
Sepanjang jalan menuju mobil keduanya diam tidak mengatakan satu kata pun karena sibuk dengan pemikiran mereka masing-masing.
Keysa sedang tertawa puas dalam hati karena hari ini berhasil mempermalukan Amira, sedangkan Amira sedang memikirkan ucapan Keysa tadi.
Kenapa Keysa berbicara seperi itu tadi? Apa aku punya salah sama dia, batin Amira penuh tanda.
Otaknya memikirkan ucapan Keysa berkali-kali dan memikirkan apa ia selama ini punya salah sama Keysa, tapi ia tidak menemukan jawabannya. Yang ia tahu jika Keysa memang tadi berencana ingin mempermalukan dia disana.
"Keysa" panggil Amira saat keduanya hampir sampai di tempat pak Anton memarkirkan mobil.
"Iya nyonya" balas Keysa dengan sopan.
"Tante itu tidak akan pernah malu seperti kejadian barusan karena tante itu udah biasa disudutkan banyak orang sedari dulu" ucap Amira dengan suara tegas.
"Tante ini tahu betul bagaimana rasanya diejek dan dianggap remeh orang lain, tapi tante tidak pernah takut karena tante punya keyakinan selagi apa yang tante lakukan itu benar maka tante tidak harus malu atau takut" tambahnya lagi.
Ia berbalik melihat Keysa yang melotot kaget mendengar ucapannya dan membalasnya dengan senyum manis, mengatakan jika ia tahu maksud ucapan Keysa yang ingin mempermalukannya tadi saat di tempat ikan.
"Nyonya biar saya bantu bawa belanjaannya" ucap pak Anton menghampiri keduanya.
"Iya pak makasih ya" ucap Amira berbalik kembali menatap pak Anton dengan ramah.
"Sama-sama nyonya" balas pak Anton dengan sopan.
Keysa sendiri berdiri mematung tak menyangka jika apa yang ia lakukan tadi ternyata diketahui oleh tante Amira, ia tidak menyangka kalau tante Amira tahu maksud ucapannya yang memang benar ia ingin mempermalukannya.
Berengsek! Kenapa nenek tua itu tidak kepikiran atau merasa syok sih, batin Keysa dengan kesal.
"Nona Keysa ayok masukan belanjaannya ke bagasi" ucap pak Anton membuat Keysa tersadar dari pemikirannya.
Ia tidak berkata apa-apa dan segera menaruh kantong belanjaan mereka di bagasi mobil dan masuk ke dalam mobil duduk di samping pak Anton.
Selama perjalanan pak Anton terus melirik ke belakang dan ke Keysa merasa ada sesuatu yang tidak beres dari keduanya tapi ia diam saja.
~ D&A Resto ~
Sampainya di restoran Amira segera menyuruh pak Roni untuk mengambil belanjaan mereka di mobil dan mulai mempersiapkan bahan-bahan untuk menu sore nanti, dimana tersisa 3 jam saja dari waktu reservasi untuk acara sore nanti.
"Kamu lihat tidak wajah bu Keysa tadi" bisik Rima seorang pelayan di restoran Amira.
"Aku lihat. Wajahnya itu kayak lagi makan buah asam" balas Sari temannya.
"Aku yakin ada sesuatu yang terjadi dengannya dan lihat saja bentar lagi dia akan marah-marah ke kita" terka Rima.
"Benar! Dia itu serigala berbulu domba saat ada nyonya" ucap Sari dengan kesal.
"Apa kalian berdua dibayar hanya untuk bergosip disini!" bentak seseorang dengan suara tinggi dari belakang mereka.
Keduanya berbalik dan kaget melihat siapa yang membentak mereka dan itu adalah Keysa orang yang sedang mereka gosipkan.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Maafkan kami bu Keysa" ucap keduanya dengan serentak.
"Sekali lagi saya melihat kalian berdua hanya berdiri saja dan tidak bekerja maka saya akan memecat kalian" hardik Keysa dengan suara tinggi.
"Maafkan kami bu Keysa. Kami janji tidak akan mengulangi lagi" ucap Rima dengan cemas mendengar kata pecat.
"Pergi dari hadapanku dan kerja sana" usir Keysa dengan tatapan tajam.
"Baik bu Keysa" balas keduanya serentak sambil berlalu pergi.
Keysa menatap keduanya dengan tatapan tajam melihat kepergian mereka. Tangannya mengepal dengan erat merasa sangat emosi, karena apa yang ia rencanakan hari ini gagal total dan lagi ia juga sempat mendengar namanya yang digosipkan oleh dua orang tadi.
"Lihat saja kalian berdua, aku tidak akan melepas kalian begitu saja" gumam Keysa dengan tatapan emosi.
Ia lalu mengirim pesan ke orang tadi yang mencuri dompet tante Amira untuk memberi pelajaran kepada dua pelayan tadi setelah restoran di tutup. Bibirnya tersenyum menyeringai memikirkan rencana di otaknya untuk memberi pelajaran lagi kepada tante Amira.
Anisa yang hendak pergi ke depan mengurungkan niatnya mendengar ucapan Keysa barusan dan bingung siapa yang dimaksud oleh Keysa barusan.
Setelah Keysa pergi barulah ia pergi ke depan restoran untuk kembali bekerja, berharap orang yang dimaksud oleh Keysa tidak kenapa-napa.
~ DA Corp ~
Jari tangan Arsen bergerak dengan cepat di atas keyboard, membuat program keamanan terbaru untuk perusahaan DA Corp dan juga DA Bank agar tidak dibajak oleh hacker dan juga agar data-data penting mereka selalu aman.
Kring...............
^^^"Halo kak" ucap Arsen dengan cepat merasa ada sesuatu yang terjadi.^^^
"Arsen kamu pulang sekarang" ucap Riana dengan cepat.
^^^"Memangnya kenapa ka?" tanya Arsen dengan cepat.^^^
"Ayah barusan datang dan mengamuk di rumah Arsen" jawab Riana dengan suara bergetar dari seberang.
^^^"Berengsek! Kakak jaga mama ya aku kesana sekarang" umpat Arsen dengan suara tinggi.^^^
Arsen lalu mematikan panggilannya sepihak tak mendengar balasan kakaknya, karena dipikirannya hanya ada mamanya. Dengan cepat ia mengambil jasnya dan berlari keluar dari ruangannya membuat anggota timnya menatapnya dengan bingung.
"Bocah mau kemana kamu?" tanya Sandro saat keluar dari lift ingin ke ruangan Arsen.
"Pulang. Beritahu bos aku pulang lebih awal karena sialan itu ada di rumah" jawab Arsen dengan cepat segera masuk ke dalam lift.
Sandro hanya bisa menatap kepergian Arsen tak berkata apa-apa, karena tahu siapa yang dimaksud oleh Arsen dan ia yakin pasti orang itu sudah membuat keributan di rumah mereka.
~ Kediaman Sanjaya ~
Arsen memarkirkan mobilnya dengan sembarang saat sampai di kediaman Sanjaya. Ia berlari masuk ke dalam rumah dengan langkah panjang tak ingin sesuatu yang buruk terjadi kepada mamanya.
Baru saja ia masuk ke dalam rumah ia sudah mendengar suara bentakan, tangisan serta benda pecah dari ruang keluarga. Sampai di ruang keluarga matanya berkilat tajam melihat keadaan ruang keluarga yang sudah seperti kapal pecah.
"APA YANG ANDA LAKUKAN DISINI BERENGSEK!" bentak Arsen dengan suara menggelegar didalam sana.
Mendengar suara Arsen, seketika Surya berbalik sehingga keduanya saling menatap dengan tatapan penuh kebencian. Surya menatap putranya dengan emosi, karena tahu jika surat yang ia dapatkan barusan adalah karena putranya itu.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
"Akhirnya kamu datang juga anak sialan!" bentak Surya dengan suara menggelegar.
"Beraninya anda membuat keributan dan kerusakan di rumah saya!" bentak Arsen dengan suara tinggi.
"Ini semua ulah kamu kan sialan" hardik Surya sambil membuang kertas didepan Arsen.
Arsen tersenyum smirk membaca isi kertas itu yang adalah surat perceraian dari pengadilan agama.
Itu adalah kerjaannya yang menemani sang mama mendaftar perceraian mereka dan memberikan bukti-bukti untuk memperkuat perceraian itu.
"Baguslah jika anda sudah mendapat suratnya" ucap Arsen sambil tersenyum penuh arti.
"Sialan kamu anak kurang ajar! Beraninya kamu ikut campur rumah tangga aku!" bentak Surya dengan suara menggelegar.
"Jangan membentak anak aku karena ini semua keinginan aku untuk pisah dari kamu" hardik Bella dengan suara tinggi tak terima anaknya dibentak oleh suaminya.
"Tutup mulutmu perempuan tua! Aku tidak bicara dengan kamu perempuan hina" maki Surya dengan suara menggelegar.
Bugh....................
Semuanya kaget bukan main saat Surya terpental ke belakang karena tendangan Arsen barusan. Bella dan Riana sampai syok tak bisa berkata apa-apa, saat melihat Arsen menendang suami dan ayah mereka dengan kuat.
"BERANINYA ANDA MENGATAI IBU AKU PEREMPUAN HINA SIALAN!" bentak Arsen dengan mata berkilat tajam seakan ingin membunuh ayahnya.
"Kamu" tunjuk Surya sambil menahan rasa sakit di perutnya karena tendangan Arsen barusan.
"SEBAIKNYA ANDA TANDA TANGANI SURAT PERCERAIAN ITU SEBELUM AKU MENYEBARKAN SEMUA KEBUSUKAN ANDA SELAMA INI DAN JUGA PEREMPUAN JA***GMU ITU" ancam Arsen dengan suara menggelegar membuat Surya bergetar ketakutan.
Arsen berjalan ke arah ayahnya dengan tatapan berkilat tajam dan emosi, membuat Surya bergetar ketakutan melihat tatapan putranya yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.
"Jangan mendekat berengsek!" bentak Surya dengan gemetar.
Mendengar suara ayahnya bergetar membuat Arsen semakin tersenyum menyeringai. Ia tetap berjalan menghampirinya tak memperdulikan ucapannya barusan. Sampai di depan ayahnya ia menatap ayahnya dengan mata tajam dan penuh kebencian.
Krek.....................arrggh........................
Bunyi tulang patah disertai suara jeritan kesakitan bergema didalam sana, membuat Riana dan mamanya kembali syok melihat apa yang dilakukan oleh Arsen kepada Surya.
Apa ini Arsen adik cupu aku selama ini, batin Riana dengan syok menatap Arsen dengan syok dan tak percaya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue..............