
“Sayang bagaimana kamu tahu ruanganku?” tanya Leila tak menjawab pertanyaan Denis barusan.
“Maaf presdir saya sudah menahan mereka untuk tidak masuk tapi mereka menyerobot masuk” ucap Alin sekretaris Leila.
“Tidak apa-apa Alin. Kamu boleh keluar biar aku yang menangani ini semua” balas Leila dengan suara lembut.
“Baik presdir”
Alin bergegas keluar dari sana, tapi ia masih berbalik mengintip ingin melihat apa yang terjadi dan ia juga sangat penasaran dengan kedua orang itu yang bisa masuk dengan mudah.
Padahal tidak ada pemberitahuan dari bagian resepsionis tentang tamu yang ingin menemui presdir.
“Pasti mereka kerja tidak becus lagi” umpat Alin dengan kesal mengingat dua resepsionis yang adalah orang direktur utama.
Sedangkan didalam ruangan Leila suasana terasa sangat mencekam, membuat Leila dan Leo bergidik ngeri merasakan aura yang keluar dari tubuh Denis. Arsen yang sudah terbiasa dengan hal itu hanya berdiri saja menatap mereka dengan tatapan dingin dan datar.
“Siapa?” tanya Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam.
“De…..nis” ucap Leila dengan gemetar ketakutan.
“KATAKAN SIAPA YANG SUDAH MEMBUATMU TERLUKA!” bentak Denis dengan suara menggelegar membuat Leila dan Leo kaget bukan main.
“Berengsek! Beraninya kamu membentak nona muda bangsat” maki Leo tak terima Leila di bentak oleh Denis.
Bugh………………..brak……………….
Aaarrgghhh………….
Teriak Leila dengan suara tinggi saat tubuh Leo tiba-tiba terpental ke belakang, hingga mengenai sofa di belakangnya sampai patah karena di tendang Denis. Leila gemetar melihat tatapan Denis yang tidak seperti biasa karena baru pertama kali melihatnya.
“Beraninya kamu memaki aku berengsek” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
Leo dibuat kaget melihat tatapan Denis yang seakan ingin menelannya hidup-hidup. Tubuhnya gemetar merasakan aura yanga sangat mengintimidasinya seperti aura tuannya tapi ini lebih menyeramkan.
Dia bukan orang sembarang. Siapa sebenarnya dia, batin Leo dengan penuh tanda tanya.
“Banyak ingin tahu bisa memperpendek umurmu” ucap Denis sambil tersenyum smirk.
Mata leo hampir keluar dari tempatnya tak menyangka Denis akan mengetahui apa yang ia pikirkan. Leila yang melihat kekasihnya akan memukul kembali Leo dengan cepat memeluk Denis dari belakang.
“Hiks hiks hiks…………….aku mohon hentikan sayang……………..hiks hiks hiks” pinta Leila sambil menangis.
Phew…………….
Denis membuang napasnya dengan kasar, sambil menutup mata mengontrol emosinya tidak ingin sampai membuat kekasihnya kembali ketakutan. Ia lalu melirik Arsen untuk membawa Leo keluar dari sana sebelum ia kembali menghajarnya.
Arsen mengangguk patuh mengerti isyarat Denis dan bergegas memapah Leo keluar dari ruangan Leila, menuju ruangannya yang tepat berada di samping ruangan presdir. Saat keduanya keluar Alin kaget melihat Leo yang dipapah Arsen dengan wajah seperti kesakitan.
“Apa ada dokter disini?” tanya Arsen dnegan suara dingin.
“Ada tuan” jawab Alin dengan cepat.
“Hubungi dokter untuk datang memeriksa manusia lemah ini”
“Baik tuan”
Leo mendengus kesal sambil menatap Arsen dengan tajam mendengar ucapan Arsen yang mengatakannya lemah tapi diabaikan oleh Arsen karena tidak menakutkan sama sekali.
“Jelaskan semuanya” titah Denis dengan suara dingin setelah melepas pelukan Leila.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Dengan terbata-bata Leila menjelaskan semuanya dari awal sampai akhir bagaimana dia bisa mendapat luka di keningnya. Rahang Denis mengeras tahu jika ini bukan kecelakaan biasa tapi ada yang mengaturnya.
“F**k” maki Denis setelah Leila menjelaskan semuanya.
Leila menunduk tidak berani melihat kekasihnya, karena ia sangat takut melihat wajah emosi Denis yang sangat menakutkan. Denis lalu memegang dagunya sehingga tatapan keduanya saling bertatapan.
“Jangan takut karena aku tidak akan menyakitimu sayang” ucap Denis dengan suara lembut.
Hiks………………hiks……………hiks……………….
Tangis Leila pecah didalam sana mendengar suara Denis yang sudah kembali lembut seperti biasa. Melihat kekasihnya menangis dengan cepat Denis menariknya ke dalam pelukannya dan mengelus punggungnya dengan lembut agar ia tenang.
1 Jam kemudian
Leila yang sudah tenang duduk di samping Denis sambil memeluk tubuh kekasihnya dengan erat, entah kenapa ia merasa nyaman dan tenang meski tadi ia sangat ketakutan. Biasanya ia akan menjauh dari orang-orang yang menakutkan seperti Denis tapi tidak dengan Denis.
Ia merasa seperti dilindungi oleh Denis jika berada dalam dekapannya yang terasa hangat dan menenangkan.
“Sayang” panggil Leila dengan suara lembut.
“Heemmm” deham Denis.
“Apa maksud ucapan Arkan tadi? Dia mengatakan jika dia akan tinggal bersamamu selama 2 bulan sayang?” tanya Leila yang ingat akan ucapan Arkan tadi di telpon.
“Seperti yang kamu dengar sayang. Arkan akan mulai tinggal denganku mulai sekarang” jawab Denis dengan santai.
“Kenapa? Bagaimana bisa Arkan memutuskan hal seperti itu sayang? Aku sangat tahu sifat adikku itu sayang?” tanya Leila beruntun sambil melepas pelukannya dan menatap Denis.
“Ini semua kemauan dia sayang” ucap Denis dengan singkat.
“Kemauan dia untuk apa sayang?” tanya Leila yang belum puas dengan jawaban Denis.
“He want to change himself” (dia ingin merubah dirinya) jawab Denis dengan suara tegas.
Kening Leila berkerut memikirkan ucapan Denis dan ia mulai merangkai satu-persatu ucapan Denis barusan dan kejadian semalam, dimana untuk pertama kali Arkan berbicara dengan suara tinggi dan tidak rasa takut seperti biasa.
“Jangan bilang Arkan” ucap Leila dengan mata melotot setelah menemukan jawabannya.
“Heemmm! Seperti yang kamu pikirkan sayang dia tidak ingin menjadi penakut dan introvert selama hidupnya” balas Denis dengan suara dingin.
Leila mengusap wajahnya dengan kasar memikirkan adiknya, yang ia tahu pasti selama ini sangat tertekan dan kejadian semalam saat ia menceritakan apa yang ia alami. Pasti hal itu yang membuat adiknya memutuskan untuk mengubah hidupnya.
“Apa Arkan akan baik-baik saja sayang?” tanya Leila dengan mata berkaca-kaca.
“You believe me?” (kamu percaya aku) tanya balik Denis.
“Yes i do” (ya aku percaya) jawab Leila dengan suara tegas.
“Maka tidak ada yang perlu kamu khawatirkan sayang. Dia akan baik-baik saja dan tunggu 2 bulan lagi kamu akan melihat perubahannya sayang” ucap Denis sambil mengelus kepala Leila dengan lembut.
“Baiklah. Tolong jaga adik aku sayang” pinta Leila dengan suara lembut.
“Pasti sayang” ucap Denis dengan suara tegas.
Cup………………..
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Denis mencium bibir Leila dengan lembut sebelum pergi karena ia harus melakukan beberapa hal sebelum pesta besok.
~ Pemakaman Kasih ~
Sebelum pulang kembali ke hotel Denis memutuskan untuk pergi ke pemakaman Kasih untuk singah di makam papanya dan ada beberapa hal yang ingin ia bicarakan dengan papanya.
“Kamu tunggu disini” ucap Denis dengan suara dingin kepada Arsen.
“Baik bos” balas Arsen dengan patuh.
Denis melangkah masuk ke dalam area pemakaman sambil menggenggam seikat bunga mawar hijau kesukaan papanya. Masih jelas di ingatannya saat ia melihat papanya setiap pagi merawat bunga mawar hijau yang sangat disukai papanya, karena itu adalah bunga kesukaan neneknya.
“Pa” ucap Denis dengan suara bergetar saat berdiri di makam papanya.
Hiks……………..hiks……………..hiks…………………
Tangis Denis pecah disana sambil berjongkok memegang batu nisan yang tertulis Demian Arkana disana. Hatinya sangat sakit mengingat bagaimana papanya harus mati, karena sakit waktu itu dan ia baru mengerti kenapa papanya meninggal waktu itu.
“Kenapa mereka sangat jahat pa………………hiks hiks hiks………………..padahal papa sudah keluar dari rumah mereka dan tidak membawa sepeserpun harta mereka……………..hiks hiks” ucap Denis dengan suara terdengar sangat pilu.
“AKU MEMBENCI MEREKA SEMUA PA” teriak Denis dengan suara menggelegar didalam sana.
Arsen yang mendengar teriakan bosnya merasa ikut sedih, karena teriakan Denis terdengar sangat memilukan di setiap ucapannya.
Apa lagi ia sudah mengetahui masa lalu bosnya dan tante Amira, sehingga ia paham kenapa Denis sering menangis sangat pilu setiap kali datang kesini.
Bos anda harus kuat, batin Arsen dengan sedih.
Sedangkan didalam pemakaman Denis terus menangis mengeluarkan semua rasa sakit didalam hatinya yang selama ini ia sembunyikan dari semua orang, bahkan mamanya sendiri tidak pernah tahu jika Denis akan menderita seperti ini setiap kali datang kesini.
Denis terus menangis meraung didalam sana selama berjam-jam hingga matahari sudah terbenam, membuat suasana di pemakaman terasa sangat menyeramkan karena hanya ada beberapa lampu jalan saja yang menyala disana.
“Pa” ucap Denis dengan suara serak karena baru habis menangis.
Ia menaruh bunga yang sedari tadi ia bawa ke makam papanya, sambil memegang batu nisan yang tertera nama papanya disana dengan tatapan sakit, kerinduan, dan amarah bercampur jadi satu.
“Besok Denis akan menunjukkan kepada mereka kalau Denis dan mama tidak butuh mereka pa” ucap Denis dengan suara dingin.
“Denis berjanji akan menjaga mama di kehidupan ini pa dan Denis tidak akan membiarkan satu orang pun menyakiti mama lagi pa” janji Denis dengan sungguh-sungguh.
“Denis sayang sama papa” tambahnya dengan tatapan sendu.
Denis segera bangun dan berlalu pergi dari sana dengan aura membunuh yang sangat terasa. Wajah datar dan dinginnya seakan ingin menelan siapapun yang berani mengusiknya saat ini.
“Bos” ucap Arsen dengan gugup merasakan aura Denis yang sangat mengintimidasi.
“Kita ke markas” ucap Denis dengan suara dingin.
“Baik bos”
Arsen segera menyuruh sopir melajukan mobil pergi ke markas Black Damon entah apa yang akan mereka lakukan disana. Yang pasti itu tidak bagus karena suasana hati bosnya saat ini sedang dalam keadaan buruk.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue……………….