
Denis syok membaca informasi mengenai neneknya dari pihak sang papa, yang baru saja di kirim Arsen.
Rahangnya mengeras membaca setiap kata didalam sana, apa lagi saat netranya melihat foto-foto sang nenek yang terbaring lemah di atas ranjang.
"Jadi selama ini nenek koma dan di rawat di mansion pak tua itu" ucap Denis dengan kaget.
Denis terus membaca informasi penyebab neneknya koma dan tak menyangka jika neneknya koma setelah mengalami kecelakaan, saat mengejar papa dan mamanya yang di usir dari keluarga Massimo.
"Fu*k" maki Denis dengan suara tinggi setelah selesai membaca informasi mengenai sang nenek.
Kring..............
Wajahnya mengelap menatap hpnya yang berbunyi karena diganggu. Mata tajamnya melihat siapa yang sudah berani mengganggunya tapi ternyata itu adalah nomor baru.
"Halo" ucap suara yang tak dikenalinya dari seberang.
^^^"Who are you?" tanya Denis dengan suara dingin.^^^
"Ini aku Simon Martinez" jawab Simon dari seberang.
^^^"Ckk!"^^^
Simon yang mendengar decak Denis dari seberang menaham rasa kesalnya karena saat ini ia sangat membutuhkan bantuan Denis.
"Maaf jika aku menganggu waktumu" ucap Simon dengan suara dingin.
^^^"Ada apa kamu mencariku?" tanya Denis to the point.^^^
"Aku ingin meminta bantuanmu untuk menolong adik aku" jawab Simon dengan jujur.
Hehehehe.............
Denis terkekeh mendengar permintaan Simon yang memintanya untuk menolong adiknya. Entah dari apa ia tidak tahu, tapi satu yang pasti kalau ini berhubungan dengan daddy mereka.
^^^"Apa yang aku dapatkan jika membantumu?" tanya Denis dengan suara dingin.^^^
"Apapun yang kamu mau aku akan berikan. Yang terpenting adik aku bisa lepas dari daddy aku" jawab Simon dengan suara tegas.
^^^"Apapun?" tanya Denis lagi.^^^
"Ya"
^^^"Katakan" ucap Denis dengan suara dingin.^^^
"Dua hari lagi adik aku Seila akan di kirim ke Singapura untuk di jodohkan dengan teman daddy. Entah apa alasan Daddy menjodohkan adik aku dengan pria yang seumuran dengannya, aku tidak tahu. Aku hanya minta, tolong gagalkan perjodohan adik aku dan bawa adik aku jauh dari jangkauan Daddy" papar Simon menjelaskan maksudnya.
^^^"Jadi kamu memilih untuk melawan daddymu sendiri"^^^
"Ya. Apapun itu aku akan lakukan demi kebahagian kedua adik aku" ucap Simon dengan tegas.
^^^"Baiklah aku akan membantumu"^^^
"Terima kasih Denis"
^^^"Ingat janjimu. Ini semua tidak gratis"^^^
"Aku tahu. Katakan saja apa yang kamu mau aku akan berikan"
^^^"Temui nenek aku yang sedang koma dan laporkan semua keadaannya kepadaku" titah Denis dengn. suara dingin dan tegas.^^^
"Maksudmu nyonya besar Massimo?" tanya Simon dengan cepat.
^^^"Ya"^^^
"Tapi aku tidak bisa menemuinya dengan bebas" keluh Simon.
^^^"Aku tidak perduli. Lusa kirim informasi tentang kondisi nenek aku beserta fotonya"^^^
Denis mematikan panggilannya sepihak tak menunggu balasan dari Simon. Ia tidak mau tahu bagaimana caranya Simon menemui sang nenek karena ia hanya tahu mendapat informasinya saja.
Hari itu Denis memilih mengerjakan pekerjaannya di mansion dan akan pergi ke rumah kekasihnya malam nanti sebelum berangkat ke Thailand.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
~ Kediaman Baker ~
Rayen mendengar penjelasan Leo mengenai siapa Denis dsn apa yang sudah ia lakukan untuk kedua adiknya selama ia koma.
"Jadi dia seorang mafia foa?" tanya Rayen dengan tatapan tajam.
"Iya tuan. Nama klannya Black Damon yang saat ini sedang di takuti semua mafia di seluruh dunia karena kelompok mereka sangat misterius tuan" jawab Leo menjelaskan.
"Apa kedua adik aku tahu identitasnya yang seorang mafia?" tanya Rayen dengan cepat.
"Menurut saya hanya tuan muda Arkan saja yang tahu identitas presdir Denis karena dia di latih langsung oleh presdir Denis. Sedangkan nona muda saya belum tahu tuan" jawab Leo dengan cepat.
"Apa Arkan juga menjadi bagian dari kelompok mafia Denis?" tanya Rayen dengan selidik.
"Sepertinya iya tuan. Saya baru saja tahu kalau tuan muda Arkan sebulan yang lalu membeli satu buah unit apartemen di Athena Kingdom tuan" jawab Leo.
"Apa" pekik Rayen dengan kaget.
Ia tidak menyangka adiknya bisa membeli satu unit apartemen di sana karena ia tahu apartemen disana bukan apartemen sembarang yang bisa dibeli siapa saja.
Karena untuk membeli satu unit apartemen disana orang tersebut harus betul-betul kaya.
"Dari mana Arkan bisa punya uang sebanyak itu?" tanya Rayen dengan selidik.
"Saya tidak tahu tuan" jawab Leo dengan jujur.
Leo lalu memberikan berkas laporan perusahaan kepada Rayen untuk di periksa tak lupa memberitahunya jika semua tikus-tikus koruptor di perusahaan sudah dibereskan.
"Fiuh! Akhirnya selesai juga" ucap Leila sambil mengelap keringat di keningnya.
"Nona ini minum dulu" ucap pak Jordi memberikan segelas minuman dingin kepada Leila.
"Wah terima kasih pak Jordi. Tahu aja aku lagi butuh yang dingin-dingin" ucap Leila sambil tersenyum manis.
"Iya sama-sama nona muda" balas pak Jordi sambil tersenyum manis.
Selesai menghabiskan minumannya Leila memilih untuk mandi karena sebentar lagi sudah jam makan malam.
Saat makan malam tiba Leila dan Rayen yang baru saja akan memasukan makanan ke dalam mulut seketika mengurungkan niat mereka mendengar suara cempreng Arkan.
"Dek ini bukan di hutan" sarkas Rayen dengan tatapan tajam.
Hehehehe.............
Arkan terkekeh melihat wajah kesal kakaknya Rayen dan kemudian berlalu mencuci tangan lalu ikut makan bersama keduanya.
"Kamu tumben pulang lebih awal dek" ucap Leila memberikan lauk kepada Arkan.
"Aku tunggi bos disini karena kita akan berangkat ke Thailand malam ini ka" jawab Arkan.
"Hah! Thailand" kaget Leila.
"Iya ka. Memangnya bos tidak memberitahu ka Leila?" tanya Arkan dengan cepat.
Leila menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan Arkan. Rayen yang sedari tadi diam hanya memperhatikan keduanya saja.
"Habiskan makanan kalian jangan bicara saat makan" titah Rayen dengan suara tegas.
Phew..............
Leila membuang napasnya dengan kasar memikirkan kekasihnya yang akan pergi ke luar negeri tapi tidak memberitahunya.
Hatinya menjadi sedih karena Denis tidak ada kabar dari pagi tapi malamnya ia mendapat kabar dari sang adik kalau mereka akan pergi ke Thailand.
Apa kamu tidak mencintai aku lagi sayang, batin Leila penuh tanda tanya.
Grep.............aarrghh..........
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Leila berteriak tiba-tiba saja ia diangkat ke atas oleh Denis dan mendudukkannya di pangkuannya tempat ia duduk tadi.
"Sayang" sarkas Leila dengan mata melotot tajam.
"Jangan berpikir yang tidak-tidak tentang aku sayang" ketus Denis sambil mengecup bibir Leila.
"Berengsek! Apa kamu tidak melihat keberadaan kami disini!" hardik Rayen dengan suara tinggi melihat Denis yang mencium adiknya.
"Cih! Pengganggu!" ketus Denis dengan tatapan sinis.
Rayen melotot tajam mendengar ucapan Denis yang tidak menghargainya sedikit pun. Padahal disini dialah kepala keluarga sekaligus kakak Leila.
"Sayang jangan sepeyti itu" ucap Leila dengan suara lembut.
"Heemmm"
"Bos sudah makan?" tanya Arkan yang sudah terbiasa melihat kelakuan keduanya.
"Ya" jawab Denis dengan santai.
Denis lalu menyuapi Leila tidak perduli dengan tatapan Rayen yang menatapnya seakan ingin menelannya hidup-hidup.
Selesai makan malam mereka memilih ke ruang keluarga untuk berbincang sebelum Arkan dan Denis berangkat ke Thailand.
"Apa benar kalian akan ke Thailand sayang?" tanya Leila dengan suara lembut.
"Iya sayang" jawab Denis.
"Buat apa?" tanya Leila dengan penasaran.
"Ada yang membajak kapal muatanku sayang. Aku harus memberinya pelajaran agar tidak ada lagi yang berani melakukan hal seperti itu lagi ke depannya" jawab Denis menjelaskan.
"Apa harus dengan membunuh mereka sayang?" tanya Leila yang tidak suka Denis melakukan hal seperti itu.
"Kamu tahu jawabannya sayang" jawab Denis sambil mengelus pipi Leila dengan lembut.
Leila diam sambil menatap kekasihnya dengan tatapan cemas takut Denis akan kenapa-napa disana. Tahu arti tatapan kekasihnya Denis lalu mengelus kepalanya dan memberitahunya jika dia akan baik-baik saja.
"Apa mereka tidak menghargai aku sebagai kakaknya Leila disini" gumam Rayen dengan kesal.
"Bos tidak perduli dengan sekitarnya jika sudah berurusan dengan ka Leila ka" bisik Arkan membuat Rayen menatapnya dengan heran.
"Kakak akan terbiasa dengan kelakuan bos yang sangat posesif kepada ka Leila" tambahnya lagi dengan santai.
"Apa kamu benar adik aku?" tanya Rayen dengan gamblang.
"Ckk!! Memangnya kakak pikir aku ini anak setan apa" sarkas Arkan dengan kesal.
Rayen menggelengkan kepalanya sambil memijit keningnya yang berdenyut sakit tak tahu harus berkata apa lagi, karena mereka bertiga yang tidak menganggapnya sebagai kepala keluarga disini.
Kenapa aku harus mengalami hal ini disaat seperti ini, batin Rayen dengan gusar.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..............