Hehehehe” ucap Leo sambil terkekeh.


Leo lalu mengambil hpnya dan menelpon seseorang, membuat direktur Baim dan Leila penasaran siapa yang dihubungi oleh Leo dan apa yang akan dilakukannya.


“Halo tuan” ucap Jordi salah satu karyawan perusahaan BakerTech yang menjadi kaki tangan Leo selama ini.


^^^“Bawakan semua laporan keuangan perusahaan dan cabang perusahaan selama 6 bulan terakhir dan jangan lupa kirim data transaksi gelap direktur Baim selama ini”^^^


Deg………………


Jantung direktur Baim berdetak dengan cepat mendengar ucapan Leo barusan dan seketika tubuhnya jadi gemetar hingga berkeringat dingin, padahal udara didalam sana sangat dingin dan sejuk.


“Baik tuan”


^^^“Jangan lupa lapor masalah ini ke polisi sekarang untuk segera menangkap tikus koruptor itu” titah Leo dengan suara tegas.^^^


“Iya tuan”


Leo segera mematikan panggilannya sepihak dan tersenyum menyeringai menatap direktur Baim yang sudah pucat seperti mayat.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Bagaimana direktur Baim masih mau mengelak lagi?” tanya Leo sambil menunjukkan data transaksi gelap direktur Baim yang baru saja dikirim oleh Jordi.


“Bagaimana bisa?” tanya direktur Baim dengan kaget.


“Sepandai-pandainya tupai melompat suatu saat ia pasti akan terjatuh direktur Baim. Begitu juga dengan kamu yang menyembunyikan semua kebusukanmu itu suatu saat akan terbongkar” jawab Leo sambil tersenyum penuh arti.


“Ka Leo bagaimana bisa?” tanya Leila dengan kaget tak menyangkan jika selama ini Leo sudah melakukan penyelidikan tentang masalah ini.


“Nona muda sebentar baru aku jelaskan semuanya” jawab Leo dengan suara tegas.


“Iya ka Leo”


Brugh………………..


Direktur Baim seketika berlutut didepan Leo sambil mengangkat kedua tangannya didepan dada memohon agar jangan melaporkannya ke polisi.


“Tuan Leo saya mengaku bersalah. Saya mohon jangan lapor saya ke polisi tuan” pinta direktur Baim dengan memohon.


“Apa yang kamu lakukan harus kamu pertanggung jawabkan direktur Baim” ucap Leo dengan suara tegas.


“Saya mohon tuan Leo tolong batalkan laporan anda. Saya selama ini hanya disuruh oleh direktur Abraham untuk mengambil uang perusahaan dan mengirimnya ke rekening yang diberikan oleh direktur Abraham tuan” papar direktur Baim menjelaskan.


Leila syok mendengar apa yang diucapkan oleh direktur Baim, sedangkan Leo yang sudah tahu siapa dalang di balik ini semua hanya tersenyum sinis.


“Kamu memang menjadi pesuruhnya tapi kamu juga terlibat menikmati uang perusahaan sialan” ucap Leo dengan suara tinggi.


“Tuan Leo saya mohon jangan lapor saya ke polisi tuan. Saya hanya disuruh tuan” ucap direktur Baim semakin memohon.


Tak berapa lama beberapa polisi datang dan langsung menyeret direktur Baim pergi dengan tangan diborgol, membuat semua karyawan BakerTech kaget bukan main melihat hal itu.


Bahkan beberapa orang yang dekat dengan direktur Baim ketakutan, merasa apa yang mereka lakukan selama ini pasti sudah ketahuan.


Leo dan Leila segera pergi dari perusahaan untuk membahas hal ini di kediaman Baker karena tidak ingin satu orang pun dengar pembicaraan mereka.


~ Kediaman Kein ~


Prang………………prang………………..prang……………


Bunyi benda pecah bergema didalam sana saat Abraham mendapat telpon dari sekretarisnya Maya, mengenai apa yang barusan terjadi di perusahaan karena Abraham tidak datang ke kantor hari ini.


“Gadis sialan! Beraninya kamu mengusik orang-orangku” teriak Abraham dengan suara menggelegar.


Linda Istrinya yang hendak masuk ke dalam ruang kerjanya, mengurungkan niatnya saat mendengar suara teriakan suaminya dan sempat melihat ruang kerja suaminya yang berantakan.


Ia sangat tahu apa yang terjadi didalam sana karena suaminya itu adalah orang yang sangat tempramental dan akan menghancurkan barang jika sedang emosi.


Abraham segera mengambil hpnya dan menghubungi orang-orangnya di perusahaan untuk datang ke rumahnya, membahas masalah direktur Baim yang sudah di tangkap polisi.


~ AS cafe ~


Saat ini Arsen sedang bertemu dengan detektif Gilang di ruang kerjanya di AS cafe, karena ingin memberikan bukti mengenai firma ayahnya yang ia janjikan waktu itu.


“Bagaimana kasus Marcel Arjuna detektif Gilang?” tanya Arsen sambil tersenyum menyeringai.


“Sudah berjalan 50% saat ini” jawab detektif Gilang dengan suara dingin.


“Jangan lupa dengan apa yang aku sampaikan waktu itu detektif Gilang”


“Aku tidak akan pernah lupa tuan muda Sanjaya” balas detektif Gilang sambil tersenyum penuh arti.


Arsen hanya diam saja tak membalas ucapan detektif Gilang, lalu menyerahkan satu amplop coklat besar bersama sebuah flashdisk.


Detektif Gilang segera membuka amplop tersebut dan melihat isinya, ternyata ada beberapa kertas berisi transaksi gelap yang dilakukan oleh firma hukum Sanjaya selama ini dan juga laporan tentang manipulasi pajak.


“Ini” ucap detektif Gilang saat melihat beberapa foto yang juga ada didalam sana.


“Selingkuhan ayahku dan alasan kenapa orang tua aku harus bercerai” ucap Arsen dengan suara dingin.


Detektif Gilang tak menyangka jika seorang politikus yang selama ini dikira jujur dan bertanggung jawab didepan publik, ternyata seorang tukang selingkuh dan selalu menyiksa istri sahnya dengan kekerasan.


“Tolong tambahkan hal ini dalam daftar kasus sialan itu” ucap Arsen sambil menyodorkan surat keterangan visum dari pihak rumah sakit tentang kekerasan yang dialami oleh ibunya selama ini.


“Sejak kapan?” tanya detektif Gilang menerima surat tersebut.


“Sejak aku duduk di bangku kelas 3 SMP” jawab Arsen dengan suara dingin.


“Selama itu dan ibumu tidak pernah melaporkan hal ini!” pekik detektif Gilang dengan kaget.


“Seorang isti yang mencintai keluarganya lebih memilih tersakiti dari pada melihat kehancuran rumah tangganya dan itu semua dia lakukan demi kebahagian anak-anaknya” lirih Arsen sambil tersenyum getir.


Detektif Gilang tak bertanya lagi, karena tahu maksud ucapan Arsen mengenai kenapa ibunya tidak pernah melaporkan hal ini ke pihak kepolisian sebagai tindak kekerasan dalam rumah tangga.


“Setidaknya ibumu sudah buat pilihan yang tepat saat ini dan tidak terikat lagi dalam status pernikahan dengan ayahmu” ucap detektif Gilang dengan suara dingin.


“Ya anda benar”


“Besok aku akan mengeluarkan surat penangkapan ke ayah kamu dan juga pengeledahan firma hukum ayah kamu” ucap detektif Gilang memberitahu apa yang akan terjadi besok.


“Lakukan saja dan aku minta kupas tuntas kasus ini sampai ke akar-akarnya karena ada beberapa perusahaan besar dan anggota DPR pusat juga terlibat”


“Ya aku tahu”


“Satu lagi, awasi kepala polisi di kantor kamu karena ayah aku berteman baik dengannya” ucap Arsen sambil tersenyum menyeringai.


“Heeemm”


Detektif Gilang segera pergi dari sana karena harus menyiapkan semua bukti-bukti yang ia dapatkan untuk besok, ia juga harus melaporkan hal ini ke bagian tindak kasus korupsi dan kekerasan agar segera mengeluarkan surat penangkapan kepada politikus Surya Sanjaya.


Arsen yang sudah tidak ada kepentingan lagi di sana memilih untuk pulang ke rumah karena waktu sudah menunjukkan pukul 20:00.


Saat hendak keluar matanya menangkap keberadaan seseorang yang sangat ia kenali sedang bertemu dengan seseorang di cafenya.


Ia kembali naik ke lantai dua dan mulai menghidupkan cctv untuk memantau kedua orang yang sangat ia kenali sedang bertemu disana.


“Sejak kapan Keysa mengenal Liam Kuncoro” ucap Arsen dengan cepat.


Dengan cepat Arsen mengambil hpnya dan memotret keduanya di layar komputer lalu mengirimkan kepada Denis, Sandro, dan Rian mengenai hal ini.


Ting……………


Bos


“Datang ke markas sekarang”


^^^“Oke bos”^^^


Ia bergegas pergi dari sana setelah membalas pesan Denis tak lupa terus memantau Keysa dan Liam lewat cctv di cafe dari iPad.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Sedangkan di cafe Keysa dan Liam sedang membicarakan hal yang pernah diminta oleh Liam waktu itu di club Zeus.


“Jadi dimana anak tukang sapu itu sekarang?” tanya Liam sambil menyesap expresso yang ia pesan tadi.


“Amerika” jawab Keysa dengan santai.


“Amerika? Buat apa dia kesana?” tanya Liam dengan penasaran.


“Melebarkan perusahaannya. Apa kamu tidak menonton berita selama ini sialan?” tanya Keysa dengan sinis.


“Aku sibuk urus perusahaan aku jadi tidak punya waktu menonton berita” jawab Liam dengan sinis.


“Biasakan untuk menonton berita mulai sekarang biar kamu tidak ketinggalan berita terbaru”


“Heeemmmm”


Keysa lalu menatap Liam dengan tatapan penuh arti, memikirkan rencana untuk membalas Leila dan juga ingin membuat nama Leila buruk dimata tante Amira.


“Kenapa? Apa yang kamu inginkan?” tanya Liam dengan selidik melihat gelagat temannya yang ingin meminta sesuatu kepadanya.


“Kamu memang teman aku yang terbaik! Hehehehe” jawab Keysa sambil terkekeh.


“Cih!” decih Liam dengan sinis.


“Aku butuh bantuan kamu untuk memberi pelajaran kepada seorang perempuan” ucap Keysa to the point.


“Siapa?” tanya Liam dengan penasaran.


“Kekasih tuan muda Denis” jawab Keysa dengan cepat.


Byur……………..


Liam seketika menyemburkan minumannya ke wajah Keysa, saat mendengar ucapan Keysa barusan tentang Denis yang mempunyai kekasih. Sedangkan Keysa ia menutup mata sambil mengontrol emosinya karena mendapat semburan expresso di wajahnya.


“LIAM KUNCORO” hardik Keysa dengan suara menggelegar didalam cafe.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………….