Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 124


“Kenapa kalian semua lihat aku kayak gitu?” tanya Arkan dengan bingung.


“Bocah lebih baik kamu diam saja karena semua usulanmu itu tidak berguna” ucap Sandro dengan sinis.


“Ini mulutku kenapa ka Sandro repot sekali” sarkas Arkan tak kalah sinis.


Bugh…………..bugh……………brugh……………..


Adrian kaget saat Arsen tiba-tiba lewat didepannya seperti angin dan memukul Arkan dan Sandro tepat di rahang mereka. Keduanya seketika terjatuh di lantai karena tidak siap dan tidak menyangka jika akan di pukul oleh Arsen.


“Apa maksudmu bocah mata empat? Apa kamu sudah gila sialan!” hardik Sandro dengan suara tinggi.


“Ka Arsen!” pekik Arkan dengan suara tinggi sambil memegang rahangnya yang sakit.


Arsen tak menjawab ucapan keduanya dan hanya memberi isyarat lewat matanya menujuk Denis yang sedang menatap mereka dengan tatapan membunuh sambil bersedekap tangan didada.


Glek…………


Keduanya menelan saliva dengan susah melihat tatapan Denis yang sangat mengerikan seakan ingin menelan mereka hidup-hidup. Keduanya bangun dengan diam tidak protes lagi meski dalam hati sedang memaki dan mengumpat Arsen karena memukul mereka dengan kuat.


“Jadi apa yang akan kamu lakukan kepada manusia sialan itu dude?” tanya Adrian.


“Mata di balas mata! Gigi di balas gigi! Tangan di balas tangan!” jawab Denis dengan suara dingin dan aura membunuh.


“Kamu tidak bisa melakukan itu dude karena polisi pasti akan turun tangan juga kali ini” ucap Adrian yang paham apa yang akan sahabatnya lakukan.


Denis tersenyum menyeringai menatap Adrian seakan ia mengatakan kalau ia tidak perduli sama sekali dengan pihak kepolisian. Sedangkan Arsen ia terus sibuk dengan laptonya mencari keberadaan Leila dan Kenzo.


“Untuk apa Ando mengiirm pesan lokasi kepada ku” ucap Sandro dengan bingung saat membuka hpnya dan mendapati pesan masuk dari Ando.


“Mungkin dia ingin kamu menemuinya” balas Adrian.


“Atau dia salah kirim pesan” tambah Arkan.


“Mungkin juga” ucap Sandro menyetujui ucapan Arkan barusan.


Tidak dengan Denis yang memikirkan hal lain dengan pesan yang di kirim Ando. Rahangnya seketika mengeras menebak apa maksud pesan Ando dan menghubungkan dengan apa yang terjadi saat ini.


“Arsen lacak lokasi yang dikirim Ando barusan” titah Denis dengan suara tinggi.


“Iya bos” ucap Arsen tak membantah.


“Ada apa dude? Kenapa kamu ingin tahu lokasi asisten manusia sialan itu?” tanya Adrian dengan penasaran.


Denis menatap Adrian sambil tersenyum smirk membuat Adrian berdecak kesal, tapi sesaat matanya melotot kaget baru mengerti dengan ucapan Denis barusan.


“Jangan bilang kalau itu lokasi Leila disekap” terka Adrian.


“Bingo!” ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


“Kenapa aku tidak berpikir kesana jika Ando adalah tangan kanan Kenzo sekaligus orang kepercayaannya. Otomatis dia pasti tahu dimana lokasi nona Leila saat ini” ucap Sandro dengan kaget.


“Ckk!! Ka Sandro memang bodoh! Coba dari tadi ka Sandro baca pesannya pasti kita sudah menemukan ka Leila!” ketus Arkan dengan tatapan kesal menatap Sandro.


“Bocah” tunjuk Sandro dengan tatapan tajam menyuruhnya untuk tidak memprovokasinya.


Jari tangan Arsen bergerak dengan lincah diatas keyboard melacak keberadaan Ando dari lokasi yang di kirimnya tak lupa mencari tahu apa lokasi itu berhubungan dengan Leila atau tidak.


Tak………….


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Arsen menekan tombol enter setelah memasukan perintah hacking melacak lokasi dan keamanan server, bibirnya tersenyum menyeringai melihat hasil yang barusan ia dapat dan sesuai tebakan Denis tadi kalau lokasi itu adalah lokasi dimana Leila dan Kenzo berada saat ini.


“Bos benar. Itu adalah lokasi sialan itu dan juga ada nona Leila saat ini” ucap Arsen dengan cepat.


“Siapkan helikopterku” titah Denis dengan suara dingin.


“Oke bos” ucap Sandro.


Selang 5 menit akhirnya helikopter Denis tiba disana dan mereka semua bergegas menuju ke rooftop untuk menuju lokasi Leila. Arsen juga sudah menyuruh anak buah mereka pergi lebih dulu kesana dengan helikopter lain untuk memantau situasi disana sebelum mereka sampai.


~ Vila Kenzo ~


Eughhh……………


Leila melenguh sambil mengerjab matanya beberapa kali menyesuaikan cahaya lampu yang masuk ke matanya karena baru saja sadar dari pingsan. Saat ia akan mengerakkan tangan dan kakinya ia kaget bukan main karena tak bisa mengerakkan tangan dan kakinya.


“Kenapa aku diikat?” tanya Leila saat melihat tangan dan kakinya diikat dengan kuat.


“Permisi! Siapa itu? Apa anda bisa menolongku membuka ikatan di tangan dan kakiku?” tanya Leila dengan suara lembut.


“Halo! Permisi apa anda bisa menolongku” ucapnya lagi saat tak mendapat balasan dari orang itu.


Keningnya mengerut melihat orang itu yang tidak membalas ucapannya padahal ia hanya ingin meminta tolong membukakan ikatannya. Leila mencoba melepaskan ikatan di tangan dan kakinya tapi tidak bisa karena diikat dengan kuat.


Tak lama matanya melotot mengingat apa yang terjadi sebelum ini saat ia berada di supermarket dana apa yang ia alami setelah keluar dari kamar mandi.


“Putri tidur rupanya sudah bangun ya” ucap Kenzo yang sudah berada tepat didepan Leila.


“CEO Kenzo” pekik Leila dengan kaget saat mengangkat kepalanya melihat siapa yang berdiri didepannya.


Leila syok tak menyangka jika orang yang menculiknya adalah Kenzo Arjuna yang selama ini terus mencari cara untuk menyingkirkannya dari posisi presdir. Leila juga tahu jika dalang dari serangan beberapa waktu yang lalu adalah ulah orang didepannya.


“Apa maumu? Kenapa kamu menculikku?” tanya Leila dengan suara tinggi.


Hehehehe……………….


Kenzo tak menjawab malahan terkekeh sambil berjongkok didepan Leila dan memegang dagunya dengan kuat membuat Leila meringis merasa kesakitan.


“Aku tidak menyangka jika hari ini akan datang. Akhirnya aku bisa merasakan bagaimana lembutnya kulit seorang presdir BakerTech” ucap Kenzo dengan sensual sambil mengelus pipi Leila.


“Lepaskan tangan kotormu dari wajahku berengsek!” hardik Leila dengan suara tinggi.


Plak………………….


Telinganya Leila berdengung saat Kenzo menampar pipinya dengan kuat dan rasanya sangat sakit sekali. Ia mengelengkan kepalanya merasa pening apa lagi pipi bekas tamparan Kenzo yang terasa sangat panas.


“Mulutmu memang sangat pedis sayang tapi aku suka. Aku sudah tidak sabar ingin membungkam mulut cantik itu dengan mulutku” ucap Kenzo sambil menjilat bibirnya dengan penuh napsu.


“Cuih! Dalam mimpimu bajingan!” sarkas Leila sambil meludah tepat didepan wajah Kenzo.


“Sepertinya aku sudah terlalu baik sama kamu ya perempuan ja**ng” bentak Kenzo dengan emosi.


Bugh………………bugh……………bugh……………..


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Kenzo menendang tubuh Leila dengan brutal tak perduli jika yang ia tendang saat ini adalah seorang perempuan. Emosinya memuncak tak terima diludahi oleh Leila seakan merendahkan harga dirinya sebagai laki-laki dan juga ia sangat membenci Leila karena ingin mengusut tentang kasus korupsi didalam perusahaan dimana ia salah satunya.


“Perempuan sialan! Beraninya kamu meludahiku ja**ng!” maki Kenzo dengan suara tinggi


Bugh………….bugh…………..bugh…………….


Kenzo terus menendang Leila hingga ia batuk mengeluarkan darah dari mulut karena tendangan Kenzo yang sangat kuat di perutnya barusan. Matanya menatap lantai dengan nanar sambil berteriak kesakitan tak sanggup lagi menahan rasa sakit ini.


“D……en…….is tolo……ng a……ku” lirih Leila dengan suara putus-putus.


“Dasar perempuan berengsek! Hari ini aku akan memberimu pelajaran yang tidak akan pernah kamu lupakan *bi*h” ucap Kenzo sambil menjambak rambut Leila.


“P…..enge……cut” ejek Leila dengan tatapan cemooh.


“Fu*k you bi**h” maki Kenzo dengan suara tinggi.


Bugh……………….prang…………………


Aarrggh……………..


Teriakan kesakitan Leila menggelegar didalam sana saat tubuhnya di lempar ke arah lemari kaca dibelakangnya hingga pecah. Beruntung pecahan kaca tidak menusuk tubuhnya, melihat Leila yang masih bertahan Kenzo menarik rambutnya dan mengambil pecahan kaca sambil tersenyum menyeringai.


“Kita lihat apa kamu masih akan sombong lagi jika wajahmu aku bikin jadi cacat ja***g” ucap Kenzo sambil tersenyum smirk menunjukkan sepotong kaca yang ia pegang.


“J……angan! Aku m….ohon jan….gan” pinta Leila dengan gemetar ketakutan.


“Hehehehe…………dimana keberanian kamu tadi sialan! Ini akibatnya kamu berani meremehkan aku selama ini bangsat!” ucap Kenzo sambil terkekeh.


“Tolo…….ng jan……..gan laku…..kan itu. Aku m….ohon” ucap Leila semakin ketakutan.


“Nikmati saja perempuan sialan!”


Leila memberontak tak ingin wajahnya dilukai oleh Kenzo dengan pecahan kaca yang ia pegang saat ini, sedangkan Kenzo ia tersenyum menyeringai menatap Leila yang gemetar ketakutan didepannya.


Brak…………………dor……………….


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue………………