Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 251


Keduanya sama-sama menatap Denis dengan kaget saat mendengar pertanyaan Denis barusan. Otak mereka blank tidak bisa berpikir dengan jernih saat ini.


"Pernikahan kami tidak jadi batal?" tanya Steven dengan kaget.


"Kalau mau batal boleh saja. Mama cepat hubungi pihak WO batalkan pernikahan kalian" titah Denis dengan suara tegas.


"Tidak boleh! Aku tidak mau pernikahan kami batal!" seru Steven dengan lantang.


"Bukannya uncle sendiri yang ingin pernikahan ini batal" cibir Denis dengan tatapan mengejek.


"Uhm! Uncle tadi hanya kaget saja kok. Aku tidak mau sampai pernikahan kami batal" balas Steebn dengan malu.


"Padahal aku sudah senang kalian batal menikah" beo Denis dengan santai.


"Denis" panggil Amira dengan tatapan berkaca-kaca.


"Ada apa ma?" tanya Denis dengan suara lembut.


Grep...................


Amira langsung berhamburan memeluk putranya dan menangis. Ia sangat bahagia karena anaknya ternyata tidak membatalkan pernikahan mereka dan malah memberi mereka restu untuk tetap menikah.


"Aku akan bahagia kalau mama juga bahagia" bisik Denis.


"Hiks hiks hiks.........terima kasih nak.........hiks hiks hiks.........mama sangat bahagia nak" balas Amira sambil menangis.


"Kalau bahagia kenapa mama menangis?" tanya Denis sambil menghapus air mata di pipi Amira.


"Ini air mata bahagia nak" ucap Amira sambil tersenyum manis.


Cup................


Denis mencium kening sang mama dengan penuh cinta membuat Amira semakin senang. Steven yang melihat hal itu tidak merasa cemburu karena ia tahu bagaimana rasa sayang Denis kepada mamanya.


Terima kasih ya Tuhan. Engkau telah mengabulkan doaku, batin Steven merasa bersyukur.


"Kalian belum menjawab pertanyaan aku tadi" ucap Denis dengan suara dingin.


Amira menatap Steven bertanya apa yang harus mereka jawab, posisi mereka berdua sampai hari ini belum juga membahas dimana mereka akan tinggal setelah menikah.


Aku sebenarnya tidak ingin pergi dari rumah peninggalan mas Demian tapi aku tidak aku membuat harga diri Steven terluka, batin Amira dengan bingung.


Sedangkan Steven di juga sedang berperang dengan pikirannya memikirkan dimana mereka harus tinggal nanti.


"Kalian berembuk dan berikan aku jawabannya setelah aku selesai berbicara dengan istriku" ucap Denis berdiri saat melihat panggilan video dari sang istri.


"Halo sayang" ucap Leila


^^^"Iya sayangku. Kamu lagi apa sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.^^^


"Aku lagi di kamar baby Kai sayang" jawab Leila dengan suara lembut.


^^^"Ada apa.....heem?" tanya Denis dengan suara lembut melihat gelagat istrinya Inya yang ingin mengatakan sesuatu.^^^


"Sayang apa aku dan baby Kai bisa main ke rumah ka Anisa?" tanya Leila dengan gugup.


^^^"Katakan untuk apa kamu ke sana sayang?" tanya balik Denis.^^^


"Tadi Seila mengirim pesan mengatakan kalau mereka akan bertemu di rumah ka Anisa untuk membahas acara 7 bulanan ka Anisa sayang" jawab Leila dengan jujur.


^^^"Baiklah kamu boleh pergi sayang. Ingat kamu dan anak kita harus di kawal dan ajak pengasuh baby Kai biar kamu tidak kerepotan di sana sayang" titah Denis mengijinkan istrinya pergi.^^^


"Terima kasih suamiku" balas Leila dengan senang.


^^^"Hati-hati perginya sayang dan jangan lupa kabari aku setelah sampai disana"^^^


"Siap pak bosku sayang" ucap Leila sambil tersenyum memamerkan giginya.


^^^"I love you wife"^^^


"I love you too my husband"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis tersenyum geli melihat kelakuan sang istri barusan. Tak lama wajahnya yang tadi tersenyum berganti ke moda datar dan dingin.


"Bagaimana?" tanya Denis dengan suara tegas kembali duduk di sofa.


"Aku tahu mama kamu sangat berat meninggalkan rumah peninggalan bos Demian dan oleh karena itu kami memutuskan untuk tinggal disana" jawab Steven dengan suara lantang dan tegas.


"Uncle yakin?" tanya Denis dnena selidik.


"Sangat yakin" jawab Steven tak ada keraguan.


"Lalu bagaimana dengan bocah sialan itu?" tanya Denis dengan nada ketus tak mau menyebut nama Zeus.


"Denis" ucap Amira sambil menggelengkan kepalanya untuk tidak berkata seperti itu.


"Aku memang merestui pernikahan mama tapi aku tidak bocah itu ma! Jangan paksa aku ma! Karena mama tahu aku orangnya seperti apa!" balas Denis dengan suara dingin dan tegas.


"Tapi..." ucapan Amira terpotong saat Steven menggenggam tangannya dengan erat sambil memberi isyarat untuk tidak bicara lagi.


"Uncle akan pastikan Zeus akan setuju dengan hal ini. Uncle juga mau beritahu kalau foto-foto papa kamu tidak akan pernah di turunkan dari sana dan semua yang berbaur papa kamu tidak akan pernah uncle singkirkan" ucap Steven dengan serius.


Tes...............


"Kalau begitu taruh foto istri pertama uncle disana juga" ucap Denis dengan suara dingin.


"Apa tidak apa-apa?" tidak Steven dengan ragu.


"Ya. Lagian mama juga pasti tidak akan keberatan" jawab Denis.


"Benar yang dibilang Denis. Seperti kamu yang sudah menerima masa lalu aku, begitu juga aku yang menerima masa lalu kamu" tambah Amira sambil tersenyum manis.


"Terima kasih sayang" ucap Steven sambil tersenyum lebar.


"Sama-sama Steven" balas Amira.


"Oh ya satu lagi. Sebaiknya beritahu bocah sialan itu untuk tidak melakukan hal seperti itu lagi, jika tidak aku akan membuat dia kehilangan nyawanya detik itu juga" ucap Denis dengan tatapan membunuh.


"Uncle pastikan itu tidak akan pernah terjadi lagi" balas Steven dengan suara tegas.


"Aku pegang ucapan uncle"


Amira dan Steven lalu berbincang mengenai pernikahan mereka yang akan dilangsungkan minggu depan. Setelah semuanya selesai keduanya bergegas pergi.


"Bawakan berkas meeting sebentar" ucap Denis lewat interkom kepada Rian.


Tok........tok.........tok.........


"Masuk" ucap Denis dengan suara dingin.


Rian lalu masuk membawa berkas yang diminta Denis dan juga rantang makanan.


"Apa ini?" tanya Denis dengan suara dingin saat Rian menaruh rantang makan siang didepannya.


"Tadi pak Tio mengantar makan siang buat presdir katanya nyonya yang suruh presdir" jawab Rian dengan suara dingin.


Denis lalu mengibas tangannya agar Rian keluar, ia lalu mengambil hpnya ingin menghubungi istrinya tapi ternyata Leila sudah mengirim pesan lebih dulu tentang rantang makan siang yang ia kirim lewat pak Tio.


"Aku beruntung memiliki kamu sebagai istriku sayang" ucap Denis sambil tersenyum manis saat memakan masakan buatan sang istri.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


1 Minggu kemudian


Hati ini tepat baby Kai berusia 4 bulan bertepatan dengan pernikahan Amira dan Steven. Saat ini mereka sedang merayakan pernikahan keduanya di rumah Amira setelah mengucap janji suci tapi pagi di gereja.


"Mama selamat ya atas pernikahan mama. Semoga mama dan daddy Steven lenggang sampai maut memisahkan kalian" ucap Leila sambil memeluk mama mertuanya.


"Terima kasih nak" balas Amira memeluk sang menantu.


"Daddy Steven selamat ya dan selamat datang di keluarga kami" ucap Leila.


"Terima kasih nak" balas Steven sambil tersenyum lebar.


"Mama" ucap Denis sambil memeluk sang mama.


Amira menangis didalam pelukan hangat sang anak yang terasa sama seperti mendiang suami pertamanya. Denis mengelus punggung sang mama dengan lembut menenangkannya.


"Semoga mama bahagia dengan pernikahan ini sampai maut memisahkan kalian. Terima kasih juga karena masih menyimpan nama papa aku di hati mama sampai detik ini ma" bisik Denis dengan suara lembut.


"Kamu dan papa kamu akan selalu ada di dalam hati mama nak. Meski mama sudah menikah lagi tapi cinta mama tetap ada untuk papa kamu dan suami baru mama nak" balas Amira.


Steven terharu mendengar ucapan istrinya dan tidak ada rasa cemburu sama sekali. Mahalan ia bangga mempunyai istri seperti Amira.


"Jaga mama aku dan jangan pernah menyakiti mama aku atau membuatnya menangis uncle" ucap Denis dengan suara dingin dan tegas.


"Uncle tidak akan berjanji tapi uncle akan membuktikan kalau hanya akan ada kebahagian untuk mama kamu seumur hidup uncle" ucap Steven tak kalah tegas.


"Heemmm" deham Denis sambil memeluk Steven singkat sebelum turun dari pelaminan.


Hari itu Amira dan Steven merasa sangat bahagia karen akhirnya mereka sah menjadi pasangan suami istri.


Zeus juga sudah menerima Amira dan tidak mempermasalahkan dimana mereka akan tinggal. Apa lagi saat melihat foto sang mommy yang juga di taruh di dalam rumah, membuat ia merasa sangat bahagia.


"Terima kasih sudah menjadi mommy sambung untukku mom Amira" ucap Zeus dengan tulus menatap mommy tiri dan daddynya.


Mata Zeus lalu bertatapan dengan mata tajam Denis saat ia mengalihkan pandangannya. Dengan cepat ia memutus tatapan mereka merasa gugup ditatap seperti itu.


Semenjak kejadian itu Zeus tidak berani lagi mencari tahu tentang Denis atau mengganggunya.


Meski ia sudah meminta maaf kemarin saat bertemu dengan Denis, tapi Denis tidak mengatakan apa-apa dan hanya menatapnya dengan tatapan datar dan dingin.


Berbeda dengan semua orang yang sedang bahagia menikmati pesta saat ini, ternyata ada 4 orang pria tampan yang sedang mengurut kening mereka merasa pusing dengan permintaan istri mereka yang sedang hamil.


Phew..............


Helaan napas dari Arsen, Rian, Rayen, dan Ari terdengar jelas di sana memikirkan permintaan istri mereka yang sangat tidak masuk akal.


Bagaimana tidak istri mereka meminta mereka untuk menyanyi dan berjoget di atas panggung, apa lagi lagu yang harus mereka bawakan adalah lagu dangdut dengan judul pilih janda atau perawan.


Sial!


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue...............