Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 107


“Denis” panggil Amira setelah beberapa saat terdiam.


“Kita ngomong aja didalam ma. Panas disini” ucap Denis merasa sangat kepanasan hingga telinganya sampai merah.


“Ah! Maafkan mama nak mama sampai lupa mengajak kamu masuk” ucap Amira dengan cepat dan segera menarik anaknya masuk ke dalam rumah.


Phew……………..


Terdengar helaan napas dari Denis setelah ia sudah berada didalam rumah, sedangkan Amira segera menyuruh bi Eda membawakan minuman dingin untuk anaknya.


“Selamat datang kembali den. Ini minuman khusus buat aden sesuai selera aden selama ini” ucap bi Eda sambil menaruh segelas minum dingin di depan Denis.


“Ya terima kasih” ucap Denis dengan suara dingin dan wajah datar.


“Sama-sama den” balas bi Eda yang sudah terbiasa dengan sifat dingin anak majikannya itu.


Amira sendiri hanya bisa menggelengkan kepalanya, melihat kelakuan putra semata wayangnya yang sangat dingin dengan orang lain dan hanya dengan dia saja ia bisa berbicara dengan suara lembut.


Mama penasaran bagaimana perlakuan kamu kepada Leila nak. Dia kan kekasihmu jadi tidak mungkin kamu bersikap dingin dan kaku dengan nak Leila, batin Amira dengan penasaran.


“Denis malam nanti kamu temenin mama ya ke restoran karena tante Bella merayakan ulang tahunnya di restoran mama” ucap Amira dengan penuh harap.


“Iya ma” balas Denis dengan suara lembut.


“Semoga nanti di ulang tahun tante Bella malam nanti Arsen ada bersama-sama mereka ya nak” ucap Amira dengan sedih mengingat temannya yang setiap hari sedih memikirkan putranya itu.


“Mama sedih lihat tante Bella setiap hari murung memikirkan Arsen yang entah berada dimana saat ini” tambahnya lagi.


“Arsen sudah pulang ke rumahnya ma. Mungkin saat ini ia sedang bercerita dengan keluarganya” ucap Denis dengan suara dingin.


“Eehh! Memangnya kamu tahu dari mana Arsen sudah pulang nak?” tanya Amira dengan cepat.


“Karena selama ini Arsen bersama dengan aku di Amerika ma dan kemarin kami pulang sama-sama saat Leila diserang ma” jawab Denis dengan santai.


“APA! Leila diserang kemarin?” tanya Amira dengan suara melengking membuat Denis berdecak kesal merasa telinganya sakit.


Rasanya ia ingin maki dan berteriak kepada orang didepannya, tapi itu tidak mungkin karena orang itu adalah mama kandungnya.


“Denis jadi kamu sudah pulang dari kemarin nak? Kenapa tidak langsung menemui mama dari kemarin nak? Lalu bagaimana keadaan nak Leila? Apa dia terluka?” tanya Amira beruntun membuat Denis semakin pusing untuk menjawabnya.


“Leila baik-baik saja ma dan kenapa kemarin aku tidak langsung menemui mama karena ada beberapa hal yang harus aku urus di markas ma” jawab Denis dengan suara tegas.


“Syukurlah kalau Leila baik-baik saja sayang” ucap Amira dengan lega.


“Heeemmm”


“Denis apa mama boleh bertanya sesuatu nak?” tanya Amira dengan cepat.


“Apa ma?” tanya Denis.


“Ada masalah apa kamu sama nak Arsen sampai dia tidak bekerja lagi di perusahaan kamu nak?” tanya Amira yang penasaran selama ini setelah Sandro memberitahunya tentang Arsen yang tak bekerja lagi di DA Corp.


“Masalah komunikasi saja ma. Alangkah baiknya mama tidak tahu alasannya” jawab Denis dengan suara tegas.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Amira diam tak bertanya lagi karena tahu maksud putranya untuk tidak ikut campur dengan masalah mereka. Keduanya lalu bercerita tentang apa yang terjadi selama ini saat Denis tidak ada, tak lupa Amira juga menceritakan tentang kecelakaan waktu itu meski Denis sudah mengetahui semuanya.


~ BT Mall ~


Leila dan Arkan memilih menghabiskan waktu di mall keluarga mereka dengan berbelanja pakaian untuk Arkan, karena pakaian lamanya sudah tidak muat lagi ditubuhnya.


“Ka sudah cukup aku sudah lelah” keluh Arkan yang merasa menyesal sudah mengiyakan ajakan kakaknya ke mall.


“Kamu diam saja Arkan! Biar kakak yang memilih pakaian untuk kamu” sarkas Leila dengan suara tegas.


Arkan pasrah saja mengikuti kakaknya yang sudah masuk ke toko pakaian didepan sana, sambil membawa banyak paper baq di tangannya meski sudah dibantu para pengawal.


Aku tobat ke mall sama ka Leila! Pokoknya ini terakhir kali aku ikut ka Leila, batin Arkan dengan menyesal.


2 Jam kemudian


Arkan memilih duduk di sofa yang disediakan pihak toko kepada pelanggan VIP, karena ia sudah tak sanggup lagi berjalan mengikuti kakaknya yang sedari tadi keluar masuk toko pakaian di mall ini.


“Ka apa sudah selesai? Kalau belum aku tinggalin kakak disini dan balik duluan” ancam Arkan dengan suara tegas.


“Ckk!! Kamu itu memang menyebalkan setelah kembali dari Amerika dek” ketus Leila dengan kesal.


“Biarin” balas Arkan dengan santai.


“Ya udah ayok kita ke salon langganan kakak sebelum kita pulang dek” ajak Leila dengan semangat.


“Beneran ya ka. Habis ini kita langsung pulang” ucap Arkan dengan selidik.


“Iya! Kakak janji habis dari salon kita langsung pulang”


“Heemm”


Keduanya lalu menuju ke salon langganan Leila untuk melakukan perawatan dan Arkan memilih untuk menggunting rambutnya, sekaligus mewarnai rambutnya agar terlihat lebih fresh.


~ Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta ~


Seorang pria paruh baya bersama istri dan anak-anak mereka baru saja landing di Indonesia setelah balasan jam


diatas pesawat dari Italia ke Jakarta.


“Yeeeaayy!! Akhirnya aku datang juga ke Indonesia” pekik seorang gadis berwajah bule dengan suara melengking.


“Sayang kamu itu malu-maluin deh! Ini itu bukan di hutan sayang” tegur Clara dengan tatapan tajam menatap putri pertamanya.


“Ckk!! Mommy itu tidak gaul” balas Seina dengan kesal.


“Seina” ucap Roy dengan suara tegas memperingati putri pertamanya.


Ya keluarga yang baru turun dari pesawat adalah Roy Martinez sahabat Demian Arkana Massimo papa dari Denis. Kedatangan mereka kesini untuk menjumpai keluarga sahabatnya yang sudah hampir 20-an tahun tidak pernah bertemu.


Demian aku datang kawan, batin Roy sambil tersenyum lebar sudah tak sabar.


~ D&A Resto ~


Saat ini suasana didalam restoran milik Amira sangat ramai, karena malam ini Bella Sanjaya akan mengadakan acara ulang tahun di restoran tersebut dan para tamu yang hadir disana sudah sangat banyak, kebanyakan mereka adalah keluarga besar Sanjaya.


“Pak Roni periksa semua makanan untuk para tamu apa sudah lengkap atau belum” titah Amira yang sedang mengecek langsung makanan di dapur.


“Semua sudah lengkap nyonya dan untuk menu dessert semuanya sudah dikeluarkan” ucap pak Roni yang bertanggung jawab untuk mengawasi makanan selama acara berlangsung.


“Baiklah pak Roni. Aku percayakan ini semua kepada pak Roni”


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Amira segera kembali ke dalam restoran untuk mengikuti acara ulang tahun Bella ,karena ia juga sebagai tamu sekaligus tuan rumah disini. Denis saat ini sedang berbicara dengan Arsen, Rian, dan direktur Steven yang tak pernah lepas dari urusan perusahaan.


Tak lama Riana pun memulai acara ulang tahun ibunya dengan menyanyikan lagu happy birthday sambil Arsen menuntun ibunya untuk naik ke atas panggung yang sudah disiapkan oleh pihak D&A Resto.


“Selamat ulang tahun ibu dan semoga ibu panjang umur dan sehat selalu” ucap Arsen, Riana, dan Isti dengan serentak.


“Terima kasih anak-anak ibu” ucap Bella dengan suara bergetar merasa sangat senang sekaligus terharu.


Selesai pemotongan kue ulang tahun Bella bersama ketiga anaknya lalu membaur bersama para tamu, tak lupa menyuruh mereka untuk menikmati jamuan yang sudah disiapkan.


“Hey bocah empat mata! Kamu kasih hadiah apa untuk ibumu?” tanya Sandro dengan penasaran.


“Tiket liburan bersama kedua kakakku ke Jepang” jawab Arsen dengan suara dingin.


“Oh! Lalu kapan kamu akan kembali ke perusahaan?” tanya Sandro.


“Bukannya aku sudah dipecat ya?” tanya balik Arsen.


“Ckk!! Kamu itu tidak pernah dipecat sialan! Sebaiknya kamu segera kembali masuk karena pekerjaanmu sudah sangat menumpuk” jawab Sandro dengan ketus.


“Heeemmm”


Sandro, Arsen, dan Rian lalu berbicara mengenai proyek DA Corp yang semakin banyak membuat pekerjaan mereka tak pernah habis.


Tak berselang lama seketika suasana didalam sana menjadi riuh saat kedatangan keluarga Baker yang tak lain adalah Leila dan Arkan, yang menarik perhatian semuanya karena penampilan mereka yang sangat glamor dan elegan.


“Apa itu Arkan?” tanya Sandro dengan kaget melihat perubahan Arkan.


“Postur tubuhnya memang berubah total tapi otaknya masih tetap seorang bocah yang berumur 19 tahun” ucap Rian dengan suara dingin.


“Aku tidak percaya ia akan merubah model rambutnya ala boyband korea bahkan mewarnainya” ucap Arsen sambil tersenyum smirk.


“Selamat ulang tahun tante” ucap Leila dengan suara lembut kepala Bella bersama Arkan sambil memeluknya tak lupa memberikan hadiah.


“Terima kasih ya nona Leila” balas Bella dengan suara lembut.


“Iya sama-sama tante”


“Kamu sudah datang sayang! Loh ini siapa nak?” tanya Amira yang belum mengenal Arkan.


“Ini adek aku Arkan ma. Arkan perkenalkan dirimu” jawab Leila.


“Arkan Luis Baker adik ka Leila tante” ucap Arkan sambil mencium tangan Amira.


“Adik kamu ganteng sekali nak. Panggil saja mama kayak kakak kamu nak” puji Amira sambil menepuk lengan Arkan dengan lembut.


“Iya ma” ucap Arkan dengan malu-malu.


Arkan lalu pamit pergi ingin menemui Sandro dan lainnya sedangkan Leila ia bercerita dengan tante Amira, tante Bella, dan lainnya.


“Biru bocah!” ucap Sandro sambil menggelengkan kepalanya melihat warna rambut Arkan yang sangat terang.


“Hehehe! Bagaimana ka? Apa aku semakin tampan?” tanya Arkan sambil terkekeh.


“Ya kamu semakin tampan” jawab Rian dengan suara dingin.


“Ah! Yang benar ka Rian” pekik Arkan dengan suara tinggi.


“Ckk!! Kamu itu memang masih bocah” decak Sandro dengan kesal.


“Biarin. Bilang aja ka Sandro sirik sama rambut baru aku” balas Arkan dengan tatapan sinis.


“Kamu minta dihajar ya bocah!” hardik Sandro dengan tatapan tajam.


“Ckk!!”


Arsen dan Rian diam saja melihat perdebatan keduanya dan merasa keduanya itu seperti tikus dan kucing, sama seperti Arsen dan Sandro dulu sebelum sifat Arsen menjadi dingin seperti bos mereka.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Semuanya menikmati pesta dibawah sana dengan meriah, tapi tidak dengan Denis yang sedang berada di lantai dua karena tidak terlalu suka dengan keramaian.


Tak…………….tak……………tak……………


Bunyi langkah kaki terdengar menaiki tangga membuat Denis langsung menatap ke arah suara dan ternyata yang datang adalah Leila yang ingin toilet karena toilet dibawah penuh.


“Sayang” ucap Leila kaget melihat kekasihnya yang berada disana.


“Mau kemana sayang?” tanya Denis dengan suara lembut.


“Aku mau ke toilet karena dibawah penuh sayang” jawab Leila dan bergegas menuju toilet karena sudah tak tahan ingin pipis.


Selesai dari toilet ia menghampiri Denis yang langsung dipeluk erat oleh Denis tak lupa mencium bibirnya dengan rakus seperti biasa. Leila menepuk dada Denis merasa kesusahan bernapas.


“Kamu mau buat aku mati kehabisan napas! Hah!” ucap Leila dengan kesal.


Hehehehe……………


Denis terkekeh melihat wajah kesal kekasihnya yang membuat Leila semakin kesal. Denis kembali mencium Leila dengan sangat lembut, membuat Leila terbawa suasana sehingga membalas ciuman kekasihnya.


“Apa kamu puas menikmati jalan-jalanmu hari ini sayang?” tanya Denis setelah ciuman keduanya terlepas.


“Sangat puas sayang” jawab Leila dengan antusias.


“Baguslah sayang” ucap Denis sambil tersenyum manis menatap kekasihnya membuat Leila juga ikut tersenyum manis.


Sepertinya mulai sekarang aku harus menerima jati diri Denis. Meskipun Denis seorang mafia tapi ia tidak melakukan bisnis ilegal dalam kelompoknya, batin Leila.


Denis tersenyum lebar saat mengetahui apa yang dipikirkan kekasihnya dan ia senang karena akhirnya Leila mau menerima jati dirinya. Tiba-tiba mata coklat tajamnya menangkap sesuatu di seberang jalan yang tak jauh dari restoran.


^^^“Tangkap orang yang berada didalam mobil hitam di seberang jalan” ucap Denis dengan suara dingin setelah menelpon Tom.^^^


“Baik bos” jawab Tom yang sedang berjaga di depan restoran.


Leila tersentak kaget mendengar ucapan kekasihnya yang tiba-tiba saja berubah dengan cepat berbeda saat sedang berbicara dengannya barusan.


“Ada apa sayang?” tanya Leila dengan takut.


“Sepertinya ada yang ingin main-main denganku sayang” jawab Denis sambil tersenyum menyeringai.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue……………….