Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 113


Mata Kenzo seakan ingin keluar dari tempatnya, saat pintu terbuka dan masuklah direktur Abraham di kawal dua orang berbadan besar seperti seorang preman.


Rahangnya mengeras melihat kehadiran direktur Abraham disana, padahal ia sudah menyembunyikan direktur Abraham dari kemarin.


Sial! Kenapa mereka tidak becus menjaga pak tua itu, batin Kenzo dengan emosi.


“Jadi bagaimana apa meetingnya bisa kita lanjutkan?” tanya Sandro dengan senyum lebar.


“Ya” jawab semuanya dengan serentak.


“Untuk bapak-bapak polisi bisa duduk di kursi sana sambil menunggu kami meeting” ucap Sandro dengan sopan.


“Baik tuan Sandro” jawab keduanya dengan serentak.


Apa polisi? Kenapa ada polisi disini


Kenapa direktur Abraham datang bersama dengan polisi


Apa yang sebenarnya terjadi


Mau tak mau meeting ini harus berjalan sesuai agenda


Leila yang mendengar bisik-bisik itu tak menggubrisnya dan menatap Sandro berterima kasih, karena Sandro sudah membantunya untuk meeting yang ia agendakan berjalan sesuai rencananya.


Hari itu Leila harus berjuang mati-matian untuk menjatuhkan posisi direktur Abraham dan mencabut semua kekuasaannya didalam perusahaan.


Para pendukung direktur Abraham selama ini terus melayangkan protes, tapi tidak dihiraukannya dan tetap melakukan pemecatan direktur Abraham dari posisinya di perusahaan.


“Saya harap kedepannya tidak ada kejadian seperti ini lagi” ucap Leila dengan suara lantang.


“Untuk kasus pengelapan dana perusahaan selama ini akan saya kupas tuntas dan nama-nama yang ditemukan nanti akan dipecat dengan tidak hormat dari sini dan di blacklist dari semua perusahaan” tambahnya lagi dengan suara tegas.


Deg…………..


Jantung semua pendukung direktur Abraham di perusahaan BakerTech berdetak dengan cepat mendengar ucapan Leila barusan, bahkan mereka sampai keringat dingin memikirkan nasip mereka nanti.


“Meeting selesai” ucap Leila sambil berlalu keluar dari sana.


Leila tersenyum puas melihat wajah semua orang didalam sana yang sudah pucat seperti mayat dan ia yakin mereka pasti sedang memikirkan nasib mereka jika nama mereka muncul saat penyelidikan nanti.


“Selamat presdir. Akhirnya anda berhasil menyingkirkan pohon busuk itu dari perusahaan ini presdir” ucap Alin dengan tulus.


“Aku suka dengan julukanmu Alin! Hehehe” ucap Leila sambil terkekeh.


“Jangan senang dulu presdir karena ke depannya akan lebih sulit. Akar-akar dari pohon busuk itu tidak akan tinggal diam saat pohon mereka di cabut dan mereka akan melakukan apa saja untuk tetap mempertahankan pohon mereka” ucap Sandro dengan suara tegas.


“Ya benar kata ka Sandro. Oleh sebab itu aku harus mulai menyiapkan strategi untuk mereka” ucap Leila setuju dengan ucapan Sandro.


Ketiganya lalu membahas rencana dan strategi untuk menyingkirkan pendukung direktur Abraham didalam perusahaan ini.


“ARKAN LUIS BAKER” pekik Leila dengan suara melengking saat Alin menunjukan berita terbaru mengenai Arkan yang dikira publik adalah kakaknya Rayen.


Ruangan Kenzo saat ini sudah seperti kapal pecah, karena setelah meeting ia melampiaskan semua emosinya didalam sana.


“Tuan Ando apa yang terjadi dengan CEO Kenzo?” tanya Windi dengan penasaran.


“Kalau kamu penasaran silahkan masuk dan bertanya sendiri” jawab Ando dengan suara dingin.


Windi menggelengkan kepalanya tanda tak mau masuk ke dalam dan bergegas pergi menuju meja kerjanya, tak ingin menjadi pelampiasan Kenzo nanti.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ando sendiri diam saja didepan pintu dan saat mendengar suara pecahan serta makian dari dalam sana ia tidak perduli sama sekali. Padahal ia adalah orang yang memberitahu Sandro mengenai lokasi direktur Abraham disekap.


Ini baru permulaan balas dendamku Kenzo Arjuna, batin Ando.


~ Venue Hotel ~


Isshh………….


Ringis Arkan tiba-tiba saja ia merasa kupingnya sangat sakit, seperti saat mendengar teriakan ka Leila yang sangat memekikkan seperti biasa.


“Aku yakin ka Leila pasti sudah tahu mengenai apa yang terjadi semalam” gumam Arkan dengan suara pelan.


“Kenapa?” tanya Max dengan suara dingin.


“Aku seperti mendengar teriakan ka Leila yang sangat berisik ka Max” jawab Arkan dengan wajah polos.


Max menaikan alisnya sebelah mendengar ucapan Arkan yang tak masuk akal, karena meraka saat ini berada di hotel Venue dan jauh dari ibu kota, apa lagi  ruangan yang mereka tempati saat ini kedap suara.


“Tetap fokus dengan misi kali ini” titah Max dengan suara tegas.


“Oke ka” balas Arkan sambil tersenyum lebar.


Tak berselang lama klien mereka pun datang dan mereka memulai membicarakan transaksi yang akan mereka lakukan dan setelah 1 jam akhirnya kedua belah pihak menyetujui dengan kesepakatan masing-masing pihak.


Sedangkan di kamar president suit hotel itu ternyata Austin dan Kenneth juga menginap disana dan sedang membahas Arkan yang mereka kira adalah presdir Rayen Baker.


“Jadi kamu tidak bisa mendekatinya?” tanya Austin dengan aura membunuh.


“Maafkan saya bos. Ternyata presdir Rayen bersama dengan presdir Denis dan selalu mengikutinya kemana saja bos” jawab Kenneth menjelaskan.


“Denis?” tanya Austin dengan cepat.


“Iya bos” jawab Kenneth dengan suara dingin.


“Hubungi Denis dan ajak dia ketemu sekarang” titah Austin.


“Baik bos”


Kenneth segera menelpon Arsen memberitahu perintah Austin barusan dan setelah itu keduanya bergegas menuju restoran D&A sesuai ucapan Arsen untuk bertemu disana.


Sampainya di restoran D&A Austin segera masuk ke dalam dengan langkah panjang, sudah tak sabar ingin bertemu dengan Denis. Anisa yang sudah diberitahu oleh Arsen untuk membawa Austin ke ruang VIP segera menghampiri keduanya saat melihat mereka masuk ke dalam restoran.


“Mr. Austin Smith?” tanya Anisa dengan sopan.


“Yes” jawab Austin sambil tersenyum manis.


“Please follow me” (silahkan ikut saya) ucap Anisa sambil mengarahkan tangannya untuk mengikutinya ke lantai dua.


Mereka segera naik ke lantai dua menuju ruang VIP 4 yang sudah disiapkan oleh Anisa untuk tamunya itu.


“Silahkan Mr. Smith” ucap Anisa setelah membuka pintu.


“Dimana Denis?” tanya Austin saat tak mendapati siapa pun didalam sana.


“Tuan muda sedang dalam perjalanan kesini Mr. Smith. Anda diminta untuk menunggu tuan muda disini” jawab Anisa dengan suara sopan.


“Baiklah nona manis” ucap Austin sambil menggoda Anisa.


Anisa tak membalasnya dan hanya tersenyum tipis menanggapinya, ia lalu keluar dan menyuruh pelayan menghidangkan menu spesial hari ini untuk tamu Denis tak lupa juga dengan menu yang lain.


Ternyata bukan Denis saja yang akan datang kesini, tapi Leila juga baru saja tiba di depan restoran bersama dengan Sandro yang akan bertemu dengan klien mereka.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


“Nona Leila bos sedang menuju kesini juga” ucap Sandro membaca pesan yang dikirim Arsen barusan.


“Apa Denis akan makan siang disini?” tanya Leila dengan cepat.


“Bos akan bertemu dengan klien disini nona” jawab Sandro.


Leila segera mengambil hpnya dan menghubungi Denis memintanya untuk menyuruh Arkan kesini juga karena ia yakin Arkan tidak akan kemari jika ia yang suruh.


“Halo sayang” ucap Denis dari seberang.


^^^“Sayang kata Sandro kamu sedang menuju ke restoran mama ya?” tanya Leila to the point.^^^


“Iya sayang. Bukannya kamu juga akan ketemu klien disana sayang?” tanya balik Denis.


^^^“Benar sayang. Nih aku sudah sampai di restoran mama” jawab Leila.^^^


“Kalau begitu nanti kita makan siang bareng disana sayang. Beritahu mama untuk memasak makanan kesukaan aku ya sayang”


^^^“Iya sayang nanti aku beritahu mama. Uhmm! Sayang apa aku bisa meminta tolong?” tanya Leila dengan memelas.^^^


“Katakan sayang” ucap Denis dengan suara lembut dari seberang.


^^^“Kamu pasti sudah membaca berita tentang Arkan kan sayang”^^^


“Heemmm. Memangnya kenapa?” tanya Denis.


^^^“Tolong suruh dia kesini juga sayang. Karena jika aku yang menyuruhnya dia tidak akan datang sayang” pinta Leila.^^^


“Aku akan menyuruh dia kesana sayang”


^^^“Terima kasih sayang”^^^


“Heemmm”


Leila menatap hpnya dengan kesal karena lagi-lagi panggilannya dimatikan sepihak oleh kekasihnya. Sandro yang melihat wajah kesal Leila mengulum senyum geli berusaha agar tawanya tidak pecah.


Tak berselang lama setelah Leila dan Sandro masuk ke dalam restoran iring-iringan mobil Denis akhirnya tiba di sana.


“Selamat datang tuan muda” ucap Anisa dan pelayan yang bertugas membuka pintu restoran saat Denis datang.


Seperti biasa Denis tidak menanggapi mereka dan berjalan dengan langkah tegap masuk ke dalam restoran diikuti oleh Anisa dan Arsen dari belakangnya.


“Apa mereka sudah sampai?” tanya Arsen dengan suara dingin.


“Sudah dari 20 menit yang lalu mereka sampai tuan Arsen. Saat ini mereka berada di ruang VIP 4” jawab Anisa.


“Bawakan minuman biasa ke ruangan kami” titah Arsen.


“Baik tuan Arsen” ucap Anisa dengan sopan.


Anisa segera pamit pergi ke bagian dapur setelah mengantar Arsen dan Denis sampai di ruangan VIP 4. Didalam ruang VIP Denis dengan santai mengambil tempat tepat didepan Austin dan Kenneth.


“Akhirnya kamu sampai juga Denis” ucap Austin sambil tersenyum lebar.


“Ada apa kamu ingin bertemu denganku?” tanya Denis to the point sambil menatap Austin dengan wajah datar dan dingin.


“Aku ingin bertemu orang itu” jawab Austin dengan suara dingin setelah Kenneth menaruh selembar foto didepan Denis.


Alis Denis terangkat sebelah melihat sosok difoto itu yang tak lain adalah Arkan dan foto itu diambil semalam saat Arkan membuat keributan di kasino.


“Untuk apa kamu mencari dia?” tanya Arsen dengan tatapan tajam saat melihat siapa yang dicari Austin.


“You know him?” (kamu mengenalnya) tanya balik Austin.


“Off course! He is my brother” (tentu! Dia adikku) jawab Arsen dengan suara tegas.


“Adik! Sejak kapan seorang Rayen Miles Baker menjadi adikmu Arsen Sanjaya” pekik Austin dengan suara tinggi.


Eehh……………


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue……………..