Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 152


Waktu pun berlalu dan tidak terasa sudah pagi hari. Perlahan-lahan mata cantik itu terbuka melihat sekeliling dimana ia berada ada saat ini.


Saat ingin bangun Leila merasa susah karena pinggangnya di peluk dengan erat dari belakang. Ia menatap ke arah tangan kekar yang memeluknya dan tahu siapa pemilik tangan tersebut.


"Sayang" panggil Leila dengan suara lembut.


"10 menit lagi sayang. Aku masih ngantuk" balas Denis dengan suara serak.


"Aku ingin ke kamar mandi sayang" jelas Leila dengan memelas.


Ehhmm...........


Denis menggeliat dan melepas pelukannya tanpa membuka mata. Melihat pelukan kekasihnya sudah terlepas dengan cepat Leila segera pergi ke kamar mandi.


Selesai dengan kegiatannya di kamar mandi Leila memutuskan untuk membuat sarapan buat mereka berdua karena waktu sudah menunjukkan pukul 06:20 pagi.


Sampainya di dapur Leila segera membuka kulkas ingin mencari bahan makanan yang bisa ia masak untuk sarapan, tapi semua angannya sedari tadi tentang menu masakan hilang dalam sekejap.


Bagaimana tidak didalam kulkas hanya ada air minum dan 3 botol tequila.


"Percuma punya kulkas segede ini tapi isinya sangat pelit" cibir Leila dengan wajah cemberut.


"Kenapa sih Denis tidak membeli bahan makanan buat di penthouse. Jadinya kan aku tidak harus repot kalau mau masak" gumamnya dengan kesal.


Denis yang baru bangun dan melihat wajah kekasihnya terlihat kesal menaikkan sebelah aslinya dengan penuh tanda tanya.


Grep...............


"Sayang kamu buat aku kaget saja" sarkas Leila dengan kaget tiba-tiba Denis memeluknya.


"Kenapa cemberut.......heemm?" tanya Denis tidak menggubris ucapan Leila tadi.


"Tidak ada bahan makanan di kulkas kamu sayang" keluh Leila dengan wajah cemberut.


"Pesan saja sayang"


"Tapi aku pengen membuat sarapan untuk kamu sayang" protes Leila tak suka jika mereka selalu makan diluar.


"Nanti siang kan bisa sayang. Lagian aku juga tidak selalu berada di sini makanya stok bahan makanan di kulkas tidak aku isi sayang" ucap Denis dengan suara lembut.


"Baiklah sayang. Kalau gitu nanti siang aku masakin buat kamu di mansion baru aku antar ke perusahaan ya" ucap Leila dengan semangat.


"Heemmm"


Cup..................


Denis mencium bibir Leila dengan sangat lembut sambil memeluk Leila dari belakang dengan erat. Tatapan sayu Leila membuat Denis selalu saja tidak bisa mengontrol dirinya jika berdekatan dengan kekasihnya.


****! Secepatnya aku harus menikahi Leila, batin Denis menaruh kepalanya di leher Leila mengontrol gairahnya yang terbangun.


Bagaimana tidak, Leila yang bangun tadi pagi lupa memakai bra karena kebiasaannya yang setiap malam tidak memakai bra saat tidur.


Denis segera melepas pelukannya dan bergegas ke kamar untuk mandi takut ia kebablasan.


Leila yang melihat tingkah kekasihnya aneh seperti sedang menahan sesuatu hanya acuh saja. Ia pikir mungkin Denis kebelet jadi bertingkah seperti itu.


~ Rainbow Cafe ~


Denis dan Leila memilih sarapan di Rainbow Cafe yang menyediakan sarapan berbagai macam setiap pagi hari.


"Selamat menikmati" ucap pelayan yang mengantar pesanan keduanya.


"Terima kasih" balas Leila sambil tersenyum manis.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Keduanya segera sarapan dalam hening dan tiba-tiba mata Denis menangkap ada seseorang yang sedang mengintai mereka.


Ia tersenyum menyeringai melihat hal itu dan langsung mengangkat kepalanya melihat ke arah luar yang langsung bertatapan dengan Thomas.


Denis mengangguk kepalanya memberi isyarat jika ada yang sedang mengintai mereka. Thomas yang paham isyarat dari Denis segera menyuruh anak buahnya untuk menangkap orang yang dimaksud Denis.


"Kamu tidak makan sayang?" tanya Leila dengan bingung melihat makanan Denis masih utuh.


"Mulutku tidak cocok dengan rasa makanannya sayang" jawab Denis dengan jujur.


"Oh iya aku lupa kalau kamu tidak bisa makan selain masakan mama dan aku sayang" ucap Leila menepuk keningnya.


"Apa sebaiknya aku pergi ke restoran mama dan membuatkan sesuatu untuk kamu sayang" tambahnya lagi.


"Habiskan sarapanmu sayang jangan pikirkan aku. Nanti aku suruh Sandro ambil sarapan di rumah mama" titah Denis dengan suara tegas.


"Iya sayang" ucap Leila tak bertanya lagi.


Denis menyesap kopi hitam tanpa gula pesanannya sambil memindai seluruh cafe mencari apa ada musuh didalam sana.


Ting................


Thomas


"Bos orang itu sudah kami dapat tapi kami terlambat karena ia sudah mati memakan racun"


^^^"Geledah barang dan tubuhnya dan jangan lupa sisir area disekitar sini"^^^


"Baik bos"


Denis menaruh kembali hpnya dan melihat kekasihnya yang sangat lahap memakan sarapannya.


"Sayang" panggil Denis dengan suara lembut ebut.


"Heemmm" deham Leila sambil menatap kekasihnya dengan tatapan lembut.


"Apa kamu masih lapar sayang?" tanya Denis dengan cepat.


"Aku udah kenyang sayang. Memangnya kenapa sayang?" tanya Leila dengan bingung.


"Kita pergi sekarang ya sayang" ucap Denis dengan suara tegas.


Leila tercengang mendengar ucapan kekasihnya apa lagi tangannya langsung di genggam dengan erat dan pergi dari sana.


Ingin sekali dia bertanya tapi ia urungkan saat melihat tatapan Denis yang terlihat sangat mengintimidasi. Keduanya segera naik ke mobil sport Denis yang dikendarainya sendiri dan berlalu pergi dari sana.


"Ada yang mengintai kita tadi di cafe dan saat anak buahku mengejarnya ia langsung memakan racun dan mati seketika" jawab Denis menjelaskan.


"Apa! Siapa orang itu sayang?" tanya Leila dengan syok.


Denis menggenggam tangan Leila dengan erat seakan memberitahunya untuk tidak khawatir. Leila menatap kekasihnya dengan rasa cemas yang dibalas senyum manis dari Denis.


Kring...............


Hp Denis berbunyi di saku jasnya. Ia segera menyuruh Leila mengambil hpnya dan melihat siapa yang menelpon.


"Ka Rayen sayang" ucap Leila memperlihatkan nama kakaknya yang tertera di layar hp.


"Angkat sayang"


Leila seger menekan tombol jawab dan tak lupa membuat loudspeaker karena Denis sedang mengemudi.


^^^"Ada apa?" tanya Denis dengan suara dingin.^^^


"Dimana Leila?" tanya Rayen dari seberang.


^^^"Ada di samping aku" jawab Denis.^^^


"Apa kalian akan ke perusahaan?" tanya Rayen lagi.


^^^"Ya"^^^


"Hari ini biarkan Leila tetap berada di sampingmu Denis" ucap Rayen dengan suara tegas.


^^^"Oke" balas Denis dengan cepat.^^^


Ia tahu jika ada sesuatu yang ingin disampaikan Rayen tapi ia tidak mau Leila mendengarnya.


Leila segera menaruh kembali hp Denis setelah kakaknya mematikan panggilannya. Denis lalu melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar bisa sampai ke perusahaan.


Sedangkan di belakang mobil pengawal Denis ada 2 mobil yang mengikuti mereka, tapi tiba-tiba 2 Mobil itu di hadang mobil anak buah Denis yang sedari tadi sudah menunggu mereka muncul.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


~ DA Corp ~


Sampainya di perusahaan Sandro, Arsen, dan Rian sudah menunggu mereka didepan perusahaan.


Denis memeluk pinggang Leila dengan posesif berjalan masuk ke dalam perusahaan yang diikuti Arsen dan Riki, sedangkan Sandro ia akan menunggu Thomas untuk mendapat informasi mengenai apa yang baru saja terjadi.


Ceklek............


Denis membuka pintu ruang kerjanya dan segera masuk ke dalam. Sampai didalam ia menuntun Leila menuju ke kamar pribadinya yang berada didalam sana.


"Sayang" ucap Leila dengan bingung.


"Kamu disini dulu sayang ada sesuatu yang ingin aku bahas dengan Arsen, Sandro, dan Riki" ucap Denis.


"Jujur sama aku sayang. Apa ini ada hubungan dengan aku" tebak Leila dengan selidik.


"Sebentar baru aku jelaskan ke kamu ya sayang" ucap Denis sambil mengelus pipi Leila dengan lembut.


Leila mengangguk kepalanya sebagai tanda iya. Sebelum keluar Denjs mencium kening dan bibirnya dengan cepat membuat wajah Leila seketika merah padam karena malu.


Saat keluar dari kamar pribadinya Denis langsung di sambut Sandro, Arsen, dan Rian.


"Siapa dia?" tanya Denis dengan tatapan tajam.


"Mereka anak buah Lewis Hamilton bos" ucap Sandro yang tadi sudah mendapat informasi dari Thomas.


Brak.................


Denis mengebrak meja didepannya merasa sangat murka karena Lewis Hamilton sudah berani mengusiknya.


"Arsen" ucap Denis dengan suara dingin dan tatapan tajam.


"Orang yang mati tadi adalah anak buah Lewis Hamilton yang menguntit nona Leila bos. Tadi ia sempat mengambil foto bos dan nona Leila di cafe jadi Lewis menyuruh anaknya untuk mengikuti bos dan nona Leila" papar Arsen menjelaskan.


"Bangsat!" maki Denis dengan emosi.


"Hancurkan semua bisnisnya hari ini juga!" tambahnya lagi dengan tatapan berkilat tajam.


"Maaf bos tapi usahanya baru aku dapat 2 saja yang berada di Indonesia" ucap Arsen dengan cepat.


"Kalau begitu hancurkan keduanya sampai tidak tersisa" titah Denis sambil tersenyum menyeringai.


"Baik bos"


"Bos perwakilan Magenta Group sudah tiba di lobby" ucap Rian membaca pesan dari resepsionis.


"Suruh direktur Steven untuk menemuinya" balas Denis dengan suara dingin.


"Baik bos" balas Rian seger mengirim pesan kepada direktur Steven.


"Sandro beritahu Arkan untuk selalu stand by di sisi pacarku mulai sekarang" ucap Denis sambil menatap Sandro dengan tajam.


"Aku rasa dia tidak akan setuju bos" ucap Arsen dengan tak yakin.


"Memangnya kenapa bocah empat mata?" tanya Sandro dengan cepat.


Arsen tak mengatakan apa-apa dan segera menunjukan video tentang Arkan tadi malam yang membuat dia dalam bahaya sekarang.


"****! Apa dia ingin cari mati!" hardik Sandro dengan suara tinggi.


Ia tidak menyangka ternyata Arkan berani pergi menemui Lewis Hamilton setelah mereka pulang dari Casino Deluxe.


Yang lebih parahnya Arkan sampai melempar kaca mobil Lewis hingga pecah dan wajahnya sempat dilihat oleh Lewis.


"Suruh dia kesini sekarang" titah Denis dengan aura membunuh.


"Baik bos" ucap Arsen dan Sandro dengan serentak.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue................