
Tes………………….
Air matanya terus saja mengalir dengan deras menonton berita tentang Denis yang mengalahkan seorang artis terkenal.
Apa lagi ia semakin yakin jika Denis adalah anak Demian sahabatnya, saat melihat Denis berpelukan dengan seorang wanita paruh baya yang sangat ia kenali.
“Amira ternyata kamu masih hidup” ucap pria itu yang bernama Roy Martinez sahabat lama Demian Arkana Massimo.
Tak lama dua orang perempuan berbeda umur turun dari lantai dua, sambil mengerutkan kening mereka melihat daddy dan suami mereka menangis hanya karena menonton berita.
“Mommy kenapa daddy menangis?” tanya Seina Martinez putri pertama Roy Martinez dengan bingung.
“Mommy juga tidak tahu ada apa dengan daddy kamu sayang” jawab Clara Martinez istri Roy Martinez.
“Apa daddy selingkuh mommy?” tanya Seina dengan suara tinggi menunjukkan foto wanita paruh baya dan seorang pria yang sedang berpelukan di tv.
“Hush! Jangan bicara sembarang kamu Seina! Daddy kamu bukan orang seperti itu” hardik Clara dengan tatapan tajam memperingati putrinya.
Clara bergegas menghampiri suaminya dan ingin menanyakan apa yang terjadi kepadanya diikuti oleh Seina yang juga sangat penasaran.
“Dad kamu kenapa?” tanya Clara dengan suara lembut.
Roy tersentak dari pemikirannya dan dengan cepat menghapus air matanya saat istrinya datang. Melihat daddynya yang seperti itu semakin membuat Seina semakin yakin dengan pemikirannya tadi.
Awas saja jika daddy betulan selingkuh! Aku akan menghancurkan perempuan selingkuhan daddy itu, batin Seina dengan geram.
“Aku tidak kenapa-napa mom” ucap Roy sambil tersenyum manis dan menarik tangan istrinya untuk duduk di sebelahnya.
“Tidak ada apa-apa kok daddy menangis? Apa daddy punya wanita lain di luar sana?” tanya Seina dengan sarkas.
“SEINA!” bentak Clara dengan suara tinggi memperingati putrinya untuk tidak berkata seperti itu kepada daddynya.
Seina hanya memutar malas matanya tak takut sama sekali dengan bentakan mommynya. Melihat hal itu Clara hanya bisa membuang napas dengan kasar, karena sifat keras kepala dan susah diatur putri pertamanya itu.
“Daddy bukan laki-laki yang akan mengkhianati mommy kamu sampai daddy mati Seina” ucap Roy dengan suara tegas.
“Sekali lagi kamu berlaku tidak sopan kepada daddy dan mommy maka daddy akan menyita semua fasilitas kamu! Ingat itu!” ancam Roy dengan suara tegas.
Seina memanyunkan bibirnya dengan kesal mendengar ancaman daddynya yang tidak pernah main-main selama ini. Jadi jalan tengahnya dia harus mengikuti semua ucapan daddynya jika tidak ingin semua fasilitas mewahnya di ambil.
“Katakan kenapa dad menangis tadi?” tanya Clara dengan penasaran.
“Aku sudah menemukan keluarga sahabat lamaku mom” jawab Roy dengan senyum lebar.
“Demian maksud daddy?” tanya Clara dengan cepat.
“Heemmm” deham Roy sambil mengangguk kepalanya.
“Dimana daddy dan bagaimana keadaan mereka?” tanya Clara dengan cepat karena ia juga sudah mengenal Demian sejak mereka masih bersekolah dulu.
“Seina” panggil Roy tak menjawab pertanyaan istrinya.
“Iya daddy kenapa?” tanya Seina dengan malas.
“Apa kamu masih ingin berlibur ke Indonesia?” tanya balik Roy dengan cepat.
“Cih!! Bukannya daddy sudah membatalkan itu semua” decih Seina dengan kesal.
“Siapkan paspor dan barangmu karena minggu depan kita akan ke Indonesia” titah Roy dengan suara tegas.
“APA! DADDY TIDAK BERCANDAKAN?” pekik Seina dengan suara melengking.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Roy menggelengkan kepalanya menjawab pertanyaan putrinya jika apa yang ia katakan barusan itu serius dan tidak ada kebohongan sama sekali.
Whoaaa………………
“Yeah! Terima kasih daddy! Aku sayang banget sama daddy” teriak Seina dengan histeris sambil memeluk daddynya.
“Daddy tahu itu sayang” balas Roy memeluk putri pertamanya.
“Kamu itu sayang sama sama daddy jika sudah dapat apa yang kamu mau” ucap Simon kakak Seina yang baru pulang kerja di perusahaan mereka.
“Wlekk! Biarin” balas Seina sambil menjulurkan lidahnya.
“Dasar bocah” ketus Simon berlalu pergi ke kamarnya di lantai dua.
“Dimana kembaran kamu sayang?” tanya Roy dengan bingung tak melihat keberadaan putri keduanya.
“Daddy seperti tidak tahu saja kebiasaan adik kembarku itu” jawab Seina dengan malas.
“Dia ada di kamarnya dad sedang belajar” ucap Clara.
“Oh”
~ Mansion Utama Massimo ~
Alexandro menonton berita didepannya dengan mata berkaca-kaca melihat sosok Denis yang sangat mirip dengan putra sulungnya. Ia sangat merindukan putranya dan cucunya itu, tapi ia tahu diri jika selama ini ia sudah sangat bersalah kepada keluarga putra pertamanya.
“Maafkan daddy Demian. Daddy sangat menyesal” lirih Alexandro dengan suara bergetar.
Tes…………….
Air matanya jatuh menonton berita tersebut saat ini didalam kamar utama, karena sedang menemani istrinya yang terbaring koma di atas ranjang dipenuhi alat rumah sakit di badannya.
“Anak putra kita Demian sudah besar Linda. Dia sangat mirip sekali dengan putra kita” ucap Alexandro sambil menatap istrinya dengan sendu yang terbaring koma di atas ranjang.
Air mata Linda jatuh dari matanya meski ia menutup mata, tapi otaknya tetap bekerja sehingga mendengar semua yang selama ini terjadi dan bagaimana rapuhnya suaminya selama ini.
Tok…………………tok……………….tok………………
Alexandro menghapus air matanya dengan cepat saat mendengar pintu kamar di ketuk. Setelah menghapus air matanya ia segera menyuruh masuk tak lupa mematikan tv yang sedang ia tonton tadi.
“Tuan” panggil Justin dengan sopan.
“Ada apa Justin?” tanya Alexandro dengan suara dingin.
“Tuan muda kedua sedari tadi terus menelpon meminta di ijinkan datang ke mansion utama” jawab Justin.
“Beritahu Martin untuk mengembalikan 10 juta dollar uang perusahaan baru aku ijinkan dia datang ke sini” titah Alexandro dengan suara tegas.
“Baik tuan”
“Bagaimana perusahaan?” tanya Alexandro dengan suara dingin.
“Keadaan perusahaan sudah stabil tuan setelah keluarga Martinez menanam saham di perusahaan kita” jawab Justin.
“Pantau kedua anakku untuk tidak melakukan korupsi lagi dan keluarkan mereka berdua dari semua proyek di perusahaan. Kamu juga harus menganti direktur keuangan dan beritahu mereka semua jika ingin mengeluarkan dana perusahaan harus lewat persetujuan dari aku” titah Alexandro dengan tegas.
“Baik tuan”
Karena lagi-lagi putra dan putrinya menghamburkan uang perusahaan. Beruntung Martinez Company masih mau menanam saham mereka di perusahaannya jika tidak mereka akan gulung tikar.
“Kamu punya sahabat yang sangat tulus dan baik Demian” gumam Alexandro.
~ Jakarta, Indonesia ~
Mata coklat tajam Denis berkilat tajam saat menelpon kekasihnya, tapi panggilannya selalu di reject dan bahkan sekarang nomornya sudah tidak aktif lagi.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Bos” panggil Arsen dengan suara dingin.
“Suruh Sandro beritahu Akran kalau latihannya akan dimulai besok” ucap Denis dengan suara dingin.
“Baik bos” ucap Arsen dengan cepat meski ia sangat penasaran kenapa Denis merubah jadwal latihan Arkan.
Padahal Arsen sangat tahu jika selama ini Denis tidak suka mengundur jadwalnya, meski itu adalah hal penting tapi sekarang ia malah mengundur jadwalnya.
“Siapkan mobil kita ke kediaman Baker” titah Denis dengan suara dingin.
“Ah! Iya bos” balas Arsen.
Terjawab sudah apa yang membuat bosnya memundurkan jadwalnya dan itu semua karena seorang Leila Rose Baker.
Sebelum pergi Denis memberi perintah kepada Rian untuk menjaga mamanya dan lainnya yang menginap di hotel, dan besok antar mereka pulang ke rumah mereka semua masing-masing.
“Bos harus lihat ini” ucap Arsen yang mendapat kiriman vidoe dari Max.
Denis melihat video di hp milik Arsen dengan wajah datar dan dingin tidak merasa kaget lagi melihat Sandro yang menghajar Ando di taman hotel.
“Suruh anak buahku untuk membawa dia ke rumah sakit” perintah Denis.
“Tapi dia musuh kita bos” ucap Arsen dengan keberatan.
“Dia itu anj**g peliharaan sialan itu dan hanya menuruti perintah berengsek itu, semua karena ingin membalas hutang budi ke keluarga Arjuna yang sudah menolong keluarganya waktu itu” papar Denis menjelaskan.
“Hutang budi bos?” tanya Arsen dengan kaget karena baru mendengar hal ini.
“Ayah Ando harus membayar semua hutang istrinya yang suka berjudi kepada lintah darat. Jika dia tidak melunasi hutangnya maka anaknya Ando akan diambil organ tubuhnya dan putrinya akan di jual ke tempat pelacuran” jawab Denis dengan cepat.
“Lalu apa yang terjadi dengan mereka bos?” tanya Arsen semakin penasaran.
“Kamu bisa mencari tahu sendiri” jawab Denis dengan suara dingin sambil berlalu masuk ke dalam mobil yang sudah terparkir didepan lobby.
Karena sangat penasaran dengan cerita masa lalu Ando, ia segera berkutat dengan laptopnya didalam mobil ingin mencari tahu cerita selanjutnya tentang Ando.
~ Kediaman Baker ~
Mobil Denis masuk dengan leluasa begitu saja, karena satpam disana sudah mengenalinya apa lagi tadi mereka melihat berita tentang siapa Denis yang sebenarnya.
“Selamat datang tuan Denis” ucap pak Jordi dengan sopan.
“Dimana Leila?” tanya Denis dengan suara dingin.
“Nona muda sudah beristirahat di kamarnya tuan Denis” jawab pak Jordi dengan suara lembut.
“Dimana kamar Leila?” tanya Denis dengan tatapan tajam.
“Di lantai dua kamar kedua dari tangga tuan Denis” jawab pak Jordi dengan cepat merasa takut dengan tatapan tajam Denis.
Dengan santai Denis berlenggang masuk ke dalam kediaman Baker tidak memperdulikan pak Jordi yang menatapnya dengan kaget. Saat pak Jordi ingin menghadang Denis ia langsung ditahan oleh Arsen.
“Aku sarankan kamu jangan menahan bos jika tidak ingin berakhir di rumah sakit” ucap Arsen memperingatinya.
Glek………………
Pak Jordi menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan Arsen barusan yang berkata dengan wajah serius. Ia tahu jika apa yang diucapkan oleh Arsen tidak main-main.
Brak……………….
Denis membuka pintu kamar Leila dengan kuat dan melihat Leila yang sedang berbaring di ranjang sambil menutup tubuhnya hingga kepala.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Arkan jangan ganggu kakak malam ini” ucap Leila tak bersemangat berpikir jika yang masuk adalah Arkan.
Mata Leila seketika terbuka lebar saat merasakan ada yang memeluknya dengan erat dari belakang, dengan cepat ia segera berbalik untuk melihat siapa yang berani memeluknya.
“DENIS” pekik Leila dengan suara tinggi.
“Ckk!! Aku tidak tuli sayang” decak Denis dengan tatapan tajam.
“Bagaimana bisa kamu disini? Bagaimana kamu bisa masuk ke kamarku dan kamu tahu dari mana kamarku?” tanya Leila beruntun dengan kaget.
“Dari kepala pelayanmu” jawab Denis dengan santai.
Lama keduanya terdiam diatas ranjang dengan pikiran masing-masing. Leila yang merasa risih dipeluk oleh Denis seperti itu hanya bisa pasrah saja karena ia yakin Denis tidak akan melepasnya.
“Katakan apa yang menganggu pikiranmu sayang?” tanya Denis dengan suara lembut.
“Tidak ada sayang” jawab Leila dengan suara dingin.
“Jangan memancing emosiku Leila. Aku tahu ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku saat masih di hotel” ucap Denis dengan suara tegas dan dingin.
“Kenapa kamu berbohong kepadaku?” tanya Leila dengan suara pelan memilih untuk jujur.
Denis segera membalikan tubuh kekasihnya sehingga keduanya berhadapan dan ia mengangkat dagu Leila sehingga keduanya bisa saling menatap satu sama lain.
“Dengarkan dengan baik-baik apa yang akan aku katakan” titah Denis dengan suara tegas.
Leila mengangguk kepalanya sebagai jawaban atas ucapan Denis barusan. Mata coklat tajam Denis menatapnya dengan tatapan penuh cinta ke mata hitam milik Leila yang terlihat sendu dan tulus.
“Aku tidak memberitahu identitas aku ke kamu karena aku tidak ingin dikenal sebagai Denis seorang presdir DA Corp karena dulu aku hanya seorang ketua geng dan anak seorang tukang sapu jalanan. Aku terlahir tidak dari keluarga beruntung seperti kamu sayang, mama aku harus membanting tulang sejak kematian papa aku saat aku berumur 9 tahun apa lagi mama hanya tamatan SD dan anak panti asuhan yang tidak punya keluarga” papar Denis menjelaskan dengan suara lirih.
Ia bangun dari tidurnya dan duduk sambil bersandar di kepala ranjang, diikuti oleh Leila yang merasa tertarik dengan cerita masa lalu Denis.
“Kamu tahu aku dulu adalah anak durhaka yang membuat mama aku selalu menangis dengan semua ucapan dan perbuatan aku. Aku sangat menyesal sudah melakukan itu semua kepada mamaku dan aku berjanji akan membuat mama aku bahagia dan tidak akan pernah membuat dia menangis lagi” tambah Denis dengan suara berat.
“Apa yang kamu lakukan kepada mama kamu sayang?” tanya Leila dengan suara lembut.
“Sesuatu yang membuat hati seorang mama terluka dan sebaiknya kamu tidak usah tahu sayang karena aku ingin mengubur itu semua untuk diriku saja” jawab Denis sambil tersenyum getir.
Grep………………
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue…………………