
Keempatnya mengusap wajah mereka dengan kasar memikirkan nasib mereka malam ini yang sungguh sial.
"Mas kenapa diam saja?" tanya Geby dengan tatapan tajam.
"Baby bisa tidak jangan menyanyi didepan sana. Mas akan lakukan apapun yang kamu mau asalkan jangan menyanyi dangdut baby" bujuk Arsen dengan memelas.
"Hiks hiks hiks........jadi mas ngak mau.........hiks hiks hiks.........padahal ini kan permintaan anak kita mas" lirih Gaby menangis sambil mengelus perutnya yang terlihat sudah membuncit.
"Nak turuti keinginan istrimu sana. Lagian ini permintaan buah hati kalian" ucap Bella dengan suara lembut.
"Benar itu dek. Emang kamu mau nanti anakmu ileran saat lahir karena papanya tidak mau memenuhi keinginannya" tambah Riana.
"Baiklah" balas Arsen dengan pasrah mengikuti keinginan sang istri.
"Yeayy! Terima kasih suamiku" pekik Geby dengan senang.
Sabar Arsen ingat ini semua buat anak kamu, batin Arsen menahan rasa kesalnya.
Tak jauh berbeda dengan Arsen saat ini, Rayen juga tengah membujuk istrinya agar tidak menyuruhnya menyanyi seperti Arsen di atas pelaminan.
"Ayolah sayang. Aku akan penuhi apapun yang kamu mau nanti" bujuk Rayen dengan memelas.
"Jangan mau kakak ipar" ucap Arkan dengan cepat.
"Bocah kamu diam saja disitu!" bentak Rayen dengan tatapan tajam.
"Tetap aku tidak mau mas. Kamu pilih menyanyi didepan sana penuhi keinginan anak kita atau tidur di luar sampai anak kita lahir" ancam balik Claudia dengan tatapan tajam.
Glek...............
Rayen menelan salivanya dengan susah mendengar ucapan sang istri yang mengancamnya. Mungkin karena hormon hamilnya, sehingga sifat Claudia yang dulunya lembut dan sopan berubah drastis seperti sifatnya yang keras kepala dan arogan.
"Baiklah sayang" ucap Rayen pasrah.
"Rasain ka" ejek Arkan sambil tersenyum lebar.
"Arkan udah dong jangan pancing emosi presdir Baker" bisik Mark saat Rayen menatap Arkan dengan tatapan tajam.
"Biarin aja! Itu balasan buat ka Rayen karena selama ini sudah menyuruh aku melakukan semua keinginan ka Claudia yang tidak masuk akal" balas Arkan dengan kesal.
Apa lagi mengingat semua yang ia lakukan selama ini demi memenuhi ngidam kakak iparnya itu. Tidak ka Claudia atau ka Leila, mereka semua membuat dia pusing saat kehamilan anak mereka.
"Sayang" panggil Rian dengan suara lembut.
"Jangan paksa aku mas karena mas tahu ini bukan keinginan aku tapi keinginan anak kita" balas Anisa dengan mata berkaca-kaca.
"Baiklah sayang apapun akan mas lakukan demi kamu dan buah hati kita" ucap Rian sambil tersenyum manis mengelus kepala sang istri.
"Terima kasih mas" ucap Anisa sambil tersenyum lebar.
"Heemmmm" deham Rian.
Wajah Rian sudah seperti setrika rusak tak bisa menghindar permintaan sang istri, apa lagi saat membawa nama anak mereka.
Hahahahaha...............
Tawa Sandro pecah melihat adik iparnya yang membujuk sang istri untuk mengurungkan niatnya.
"Sudahlah Arya. Penuhi saja keinginan istrimu jika tidak nanti anak kalian bakal ileran saat lahir karena kamu tidak memenuhi keinginannya saat didalam perut" ucap Sandro sambil tersenyum menyeringai.
"Tapi...." ucap Arya yang langsung di potong Ara.
"Kalau mas tidak mau sana jangan dekat-dekat aku" ketus Ara dengan tatapan tajam.
Phew............
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Arya membuang napasnya dengan kasar melihat sang istri yang sudah marah. Mau tidak mau ia harus melakukan keinginan aneh istrinya.
"Baiklah mas akan lakukan apapun asalkan kamu dan baby kita senang" ucap Arya dengan pasrah
"Terima kasih mas" ucap Ara dengan senang.
Benarkan pikirkan Arya tentang istrinya yang aneh, karena tiba-tiba saja moodnya itu sudah berubah dan tidak marah lagi.
Mega dan kedua cucunya Ari dan Anthoni tertawa melihat wajah Arya yang ditekuk, karena harus menyanyi lagu dangdut di atas pelaminan memenuhi keinginan sang istri.
"Cek cek cek" ucap Adrian dari atas pelaminan.
Semua mata langsung tertuju kepada Adrian yang berdiri didepan sana bersebelahan dengan pengantin.
"Selamat malam semuanya. Malam ini aku spesial akan memberikan lagu khusus buat pasangan pengantin baru kita yaitu aunty Amira dan uncle Steven dan semoga pernikahan aunty dan uncle bahagia, langgeng sampai maut memisahkan kalian" ucap Adrian sambil tersenyum manis.
Denting bunyi piano mengalun dengan indah saat Adrian memainkannya. Apa lagi suaranya yang merdu saat membawakan lagu NYCT - This I Promise You dengan penuh penghayatan.
Semua tamu hadirin terhanyut dalam lagu itu, apa lagi suara Adrian yang memang sangat merdu karena dia adalah mantan penyanyi sekaligus aktor terkenal sebelum berbuah profesi menjadi direktur perusahaan.
Prok..........prok...........prok............
Riuh tepuk tangan menggema di sana saat Adrian selesai perform. Amira bangun dan memeluk Adrian mengucap terima kasih diikuti Steven.
"Oh ya sebelum aku turun, aku juga ingin memberikan kesempatan kepada teman-teman aku untuk tampil" ucap Adrian dengan suara lantang.
"Kita sambut Rayen Baker, Arsen Sanjaya, Rian Nugroho, Arya Ginanjar" teriak Adrian menggema.
Prok...........prok..........prok...........
Suara riuh tepuk tangan kembali bergema membuat keempat pria yang disebut namanya, menatap Adrian dengan tatapan membunuh.
"Kenapa Rayen dan lainnya ingin menyanyi sayang?" tanya Denis yang sedang mengendong baby Kai dengan bingung menatap sang istri.
"Mana aku tahu sayang" jawab Leila dengan cepat.
Rayen memicing melihat gelagat sang istri yang menyembunyikan sesuatu. Leila yang ditatap suaminya mendadak grogi karena tatapan suaminya sangat tajam.
"Kenapa kamu melihat aku kayak gitu sayang?" tanya Leila dengan gugup.
"Kamu tidak sedang menyembunyikan sesuatu kan sayang?" tanya balik Denis dengan suara dingin.
"TIDAK" jawab Leila dengan suara tinggi.
Baby Kai sampai melihat ke arah sang mama karena kaget. Leila buru-buru meminta maaf kepada putranya karena sudah mengagetkannya.
"Jangan marah nak anak mama. Mama tadi cuma reflek aja sayang" ucap Leila dengan suara lembut mencium pipi sang anak.
Baby Kai tersenyum memamerkan gusi merahnya membuat Leila kembali mencium pipi montok putranya.
Bisa gawat nih kalau suami aku tahu ini semua rencana ka Claudia dan lainnya yang ingin mengerjai suami mereka, batin Leila.
Denis tersenyum smirk membaca pikiran sang istri dan akhirnya ia tahu aapa yang istrinya sembunyikan.
Bunyi lagu dangdut bergema di sana apa lagi melihat 4 pria tampan yang berjoget dengan kaku diatas sana. Suara tawa menggema melihat penampilan keempatnya yang bernyanyi dengan fals.
Adrian, Arkan, dan Sandro sampai terpingkal-pingkal melihat keempatnya. Ketiganya bahkan sampai merekam aksi mereka didepan pelaminan tidak mempedulikan tatapan tajam keempatnya.
Berengsek, batin keempatnya dengan serentak menatap Adrian, Arkan, dan Sandro.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Bangsat kamu Adrian" maki Rayen dengan kesal.
"Kalian cocok jadi penyanyi dangdut! Hehehe" ucap Sandro sambil terkekeh.
"Tutup mulutmu sialan sebelum aku robek" hardik Arsen dan Rian serentak.
"Hehehehe! Kalian pikir aku takut" balas Sandro sambil terkekeh.
"Bangsat!" maki keduanya dengan kesal.
"Kakak sangat cocok jadi penyanyi dangdut" ucap Arkan sambil mengangkat kedua jari jempolnya.
Bugh...............
"KAKAK" pekik Arkan dengan kesal saat kepalanya di pukul Rayen.
"Apa? Mau lagi?" tanya Rayen dengan tatapan tajam.
"Ckk!!" decak Arkan dengan bibir mengerucut tak bisa menjawab.
Keempatnya segera pergi dari sana menahan rasa malu yang amat besar. Jika ini bukan keinginan istri mereka pasti mereka tidak akan pernah mau melakukan hal seperti ini.
"Kalian sangat bodoh" ejek Denis saat keempatnya sampai didepannya.
"Jangan mulai Denis. Suasana hati aku sedang buruk" ucap Rayen dengan kesal.
"Memang kalian itu bodoh. Mau aja dibohongi istri kalian" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
"Bos jangan bilang" ucap Arsen yang sudah bisa menebak apa maksud anda bos.
"Kita di kerjain istri kita" tebak Rian dengan cepat.
"Jangan asal fitnah Denis. Aku tidak suka kamu mengatai istriku berbohong dan aku tidak akan melepas siapapun yang sudah mengatai istriku" ancam Rayen dengan tatapan membunuh.
"Ah! Jadi menurutmu aku ini berbohong. Apa aku seperti itu?" tanya Denis dengan suara dingin dan datar sambil menatap sang istri.
Leila menunduk melihat tatapan sang suami dan ia tahu pasti suaminya sudah mengetahui apa yang ia sembunyikan.
"Dek" panggil Rayen dengan suara dingin melihat tatapan Denis ke arah sang istri.
"Jauhkan pandanganmu dari istriku" hardik Denis dengan suara dingin dan tegas.
"Fu*k you Denis! Dia itu adik aku" maki Rayen dengan suara tinggi.
"Ka Rayen tahan emosi kakak. Ingat kita lagi di acara mama Amira ka" ucap Arkan menahan sang kakak yang ingin menghajar Denis.
"Bodoh" cibir Denis sambil tersenyum mengejek.
Rayen menutup mata mengontrol emosinya karena selalu saja Denis suka membuatnya kehilangan kontrol jika berbicara dengannya.
Matanya lalu tertuju kearah sang adik bersama Arsen, Rian, Arya yang menatap mereka dengan tatapan bersalah. Detik itu juga mereka tahu kalau ini semua adalah ide istri mereka untuk mengerjai mereka.
Keempatnya lalu menatap istri mereka dengan tajam membuat empat istri mereka menelan saliva dengan susah.
"Kita pulang" ucap keempatnya serentak dengan suara dingin sampai didepan istri mereka.
Leila menatap Ara, ka Anisa, ka Claudia, dan Geby dengan kasihan. Keempatnya mengangguk kepala memberitahu Leila untuk tidak memikirkan mereka dan biarkan mereka yang menghadapi suami mereka masing-masing.
Semoga mereka baik-naik saja, batin Leila dengan sedih.
"Jangan ikut campur masalah rumah tangga mereka sayang. Biarkan mereka yang menyelesaikannya" bisik Denis dengan suara lembut.
"Iya sayang"
Cup......................
Denis mencium bibir istrinya dengan lembut tidak perduli dimana mereka berada. Sebelum itu ia sudah menutup mata baby Kai dengan sebelah tangannya agar tidak melihat apa yang di lakukan orang tuanya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Oh come on dude" (ayolah kawan) ucap Adrian dengan kesal menatap sahabatnya yang sibuk berciuman.
"Cih! Pengganggu" decih Denis dengan kesal.
"Sayang berikan baby Kai sama aku untuk aku susui sebelum dia tidur" ucap Leila dengan wajah merah padam merasa malu.
Tak berkata apa-apa Denis segera memberikan baby Kai kepada istrinya dan membawa dia masuk ke dalam rumah di temani mbok Erna pengasuh baby Kai.
"Jadi aunty Amira tetap akan tinggal di sini sama uncle Steven?" tanya Adrian.
"Ya" jawab Denis dengan singkat.
"Apa anaknya mau tinggal di sini?" tanya Adrian lagi.
"Kalau tidak mau pergi saja tinggal di hotel" jawab Denis dengan ketus.
"Ckk!! Kamu itu saudara tiri yang kejam" decak Adrian kesal.
"He is not my brother. Sampai kapanpun aku hanya anak tunggal" (dia bukan adikku) balas Denis dengan tatapan tajam.
"Ya ya ya terserah kamu saja"
"Heemmm" deham Denis.
Keduanya lalu mengobrol tentang perusahaan dan kakek Adrian yang memilih kembali ke Swiss. Sedangkan ayah dan keluarga tiri Adrian mereka sudah keluar dari daftar keluarga Castel dan mungkin saat ini sudah menjadi gembel.
Zeus yang tadi sempat mendengar ucapan Denis merasa sedih. Karena kesalahannya ia sampai tidak diterima Denis menjadi saudaranya.
"Bos" panggil Lexi dengan suara dingin.
"Ikut aku" ajak Zeus tahu ada sesuatu yang penting yang ingin Lexi beritahu.
Sampainya di rumah kaca milik Amira, Zeus langsung menatap Lexi dengan tatapan tajam menyuruhnya untuk bicara.
"Keluarga besar mommy bos sedang dalam perjalanan ke Indonesia bos" ucap Lexi memberitahu.
"Untuk apa mereka kesini?" tanya Zeus tak suka.
"Aki tidak tahu bos. Tapi kata anak buah kita mereka sudah mendengar tentang pernikahan bos besar" jawab Lexi.
"Hehehehe! Jangan bilang mereka tidak menerima daddy menikah lagi" tebak Zeus sambil terkekeh.
"Sepertinya bos. Tapi menurutku mereka takut bos besar membagi harta bos ke nyonya Amira selaku istri sah saat ini" ucap Lexi.
"Itu bisa saja. Lagian fine-fine saja kalau daddy memberikan sebagain hartanya kepada mommy Amira. Apa lagi mommy Amira sekarang kan sudah jadi istri sah daddy"
"Mungkin bos tidak masalah tapi tidak dengan mereka yang haus akan harta"
"Ya kamu benar"
Zeus menatap ke arah daddy dan mommy Amira dengan tatapan tajam. Kedua tangannya mengepal tak akan membiarkan keluarga mommy kandungnya merusak kebahagian daddynya kali ini.
Aku tidak akan membiarkan kalian merusak kebahagian daddy kali ini, batin Zeus dengan tatapan membunuh.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue.................