
Kakak adik itu segera masuk ke dalam mobil jemputan mereka yang sudah stand by di sana, yang akan mengantar mereka ke kediaman mereka yang sudah lama mereka tinggalkan.
Mereka harus menjaga kakak mereka yang masih terbaring koma hingga saat ini, setelah kecelakaan waktu itu yang hampir merenggut nyawa kakak mereka.
~ DA Corp ~
Denis berjalan dengan langkah tegap di ikuti oleh ketiga orang kepercayaannya dari belakang, menuju ruangan meeting di lantai 79. Perusahaan Denis awalnya 65 lantai saja tapi beberapa bulan terkahir mengalami perubahan menjadi 81 lantai.
Ceklek………….
Semua peserta meeting berdiri menyambut kedatangan Denis yang sudah mulai kembali ke perusahaan, setelah 6 bulan menyerahkan semua urusan perusahaan ke Sandro dan Rian untuk mengawasi dan mengontrol semuanya.
Mereka semua tahu jika selama 6 bulan terakhir Denis sedang melebarkan perusahaanya masuk ke daratan Asia, sehingga ia tidak berada di tempat. Meskipun begitu semua urusan perusahaan tetap ia pantau selama tidak datang.
“Meeting kita mulai” ucap Rian dengan suara dingin dan tegas.
“Pertama aku sangat suka dengan kinerja kalian selama 6 bulan terakhir sehingga membawa perusahaan kita menjadi perusahaan nomor dua di Asia. Karena itu kalian akan mendapat bonus dari aku” ucap Denis dengan suara dingin dan tegas.
Prok…………….prok……………..prok…………….
Riuh tepuk tangan bergema didalam sana mendengar ucapan Denis, yang memuji kinerja mereka dan akan mendapat bonus dari Denis, entah itu apa mereka tidak bisa menebaknya.
“Sandro” ucap Denis dengan suara dingin sambil memberinya isyarat.
Sandro mengangguk kepalanya mengerti isyarat bosnya dan segera menampilkan gambar bangunan didepan mereka, yang membuat semua peserta meeting saling berbisik.
“Direktur Konstruksi” ucap Sandro dengan suara dingin.
“Iya tuan” jawab direktur Jems Miller dengan sopan.
“Satu bulan lagi kamu dan seluruh timmu pindah ke bangunan itu” tunjuk Sandro dengan suara tegas.
“Maksudnya tuan?” tanya Jems yang belum paham.
“DA Construction itu nama perusahaannya” jawab Denis dengan suara tegas.
“Maaf presdir apa tim konstruksi akan memisahkan diri dari perusahaan induk DA Corp?” tanya direktur Steven.
“Benar” jawab Denis dengan singkat.
“1 bulan lagi DA Construction akan beroperasi di perusahaannya sendiri dan kantor induk DA Corp akan mengurus proyek tambang batu bara, property, dan minyak bumi. Kantor induk hanya akan mengawasi semua proyek perusahaan cabang kita dan hotel-hotel kita yang sebentar lagi akan di bangun” papar Sandro menjelaskan.
“Jadi seluruh tim konstruksi saja yang akan pindah atau dengan tim lainnya tuan?” tanya Jems dengan cepat.
“Ada 2 karyawan dari setiap bagian devisi yang akan pindah ke sana dan mengatur sistem perusahaan disana, serta merekrut karyawan di bagian tim masing-masing nanti. Sedangkan untuk proyek perusahaan induk timnya tidak akan pindah” jelas Rian menjawab pertanyaan Jems.
“Baik tuan saya paham”
“Dalam 1 bulan aku mau perusahaan itu sudah mulai beroperasi dan mulailah pindah besok” titah Denis dengan suara dingin.
“Baik presdir” ucap semuanya dengan serentak.
“Direktur Steven persiapkan timmu karena 3 bulan lagi kita akan melebarkan sayap kita ke daratan Eropa” ucap Denis dengan suara tegas.
Semuanya kaget mendengar ucapan Denis dan tak menyangka mereka akan melebarkan sayap perusahaan ke daratan Eropa, itu artinya perusahaan mereka akan bersaing secara global.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Baik presdir” ucap direktur Steven dengan suara tegas.
“Kita akan memperkenalkan DA Construction di acara ulang tahun perusahaan 2 bulan lagi jadi persiapkan semuanya jangan sampai ada kesalahan” ucap Denis memberi perintah.
“Baik presdir” ucap semuanya dengan serentak.
“Meeting selesai” ucap Denis dengan suara dingin sambil beranjak pergi diikuti Sandro dan lainnya.
~ BakerTech~
Tok…………..tok…………….tok………….
“Masuk” ucap Kenzo dengan suara tegas dari dalam.
Ceklek………….
Pintu ruangannya terbuka dan masuklah Windi dengan wajah datar dan dingin tak ada ekspresi apapun, membuat Kenzo sering kali berdecak malas melihat sekretarisnya tapi ia tidak bisa memecatnya karena kinerjanya sangat bagus.
“Ada apa?” tanya Kenzo dengan suara dingin.
“Ada direktur Ali dari DA Bank di bawah yang ingin bertemu tuan” ucap Windi dengan suara dingin.
“DA Bank?” tanya Kenzo dengan sebelah alis terangkat.
“Iya tuan” jawab Windi dengan sopan.
“Buat apa mereka datang” gumam Kenzo sambil matanya melirik kalender di atas mejanya membuat ia terkejut melihat tanggal yang dilingkari disana.
“Sial!” umpat Kenzo dengan emosi.
Windi diam saja melihat tuannya yang mengumpat emosi dan menunggu apa yang akan disuruh tuannya nanti.
Kenzo menggertak giginya melupakan tanggal hari ini, dimana ia harus mengembalikan dana pinjaman dari DA Bank sesuai persyaratan mereka waktu itu.
“Bawa mereka ke ruanganku” titah Kenzo dengan suara tegas.
“Baik tuan” ucap Windi dengan sopan sambil berlalu keluar.
“Kenapa aku bisa lupa sih dengan perjanjian waktu itu” ketus Kenzo sambil mengumpat kesal karena sibuk dengan proyek mereka ia sampai melupakan hal ini.
Tak berselang ada 3 orang karyawan DA Bank masuk bersama dengan Windi untuk bertemu langsung dengan Kenzo. Kenzo lalu mempersilahkan ketiganya duduk di sofa, untuk membahas pinjaman yang perusahaan mereka pinjam waktu itu.
“Sepertinya kami tidak perlu menjelaskan maksud kedatangan kami tuan Kenzo” ucap Ali direktur Pinjaman & Kredit di DA Bank.
“Ya saya tahu direktur Ali” ucap Kenzo dengan suara berwibawa.
“Jadi bagaimana tuan Kenzo. Bisa kami ambil uangnya?” tanya direktur Ali.
“Kami akan segera mengirimkannya tuan Ali dan anda tidak perlu repot harus datang ke perusahaan kami” jawab Kenzo sambil tersenyum manis.
“Kami hanya ingin mendapat jawaban langsung tuan Kenzo karena ini sudah mau masuk jam makan siang tapi perusahaan anda belum memberi informasi ke kami” seru direktur Ali sambil tersenyum lebar menatap Kenzo.
“Tenang saja direktur Ali kami tahu kewajiban kami” balas Kenzo dengan wajah dingin tak ada senyum sama sekali di wajahnya lagi.
“Baiklah kalau begitu tuan Kenzo. Waktu anda sampai tengah malam saja dan jika tidak kami akan mengambil milik anda sesuai perjanjian waktu itu” ucap direktur Ali sambil menaruh copyan surat perjanjian waktu itu didepan Kenzo.
Rahang Kenzo mengeras melihat copyan surat perjanjian itu yang ditanda tangani atas namanya. Jika mereka tidak membayarnya maka ia yang harus menggantinya dengan uang pribadinya.
Sial! Jadi ini maksud persyaratan mereka waktu itu, batin Kenzo mengumpat kesal dalam hati.
Prang…………………
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Direktur Ali tersenyum menyeringai mendengar bunyi pecahan didalam sana saat di depan pintu ruangan Kenzo. Ia melihat Windi dan tersenyum manis sambil kembali melangkah pergi dari sana.
Windi yang masih mendengar bunyi pecahan didalam sana hanya bisa mengelus dada, karena ia harus menyuruh cleaning service untuk membersihkan kekacauan didalam ruangan tuannya. Apa lagi Ando yang tidak masuk hari ini karena bertugas di luar.
Kenapa aku harus punya tuan tukang pemarah dan suka menghancurkan barang seperti tuan Kenzo sih, batin Windi dengan gusar.
Kring……………….
^^^“Dengan sekretaris CEO Kenzo disini” ucap Windi menjawab telpon yang berbunyi.^^^
“Windi tolong beritahu CEO Kenzo untuk datang ke ruangan direktur utama sekarang” ucap Maya sekretaris direktur utama.
^^^“Baik ibu Maya”^^^
Phew………………..
Windi membuang napasnya dengan kasar karena ia yakin ia akan mendapat murka dari Kenzo saat masuk ke dalam sana, tapi mau bagaimana lagi ia harus masuk ke dalam dan memberitahu informasi dari kantor direktur.
“Semangat Windi” ucap Windi menyemangati dirinya sendiri.
Tok………………tok……………….tok……………..
Setelah mengetuk pintu ia bergegas membuka pintu karena tahu Kenzo tidak akan menyahut jika sedang dalam keadaan emosi.
Prang……………..
Windi berdiri mematung saat asbak rokok melayang lewat sampingnya dan pecah saat mengenai pintu dibelakangnya. Ia menutup mata mengontrol detak jantungnya yang berdetak dengan cepat seakan ingin keluar dari tempatnya.
“Kenapa kamu menggangguku sialan!” bentak Kenzo dnegan suara menggelegar.
“Maaf tuan. Barusan sekretaris direktur utama menelpon memberitahu jika tuan disuruh menghadap direktur utama sekarang” ucap Windi dengan suara bergetar.
“Ckk! Pak tua itu pasti sudah mendengar kedatangan pihak DA Bank” dengus Kenzo dengan kesal.
“Kamu suruh direktur keuangan untuk menyiapkan dana perusahaan untuk melunasi peminjaman DA Bank” titah Kenzo dengan suara tinggi.
“Baik tuan” ucap Windi dengan sopan.
Kenzo lalu merapikan jasnya sebelum menemui direktur utama, saat sampai didepan pintu ia lalu menyuruh Windi untuk membersihkan ruangannya kembali seperti semula sebelum ia kembali.
“Giliran bersihkan kekacauan disini semuanya aku” gumam Windi dengan kesal.
Kenzo sudah berada didalam ruangan direktur utama dan disana ia tidak sendiri saja, tapi ada juga direktur keuangan disana yang tadi ia suruh Windi untuk memanggilnya ke ruangan dia.
“Jadi tadi pihak DA Bank datang menemui kamu?” tanya Abraham dengan suara dingin.
“Iya tuan” jawab Kenzo.
“Lalu apa yang mereka katakan dan bukannya hari ini adalah hari untuk pengembalian dana pinjaman sesuai kesepakatan” ucap Abraham dengan cepat.
“Benar tuan. Kedatangan mereka tadi hanya untuk mengkonfirmasi ke perusahaan kita untuk segera membayar pinjaman kita sebesar 20% dan mereka memberikan kita waktu hingga jam 12 malam nanti” ucap Kenzo menjelaskan.
“Kalau begitu tunggu apa lagi segera bayar pinjaman kita” titah Abraham dengan suara tegas.
“Iya tuan dan saya barusan sudah menyuruh sekretaris saya memanggil direktur keuangan setelah saya kembali dari sini”
“Direktur Baim” ucap Abraham dengan tatapan tajam menatapnya.
“Sepertinya kita tidak bisa mengembalikannya hari ini tuan” ucap direktur Baim dengan sopan.
“Apa maksud anda direktur Baim?” tanya Kenzo dengan tatapan tajam.
“Dana perusahaan kita tersisa untuk gaji karyawan yang harus dibayarkan besok tuan” jawab direktur Baim sambil menunjukkan laporan saldo dana perusahaan terkini.
“Bagaimana bisa dana perusahaan hanya tersisa 1,2 miliar!” bentak Abraham dengan suara tinggi.
“Maaf tuan tapi dana perusahaan minggu lalu dipakai untuk membayar konstruksi dan para supplay untuk proyek yang sedang dikerjakan oleh CEO Kenzo tuan” papar direktur Baim menjelaskan.
“Bukannya investasi dari klien kita sudah masuk? Lalu dimana semua uang itu?” tanya Kenzo dengan selidik
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Direktur Baim diam tak bisa menjawab sambil melirik ke arah Abraham yang ditangkap oleh Kenzo jika mereka sedang bermain curang saat ini.
“Apa tuan bisa menjelaskan ke saya direktur Abraham Mahesa?” tanya Kenzo sambil tersenyum menyeringai.
“Bayar pinjaman DA Bank terlebih dahulu dan lusa baru bayar gaji karyawan setelah proyek hotel di Bali selesai. Lagian karyawan tidak akan mati jika tidak menerima gaji tepat waktu” titah Abraham dengan suara tegas sengaja tak ingin menjawab pertanyaan Kenzo.
“Baik tuan” ucap direktur Baim sambil berlalu pergi.
“Jadi tuan ingin bermain curang di kantor milik atasan anda?” tanya Kenzo sambil tersenyum penuh arti.
“Bukannya itu sudah hak aku karena sudah mengabdi dan menjalankan perusahaan saat presdir kita terbaring koma saat ini” ucap Abraham sambil tersenyum penuh arti.
“Meskipun begitu tuan harus mengawasi anj**g-an**ng pengikut anda tuan”
“Sepertinya aku butuh bantuan kamu” ucap Abraham sambil tersenyum menyeringai menatap Kenzo.
“Boleh saja tuan! Anda pasti masih ingat dengan tarifnya kan?” tanya Kenzo sambil tersenyum penuh arti.
“Tentu dan aku mau malam ini juga mereka semua dibereskan”
“Deal” ucap Kenzo sambil menjulurkan tangannya ke depan.
“Deal” balas Abraham sambil menjabat uluran tangan Kenzo tanda sepakatnya bisnis mereka barusan.
“Minggu depan posisi presdir akan ada yang menempati” ucap Abraham dengan suara dingin.
“Siapa? Bukannya presdir masih koma?” tanya Kenzo dengan penasaran.
“Hanya gadis kecil yang bodoh yang mengantikan posisi kakaknya sementara! Hehehe” jawab Abraham sambil terkekeh.
“Well! Kalau begitu itu bukan masalah besar buat kita tuan”
“Heemmm! Tapi awasi tangan kanan presdir karena dia akan kembali juga” ucap Abraham dengan rahang mengeras penuh kebencian.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue…………………