Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 200


Lisa menelan salivanya dengan susah saat Denis memanggilnya. Ia yakin pasti Denis akan menghukumnya karena kejadian tadi dan tidak melaporkan kemana sang nyonya pergi.


Sedangkan Leila yang melihat Lisa menghampiri suaminya sudah berdiri dengan ketakutan. Apa lagi aura sang suami yang terasa sangat mencekam.


Plak................brugh..............


"Sayang" pekik Leila dengan kaget.


Bagaimana tidak Denis menampar Lisa dengan kuat hingga terpental ke belakang dan terjatuh di lantai. Telinga Lisa berdengung merasakan sakit yang amat luar biasa.


"Hiks hiks hiks.............jangan hukum Lisa sayang..........hiks hiks hiks........hukum saja aku karena ini salah aku sayang.........hiks hiks hiks" pinta Leila berdiri didepan suaminya sambil menangis histeris.


"Minggir" titah Denis dengan suara dingin.


"Tidak sayang.......hiks hiks hiks........aku mohon jangan pukul Lisa sayang! Ini semua salah aku sayang.....hiks hiks" bantah Leila semakin histeris.


"PAK TIO" panggil Denis dengan suara menggelegar.


"Iya tuan" jawab pak Tio dengan gugup menghampiri Denis.


"Bawa istriku ke kamar dan jangan biarkan dia keluar" titah Denis dengan suara tegas.


"Baik tuan"


"Apa! Jangan sayang aku mohon........hiks hiks hiks.......ini bukan salah Lisa sayang. Ini semua salah aku jangan hukum dia sayang" pinta Leila dengan histeris.


"Kamu tunggu saja di kamar sayang karena kamu tetap akan di hukum juga" balas Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Sayang aku mohon jangan hukum Lisa. Dia tidak bersalah" pinta Leila dengan memohon.


"Bawa istriku ke kamar!" bentak Denis dengan suara menggelegar.


"Sayang" teriak Leila tak mau.


"Nyonya saya mohon ikuti perintah tuan" ucap pak Tio dengan memohon.


"Tidak! Aku ingin tetap disini" bantah Leila dengan suara tinggi.


"PERGI!" teriak Denis dengan suara menggelegar.


Tubuh Leila gemetar ketakutan melihat kemarahan sang suami. Mau tak mau ia harus mengikuti pak Tio karena yakin jika dia tidak pergi pak Tio yang akan jadi sasaran.


Sebelum pergi Leila menatap Lisa dengan rasa bersalah yang di balas Lisa dengan anggukan kepala, memberitahu untuk tidak mengkahawatirkannya.


Melihat istrinya sudah pergi aura Denis semakin terasa mencekam dan mengintimidasi didalam sana. Claudia yang tadi ikut bersama dengan mereka berdiri dengan gemetar ketakutan.


Bugh............bugh............bugh.........


"Sudah aku bilang jangan biarkan istriku keluar berengsek!" bentak Denis sambil memukul Lisa.


"Maa......fkan aku bos" lirih Lisa dengan napas satu-satu.


"Berapa kali harus aku bilanh untuk beritahu aku selalu tentang istriku bangsat!" teriak Denis dengan emosi.


Bugh...............brak..............


Denis menendang Lisa hingga terpental mengenai kursi hingga patah. Melihat Lisa sudah babak belur Denis menutup mata mengontrol emosi.


Ia berlalu naik ke lift menuju lantai dua, Claudia yang melihat apa yang terjadi sampai terjatuh di lantai tak bisa menahan tubuhnya yang sangat lemas ketakutan.


Apa aku berada di neraka, batin Claudia dengan gemetar.


Tak beberapa lama Sandro, Arsen, dan Adrian berlari masuk ke dalam mansion. Mereka kaget melihat Lisa yang sudah babak belur di lantai dengan Claudia yang terlihat syok tak jauh darinya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Hubungi Arkan atau Rayen untuk kesini segera. Aku takut Denis sampai main tangan dengan Leila" ucap Adrian.


"Heemmm" deham Arsen segera mengambil hpnya.


Sandro yang sedang melihat keadaan Lisa segera menyuruh anak buah mereka membawa Lisa ke paviliun belakang, tak lupa menelpon Bimo untuk datang.


"Pak Tio dimana Denis?" tanya Adrian saat pak Tio keluar dari dalam lift.


"Tuan baru saja masuk ke dalam kamar tuan Adrian" jawab pak Tio.


"Leila?" tanya Adrian dengan cepat.


"Nyonya juga berada didalam kamar tuan Adrian"


"Fu*k!" maki Adrian sambil mengusap wajahnya kasar.


"Apa nyonya akan baik-baik saja didalam sana?" tanya Sandro dengan penasaran.


"Apa bos sangat marah tadi?" tanya Arsen sambil menatap pak Tio.


"Iya tuan Arsen. Nyonya tadi menangis memohon untuk tidak menghukum Lisa tapi tuan tidak mendengarnya dan menyuruh saya membawa nyonya masuk ke dalam dan tidak memperbolehkan nyonya keluar" jawab pak Tio menjelaskan.


"Apa Leila akan dihukum juga?" tanya Adrian dengan penasaran.


"Sepertinya iya tuan Adrian. Tadi saya sempat mendengar tuan berkata akan menghukum nyonya didalam kamar" jawab pak Tio sambil mengangguk kepalanya.


"Sial!" umpat Adrian dengan kesal.


Keempatnya diam memikirkan apa yang terjadi didalam kamar utama saat ini, sampai melupakan Claudia yang masih duduk di lantai dengan syok.


Sedangkan didalam kamar Leila menangis melihat wajah sang suami yang terlihat sangat menakutkan. Ia menunduk tak berani melihat sang suami.


"Apa mukaku ada di lantai?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Maa....f sayang. Maafkan aku......hiks hiks hiks" ucap Leila dengan gemetar ketakutan.


"Kamu tahu sayang aku tidak akan memaafkan diriku jika sesuatu yang buruk terjadi sama kamu di luar sana. Aku menaruh pengawal begitu banyak karena aku sangat takut musuh aku melukaimu" ucap Denis dengan suara dingin.


"Hiks hiks hiks.......maafkan aku sayang.......hiks hiks hiks"


"Kamu tahu kesalahanmu?" tanya Denis dengan suara dingin dan tatapan tataaon tajam.


"Tahu" jawab Leilaa sambil mengangguk kepalanya.


"Katakan"


"Aku keluar tidak meminta ijin kepada suamiku dan tidak mengabarinya" ucap Leila dengan suara bergetar.


"Apa kamu akan melakukannya lagi?" tanya Denis dengan tegas.


"Tidak sayang. Maafkan aku sayang......hiks hiks hiks" jawab Leila dengan rasa bersalah.


Cup.............


Denis mencium bibir istrinya dengan kasar dan membawanya ke ranjang.


Srek............


Ia merobek baju Leila dengan sekali tarikan dan sore itu keduanya kembali menyatu tanpa pemanasan. Leila berteriak kesakitan saat pundaknya di gigit Denis.


Denis memberikan hukuman kepada sang istri berjam-jam tanpa berhenti dengan aktifitas ranjang. Leila yang merasakan perutnya sangat keram hanya bisa berdoa dalam hati agar suaminya berhenti.


"Maaf sa.....yang" lirih Leila sambil memeluk suaminya.


"Jangan mengulanginya sayang" ucap Denis dengan suara lembut.


"Heemmm"


Cup..............


Denis mencium bibir Leila dengan lembut setelah hampir 5 jam mereka berc**ta tanpa henti. Leila yang sudah sangat lelah dan tak bertenaga lagi tidak perduli lagi saat suaminya membersihkan tubuhnya.


"Tidurlah sayang" bisik Denis setelah membersihkan tubuh istrinya.


Melihat istrinya sudah tidur ia segera mengambil obat dan salep mengobati tubuh istrinya. Apa lagi bagian in*inya yang sampai bengkak dan kemerahan.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Denis lalu menyusul istrinya tidur sambil memeluknya dengan erat. Tanpa ia tahu jika di bawah sana semua orang sedang cemas memikirkan Leila takut ia mendapat hukuman yang berat dari Denis.


~ Laviola Hotel ~


Setelah berada di dalam kamar bibirnya tersenyum menggoda menatap seorang pria paruh baya yang duduk di sofa sambil meminum wine.


"Selamat malam tuan Martin Massimo" ucap perempuan itu yang bernama Cindy.


Ya ternyata pria iti adalah Martin Massimo paman sekaligus musuh Denis yang sudah berada di Indonesia dan menginap di hotel Laviola.


"Kesini sayang. Aku sudah tidak tahan lagi" ucap Martin dengan tak sabar.


Cup............


Cindy duduk di pangkuan Martin sambil mencium bibirnya dengan sensual. Martin pun tak kalah membalas ciuman Cindy dengan kasar dan menuntut.


Plup.............


Ciuman keduanya terlepas membuat Martin menatap Cindy dengan tatapan penuh nafsu. Cindy mengelus rahang Martin membuat ia menutup mata merasakan elusan tangan lentik itu.


"Aku lapar sayang. Apa kita boleh makan dulu" bisik Cindy sambil mencium telinga Martin.


"Heemm! Tapi sebentar aku ingin servis yang memuaskan sayang" balas Martin.


"Tentu sayang"


Cindy lalu memesan makanan dan tak berapa lama petugas pun datang mengantar makanan pesanannya. Keduanya lalu sama-sama menikmati makanan itu dengan nikmat, Cindy tersenyum menyeringai menatap piring Martin yang sudah bersih tak tersisa.


Dasar pak tua bodoh, batin Cindy sambil mengolok Martin dida hati.


Tanpa Martin sadari ternyata Cindy adalah anak buah Denis yang bertugas sebagai mata-mata. Sebelum datang tadi ia sudah memberikan racun yang sama persis dengan racun yang diberikan Martin kepada kakaknya dalam makanan yang ia pesan.


Cindy lalu mencampur obat tidur di minuman Martin saat melihat ia sedang menelpon istrinya. Martin yang tidak mencurigai Cindy karena Cindy yang terus menggodanya sampai menghabiskan wine tersebut.


Melihat Martin sudah tidur ia segera menyuruh wanita malam yang yang terkena penyakit HIV untuk menemani Martin malam ini dan segera pulang sebelum ia sadar.


Cindy lalu mengambil hpnya dan menelpon Max untuk memberitahu tentang misinya.


^^^"Halo bos" ucap Cindy.^^^


"Bagaimana?" tanya Max dengan suara dingin.


^^^"Beres bos. Sesuai yang bos perintahkan semuanya sudah aku lakukan" jawab Cindy.^^^


"Bagus. Segera keluar dari sana sebelum pak tua itu bangun"


^^^"Baik bos"^^^


Cindy segera keluar dari sana tak ingin Martin mengetahui apa yang ia lakukan. Sebelum pergi ia menuliskan catatan dengan lipstik untuk Martin kalau ia sangat puas malam ini.


~ Markas Black Damon ~


Max menyimpan hpnya setelah berbicara dengan Cindy. Ia lalu menyuruh Mark menghapus semua jejak Cindy setelah keluar dari hotel.


"Bos sepertinya Adam Rasyid sedang merencanakan sesuatu kepada bos" ucap Mark yang menyadap hp Adam dan mendengar semua pembicaraannya.


"Terus pantau dia. Segera laporkan apapun jika itu menyangkut bos" titah Max.


"Oke bos"


Max segera mengirim pesan ke Arsen memberitahu jika Cindy sudah melakukan misinya kepada Martin Massimo.


Mark kembali berkutat dengan komputer didepannya mencari informasi tentang Adam Rasyid. Tapi tiba-tiba ia memicing mata melihat Liliana Rasyid yang pernah berbicara dengan Roy Martinez di sebuah pesta di Amerika.


"Sepertinya ada sesuatu diantara mereka berdua" gumam Mark.


Ia lalu mencari informasi mengenai keduanya setelah pertemuan di pesta itu dan berharap menemukan sesuatu.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


3 Hari kemudian


Susha 3 hari Leila hanya berdiam diri di dalam kamar karena badannya remuk. Apa lagi bagian in*inya terasa sakit saat berjalan.


Ia menghela napas dalam merasa bersyukur karena suaminya tidak memukulnya. Meski ia juga takut dengan hukuman sang suami yang ternyata menghukumnya di atas ranjang.


"Aku bosan trus didalam kamar" ucap Leila dengan wajah cemberut.


Sedangkan di luar kamar Denis sedang membahas pekerjaan dengan Sandro dan Arsen. Meski hari ini adalah weekend tapi untuk ketiganya tidak ada hari libur sedikit pun.


"Bagaimana sialan Massimo itu? Apa yang dia lakukan sekarang?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Dia saat ini sedang berada di hotel bertemu dengan salah satu mafia asal Jepang bos" jawab Arsen yang melihat cctv dilamar hotel Martin.


"Kirim video dia dengan ja**ng semalam ke istrinya" titah Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Oke bos"


"Apa kita tidak akan bertemu dengan dia bos?" tanya Sandro.


"Malam kita bertemu dengan dia di kasino Adrian" jawab Denis ambil tersenyum menyeringai.


"Oke bos"


"Beritahu Adrian untuk mengirim seseorang buat habiskan uangnya nanti malam" titah Denis.


"Baik bos"


Arsen dan Sandro segera pamit pergi karena sudah tidak ada lagi yang ingin mereka bahas. Denis lalu masuk ke dalam kamar dan langsung disambut wajah cemberut sang istri.


"Kenapa sayang?" tanya Denis dengan suara lembut mengelus kepalanya.


"Aku bosan terus didalam kamar sayang" jawab Leila dengan memelas.


"Tunggu kondisimu pulih baru keluar sayang tapi ingat kamu masih dalam tahap hukuman"


"Ya aku tahu sayang. Tapi aku bosan terus di atas ranjang"


Grep...............


Denis mengendong tubuh istrinya keluar dari kamar menuju ke lantai tiga untuk nonton di ruang bioskop. Leila yang melihat suaminya membawa ke ruang bioskop merasa sangat senang.


Keduanya lalu menonton film bergenre romantis sesuai permintaan Leila. Saat menonton tiba-tiba ia merasa perutnya seperti diaduk melihat adegan didepan sana.


"Sayang" panggil Leila dengan suara lemah.


"Ada apa sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.


Hoek.................


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue.................


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


.......


Hay semua reader's author


Author nggak nyangka ternyata novel Penyesalan Anak Durhaka udah sampai chapter 200πŸ‘πŸ˜πŸ˜πŸ˜


Author mau bilang terima kasih buat semua dukungan kalian semua selama ini yang udah dukung author terus menulis cerita ini😘😘 satu kata dari author yaitu I LOVE YOU ALL MY Reader's😍😘😘😘


Sekali lagi terima kasih semuanya dan tetap sehat selalu dimanapun kalian berada biar terus baca karya author ya😁😁🀭


Love you all my Reader❀️❀️