Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 67


“Keysa” lirih Denis sambil tersenyum smirk.


Hahahaha………………….


Seketika tawa Denis pecah, tak menyangka jika orang yang selama ini dekat dengan mamanya dan sudah dianggap seperti keluarga oleh mamanya adalah serigala berbulu domba.


Max dan anak buahnya yang mendengar tawa Denis barusan merinding ketakutan, karena tawa bos mereka terdengar seperti monster yang sedang menertawakan mangsanya.


“Kurung dia di sel dan setiap 10 jam berikan dia pelajaran tapi jangan sampai dia mati” titah Denis dengan suara dingin.


“Baik bos” jawab Max dengan patuh.


Denis segera berlalu pergi dari sana dengan wajah emosi, membuat anak buahnya tak berani mendekatinya karena tahu bos mereka sedang dalam suasana hati yang buruk.


~ Rumah Arkana ~


Disinilah Denis berada di rumah mamanya, karena ia ingin bertanya kepada mamanya sebelum memberi pelajaran kepada Keysa orang dibalik hilangnya dompet milik Amira.


Entah kenapa Denis merasa ada alasan kuat dibelakang semua ini karena Keysa adalah orang yang sudah bekerja lama bersama mamanya.


Brak……………


Denis mendorong pintu dengan kuat hingga kuncinya rusak mengagetkan Amira yang baru saja mengambil minum di dapur dan akan kembali ke kamar.


“Denis” ucap Amira dengan kaget melihat siapa yang datang.


Matanya terbelak kaget melihat pintu depan rumahnya yang sudah tidak bisa ditutup lagi, karena ulah anak semata wayangnya itu. Entah kenapa ia merasa jika anaknya itu sedang dalam keadaan emosi saat ini.


“Apa kamu sudah makan nak?” tanya Amira dengan suara lembut.


“Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan dengan mama” ucap Denis tak menjawab pertanyaan sang mama.


“Kalau begitu ayok kita duduk dulu nak dan tunggu mama buatkan kopi kesukaanmu ya” ajak Amira menuntun anaknya ke ruang tengah.


Denis tak menolak dan mengikuti mamanya menuju ke ruang tengah. Sampai disana Amira bergegas kembali ke dapur membuatkan kopi pahit kesukaan Denis, tak lupa mengambil brownies coklat kesukaan Denis yang tidak terlalu manis.


“Apa yang mau kamu bicarakan nak?” tanya Amira dengan suara lembut.


“Apa mama percaya dengan Keysa asisten mama itu?” tanya balik Denis dengan suara dingin.


“Ya mama percaya sama dia nak. Apa lagi dia sudah bekerja dengan mama sejak mama membuka warung pertama kali didepan rumah kita hingga menjadi restoran besar seperti sekarang” jawab Amira dengan suara tegas.


“Memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu nak? Apa ada sesuatu yang terjadi?” tanya Amira dengan penasaran merasa ada sesuatu yang terjadi.


Denis diam sambil menyesap kopi didepannya membuat Amira semakin penasaran ingin tahu apa maksud anaknya menanyakan hal itu. Setelah beberapa saat, Denis menaruh kembali kopinya dan menatap mamanya dengan tatapan tajam dan dingin.


“Mama masih ingat kejadian di pasar tradisional nusantara?” tanya Denis dengan suara dingin.


“Ya mama masih ingat nak” jawab Amira dengan cepat.


“Keysa adalah orang dibalik hilangnya dompet mama” ucap Denis dengan suara tegas.


“Apa maksudmu nak? Kamu tidak sedang bercanda kan nak?” tanya Amira dengan kaget.


Denis menggelengkan kepalanya memberitahu apa yang ia katakan barusan adalah benar dan itu semua bukan candaan atau tipu muslihat. Amira syok mendengar ucapan anaknya tentang Keysa, ia tidak menyangka Keysa akan seperti itu.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis diam membiarkan mamanya mencerna semua ucapannya barusan dan ia ingin tahu apa tindakan mamanya selanjutnya. Apa lagi mamanya bilang kalau ia sangat percaya kepada asistennya itu.


“Keysa” ucap Amira dengan syok tak tahu harus berkata apa.


“Orang yang mencuri dompet mama sudah aku temukan dan dia mengatakan jika ia disuruh oleh seseorang untuk mencuri dompet mama. Orang itu adalah Keysa asisten mama” jelas Denis.


“Tapi untuk apa dia melakukan itu semua nak?” tanya Amira dengan bingung.


“Aku tidak tahu ma” jawab Denis sambil mengangkat kedua bahunya.


“Lalu dimana orang yang mencuri dompet mama nak?” tanya Amira dengan selidik.


“Di markas aku” jawab Denis dengan jujur.


“Markas?” tanya Amira dengan kening berkerut tak mengerti ucapan anaknya.


“Heeemmm” deham Denis sambil mengangguk kepalanya.


Amira memikirkan ucapan anaknya mengenai markas, ia masih ingat dengan ucapan Denis dan Kenzo saat mereka masih berteman tentang kelompok geng yang mereka bentuk dan tempat markas mereka untuk kelompok mereka.


“Nak kamu” ucap Amira dengan mata melotot kaget.


“Seperti yang mama pikirkan. Tapi ini kelompok yang aku bentuk sendiri dan nanti aku akan bawa mama kesana” balas Denis sambil tersenyum penuh arti.


“Nak kamu tidak melakukan bisnis barang haram atau melakukan kegiatan ilegal kan?” tanya Amira dengan wajah cemas.


“Menurut mama” jawab Denis dengan ambigu.


Hehehehe…………………..


Denis terkekeh melihat wajah mamanya yang syok memikirkan ucapannya mengenai markas.


Ia yakin pasti saat ini mamanya akan berpikir jika ia melakukan kegiatan ilegal atau menjual barang-barang haram seperti narkotika dan sejenisnya.


“Jangan pikirkan hal itu mama nanti suatu saat mama akan tahu apa yang aku lakukan. Lebih baik sekarang mama pikir saja apa yang harus mama lakukan dengan Keysa jika tidak aku yang akan bertindak ma” ucap Denis dengan suara tegas.


“Jangan. Biarkan mama yang mengurus Keysa dan bertanya apa maksud dia melakukan itu semua nak” tolak Amira dengan cepat.


“Mama jangan terlalu baik kepada orang yang sudah jahat sama mama, karena kita tidak tahu ke depannya itu akan seperti apa” ucap Denis memperingati mamanya.


“Ya mama tahu nak. Tapi tidak salahnya mama coba berbicara baik-baik dengan dia dulu nak” balas Amira membenarkan ucapan anaknya.


“Terserah mama saja. Tapi aku tidak akan membiarkannya lolos jika ia kembali berulah menyakiti mama” tegas Denis.


“Iya nak mama tahu” ucap Amira sambil tersenyum manis.


~ D&A Resto ~


Keesokan harinya setelah memberi menu spesial untuk hari ini kepada chef sous dan lainnya Amira segera memanggil Keysa ke ruangannya.


“Nyonya manggil saya kesini buat apa?” tanya Keysa dengan sopan.


“Ada yang ingin tante tanyakan sama kamu Keysa” jawab Amira dengan suara lembut.


“Apa itu nyonya?” tanya Keysa dengan penasaran.


“Tante sudah dapat orang yang mencuri dompet tante waktu di pasar tradisional Nusantara Keysa” jawab Amira.


Deg……………deg.........deg........


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Jantung Keysa berdetak dengan cepat mendengar ucapan Amira barusan dan seketika keringat dingin berjatuhan dari keningnya, padahal didalam ruangan Amira sangat dingin dan terasa sejuk.


Melihat wajah Keysa yang mulai panik dan pucat, membuat Amira tersenyum getir tak menyangka jika ucapan anaknya itu benar. Keysa adalah orang yang menyuruh pencopet itu mencuri dompet miliknya waktu di pasar tradisional.


“Boleh tante tahu apa alasan Keysa melakukan itu?” tanya Amira dengan suara lembut.


“Say….a” ucap Keysa dengan terbata-bata sambil gemetar ketakutan.


“Tante tidak akan melaporkan kamu ke polisi jika itu yang Keysa takutkan. Tante hanya ingin tahu apa alasan kamu melakukan itu semua” ucap Amira.


“Bukannya selama ini tante sudah menganggap Keysa seperti keluarga tante sendiri, karena Keysalah yang sudah menemani tante sejak tante membuka warung makan hingga menjadi restoran besar seperti sekarang” tambahnya lagi dengan suara lembut.


Brugh…………….


“Apa yang kamu lakukan Keysa?” tanya Amira dengan kaget saat melihat Keysa berlutut di hadapannya.


“Hiks hiks hiks………………maafkan saya nyonya…………..hiks hiks hiks…………..saya sudah bersalah nyonya………….hiks hiks hiks………….maafkan saya nyonya…………hiks hiks hiks” ucap Keysa sambil menangis meminta ampun.


“Keysa bangun dulu baru kita bicara” ucap Amira menyuruhnya untuk bangun.


“Tidak nyonya……………hiks hiks hiks……………..saya akan tetap berlutut nyonya. Maafkan saya nyonya…………..hiks hiks hiks” bantah Keysa dengan cepat.


“Bangun atau tante tidak akan pernah memaafkan kamu lagi” ancam Amira dengan suara tegas.


Keysa dengan cepat bangun lalu duduk kembali di sofa, tak ingin membuat Amira marah dan tidak memaafkannya. Sedangkan Amira ia menarik napas dalam tak tahu harus berkata apa kepada Keysa.


“Maafkan saya nyonya. Saya mengaku bersalah” ucap Keysa dengan sesegukan.


“Apa Keysa bisa beritahu alasan kenapa Keysa melakukan itu semua?” tanya Amira dengan suara lembut tapi terdengar tegas.


“Iy…..a nyonya” ucap Keysa dengan sesegukan.


Apa yang harus aku katakan? Aku tidak mungkin mengatakan jika ini semua karena aku marah menyangkut tuan muda, batin Keysa dengan bingung.


Amira dengan sabar menunggu Keysa mengontrol napasnya, karena baru habis menangis dan ia sudah tak sabar ingin mendengar apa alasan Keysa melakukan semua itu.


“Sebelumnya maafkan saya nyonya. Saya melakukan itu semua karena saya marah kepada nyonya yang sudah memberikan tugas saya kepada Anisa waktu itu dan membuat saya terlihat seperti orang yang tidak bertanggung jawab melakukan tugas saya dengan baik nyonya” papar Keysa menjelaskan.


“Maksud Keysa tugas mengantar makan siang buat Denis waktu itu karena pakaian kamu basah terkena tumpahan minum salah satu pengunjung” tebak Amira.


“Iya benar nyonya” ucap Keysa membenarkan.


Phew…………….


Amira membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan Keysa barusan, ia tak menyangka hanya karena hal sepele seperti itu ia tega melakukan hal yang tidak pantas kepadanya.


“Keysa sebenarnya tante kecewa sekali dengan apa yang Keysa lakukan kepada tante” ucap Amira dengan jujur.


“Maafkan saya nyonya………….hiks hiks hiks hiks” ucap Keysa sambil menangis.


“Karena tante masih ingat akan pengabdian kamu selama ini tante maafkan kamu kali ini” ucap Amira dengan suara tegas.


“Terima kasih nyonya. Terima kasih”


“Tapi ingat Keysa jangan diulangi lagi” ucap Amira memperingatinya.


“Saya berjanji tidak akan melakukannya lagi nyonya” janji Keysa.


“Tante pegang ucapanmu”


“Iya nyonya”


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Keysa senang karena ia sudah mendapat maaf dari tante Amira. Sebelum keluar ia mengembalikan dompet milik tante Amira, karena orang suruhannya itu memberikan dompet itu kepadanya dan ia sudah tidak perlu mencari cara untuk mengembalikan dompet tersebut.


“Oh ya Keysa” panggil Amira sebelum Keysa keluar.


“Iya nyonya” ucap Keysa berbalik melihat Amira.


“Orang suruhanmu itu nanti tante akan minta ke Denis untuk melepasnya”


“Hah! Apa nyonya” ucap Keysa dengan kaget.


“Orang yang mencuri dompet tante saat ini sedang ditahan Denis jadi nanti tante akan minta Denis untuk melepasnya” ucap Amira menjelaskan.


“Ah! Iya baik nyonya dan terima kasih” ucap Keysa dengan cepat.


Keysa segera pergi dari sana dengan sumpah serapah dalam hati, memaki orang suruhannya yang tertangkap Denis dan ia baru tahu dari mana tante Amira bisa mengetahui jika dialah dalangnya.


“Sial! Awas kamu Resa sudah membuat aku malu didepan tuan muda dan nyonya” umpat Keysa dengan emosi.


Saat hendak menuju ke ruangannya langkah kaki Keysa terhenti, tubuhnya gemetar melihat sosok yang menatapnya dengan tatapan tajam seakan ingin menelannya hidup-hidup.


Denis tersenyum menyeringai melihat Keysa dengan tatapan tajam dan berjalan menuju ke arahnya padahal ia akan masuk ke salah satu ruang VIP disana.


Plak……………………


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………