Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 219


Simon berlalu masuk ke dalam kamar mengambil tas yang sudah ia siapkan dari semalam. Ia tahu hal ini pasti akan segera terjadi sehingga ia sudah menyiapkan semuanya.


"Mohon maaf tuan muda Martinez tapi kamu akan memeriksa barang anda sebelum keluar dari sini" tahan seorang penyidik saat Simon sampai di lantai satu.


"Oke" jawab Simon dengan santai.


Ia lalu menyerahkan tasnya kepada penyidik tadi untuk diperiksa. Mereka mengeluarkan semua barang didalam tas dan hanya mendapati surat-surat penting saja dan tidak ada hubungan sama sekali dengan bukti pencucian dana.


"Terima kasih atas kerja samanya tuan muda Martinez" ucap penyidik tadi sambil menyerahkan kembali tas Simon.


Tak berkata apa-apa Simon menerima tasnya dan berlalu pergi dari sana. Sampai di luar mansion ia langsung disambut teriakan daddy, mommy, dan adiknya Seila.


Mereka tidak terima harus ditendang dari mansion tanpa sepeser pun. Bahkan mereka tidak sempat mengambil surat berharga mereka.


"Permisi pak polisi" ucap Simon dengan suara tegas.


"Iya tuan muda Martinez ada yang bisa saya bantu?" tanya petugas polisi dengan sopan.


"Maaf pak saya mohon tolong ijinkan keluarga saya untuk mengambil surat-surat penting mereka sebelum pergi dari sini" jawab Simon.


Sebelum menjawab petugas polisi tadi menatap penyelidik di sampingnya bertanya apa harus mengijinkan mereka atau.


"Baiklah tuan muda Martinez tapi mereka harus di dampingi petugas kami" ucap penyidik dengan suara tegas.


"Baiklah pak terima kasih"


"Sama-sama tuan muda Martinez"


Simon lalu menghampiri keluarganya lalu memberitahu mereka untuk mengambil surat-surat penting didalam mansion sebelum pergi dari sini.


Roy dan istrinya setra putrinya bergegas masuk kembali ke dalam mansion diikuti 3 anak buah penyidik dari pengadilan. Mereka akan mengawasi ketiganya saat mengambil surat-surat mereka tak lupa memeriksanya.


Simon lalu mengambil hpnya dan menelpon Bram asistennya untuk menjemput mereka.


"Halo tuan" ucap Bram dari seberang.


^^^"Dimana kamu?" tanya Simon.^^^


"10 menit lagi saya sampai di mansion tuan" jawab Bram dari sebrang.


^^^"Heemmm! Bagaimana dengan perusahaan?" tanya Simon.^^^


"Seperti yang tuan katakan kemarin kalau hari ini ada penyelidikan besar-besaran dari pengadilan tuan. Dipastikan hari ini juga perusahan akan dinyatakan bangkrut tuan" jawab Bram.


^^^"Bagaimana dengan penanam saham?" tanya Simon lagi.^^^


"Mereka semua sudah mencabut saham mereka dari perusahaan tuan dan juga tadi semua klien kita menelpon membatalkan kerja sama dengan kita. Kontraktor juga meminta biaya penalti karena semua proyek kita tiba-tiba berhenti tuan" jawab Bram menjelaskan.


^^^"Besok kamu bayar semua biaya pinalti ke pihak kontraktor dari sana perusahaan yang masih ada. Jangan lupa bayar gaji semua karyawan dan umumkan jika perusahaan sudah bangkrut" titah Sandro dengan suara tegas.^^^


"Baik tuan"


Simon lalu mematikan penggilannya dan memijit keningnya yang tiba-tiba berdenyut sakit memikirkan masalah perusahan.


Tak berapa lama Bram datang bertepatan dengan Roy dan lainnya yang keluar dari mansion sambil menarik koper mereka.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Mereka lalu masuk ke dalam mobil Bram dan pergi dari sana. Riana dan Seila memandang mansion dan deretan mobil mewah mereka yang terparkir di garasi dengan sedih.


Hancur sudah semua impianku selama ini, batin Rian dengan sedih.


Sial! Aku tidak mau jatuh miskin. Apa kata teman-temanku nanti, batin Seila dengan gusar.


Sedangkan Roy ia menatap keluar dengan wajah sulit diartikan. Ia lalu mengirim pesan kepada orang kepercayaannya untuk bertemu di markas Nine Cloud.


Denis Arkan lihat saja pembalasanku nanti, batin Roy dengan tatapan penuh kebencian.


~ Jakarta, Indonesia ~


Leila yang tewas bosan di mansion memilih untuk berjalan-jalan di taman kota. Ia dikawal begitu banyak pengawal tak lupa pengawal pribadinya Lisa yang selalu senantiasa mendampinginya kemana saja.


Phew................


Leila menghembuskan napas dengan kasar melihat banyak pasangan muda-mudi disana yang sedang berkencan.


"Nyonya apa anda menginginkan sesuatu?" tanya Lisa.


"Tidak" jawab Leila dengan singkat.


"Nyonya sebaiknya kita duduk disana" tunjuk Lisa ke kursi kosong tak jauh dari mereka.


"Heemmm" deham LEILA sambil mengangguk kepalanya.


Mereka lalu berjalan menuju ke kursi yang ditunjuk Lisa tadi. Sampainya disana Leila yang melihat penjual batagor menelan salivanya berkali-kali.


"Lisa" panggil Leila.


"Iya nyonya" jawab Lisa dengan cepat.


"Tolong pesankan batagor 2 porsi" tunjuk Leila ke arah mereka pedagan batagor di samping mereka.


"Tapi nyonya kita tidak tahu apa makanan itu bersih atau tidak" ucap Lisa tak setuju.


"Cih! Bilang aja kamu malas pergi! Biar aku saja yang beli!" sarkas Leila dengan ketus.


"Bukan itu maksud saya nyonya. Biar saya saja yang pergi nyonya" ucap Lisa dengan panik menahan Leila yang hendak pergi membeli batagor.


"Kalau begitu cepat belikan aku batagor" ketus Leila dengan tatapan sinis.


"Baik nyonya"


Sebelum pergi Lisa memberi isyarat kepada pengawal untuk menjaga sang nyonya. Wajah Leila yang tadi terlihat ketus seketika berganti dengan senyum lebar sudah tak sabar ingin memakan batagor.


Kring..................


Mata Leila berbinar melihat nama Suamiku di layar hpnya. Tidak menunggu lama ia segera menjawab panggilan tersebut dan langsung disambut wajah tampan suaminya.


^^^"Suamiku" pekik Leila dengan senang.^^^


"Bagaimana keadaanmu dan anak kita sayang?" tanya Denis dengan suara lembut dari seberang.


^^^"Kami baik-baik saja sayang tapi baby kita merindukan elusan papanya" jawab Leila dengan tatapan sendu.^^^


^^^"Kapan kamu pulang sayang?" tanya Leila denga mata berkaca-kaca.^^^


"Sayang" ucap Denis dengan suara lembut dan tatapan penuh cinta.


^^^"Aku merindukanmu sayang........hiks hiks hiks" ucap Leila sambil menangis tak bisa menahan rasa rindunya.^^^


"Jangan menangis sayang. Rasanya hati aku sakit melihat air matamu sayang" pinta Denis dengan tatapan sendu.


^^^"Cepat pulang ya sayang"^^^


"Pasti sayang. Kamu dan anak kita jaga diri disana dan ingat semua laranganku" ucap Rneis dengan suara lembut.


^^^"Iya sayang"^^^


Denis tersenyum manis melihat istrinya yang sudah tidak menangis lagi. Keningnya tiba-tiba mengerut mendengar suara ribut di sana.


"Sayang kamu lagi dimana?" tanya Denis degan tatapan dingin.


^^^"Aku lagi di taman kota sayang" jawab Leila santai tak takut melihat tatapan sang suami.^^^


"Kamu keluar tidak memberitahu"


Deg..............


Jantung Leila berdetak dengan cepat dengan mata melotot mengingat ia belum meminta ijin kepada suaminya saat pergi tadi.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila menunduk tak berani melihat tatapan suaminya yang terlihat sangat menakutkan. Ia menelan salivanya dengan susah mendengar helaan napas sang suami yang terdengar dari seberang.


"Angkat wajahmu Leila Rose Arkana" ucap Denis dengan suara tegas.


Leila mengajar wajahnya saat mendengar sang suami memanggil namanya lengkap. Ia sudah tahu jika saat ini suaminya sedang menahan emosi karena dirinya.


^^^"Maafkan aku sayang" ucap Leila dengan menyesal.^^^


"Kamu tahu apa yang akan terjadi jika kamu keluar tanpa memberitahuku sayang?" tanya Denis dengan suara dingin.


^^^"Tahu sayang. Aku mohon jangan menghukum pengawal sayang karena ini semua salahku" jawab Leila dengan tatapan memohon.^^^


"Berikan aku alasannya sayang" titah Denis dengan suara dingin.


^^^"Aku merasa suntuk dan selalu menangis jika berada di mansion terus karena merindukanmu sayang. Oleh karena itu aku memilih jalan-jalan ke taman sekaligus ingin memakan batagor disini sayang" papar Leila dengan jujur.^^^


"Batagor?" tanya Denis dengan alis sebelah terangkat.


^^^"Iya sayang. Ini batagornya" jawab Leila sambil menundukkan dua porsi batagor yang baru saja dibawakan oleh Lisa.^^^


Tak menunggu ucapan suaminya dengan cepat Leila memakan batagor dengan lahap. Melihat sang istri yang sangat menikmati makanan itu, akhirnya Denis tidak bertanya lagi dan memberikannya.


"Ya sudah kamu selesaikan makananmu sayang" ucap Denis dengan lembut.


^^^"Iya sayang" balas Leila dengan mulut penuh.^^^


"I love you my wife"


^^^"Love you too husband"^^^


Leila kembali menikmati batagor pesanannya dengan lahap setelah panggilan mereka mati. Lisa yang melihat wajah senang sang nyonya segera memotretnya dan mengirim ke Denis.


~ Markas Black Devil I ~


Denis tersenyum manis melihat wajah sanalg istrin yang terlihat sangat senang menikmati batagor.


"Baik-baik disana ya sayang" ucap Denis sambil mengelus foto sang istri.


Tok.........tok...........tok...........


"Masuk" ucap Denis dengan suara dingin saat pintu kamarnya diketuk.


Tak lama Sandro dan Arsen masuk ke dalam kamar Denis. Keduanya bergidik ngeri melihat Denis yang sedang mengelap katana miliknya apa lagi pistol kesayangannya yang berada di atas meja tepat di samping.


"Sebentar lagi mereka akan tiba bos" ucap Sandro melapor.


"Hehehehe! Berapa banyak?" tanya Denis sambil terkekeh.


"Menurut mata-mata kita mereka berjumlah lebih dari 1000 bos" jawab Arsen.


"Ah! Sepertinya malam ini kita tidak akan tidur" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Bukannya malam ini kita akan bersenang-senang bos" ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.


"Apa mereka semua juga datang?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Iya bos"


"Kalau begitu ayok kita sambut mereka" ajak Denis dengan tatapan membunuh.


"Iya bos" ucap Arsen dan Sandro dengan serentak.


Ketiganya lalu berjalan keluar menghampiri anak buah mereka yang sudah menunggu mereka di depan mansion. Denis duduk di balkon lantai dua melihat anak buahnya yang sudah berusia di tempat mereka.


Bibirnya tersenyum menyeringai melihat ada begitu banyak mobil yang menuju ke markas mereka.


Brak.................


Bruumm...........bruum...........bruum............


Pagar markas Denis ditabrak dan tak berapa lama begitu banyak mobil hitam yang masuk ke dalam markas samping di luar markas.


Ceekitt...............


Salah satu mobil paling mewah berhenti tepat didepan markas. Tak lama turunlah Roy Martinez, William Richie, dan Henry Ignasio bersama anak buah mereka yang sangat banyak di belakang mereka.


"Hehehehe! Muncul juga kamu pak tua" ucap Denis sambil terkekeh dari lantai dua.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue...............