Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 194


Sudah seminggu berlalu sejak kedatangan Liliana Rasyid di Indonesia dan selama seminggu juga ia sudah berhasil bekerja sama dengan DA Corp.


"Jam berapa meeting dengan pihak DA Corp?" tanya Liliana dengan nada angkuh.


"Jam 18:00 di D&A Resto nona" jawab Claudia asisten Liliana.


"Heemm! Persiapkan semuanya janga sampai ada kesalahan! Jangan lupa siapkan baju paling bagus dan mewah untuk aku sebentar!" titah Liliana dengan suara tegas.


"Apa nona ingin menganti baju lagi?" tanya Claudia dengan bingung.


Pasalnya siang tadi Liliana baru saja menganti bajunya dengan alasan sudah tidak menyukai baju itu lagi dan sekarang ia meminta baju baru lagi.


"Lakukan saja perintahku jangan banyak bertanya! Kamu itu cuma pelayanku tidak pantas banyak bertanya sialan!" bentak Liliana dengan suara tinggi.


"Maafkan saya nona saya bersalah" ucap Claudia sambil menunduk.


"Ckk!! Untung saja kamu sudah lama bekerja denganku jika tidak sudah ku pecat kamu manusia rendahan" hina Liliana dengan sinis.


"Sekali lagi maafkan saya nona"


"Pergi kamu! Aku muak lihat wajah menjijikanmu itu" usir Liliana dengan tatapan jijik.


"Baik nona permisi"


Claudia bergegas pergi dari apartemen Claudia dengan perasaan marah, sedih, dan sakit hati. kedua tangannya mengepal dengan erat menahan emosinya yang sering kali dihina Liliana.


Tahan Claudia. Ingat kamu harus membiayai ibu dan kedua adikmu di Turki, batin Claudi menguatkan dirinya sendiri.


Setelah kepergian Claudia tiba-tiba hp Liliana berbunyi dan saat ia melihat siapa yang menelpon ternyata itu Private Number.


^^^"Halo om" ucap Liliana dengan cepat menjawab panggilan yang sudah ia tunggu dari 3 hari yang lalu.^^^


"Bagaimana apartemennya?" tanya Roy Martinez dari seberang.


^^^"Bagus om. aku menyukainya" jawab Liliana dengan jujur.^^^


"Baguslah kalau kamu menyukainya"


^^^"Heemm! Jadi bagaimana apa yang ahrus aku lakukan sekarang om?" tanya Liliana to the point dengan tak sabar.^^^


"Untuk saat ini kamu jangan melakukan apapun dan fokus saja dengan kerja sama kalian" jawab Roy dari seberang.


^^^"Loh memangnya kenapa om? Aku itu sudah tidak sabar ingin menjadikan Denis Arkana menjadi milikku seutuhnya om" protes Liliana dengan kesal.^^^


"Jika kamu ingin memilki Denis Arkana seutuhnya maka kamu harus mendengarkan ucapanku jangan bertindak sembarangan!" bentak Roy dengan suara tinggi dari seberang.


^^^"Ckk! lalu sampai kapan aku harus menunggu?" tanya Liliana dengan kesal.^^^


"Tunggu sampai Denis mempercayai kamu dan yakin kamu itu beda dengan perempuan diluar sana. Kamu juga harus ingat saat bertemu dengan dia jangan pernah menggodanya atau menunjukkan ketertarikan kamu kepada dia karena dia itu orang yang cerdik dan licik"


^^^"Oke om"^^^


"Satu lagi dia itu orang yang selalu curiga dan teliti dan jangan sampai kamu membuat dia mencurigaimu ada maksud tertentu" ucap Roy memperingati Liliana.


^^^"Ya aku tahu. Om tenang saja aku tahu harus melakukan apa"^^^


"Baguslah. Ah! Besok asisten om akan kirim informasi mengenai istri Leila. Kamu pelajari semuanya dan kalau perlu kamu mengikuti gaya hidup istrinya" ucap Roy dengan suara tegas.


^^^"Baiklah om"^^^


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Claudia lalu menaruh kembali hpnya di meja setelah panggilan mereka dimatikan. Bibirnya terangkat memikirkan Denis Arkana yang akan menjadi miliknya seutuhnya.


~ ******Mansion Denis Arkana****** ~


Leila sedang berkutat dengan bahan makanan didepannya menyiapkan makan malam buat dia dan suaminya.


Bukan itu saja kebetulan besok adalah hari ulang tahun kakaknya Rayen jadi ia sekalian ingin membuat kue ulang tahun buat kakaknya.


3 Jam kemudian


Tak terasa susah 3 jam berlalu dengan cepat dan ia sudah menyelesaikan masakannya dan juga kue ulang tahun untuk sang kakak.


"Pak Tio nanti tolong dimasukan ke kulkas kue milik ka Rayen ya" pinta Leila dengan suara lembut.


"Baik nyonya"


"Oh ya nanti tolong bagikan kue yang tadi aku buat ke semuanya ya pak Tio"


"Baik nyonya terima kasih"


"Sama-sama pak Tio"


Leila segera keluar dari dapur dan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Apa lagi jam sudah menunjukkan pukul 18:00 dan sebentar lagi suaminya sudah pulang.


"Sebaiknya aku mandi dulu" ucap Leila setelah sampai didalam kamar.


Selesai membersihkan diri Leila bergegas memakai ritual malamnya. Melihat sudah jam 19:00 ia segera mengambil hpnya dan menghubungi suaminya yang belum pulang juga.


"Halo sayang" ucap Denis dengan suara ebut dari seberang.


^^^"Sayang kamu pulang jam berapa?" tanya Leila dengan suara lembut.^^^


"Aku tidak tahu sayang karena aku masih meeting di restoran mama" jawab Denis.


^^^"Meeting sayang? Jadi kamu nanti makan malam di sana ya?" Tanya Leila dengan cepat.^^^


"Iya sayang"


^^^"Oh" ucap Leila dengan lesu karena ia sudah memasak makan malam untuk mereka tapi ternyata suaminya makan di luar.^^^


"Ada apa sayang?" tanya Denis dengan suara lembut.


"Presdir Denis jadi bagaimana tanggapan anda? Apa anda setuju dengan rencana ini?"


Deg...............


Jantung Leila berdetak dengan cepat mendengar suara perempuan dari seberang. Entah kenapa perasaannya tidak tenang saat mendengar suara perempuan barusan.


Tenang Leila suami kamu tidak akan bermain di belakang kamu jadi kamu jangan curiga sama dia, batin Leila.


"Sandro" ucap Denis dengan suara dingin dari seberang.


"Sayang" panggil Denis dengan suara lembut.


^^^"Uhm! Kamu lanjut saja meetingnya sayang nanti baru kita bicara" ucap Leila dengan cepat.^^^


Leila segera mematikan panggilannya dengan sepihak tak menunggu jawaban dari suaminya. Meski ia tahu kalau Denis pasti pergi bersama Sandro, Rian atau Arsen, tapi perasaannya tidak tenang.


Kenapa perasaan aku tidak tenang begini ya, batin Leila sambil membuang napas dengan kasar.


Denis menatap hpnya dengan kening berkerut melihat panggilannya yang dimatikan sepihak oleh istrinya.


Baru kali ini sang istri mematikan panggilannya sepihak. Sedangkan Liliana yang melihat Denis seperti tidak konsen menatap Sandro dan Rian dengan bingung, padahal dalam hatinya ia sedang memaki dan mengumpat Leila.


"Sepertinya meeting kali ini kita sudahi saja" ucap Liliana dengan suara tegas.


"Lanjutkan" ucap Denis dengan suara tak kalah tegas dengan tatapan tajam.


"Apa anda yakin presdir Denis? Sepetinya anda punya banyak pikiran jadi percuma saja jika kita melanjutkan meeting ini" ucap Liliana menyudutkan Denis.


"1 jam meeting ini harus selesai" ucap Denis dengan suara dingin dan datar.


"Baiklah presdir Denis"


Liliana kembali memaparkan rencana kerja sama proyek mereka beserta keuntungan dan kerugian yang akan mereka dapatkan dari proyek ini. dengan lugas dan handal ia menjelaskan rencana kerja sama yang telah ia persiapkan.


Selesai Liliana menjelaskan dilanjutkan dengan Rian yang tak kalah hebat menjelaskam rencana mereka.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Liliana mengangguk kepalanya mendengarkan penjelasan Rian yang sesuai dengan keinginannya. Sedari tadi matanya tidak pernah menatap Denis atau mencuri pandang kepadanya.


Ckk!! Perempuan murahan, batin Denis yang tahu sejak tadi Liliana sengaja menarik perhatiannya dengan gerakan tubuhnya.


"Saya suka dengan rencana perusahaan presdir Denis tapi ada beberapa poin yang ingin saya tambahkan" ucap Liliana sambil tersenyum manis.


"Heemmm"


"Saya ingin merubah di poin 3 dan 5 jika untuk peninjauan proyek nanti, kedua perusahan harus meninjaunya sama-sama. Saya tidak mau jika salah satu dari kita saja yang meninjau, biar nanti ada masalah di lapangan bisa diselesaikan saat itu juga" papar Liliana menjelaskan.


"Baik aku setuju dan anda bisa bicarakan hal itu dengan sekretaris" balas Denis dengan suara dingin.


Keduanya lalu berjabat tangan setelah mencapai kesepakatan dalam kerja sama mereka. Liliana yang mengajak Denis untuk makan malam bersama langsung di tolaknya.


Melihat hal itu Leila tersenyum manis meski dalam hati sedang mengumpat dan memaki Denis yang menolak ajakannya.


Karena tidak jadi makan malam bersama akhirnya mereka bergegas pergi dari sana. Saat sampai di luar restoran tiba-tiba ada seorang wanita paruh baya yang tak sengaja menabrak Liliana hingga menabrak Denis.


Seperti biasa Denis tidak menahan Liliana satu membantunya yang hendak jatuh. Beruntung Liliana menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak sampai jatuh jika tidak ia akan sangat malu.


"Maafkan saya nona" ucap wanita paruh baya tadi.


"Iya tidak apa-apa tante" balas Liliana dengan suara lembut.


"Sekali lagi saya minta maaf nona"


"Iya tante"


Wanita paruh baya itu segera pergi dari sana meninggalkan Liliana yang berdiri dengan kikuk merasa canggung dengan Denis.


"Maafkan saya presdir Denis" ucap Liliana dengan suara lembut.


"Cih!!" decih Denis dengan kesal.


Denis mengelap lengan jasnya dengan sapu tangan yang disodorkan Sandro membuat Liliana menatapnya dengan kaget.


Dengan santai Denis pergi dari sana tidak memperdulikan tatapan Liliana yang sepertinya syok melihat apa yang ia lakukan barusan.


"Berengsek! Apa dia pikir aku itu kuman? Ah! Sialan!" maki Liliana dengan emosi setelah berada didalam mobil.


Nona bukan kuman tapi sejenis virus mematikan, batin Claudia sambil tertawa dalam hati.


Sedangkan didalam mobil Denis saat ini pikirannya sedang berkelana memikirkan tentang sang istri. Entah kenapa perasaannya mengatakan jika ada sesuatu yang terjadi dengan istrinya.


Apa dia marah karena aku tidak makan malam di rumah, batin Denis.


"Bos" panggil Sandro mengagetkannya.


"Kenapa?" tanya Denis dengan tatapan tajam dan dingin.


"Kata Max besok klien kita dari Australian ingin bertemu jam 06:00 pagi karena mereka harus berangkat ke Singapura setelah itu" jawab Sandro mengingat pesan yang dikirim Max tadi.


"Atur semuanya dan kita ketemu di tempat biasa" titah Denis dengan suara dingin.


"Baik bos"


"Pastikan anak buah kita berjaga-jaga di tempat tersembunyi"


"Oke bos"


"Ah! Bagaimana pengaman besok di ulang tahun kakak iparku?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Semua sudah beres bos. Anak buah kita sudah menyamar sebagai pelayan di yatch milik Rayen bos" jawab Sandro dengan suara tegas.


"Siapkan helikopterku karena aku akan pakai helikopter saja"


"Baik bos"


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


~ Mansion Denis Arkana ~


Mobil Denis dan pengawal akhirnya tiba di mansion. Leila yang melihat kepulangan suaminya dari lantai dua bergegas turun untuk menyambut suaminya.


"Kalian pulanglah" ucap Denis sambil menatap Sandro dan Arsen.


"Baik bos. Selamat beristirahat" ucap keduanya dengan serentak.


"Selamat datang tuan" ucap pak Tio dan pelayan didepan mansion.


Seperti biasa Denis tidak membalas sapaan mereka dan berlalu masuk dengan langkah panjang dan wajah datar ke dalam.


"Selamat datang sayang" sambut Leila di ruang keluarga.


"Kamu belum tidur sayang?" tanya Denis sambil tersenyum manis.


"Aku menunggu suamiku" jawab Leila dengan suara lembut.


Cup..................


Denis mencium bibir Leila dengan lembut tidak perduli dengan pelayan yang berada disana. Leila lalu memeluk suaminya dengan erat melepas rindu kepada anak suami.


Deg....................


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue.............