
Rencana ingin segera kembali ke Indonesia karena ia sudah rindu sekali dengan istri dan calon anak mereka, tapi itu semua harus batal.
Phew.....................
Denis membuang napasnya dengan sambil menutup mata mengontrol emosi dan rasa pening di kepalanya, setelah mendengar laporan dari Arsen.
Tadi direktur Steven menelpon Arsen mengabari jika ada masalah penggelapan dana di kantor cabang mereka di Amerika dan juga ada beberapa proyek besar yang dibatalkan secara sepihak oleh klien.
"Siapkan semuanya 1 jam lagi kita berangkat ke Amerika" titah Denis dengan suara dingin.
"Baik bos" jawab Arsen.
"Suruh Sean bawa tikus itu ke markas karena aku yang akan bermain-main dengannya" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
"Oke bos" ucap Arsen dengan suara dingin sambil berlalu keluar dari kamar Denis.
Sepeninggalnya Arsen, Denis memijit keningnya yang berdenyut sakit karena masalah yang tiba-tiba muncul saat ia ingin pulang. Apa lagi ia harus menahan birahinya selama berada disana dan tidak bisa tidur jika tidak tidur bersama sang istri.
"Phew! Aku sangat merindukanmu sayang" ucap Denis sambil membuang napasnya dengan kasar.
Denis lalu mengambil hpnya dan mengirim pesan ke istrinya tentang kepergiannya ke Amerika. Tak lupa memberitahunya untuk tidak terlalu memikirkannya dan tidak boleh sampai stres.
Tak puas hanya mengirim pesan saja Denis memutuskan menelpon istrinya. Sampai panggilan ketiga Leila tak kunjung menjawab panggilannya.
"Kamu dimana sih sayang? Kenapa tidak jawab telponku?" tanya Denis dengan gusar.
Ia kembali menghubungi sang istri lagi tapi tetap saja tidak ada jawaban. Denis berniat menelpon sang mama tapi ternyata mamanya lebih dulu menelponnya.
^^^"Halo ma" ucap Denis dengan suara lembut.^^^
"Halo nak. Apa kamu sudah tidur?" tanya Amira dari seberang.
^^^"Belum ma. Bukannya disana sudah jam 12 malam ya ma dan kenapa mama belum tidur?" tanya Denis dengan cepat saat menyadari perbedaan waktu Rusia dan Jakarta dimana Jakarta lebih cepat 4 jam.^^^
"Mama belum tidur nak karena baru selesai membuat daftar menu untuk acara pernikahan klien mama 3 minggu lagi nak" jawab Amira.
^^^"Jangan terlalu bergadang ma. Aku tidak mau sampai sakit"^^^
"Iya nak mama tahu kok. Lagian baru malam ini mama bergadang kok"
^^^"Heemmm! Ma dimana istriku kenapa dari tadi aku telpon dia tidak jawab?" tanya Denis dengan cepat.^^^
"Istrimu sudah tidur dari tadi nak" jawab Amira dengan suara lembut.
^^^"Oh"^^^
"Kapan kamu pulang nak? Istrimu setiap hari terus melamun merindukanmu Denis. Mama sedih melihatnya tidak ceria seperti biasanya nak" lirih Amira dengan sedih dari seberang.
Phew..............
Denis membuang napasnya dengan kasar mendengar pertanyaan sang mama. Ia juga ingin sekali pulang sekarang, tapi tidak bisa karena ada masalah di perusahaan cabang.
...๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ...
"Denis" panggil Amira yang tak mendapat jawaban sang anak.
^^^"Aku tidak tahu kapan pulang ma. 1 Jam lagi aku harua berangkat ke Amerika karena ada masalah serius di perusahaan cabang ma" papar Denis menjelaskan dengan suara berat.^^^
"Kamu jaga diri kamu disana ya nak dan ingat jaga kesehatanmu nak" ucap Amira mengingatkannya.
^^^"Iya ma. Mama tolong jaga istriku dan kandungannya disana ya ma" pinta Denis dengan suara lembut.^^^
"Pasti nak. Kamu jangan pikirkan Leila dan kandungannya karena mama kaan menjaga mereka. Kamu selesaikan saja pekerjaanmu disana dan segera kembali nak"
^^^"Iya ma"^^^
"Oh ya nak mama tadi lihat berita tentang Roy Martinez di TV. Apa kematiannya berhubungan dengan kamu nak?" tanya Amira dengan gugup.
^^^"Aku yakin mama tahu jawabannya" jawab Denis dengan suara dingin.^^^
"Hah! Ya mama tahu nak. Mama hanya berharap keluarganya tidak menaruh dendam kepada kamu nak" ucap Amira dengan sedih.
^^^"Tenang saja ma mereka tidak akan bisa bertindak karena ini semua adalah perbuatan suami dan daddy mereka sendiri ma" ucap Denis dnwban suara tegas.^^^
"Baiklah nak"
^^^"Susah dulu ya ma karena aku harus berangkat sekarang. Titip salam untuk istriku dan calon anak kami"^^^
"Iya nak. Jaga dirimu disana"
^^^"Mama juga"^^^
"Love you son"
^^^"Love you too mom"^^^
Denis lalu mematikan panggilannya sepihak, ia segera merapikan jas dan mantelnya sebelum keluar dari kamar penginapan.
~ Mansion Denis Arkana ~
Jam 04:00 dini hari Leila terbangun dari tidurnya, wajahnya menoleh ke samping melihat tempat suaminya tidur.
Tes..............
Air mata Leila mengalir dengan deras merindukan suaminya, ia mengelus tempat yang bisa Denis tidur dengan tatapan penuh kerinduan.
"Sayang kapan kamu pulang.........hiks hiks hiks.......aku sangat merindukanmu sayang........hiks hiks hiks" ucap Leila sambil menangis tersedu-sedu.
Leila menangis sambil memeluk baju kemeja suaminya dan menghirupnya dalam. Ia sangat ingin mencium bau tubuh suaminya sejak 3 hari yang lalu tapi ia terus menahannya.
Dadanya terasa sakit memikirkan sang suami yang tak kunjung pulang. Tiba-tiba perut Leila terasa kram membuatnya meringis sakit.
"Nak.......hiks hiks hiks........maafin mama ya karena melupakanmu.........hiks hiks hiks.........kamu baik-baik didalam sana ya sayang dan kita tunggu papa" ucap Leila sambil mengelus perut buncitnya.
Seketika perut Leila tidak kram lagi, Leila lalu mengambil hpnya di meja samping ranjang. Matanya terbelak melihat ada 5 panggilan video dan 10 pesan dari suaminya.
Suamiku
"Sayang"
"Apa kamu sudah tidur sayang?"
"Kamu baik-baik saja kan sayang. Aku merindukanmu sayang"
"1 Jam lagi aku akan berangkat ke Amerika karena ada masalah serius di perusahaan cabang disana sayang"
"Hah! Kamu jaga diri disana dan juga kandunganmu ya sayang"
"Ingat semua laranganku sayang dan jangan terlalu stres istriku"
"Jangan lupa minum vitamin dan susu hamil biar anak kita kuat ya sayang"
"Secepatnya aku akan pulang"
"Titip salam buat calon anak kita dari papanya"
"Aku mencintaimu sayang๐"
Leila segera menelpon balik suaminya tapi nomornya tidak aktif. Ia terus menelpon Samapi 4 kali dan jawabannya masih sama, nomor Denis sudah tidak aktif lagi.
"Hiks hiks hiks.........aku juga merindukanmu sayang" ucap Denis sambil menangis.
1 Jam kemudian
Hampir 1 jam Leila menangis mengingat suaminya, matanya sampai bengkak karena terlalu lama menangis.
Ia lalu segera membersihkan tubuhnya dan mengaplikasikan makeup natural ke wajahnya agar tidak terlalu pucat.
Selesai Leila segera keluar dari kamar karena sudah lapar. Saat keluar ia melihat para pelayan yang sedang sibuk membersihkan mansion.
...๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ...
"Selamat pagi nyonya" sapa pak Tio saat Leila baru keluar dari lift.
"Pagi juga pak Tio" balas Leila sambil tersenyum manis.
"Suruh koki buatkan aku chicken katsu dan salad buah ya pak Tio. Oh untuk saladnya jangan pakai mayones tapi pakai madu" jawab Leila dengan cepat.
"Baik nyonya"
"Pak Tio nanti tolong bawakan beberapa cake ke taman kaca ya" ucap Leila dengan cepat.
"Iya nyonya"
Leila lalu masuk ke dalam dapur dan segera membuat susu hamil rasa coklat untuknya. Setelah itu ia pergi ke taman kaca untuk menikmati udara pagi disana sambil menikmati kue dan susu coklat.
"Silahkan nyonya" ucap pelayan setelah menaruh sepiring kue didepan Leila.
"Heeemmm" deham Leila.
Pelayan tadi segera beranjak pergi dari sana meninggalkan Leila yang ditemani pak Tio sebelum Lisa sayang mengawal sang nyonya.
Leila menutup mata menikmati udara pagi yang terasa sejuk apa lagi melihat tanaman mawar merah kesukaannya.
"Selamat pagi nyonya" ucap Lisa dengan sopan sambil membungkuk.
"Pagi juga Lisa" balas Leila sambil tersenyum manis.
Lisa lalu berdiri di belakang Leila berjarak 3 langkah saja. Tiba-tiba Leila menutup mulut ingin muntah saat mencium bau parfum Lisa.
"Nyonya kenapa?" tanya Lisa panik.
"Menjauhlah Lisa. Bau parfummu bikin aku muntah" jawab Lisa sambil menutup hidung dan mulutnya.
Tak banyak tanya Lisa segera berlalu pergi menuju ke paviliun belakang untuk berganti baju dan tidak memakai parfum. Ia sudah mendengar tentang kondisi ibu hamil dari dokter Bimo yang selalu berubah-ubah.
Leila menarik napas dalam setelah Lisa sudah tidak ada lagi. Penciumannya saat ini selalu saja sensitif dengan bau-bau tajam.
Ia lalu memberitahu pak Tio untuk menyuruh semua pelayan dan pekerja di mansion untuk tidak memakai parfum.
"Nyonya sarapannya sudah jadi dan nyonya besar sudah menunggu nyonya di meja makan" ucap pak Tio memberitahu.
"Heemmm" deham Leila segera beranjak pergi.
~ Los Angeles, Amerika ~
Austin memutar bolpoin ditangannya mendengar informasi dari Kenneth tentang perusahaan cabang Denis yang sedang mengalami masalah.
"Apa saham Galaxy Company semakin menurun?" tanya Austin.
"Iya tuan. Sampai sekarang saham Galaxy Company menurun sampai 15%" jawab Kenneth dengan suara dingin.
"Siapa yang berani main-main dengan perusahan Denis? Apa dia tidak tahu kalau dia sudah membangunkan iblis yang sedang tertidur?" tanya Austin sambil tersenyum smirk.
Austin mengetuk jarinya di atas meja memikirkan siapa yang ia ngin bermain-main dengan Denis, tapi ia tidak menemukan jawabannya.
"Keluarkan berita tentang kerja sama kita yang baru dengan perusahaan Denis" titah Austin.
"Baik tuan" jawab Kenneth.
"Beritahu direktur Miley kalau perusahan kita tidak akan memutus kerja sama kedua perusahan" ucap Austin lagi.
"Iya tuan"
Austin mengambil hpnya menelpon Denis setelah Kenneth keluar tapi nomor Denis tidak aktif. Ia lalu menelpon Rayen untuk bertanya tentang Denis dan mendapati kabar, kalau Denis sudah hampir 2 minggu berada di Italia.
Mendengar hal itu ia ingat kalau perkumpulan Nine Cloud sudah hancur apa lagi semua anggotanya sudah mati.
Aku yakin kamu yang membunuh mereka semua Denis, batin Austin dengan yakin.
~ Bandar Udara Internasional LAX ~
Jet pribadi Denis akhirnya landing di bandar udara internasional Los Anggeles (LAX), saat keluar dari dalam jet ia langsung di sambut Sean dan anak buahnya.
...๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ...
"Selamat datang bos" ucap semua anggota Black Devil serentak.
Denis tidak menjawab sambutan mereka dan menatap mereka satu persatu dengan aura membunuh.
Mereka semua menelan saliva dengan susah merasakan aura Denis yang sangat menakjubkan. Tak berkata apa-apa Denis segera masuk ke dalam mobil diikuti Arsen yang semobil dengannya.
"Ke markas" titah Denis dengan suara dingin.
"Baik bos" jawab Arsen.
~ Markas Black Devil A ~
Sampainya di markas semua anak buah Denis menunduk memberi hormat kepadanya saat ia keluar dari dalam mobil.
Mata coklatnya menatap sekeliling markas muat keadaan markas yang sudah lebih besar sejak terkahir kali ia datang.
"Dimana?" tanya Denis suara dingin dan tatapan tajam.
"Ada di ruang tahanan bos" jawab Sean.
"Bawa dia ke ruang interogasi" titah Denis berlalu masuk ke dalam markas.
"Baik bos"
Sean berjalan di belakang Denis menuju ke ruang interogasi. Ia tadi sudah menghubungi anak buahnya untuk membawa orang yang mereka tangkap kemarin ke ruang interogasi.
"Bos silahkan" ucap Thomas menaruh kursi untuk Denis.
Arsen lalu memberi isyarat kepada Sean untuk membuka penutup mata orang didepan sana. Ia berpangku kaki sambil menyerap segelas wiski yang diberikan Thomas.
"Sialan! Kenapa kalian menculikku berengsek!" teriak Zet orang yang diculik Sean.
Aaarghh.............
Teriak Zet kesakitan saat rahangnya di pegang dengan kuat oleh Sean sambil membuatnya melihat ke arah depan.
"Pr........esd.......ir" ucap Zet dengan terbata-bata melihat sosok yang sedang duduk berpangku kaki didepan sana.
"Zet Madison! Bagaimana rasanya memakai uang perusahaan?" tanya Denis dengan suara dingin dan datar.
"Ampun presdir. Aku bersalah presdir aku khilaf. Aku mohon ampuni aku dan aku janji akan mengembalikan semua uang yang aku ambil presdir" pinta Zet dengan memohon.
Hahahaha.................
Tawa Denis pecah didalam sana saat mendengar Zet yang memohon untuk dilepaskan. Apa Zet tidak tahu kalau ia sangat membenci pengkhianat.
"Kamu tahu aku sangat membenci yang namanya pengkhianat" ucap Denis menatap tajam Zet.
"Aku mohon maafkan aku presdir" ucap Zet dengan gemetar ketakutan.
Glek................
Ia menelan salivanya dengan susah melihat Denis yang memainkan pisau lipat kesayangannya di pipinya. Zet menutup mata dengan tubuh bergetar saat pisau itu menelusuri wajahnya.
"Orang yang mengkhianati aku biasanya tidak akan bernapas lagi di bumi ini" ucap Denis sambil tersenyum menyeringai.
"Presd.......ir" ucap Zet dengan ketakutan.
Sret...............aarrgghh............
Jeritan Zet bergema didalam sana saat Denis menusuk perutnya dan mengoyaknya. Darah segera bercucuran sangat banyak disana membuat Denis selain bersemangat dengan apa yang ia lakukan.
Puas mengoyak isi perutnya Denis menatap Zet yang perlahan-lahan menutup mata selamanya.
Ia tidak perduli dengan badannya yang sudah berlumuran darah karena sudan menghabisi pengkhianat didalam perusahaannya.
"Itu balasan karena sudah berkhianat kepadaku" ucap Denis dengan aura mengintimidasi.
...๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ ๐ผ...
To be continue.................