
“BosvSandro semuanya sudah beres” lapor Jeki.
“Bagus! Suruh yang lainnya bersembunyi saat pak tua itu datang dan jangan lupa berjaga disekitar sini jangan sampai ada yang tahu” titah Sandro dengan suara tegas.
“Siap bos Sandro”
Ketiganya lalu masuk ke dalam rumah Adam Sophia dengan langkah tegap sudah tidak sabar ingin bermain-main dengan Adam Sophia karena sudah memaki bos mereka tadi dan ikut melaporkan Arkan ke polisi.
“Siapa kalian? Mau apa kalian kesini?” tanya Ros Sophia istri Adam Sophia dengan kaget melihat tamu yang tidak dikenalinya.
“Ah! Jadi ini nyonya Sophia yang terkenal sombong dan suka memfitnah orang lain ya” ucap Sandro sambil tersenyum sinis.
“Apa mau kalian? Keluar dari rumahku sekarang!” bentak Ros dengan suara tinggi.
“Kalau kami tidak mau bagaimana perempuan tua?” tanya Sandro dengan santai.
“Kurang ajar! Beraninya kamu memanggilku perempuan tua sialan!” hardik Ros dengan emosi.
“Kenyataannya kamu itu sudah tua nyonya”
“Penjaga! Penjaga!” teriak Ros dengan suara menggelegar didalam sana.
“Ckk!! Berisik” bentak Arsen dengan suara tinggi.
Ros seketika diam saat mendengar bentakan Arsen yang terdengar menakutkan, melihat mangsa mereka yang ketakutan Arkan dan Sandro tersenyum mengejek tak menyangka jika nenek tua didepan mereka akan diam hanya dengan sekali bentakan dari Arsen.
“Urus dia jangan sampai aku robek mulutnya jika mendengar suara cemperengnya itu” ucap Arsen dengan suara dingin.
“Oke ka” ucap Arkan dengan cepat.
Bugh……………..
Arkan memukul Ros di kendoknya dengan kuat hingga ia pingsan. Arsen dan Sandro hanya memutar malas mata mereka melihat tingkah Arkan yang tidak ada habisnya membuat kejutan untuk mereka.
Tak berselang lama deru mobil terdengar didepan rumah membuat Sandro dan Arkan sudah tidak sabar ingin bermain-main dengannya. Berbeda dengan Arsen yang sedang berkutat dengan iPad membajak cctv disekitar sana tak lupa menghapus semua jejak mereka disini.
Tak………..tak……………….tak………………
Bunyi langkah kaki terdengar didalam sana menuju ke arah mereka yang berada di ruang tengah sambil berdiri di posisi masing-masing ingin membuat kejutan untuk Adam Sophia.
“Kalian” ucap Adam dengan kaget saat sampai di ruang tengah dan mendapati ketiga wajah yang sangat ia kenali.
Matanya seakan ingin keluar dari tempatnya melihat sang istri yang terikat di kursi dengan keadaan pingsan. Rahangnya mengeras menatap ketiga orang didepannya yang sedang tersenyum smirk menatapnya.
“Apa yang kalian lakukan kepada istriku berengsek!” maki Adam dengan emosi.
“Kami tidak berbuat apa-apa pak tua! Hanya membuat dia pingsan sebentar karena suaranya sangat berisiki pak tua” ucap Arkan dengan santai.
“APA” pekik Adam dengan kaget.
“Dimana putri ja***gmu itu pak tua?” tanya Sandro.
“Putriku bukan jang sialan! Berhenti menyebutnya jang!” maki Adam dengan suara tinggi.
“Ah! Bukan ja*ng ya. Lalu ini apa namanya” ucap Arsen sambil memperlihatkan video Alexa yang digilir 3 om-om di hotel AS*.
Adam syok melihat video tersebut dan tak menyangka jika putrinya akan melakukan hal seperti itu apa lagi di hotel
miliknya sendiri.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Tidak mungkin. Kalian pasti ingin menjebak putriku dan membuat video itu kan” ucap Adam dengan suara tinggi.
“Kalian berdua urus dia. Usahakan 20 menit selesai” ucap Arsen sambil berlalu pergi dari sana.
“Ayok bocah kita bermain dengannya” ajak Sandro.
“Oke ka” balas Arkan dengan senang.
20 Menit kemudian
Arsen berkutat dengan iPad didalam mobil menunggu keduanya yang sedang memberikan pelajaran kepada Adam Sophia didalam sana. Tak berselang lama kepalanya terangkat saat mendengar pintu mobil yang terbuka sambil melirik jam tangan mewahnya melihat berapa waktu yang keduanya habiskan.
20 Menit tepat! Tidak kurang atau lebih dari waktu yang ia berikan kepada mereka tadi. Arkan yang sedari tadi cemberut dari kantor polisi sudah tidak cemberut lagi dan hanya ada ras puas dan senang yang terlihat di wajahnya.
“Ka bagaimana dengan Valak itu?” tanya Arkan yang belum membalas Alexa.
“Masih ada hari besok bocah” jawab Sandro.
“Heemmmm”
“Kita ke markas karena bos sudah menunggu kita” ucap Arsen dari kursi belakang.
Sandro lalu melajukan mobil pergi dari sana diikuti mobil anak buahnya meninggalkan Adam Sophia dan istrinya yang terbujur tak berdaya didalam sana dan dipastikan keduanya akan cacat seumur hidup.
Malam itu juga publik digegerkan dengan foto dan video tentang keluarga Sophia dan masyarakat tak menyangka jika satu keluarga itu adalah keluarga pezinah dan suka melakukan pesta se*s di hotel mereka sendiri.
~ Markas Utama Black Devil ~
Hosh…………..hosh……………..hosh…………
“Apa kamu ingin membuat aku mati kehabisan napas?” tanya Leila dengan mata melotot tajam.
“Hehehehe…………kamu tahu jawabannya sayang” jawab Denis sambil terkekeh.
Leila berdecak kesal sambil mengerucut bibirnya ke depan membuat Denis tersenyum manis melihat wajah Leila yang sangat mengemaskan dimatanya.
Cup…………….
Ia kembali mencium bibir Leila tapi kali ini lebih lembut membuat Leila terbawa suasana dan tanpa sadar ia mencium leher Leila dengan ganas meninggalkan jejak keunguan yang sangat banyak disana.
“Sa……yang” lirih Leila tatapan sayu.
“****” maki Denis saat melihat tatapan sayu Leila yang meruntuhkan pertahanannya.
Ahh…………
Des**an Leila bergema didalam sana saat Denis mencium dadanya dengan mengebu-gebu dan tak berapa lama ia menghentikan aksinya. Napasnya memburu di leher Leila karena menahan hasratnya untuk tidak sampai lepas kendali.
“Kamu milikku sayang” ucap Denis dengan suara serak.
Leila tak membalas ucapan Denis dan hanya memeluknya karena sangat malu sudah terbawa suasana, beruntung Denis menghentikan semuanya sebelum setan merasuki otak keduanya.
Denis segera bangun dan menyuruh Leila untuk mandi karena malam ini mereka akan tidur disana sedangkan ia harus bertemu dengan Sandro dan lainnya untuk membahas rencana mereka untuk Kenzo dan Riski Akbar sekaligus.
“Bos” ucap Sandro, Arsen, Rian, dan Arkan serentak langsung berdiri saat Denis masuk ke ruangan pribadinya.
“Apa kalian sudah selesai bersenang-senang?” tanya Denis dengan aura mengintimidasi.
“Sudah bos” jawab ketiganya dengan serentak.
“Heemmm” deham Denis dengan suara dingin.
“Jadi apa yang harus kita lakukan kepada keduanya bos?” tanya Sandro dengan cepat.
“Bakar semua gudang keduanya jangan menyisakan apapun” jawab Denis dengan tatapan membunuh.
“Baik bos” ucap semuanya dengan serentak.
“Buat bisnis mereka hancur dan kirim data informasi geng Ular Cobra ke detektif Gilang besok” titah Denis dengan suara dingin.
“Ah satu lagi. Suruh anak buahku bersiap menyerang markas Elang Putih tiga hari lagi” tambahnya sambil tersenyum menyeringai.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Kenapa harus 3 hari lagi bos?” tanya Arkan dengan cepat.
“Pertunjukannya akan menarik jika lawan kita hancur perlahan-lahan lebih dulu” jawab Denis sambil tersenyum smirk.
“Oh” ucap Arkan mengangguk-angguk kepala sudah mengerti maksud bosnya.
Mereka lalu membahas strategi untuk menyerang geng Elang Putih 3 hari lagi dan juga apa saja yang harus mereka persiapkan untuk melenyapkan geng itu serta rencana candangan jika terjdi hal-hal tak terduga nanti.
Brak………….
Pandangan semuanya seketika tertuju ke arah pintu yang dibuka dengan kuat dari luar, melihat siapa yang sudah berani masuk tanpa mengetuk dan itu adalah Adrian yang baru pulang dari syuting di luar negeri.
“Bangsat kamu pulang tidak mengabari aku sialan!” hardik Adrian dengan suara tinggi.
Brugh…………..aww……………
Adrian menjerit sakit saat remote AC tiba-tiba melayang dan mengenai keningnya membuat ia semakin emosi. Sedangkan orang yang menjadi pelakunya duduk bersedekap tangan didada sambil tersenyum sinis menatapnya.
“KAMU MEMANG KETERLALUAN DENIS ARKANA” bentak Adrian dengan suara menggelegar.
“Sepertinya mulutmu itu butuh di jahit Ad” ucap Denis sambil tersenyum smirk.
“Ckk!! Kamu memang sahabat menyebalkan” decak Adrian dengan kesal.
Denis tak mengubrisnya dan menatap Adrian dengan tatapan dingin dan datar membuat Adrian tak bisa berkutik jika berhadapan dengan Denis. Mata Adrian seketika hampir keluar dari tempatnya melihat Arsen yang ia pikir sudah mati.
“Arsen kamu masih hidup” pekik Adrian dengan kaget.
“Seperti yang kamu lihat Adrian” ucap Arsen dengan suara dingin.
“Jadi gunung es itu tidak membunuhmu”
Ehemmm……………
Adrian terkekeh sambil mengangkat kedua jarinya ke atas tanda peace lalu menatap Denis karena sudah kecoplosan menyebutnya gunung es. Arkan yang baru pertama kali melihat Adrian tak menyangka jika Denis ternyata bersahabat dengan idolanya.
“Oh my God! Aku tidak sangka akan bertemu dengan seorang Adrian Castel disini” pekik Arkan dengan histeris sampai melompat-lompat kegirangan.
Eehh…………..
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue…………….