Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 255


Zeus dan Arkan kaget sampai berteriak melihat Leila yang terhuyung ke belakang hingga jatuh mengenai pot bunga di belakangnya. Entah siapa yang mendorongnya, mereka tidak melihat pelakunya.


Prang.................


Pot bunga milik Amira pecah berserakan di tanah, Leila memeluk putranya dengan erat dengan napas satu-satu melihat putranya yang tidak kenapa-napa.


Tadi saat mendiamkan anaknya, Leila memilih untuk mengajak sang anak ke depan agar anaknya diam. Entah kenapa baby Kai menangis sedari tadi tak mau susu, atau saat ia duduk bayi itu semakin kencang menangis.


Kebetulan saat sampai di depan, ada 6 orang berwajah bule yang mencari daddy Steven dan marah-marah tak jelas.


"Kakak baik-baik saja kan?" tanya Arkan dan Zeus serentak dengan cemas.


"Kakak baik-baik saja" jawab Leila.


Isshhh................


Leila meringis saat Arkan memegang tangannya ingin membantunya berdiri. Arkan kaget melihat tangan sang kakak yang terluka sangat panjang.


"Berengsek! Siapa yang membuat kakakku aku terluka!" bentak Arkan dengan suara tinggi menatap keenam orang didepan sana.


"Nenek, aunty, uncle" ucap Zeus dengan kaget saat melihat siapa yang sudah mendorong ka Leila.


"Zeus" panggil Samantha nenek Zeus.


"Hey bocah kamu kenal mereka?" tanya Arkan sambil menatap Zeus dengan penasaran.


"Heemm! Mereka keluarga besar mommy aku" jawab Zeus dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Zeus apa kamu tidak ingin memeluk nenek cucuku?" tanya Samantha dengan wajah sedih.


"Ada perlu apa kalian kesini?" tanya balik Zeus dengan suara dingin.


Tak...........tak.........tak.............


"LEILA" teriak Rayen dengan suara menggelegar melihat adiknya yang terluka .


Bukan itu saja baju belakangnya juga sangat kotor. Pandangan Rayen langsung tertuju ke arah pot bunga yang berserakan di tanah, ia langsung tahu apa penyebab baju belakang Leila yang kotor.


"Leila kamu tidak kenapa-napa kan?" tanya Claudia dengan panik.


"Ka Leila baik-baik saja kan?" tanya Ara dan Geby dengan serentak.


"Sayang apa yang terjadi?" tanya Amira menghampiri menantunya.


Leila menggelengkan kepala tak menjawab pertanyaan mama mertua dan lainnya. Ia terus mendekap anaknya merasa bersyukur anaknya tidak sampai jatuh.


"Kalian" ucap Steven dengan kaget melihat tamu didepan mereka.


Semua mata langsung tertuju kepada keenam orang didepan sana yang berperawakan bule. Sedangkan orang yang ditatap malah menatap Steven dengan tatapan penuh kebencian.


"Arkan apa yang terjadi dengan Leila?" tanya Rayen dengan suara tinggi.


"Aku tidak tahu ka. Tadi saat aku sampai ka Leila sudah terjatuh menyenggol pot bunga ka"


"Bagaimana bisa Leila terjatuh?" tanya Rayen dengan tatapan selidik.


"Sepertinya ada yang mendorong ka Leila ka" jawab Arsen dengan suara dingin sambil menatap keenam orang didepan sana.


Mendengar ucapan Arsen, semuanya langsung menatap ke arah depan dengan tatapan tajam. Rayen maju ingin mencari tahu siapa yang mendorong adiknya sampai terluka tapi langsung di tahan oleh uncle Steven.


"Biar uncle yang urus mereka" seru uncle Steven dengan suara dingin dan tegas.


"Heemmm! Tapi aku yang akan urus orang yang sudah membuat adik aku terluka uncle" balas Rayen dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Heemmm" deham Steven sambil mengangguk kepalanya.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Steven maju menghampiri keluarga mantan istrinya dengan tatapan tajam dan dingin. Sedari dulu ia memang tidak pernah berhubungan baik dengan keluarga itu.


Apa lagi keluarga mantan istrinya adalah keluarga yang haus akan harta dan sangat licik. Meskipun begitu ia diam saja dengan kelakuan mereka, mengingat putranya masih bagian dari keluarga mereka.


"Ada apa kalian kesini?" tanya Steven dengan suara dingin.


"Sombong sekali kamu Steven. Jadi begini kamu menyambut kakak iparnya" sindir Josua kakak tertua Imelda mantan istrinya.


"Tidak usah basa-basi. Katakan apa tujuan kalian datang menganggu keluargaku" hardik Steven dengan suara tinggi.


"Hahahahaha! Jadi sekarang kamu sudah punya keluarga lengkap ya. Apa mereka tahu identitas kamu Steven?" tanya Roy kakak kedua Imelda sambil tertawa mencemooh.


"Aku rasa aku tidak perlu menjawabnya. Bukannya kalian sudah tadi jawabannya" beo Steven dengan santai.


"Sialan kamu Steven! Sombong sekali kamu jadi orang! Mentang-mentang kamu sudah kaya jadi kamu tidak menghargai kami lagi berengsek!" bentak Josua dengan suara tinggi.


"Jaga ucapan uncle. Jangan pernah mengatai daddy aku berengsek!" bentak Zeus dengan suara tinggi.


"Cih! Jadi ini didikan kamu selama ini Steven. Kamu memang tidak becus mendidik cucuku sehingga dia menjadi pembangkang seperti ini" cibir Samantha dengan tatapan sinis menatap Steven.


"CUKUP NEK. JANGAN PERNAH MENJELEKKAN DADDY AKU JIKA TIDAK AKU TIDAK SEGAN-SEGAN MEMUKUL MULUT NENEK!" bentak Zeus dengan suara tinggi sambil menunjuk Samantha.


"Berengsek kamu bocah ingusan! Beraninya kamu membentak mommy sialan!" bentak Zara adik Imelda dengan emosi.


"Kamu memang keterlaluan Zeus. Dia itu nenek kamu bukan orang lain" hardik Josua dengan suara tinggi.


"Aku tidak perduli. Mau dia nenek kandung aku atau bukan, aku tetap tidak perduli" teriak Zeus dengan emosi.


"ZEUS SMITH!" bentak Samantha dengan tatapan tajam.


Matanya melotot mendengar ucapan sang cucu yang tidak menghargainya sebagai orang tua. Ia yakin jika kelakuan Zeus, itu semua karena didikan Steven yang mencuci otaknya agar cucunya membenci mereka.


"Mommy tahan emosi mommy. Kelakuan Zeus seperti itu karena sialan itu sudah mencuci otaknya agar membenci keluarganya sendiri" ucap Roy dengan tatapan tajam menatap Steven.


"DIAM!" bentak Steevn dengan suara menggelegar.


Mata birunya menatap mertua dan iparnya dengan tatapan berkilat tajam. Rasanya ingin sekali ia mencabik-cabik mereka, tapi itu tidak bisa ia melakukannya.


"Pergi kalian jika kalian ingin buat keributan di rumah aku" usir Steven dengan suara tinggi.


"Kamu ngusir kamu?" tanya Josua dengan emosi.


"Telingamu tidak akan tuli kan?" tanya balik Steven dengan sinis.


"Bajingan kamu Steven! Keterlaluan kamu!" bentak Josua dengan emosi.


"Kamu memang menantu kurang ajar dari dulu Steven" hardik Samantha dengan kesal.


"Siapa menantu anda nyonya? Aku rasa selama ini anda tidak pernah menganggap aku sebagai menantu nyonya? Bukannya anda menganggap aku sebagai mesin uang Kalian?" tanya Steven dengan emosi.


"Kamu" tunjuk Samantha dengan mata melotot tajam.


"Mas udah cukup" ucap Amira sambil mengelus tangan Steven dengan lembut.


Samantha dan lainnya bingung melihat Amira yang terlihat dekat dengan Steven. Padahal sedari tadi mereka pikir kalau Leila adalah istri baru Steven.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


"Siapa namamu cantik?" tanya Roy sambil menatap Amira dengan tatapan penuh nafsu.


"JAUHKAN PANDANGANMU DARI ISTRIKU BANGSAT! SEBELUM AKU MENCONGKEL MATAMU!" bentak Steven dengan emosi.


"Apa! Jadi dia istrimu?" tanya Roy dengan kaget.


"Maaf sebelumnya tuan. Tapi siapa kalian dan ada urusan apa kalian membuat keributan di rumah kami?" tanya Amira dengan suara tegas.


"Ternyata istrimu sangat cantik ya Steven. Aku yakin dia pasti masih kuat melayani kamu di atas ranjang" ucap Josua smanil tersenyum smirk.


"Aku jadi tidak sabar ingin merasakannya ka! Hahahaha" tambah Roy sambil tertawa.


Dor....................aaarrgghh...............


Steven yang hendak maju memukul Roy kalah cepat dengan tembakan dari arah samping. Semuanya langsung menatap ke asal suara tembakan dan ternyata itu adalah Denis yang datang dengan Sandro dan lainnya.


"Denis" ucap Amira dengan kaget melihat putranya yang berdiri dengan satu tangan di saku celana.


"Siapa yang bilang ingin meniduri mamaku?" tanya Denis dengan suara dingin dan datar.


"Siapa kamu sialan?" tanya Josua dengan angkuh sambil membusung dada.


Oek.............oek.........oek........


Tangisan baby Kay menggema di sana membuat mata Denis yang sedari tadi belum melihat istrinya langsung menatap ke asal suara.


Rahang Denis mengeras melihat penampilan sang istri yang sangat kotor. Apa lagi tangannya yang berdarah terdapat luka panjang di arah lengan kiri.


"Sayang........hiks hiks hiks" panggil Leila sambil menangis.


"SIAPA YANG MEMBUAT ISTRIKU TERLUKA BERENGSEK!" bentak Denis dengan suara menggelegar.


Glek....................


Semua orang menelan salivanya dengan susah merasakan aura Denis yang sangat mengintimidasi. Tubuh mereka gemetar tidak bisa digerakkan seakan ada yang mengikat tubuh mereka.


"Siapa?" tanya Denis dengan suara dingin dan tatapan membunuh.


"Salah satu dari mereka Denis" jawab Rayen sambil menunjuk keluarga besar mommy Zeus.


"Jadi kalian yang sudah membuat istriku terluka" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


Tatapan matanya sangat mengerikan, batin Roy dengan gemetar ketakutan.


Siapa dia? Kenapa auranya seperti seorang pembunuh berdarah dingin, batin Josua dengan takut.


Jangan sampai di tahu kalau aku yang mendorong wanita itu, batin Samantha ketakutan.


Hehehehe...............


Denis terkekeh membaca pikiran mereka semua dan akhirnya ia tahu siapa yang sudah membuat istrinya terluka.


"Jadi itu kamu ya nenek tua" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apa-apa" ucap Samantha dengan gugup.


Crash...................Aarrggh.............


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue..................