Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 241


Eeheeemm..............


Pablo berdeham mendengar ucapan sang putri yang terang-terangan menyindir mereka berempat. Ia menatap Arsen dengan tatapan tajam seakan bertanya untuk apa dia datang ke sini.


Sedangkan Gio ia sudah tahu maksud kedatangan Arsen, karena sebelum itu Arsen sudah menemuinya terlebih dahulu di kantor. Bahkan Arsen dengan tegas memberitahu hubungan dia dan sang adik.


"Aku sudah bantu kamu masuk ke dalam mansion jadi selanjutnya kamu yang berusaha sendiri" ucap Gio dengan gerakan bibir tanpa mengeluarkan suara.


Arsen mengangguk kepala menjawab ucapan Gio. Beruntung ia bisa membaca gerakan bibir seseorang, jadi dengan mudah ia bisa mengetahui apa yang dikatakan Gio.


"Ka Arsen sebenarnya ke sini mau ngapain?" tanya Geby berbisik.


"Nanti juga kamu akan tahu baby" jawab Arsen berbisik.


"Isshh! Ka Arsen menyebalkan" ketus Geby sambil memanyunkan bibirnya.


"Geby pindah duduk di samping daddy" ucap Pablo dengan suara tegas.


"Aku mau duduk di samping ka Arsen daddy" balas Geby dengan suara tak kalah tegas.


"Geby Ulrico" ucap Pablo menekan ucapannya dengan tatapan tajam tak mau di bantah.


"Sudah ikuti ucapan daddy kamu baby" ucap Arsen dengan suara lembut.


"Barusan kamu bilang apa? Baby?" tanya Pablo dengan kaget.


"Telinga anda masih berfungsi kan?" tanya balik Arsen dengan suara dingin.


****! Arsen kamu ini cari masalah saja daddy aku, batin Gio sambil menepuk keningnya.


Steven yang melihat mereka semua hanya diam saja tak mau ikut campur. Menurutnya itu bukan urusannya, beda lagi jika itu menyangkut dengan Amira atau Denis.


"Ada hubungan apa kamu sama putriku bocah sialan?" tanya Pablo dengan tatapan tajam.


"Daddy" pekik Geby dengan kesal mendengar panggilan daddynya kepada pacarnya.


"Diam kamu Geby. Ini urusan daddy sama dia" hardik Pablo dengan suara tegas.


"Ikuti ucapan daddy kamu baby" ucap Arsen dengan suara lembut.


"Tapi ka" ucap Geby yang langsung di potong Arsen.


"Kamu percayakan kan sama aku baby" potong Arsen dengan suara tegas.


"Baiklah ka" ucap Geby tak protes lagi.


Pablo seperti cacing kepanasan melihat keduanya yang tak menggubris ucapannya sedari tadi. Ingin rasanya ia menghajar Arsen detik ini juga, tapi ia harus menahannya agar terlihat bermartabat.


Sialan! Rasanya aku ingin mematahkan tangan dan kaki bocah sialan itu, batin Pablo dengan kesal.


"Geby duduk di samping kakak" ucap Gio dengan suara dingin dan tegas.


Tak banyak tanya Geby segera duduk di samping sang kakak. Sedangkan Pablo dan Arsen keduanya duduk berhadapan dengan tatapan datar dan dingin.


"Katakan apa hubungan kamu dengan putriku?" tanya Pablo dengan suara dingin.


"Geby Ulrico adalah kekasihku" jawab Arsen dengan suara tegas.


"Apa!" pekik Pablo dengan kaget.


Matanya seakan ingin keluar dari tempatnya mendengar ucapan Arsen barusan. Ia tidak menyangka bocah yang selalu membuat dia darah tinggi, ternyata adalah kekasih putrinya.


"Sejak kapan?" tanya Pablo dengan tatapan tajam.


"Saat acara pernikahan Rayen" jawab Arsen dengan jujur.


Phew............


Pablo membuang napas dengan kasar mendengar jawaban Arsen. Ia tidak akan pernah menyetujui hubungan keduanya sampai kapanpun.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Sepertinya kamu akan didahului oleh adikmu Gio" ucap Steven sambil tersenyum smirk.


"Mungkin uncle" balas Gio dengan suara dingin.


"Tutup mulutmu sialan! Jangan meracuni otak putraku" hardik Pablo dengan suara tinggi.


"Kenapa? Bukannya apa yang aku bilang benar ya. Lagian umur Arsen sudah matang dan siap menikah?" tanya Steven dengan santai.


"Itu tidak akan pernah terjadi" jawab Pablo dengan suara tegas.


"Memangnya kenapa daddy?" tanya Geby dengan cepat.


Pablo melihat putrinya bergantian dengan Arsen dengan tatapan sulit diartikan. Ia menggeleng kepala tak menerima jika keduanya menjalin hubungan.


"Putuskan hubungan kalian saat ini juga" ucap Pablo dengan suara lantang.


Duar.............


Bagai di sambar petir Geby dan Arsen kaget mendengar ucapan Pablo barusan. Keduanya tidak menyangka kalau Pablo akan mengatakan hal itu.


"DADDY" teriak Geby dengan wajah merah padam.


Kedua tangannya mengepal mendengar ucapan daddynya yang menyuruh mereka untuk putus. Sedangkan Arsen ia menatap Pablo dengan tatapan dingin dan datar.


"Apa alasan anda?" tanya Arsen dengan tenang.


"Kamu tahu jawabannya bocah sialan" jawab Pablo dengan ketus.


"Hehehehe! Jangan bilang anda tidak setuju karena aku memanggil anda pak tua" tebak Arsen sambil terkekeh.


"Ckk!!" decak Pablo dengan sinis.


"Apa-apaan daddy! Jadi hanya itu saja daddy tidak merestui hubungan kami?" tanya Geby dengan kaget.


"Pokoknya sampai kapanpun daddy tidak menyetujui kamu berhubungan dengan dia" ucap Pablo dengan tegas.


"Daddy jahat" hardik Geby sambil berlari pergi dari sana.


Pablo mengusap wajahnya dengan kasar melihat putrinya yang sudah masuk ke dalam kamar. Ia yakin pasti saat ini Geby sedang menangis.


"Dude kamu sudah menyakiti perasaan anakmu" ucap Steven.


"Diam kamu sialan!" bentak Pablo dengan kesal.


"Aku cuma mau bilang sampai kapanpun aku tidak akan memutuskan Geby. Meski akan tidak merestui hubungan kami" ucap Arsen dengan suara tegas.


"Kamu" tunjuk Pablo dengan emosi.


"Selamat siang" ucap suara perempuan mengagetkan mereka semua didalam sana.


Mata keempatnya langsung menatap ke asal suara dan melihat Amira berdiri bersama dengan Anisa asistennya disana.


Seketika bibir Steven terangkat melihat wanita pujaannya. Dengan cepat ia bangun dan langsung menghampiri Amira dan memeluknya.


Eehh...............


Pablo dan Gio tercengang melihat keduanya, berbeda dengan Arsen yang sudah mengetahui hubungan sang nyonya besar dan uncle Steven.


"Kalian" ucap Pablo dengan syok.


"Dia wanitaku dan sebentar lagi kamu akan menikah" ucap Steven dengan suara dingin dan tegas sambil memeluk pinggang Amira dengan posesif


Amira rasanya ingin menghilang saja karena malu, apa lagi Steven selalu saja tidak mengenal tempat saat bertemu dengannya.


Pablo rasanya syok karena hari ini ia mendapat kejutan yang tidak terduga.


Amira dan Anisa yang datang ke sana segera berbincang dengan Pablo membahas kerja sama mereka untuk acara kelulusan Geby minggu depan sekaligus ulang tahunnya.


1 Minggu kemudian


Waktu berlalu dengan sangat cepat dan tak terasa sudah 1 minggu berlalu. Geby yang sudah satu minggu tidak berbicara dengan daddynya membuat Pablo kelimpungan.


"Sayang mau sampai kapan kamu diami daddy terus?" tanya Pablo setelah mereka mengambil hasil kelulusan Geby.


"Sampao daddy merestui hubungan aku dan ka Arsen" jawab Geby dengan suara dingin.


Phew................


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Pablo membuang napasnya dengan kasar mendengar ucapan sang putri. Sedangkan Gio yang menatap keduanya dari kaca spion hanya diam saja.


~ Rose Hotel ~


Suasana di hotel Rose terlihat sangat sibuk karena malam ini akan diadakan pesta ulang tahun 18 tahun untuk putri pengusaha dari Pablo Ulrico.


"Benar nyonya" jawab Arsen dengan suara dingin.


"Tapi bukannya hubungan kalian tidak direstui oleh uncle Pablo ya?" tanya Leila dengan mata memicing.


"Aku sudah mendapat restu dari pak tua itu nyonya" jawab Arsen sambil tersenyum smirk.


"Aku rasa kamu melakukan sesuatu sehingga mendapat restu dari uncle Pablo" tebak Leila.


"Mungkin saja nyonya" balas Arsen tersenyum lebar.


Leila melongo mendengar ucapan Arsen dan ia sangat penasaran apa yang dilakuan Arsen sehingga mendapat restu dari uncle Pablo.


"Dia melakukan taruhan berburu kemarin dulu dengan uncle Pablo sayang" bisik Denis saat melihat istrinya yang penasaran.


"Taruhan apa sayang?" tanya Leila dengan cepat.


"Siapa yang membawa hasil buruan terbanyak dia yang menang dan yang kalah harus memberikan apa yang di minta pemenang" jawab Denis.


"Jadi Arkan yang benar sayang" tebak Leila.


"Sudah pasti ka Arsen menang ka. Orang ka Arsen itu seorang penembak terbaik ka" ucap Arkan.


"Yang benar Arsen?" tanya Leila.


"Iya nyonya" jawab Arsen sambil tersenyum lebar.


"Kamu memang licik Arsen" ucap Rayen sambil tersenyum menyeringai.


"Jika ada kesempatan maka jangan pernah lepas kesempatan itu" balas Arsen sambil tersenyum smirk.


Semuanya hanya menggeleng kepala mendengar ucapan Arsen. Memang benar jika ada kesempatan maka jangan pernah melewatkan kesempatan tersebut.


"Aku kasihan dengan Geby mendapat jodoh yang licik seperti kamu Arsen" cibir Leila.


"Terima kasih atas pujiannya nyonya" balas Arsen dengan wajah dingin dan datar.


Denis lalu mengajak sang istri untuk makan siang di restoran hotel karena ini sudah jam makan siang. Mereka semua turun ke restoran dan menikmati makan siang bersama.


Semua anggota keluarga dari orang kepercayaan Denis sudah hadir disana tak lupa sahabatnya Adrian bersama kakeknya.


Malamnya saat acara ulang tahun Geby ia tidak menduga jika ia akan mendapat hadiah dari daddynya yaitu pertunangan dia dan Arsen.


Ia tidak berhenti mengucapkan terima kasih kepada Pablo karena akhirnya, daddynya sudah merestui hubungan mereka dan tepat 3 hari lagi mereka akan melangsungkan pernikahan.


4 Bulan kemudian


Hari-hari berlalu dan tanpa terasa sudah 4 bulan berlalu saat pertunangan Arsen dsn Geby. Keduanya juga sudah menikah dan tinggal di rumah Arsen.


~ Mansion Denis Arkana ~


Ah..................


Suara desa**n bergema didalam kamar utama saat pasangan suami istri di atas ranjang mencapai puncak.


Denis jatuh di samping tubuh sang istri sambil mengelus perut buncit istrinya yang semakin besar. Mereka sedang menunggu kehadiran bayi mereka yang di prediksi akan lahir 8 hari lagi.


"Terima kasih sayang" bisik Denis sambil mencium kening Leila dengan lembut.


"Iya sayang" balas Leila.


"Ayok kita bersihkan tubuhmu sayang" ajak Denis dengan suara lembut.


"Gendong sayang" ucap Leila dengan manja.


Denis segera mengendong sang Isti masuk ke dalam kamar mandi dan membersihkan diri dari sisa-sisa percint**n mereka barusan.


Setelah membersihkan diri keduanya lalu tidur karena merasa lelah. Sorenya Leila bangun dan tidak mendapati suaminya di dalam kamar.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Ia lalu bangun dan bergegas keluar setelah membersihkan tubuhnya lagi.


"Dimana suamiku?" tanya Leila kepada pak Tio.


"Tuan tadi keluar bersama tuan Sandro nyonya" jawab pak Tio.


"Oh. Tolong bawakan makanan untukku pak Tio"


"Baik nyonya"


Leila bergegas pergi ke balkon lantai dua ingin menikmati suasana sore sambil melihat pemandangan taman belakang mansion.


Isshh...........


Ringis Leila saat merasa perutnya tiba-tiba sakit tapi tak lama rasa sakit itu hilang. Ia mengelus perutnya dengan lembut agar rasa sakit itu hilang.


"Silahkan nyonya" ucap pak Tio menaruh nampan makanan di depan Leila.


"Terima kasih pak Tio" ucap Leila dengan suara lembut.


"Sama-sama nyonya" balas pak Tio sopan.


Leila segera memakan makanan didepannya karena sudah sangat lapar. Apa lagi melakukan hubungan badan dengan suaminya sehingga menguras banyak sekali tenaga.


Aaarghhh..............


Teriak Leila merasakan kesakitan membuat Denis yang sedang tidur langsung terbangun.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Denis dengan khawatir.


"Perut aku sakit sayang. Sepertinya aku mau melahirkan sayang" jawab Leila dengan napas satu-satu.


"Apa" pekik Denis dengan kaget.


Dengan panik Denis segera memakai pakaian dan berteriak memanggil pak Tio untuk menyiapkan mobil.


Denis segera mengendong Leila keluar dari kamar untuk segera ke rumah sakit. Pak Tio juga bergegas mengambil tas untuk kebutuhan lahiran Leila yang sudah disiapkan oleh Leila.


"Sayang sakit........hiks hiks hiks" ucap Leila sambil menangis.


"Kamu tahan ya sayang sebentar lagi kita sampai" ucap Denis sambil menggenggam tangan istrinya.


Thomas yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi membawa mereka ke rumah sakit. Beruntung jalanan sepi jadi mereka tidak membutuhkan waktu lama tiba di rumah sakit.


~ Medika Hostipal ~


Cekitt...........


Bunyi ban mobil Denis berdecit saat tiba didepan rumah sakit. Dengan cepat ia membawa Leila keluar dan beruntung mereka sudah di tunggu dokter Suci setelah tadi mendapat kabar dari pak Tio.


"Siapkan ruangan bersalin" titah dokter Suci dengan suara tegas.


"Baik dok" ucap suster.


Sampainya di ruang bersalin dokter Suci segera mengecek kondisi Leila dan kandungannya.


"Nyonya sudah pembukaan 10 tuan dan sudah saatnya nyonya melahirkan" ucap dokter Suci.


"Lakukan" titah Denis dengan suara dingin.


"Nyonya ikuti aba-aba saya ya nyonya" ucap dokter Suci.


Leila mengangguk kepalanya tak bisa berbicara lagi karena merasa sangat kesakitan. Denis terus menggenggam tangan istrinya dan membisikan kata-kata cinta.


"Tarik napas dulu baru dorong nyonya" ucap dokter Suci memberikan instruksi.


Eeuugghh............


Leila mengejang dengan kuat mendorong bayinya sekuat tenaga. Dokter Suci yang melihat kepala sang bayi sudah terlihat terus memberikan instruksi kepada Leila.


Eeuuggghh...............


Oek...........oek..........oek.........


Suara tangisan bayi membahana didalam sana setelah Leila mengenjang untuk kedua kalinya. Tubuh Leila tak bertenaga lagi setelah mendengar tangisan sang anak.


"Terima kasih sayang. Terima kasih" ucap Denis sambil menangis dan mencium seluruh wajah sang istri.


Leila tersenyum manis melihat suaminya tak menyangka akan melihat suaminya menangis. Apa lagi ia sekarang sudah menjadi seorang ibu.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue..................