
Keesokan harinya Denis dan Leila menghabiskan waktu di penthouse hingga sore hari. Meski sedang berada di penthouse dan tidak kemana-mana tapi Denis selalu memantau keberadaan sang mama.
Ia sudah sangat penasaran dengan apa yang akan Martin Massimo lakukan kepadanya hari ini. Melihat semuanya aman-aman saja Denis memutuskan untuk jalan-jalak dengan istrinya kebetulan hari ini adalah weekend.
"Perketat penjagaan di mall sebelum kami tiba" titah Denis dengan suara dingin saat hendak masuk ke dalam mobil.
"Baik bos" jawab Thomas dengan suara tegas.
Denis hari ini memilih mengendari mobil sportnya Buggati sendiri berwarna hitam. Setelah melihat sabuk pengaman istrinya sudah terpasang ia segera melajukan mobilnya menuju mall.
"Sayang kita sekalian ya cari hadiah ulang tahun buat mama nanti" ucap Leila dengan suara suara lembut karena 4 hari lagi ulang tahun mama mertuanya.
"Iya sayang"
"Ternyata ulang tahun mama cuma beda sehari ya sama ulang tahun Arkan sayang" ucap Leila yang baru mengingat ulang tahun sang adik.
"Kalau begitu sekali aja cari hadiah untuk Arkan juga sayang" usul Denis.
"Ide bagus sayang. Tapi kita kasih Arkan hadiah apa ya sayang?" tanya Leila sambil mengetuk jarinya di dagu.
"Aku tidak tahu sayang" jawab Denis.
"Heemmmm" deham Leila.
Ia memikirkan hadiah apa yang cocok untuk sang adik. Apa lagi mengingat adiknya yang sudah menghasilkan uang sendiri saat ini dan Arkan juga sudah memiliki semuanya.
Apa aku kasih hadiah mobil aja ya? Tapi mobil Arkan udah ada 3, batin Leila dengan bingung.
Denis yang mengetahui apa yang dipikirkan istrinya hanya tersenyum saja. Ia menggenggam sebelah tangan Leila dan membawanya ke paha membuat Leila tersipu malu.
~ Baker Mall ~
Setibanya di mall ternyata anak buah Denis sudah berjaga disana dengan ketat menunggu kedatangan mereka.
Saat keduanya keluar dari mobil banyak sekali pengunjung mall yang berdecak kagum melihat mereka. Apa lagi melihat ketampanan dan kecantikan keduanya yang sepeti dewa-dewi Yunani.
Pasangan yang serasi
Akhirnya aku bisa melihat dari dekat Presdir Denis dan nyonya Leila Arkana
Mereka sangat tampan dan cantik
Ah! Bikin iri aja melihat keromantisan keduanya
Seandainya aku mempunyai suami seperti Presdir Denis
Cantik sekali nyonya Leila Arkana
Itulah bisik-bisik pengunjung mall saat Mr & Mrs Arkana lewat. Denis tidak memperdulikan bisikan mereka dan tetap memeluk pinggang sang istri dengan posesif.
Sedangkan Leila ia tersenyum manis melihat pengunjung mall disana saat melewati mereka. Mereka memilih masuk ke salah satu toko perhiasan untuk mencari hadiah ulang tahun buat sang mama.
"Sayang bagaimana kalau ini?" tanya Leila menunjuk kalung berlian yang sangat indah.
"Bagus sayang" jawab Denis dengan suara lembut.
"Aku mau yang itu mbak" ucap Leila dengan sopan ke manajer toko yang melayani mereka.
"Pilihan yang bagus nyonya Arkan. Ini adalah salah satu koleksi terbaru kami yang hanya ada 5 saja di dunia nyonya" papar sang manajer menjelaskan.
"Kalau begitu tolong dibungkus ya mbak"
"Baik nyonya"
Sang manajer segera membungkus pesanan Leila. Sedangkan Leila yang melihat-lihat terpaku pada satu set perhiasan yang sangat indah dan simpel di etalase khusus
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Bagus banget kalung itu tapi sayang harganya sangat mahal, batin Leila.
Meskipun ia sangat menyukai desain kalung itu tapi ia tidak berencana membelinya karena harganya sangat mahal.
Denis yang sempat melihat arah pandang sang istri dan membaca pikirannya tersenyum tipis. Ia lalu memanggil seorang petugas untuk membungkus satu set perhiasan tersebut, tanpa istrinya sadari.
Setelah membeli hadiah buat sang mama, Leila memutuskan untuk membeli jam tangan mewah buat kado sang adik.
"Semoga Arkan suka ya sayang" ucap Leila sambil tersenyum manis melihat jam yang ia beli.
"Dia pasti suka apapun yang kamu kasih sayang" balas Denis sambil memeluk istrinya dan mencium keningnya.
Wajah Leila memerah padam mendapat perlakuan seperti itu dari suaminya. Apa lagi saat ini banyak sekali pasang mata yang melihat mereka.
Tiba-tiba mata Denis menangkap seseorang yang mencurigakan dari lantai 4 sedang mengawasi mereka. Ia melihat Thomas lalu memberikan isyarat sambil menunjuk ke arah lantai 4
Thomas yang paham dengan isyarat dari sang bos segera memerintah anak buahnya untuk menangkap orang tersebut.
Denis lalu mengajak istrinya berkeliling mall mungkin ada ingin ia beli.
2 Jam kemudian
Akhirnya setelah 2 jam kemudian Denis bisa bernapas dengan lega setelah melihat istrinya sudah selesai berbelanja.
Meski ia akui barang yang dibeli istrinya semuanya kebanyakan untuk dia dan hanya beberapa potong saja untuknya.
Aku tidak akan menemani istriku belanja lagi mulai sekarang, batin Denis penuh tekad.
Bagaimana tidak keduanya keluar masuk dari satu toko hingga toko lainnya. Belum lagi harus ekstra sabar menunggu sang istri memilih sesuai seleranya.
Ia melihat ke belakang melihat anak buahnya yang berbadan besar dan berwajah sangar menenteng begitu banyak paper bag.
"Sayang aku lapar" ucap Leila saat hendak masuk ke dalam mobil.
"Kita makan malam saja di restoran mama sayang" ajak Denis.
"Tapi singgah ke toko kue langganan aku di depan jalan sana ya sayang" pinta Leila dengan memelas.
"Heemmm"
Denis lalu melajukan mobilnya diikuti mobil pengawal di belakang dan depan. Sebelum ke restoran sang mama keduanya singgah di Sweet Cake toko kue langganan sang istri.
"Kamu mau sayang" tawar Leila.
"Suapi aku sayang tapi jangan yang terlalu manis" balas Denis dengan suara lembut.
"Iya sayang"
Leila lalu menyuapi suaminya dengan black forest yang tadi ia beli karena tidak terlalu manis. Sebelum sampai di restoran sang mama tiba-tiba Denis melihat ada 3 mobil yang mengikuti mereka.
^^^"Hancurkan mereka semua" titah Denis dengan suara dingin.^^^
"Baik bos"
"Ada apa sayang?" tanya Leila dengan cepat.
"Ada mobil yang membuntuti kita dibelakang mobil pengawal sayang" jawab Denis.
"Apa!" pekik Leila dengan kaget.
Leila segera menaruh kembali kue yang sedang dipegangnya karena sudah tidak berselera. Saat mengangkat kepala tiba-tiba ia melihat ke samping ada mobil yang melaju kencang menuju mereka.
"SAYANG AWAS" teriak Leila dengan suara melengking.
Cekit.................
Denis memutar stir mobil hingga mobilnya berputar di tengah jalan, beruntung ia dengan cepat memutar stir sebelum mobil itu menabrak mereka.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Beruntung Denis sangat pandai membawa mobil dan bisa mengatur kestabilan mobil, jika tidak mereka pasti sudah tertabrak. Dengan cepat ia melajukan mobilnya pergi dari sana saat melihat orang dari dalam mobil tadi mengeluarkan senjata.
"Sayang kamu baik-baik saja?" tanya Denis sambil menggenggam tangan istrinya sesekali melihatnya.
"Aku takut sayang" jawab Leila dengan gemetar.
"Tenang sayang. Aku akan melindunginya" ucap Denis dengan suara lembut.
Cup...........
Ia mengecup tangan sang istri menyalurkan rasa hangat agar istrinya bisa tenang. Denis melirik ke arah belakang dan mendapati 3 mobil yang mengikutinya.
"Sayang hubungi Sandro untuk mengirim anak buah ke lokasi kita" titah Denis dengan suara tegas.
"Iya sayang"
^^^"Dimana kalian?" tanya Denis lewat earpiece.^^^
"Bos kami terhalang truk kayu yang terbalik disini dan kami tidak bisa putar balik karena sangat padat dengan kendaraan bos" jawab Thomas dengan cepat.
^^^"Berengsek! Suruh Max kirim anak buah ke lokasi aku dan beritahu Arsen untuk tetap menjaga mamaku"^^^
"Baik bos"
Sedangkan Leila setelah memberitahu Sandro mengenai perintah dari suaminya ia segera menaruh kembali hpnya didalam tas.
Dor................dor..............dor...........dor........
"Sa.......yang" teriak Leila dengan takut saat mobil mereka ditembak.
"Tenang sayang. Mobil kita anti peluru" balas Denis dengan suara lembut.
Denis terus melajukan mobilnya dengan kencang menuju pinggiran kota untuk menghindari korban warga di sekitar sana.
Cekit.................
Ban mobil Denis berdecit saat melakukan drift sehingga mobilnya berputar 90°, ia menurunkan kaca mobil dan langsung mengarahkan pistol ke arah mobil musuh.
Dor..............dor...............duar...........
Dua mobil musuh tiba-tiba terbalik dan meledak saat Denis menembak tepat di ban mobil. Tersisa satu mobil saja yang berhenti mendadak sehingga keduanya saling berhadapan.
Dor..........dor............dor.............dor........
Denis melajukan mobilnya pergi dari sana saat mobil didepannya menembak mereka. Aksi kejar-kejaran tidak terelakan lagi hingga keduanya memasuki jalanan bukit.
Denis semakin mempercepat laju kendaraannya dan saat melihat tikungan tajam dengan cepat ia melakukan drift sehingga mobilnya berputar, membuat mobil musuh tadi mendahuluinya.
Brak..................cekit...............
Bunyi decitan ban terdengar disana saat Denis menabrak mobil didepannya dari arah belakang dan mendorong mobil itu menuju arah tebing di samping kanan.
"Ini akibatnya karena sudah menggangguku" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
Duar............
Suara ledakan bergema dibawah jurang saat mobil musuh terjatuh ke dalam jurang. Denis keluar dan melihat ke bawah sekaligus melihat apa ada yang berhasil keluar sebelum mobil masuk ke jurang.
Dor................dor............
"SAYANG" pekik Leila dengan histeris saat Denis di tembak di lengan kanannya.
Bukan hanya Denis yang terkena tembakan tapi musuhnya juga yang ternyata berhasil keluar dari dalam mobil. Mata coklat Denis berkilat tajam melihat siapa yang menembaknya dan juga yang terkena tembakannya.
"Ternyata kamu pak tua" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
"Matilah kamu anak Sialan" teriak Alan Draw sambil menodongkan senjata ke Denis.
Dor...........dor.............dor............dor.........
Sebelum Alan menembaknya tenyata Denis lebih dulu menembaknya di kepala, jantung, dan perutnya sebanyak dua kali.
Mata Alam Draw melotot saat timah panas menembus kepalanya dan seketika itu juga ia memegang nyawa.
"Hiks hiks hiks hiks........sayang kamu tidak apa-apa kan?" tanya Leila sambil menangis.
"Aku baik-baik saja sayang" jawab Denis sambil memeluk istrinya.
Tak berselang lama mobil Sandro dan anak buahnya tiba di lokasi mereka. Denis menyuruh mereka mengirim kepala Alan Draw ke Roy Martines dengan surat peringatan kalau sekarang giliran dia yang menyerang.
~ D&A Resto ~
Brak..............
Amira yang sedang berada didalam ruang kerjanya tiba-tiba dikagetkan dengan kedatangan Arsen yang membuka pintu dengan kuat.
"Arsen ada apa?" tanya Amira dengan bingung.
"Kita harus pergi sekarang nyonya" jawab Arsen dengan suara tegas.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue.............