Penyesalan Anak Durhaka

Penyesalan Anak Durhaka
PAD | BAB 235


Semua di ruang tengah kaget mendengar suara Denis yang menggelegar didalam mansion. Tatapan mata Denis menatap orang didepannya dengan tatapan membunuh.


Amira menelan salivanya dengan susah merasakan aura sang anak yang terasa sangat mengintimidasi. Sedangkan Sandro yang baru saja masuk ke dalam mansion merasa merinding merasakan aura sang bos.


Ada apa ini? Siapa lagi yang sudah membuat bos marah, batin Sandro dengan bingung.


Sampainya di ruang tengah matanya terbelak melihat Alexandro Massimo yang sedang duduk disana bersama sang nyonya.


"Denis" panggil Amira dengan suara lembut.


"PAK TIO" panggil Denis dengan suara menggelegar.


Sedangkan Leila yang sedang makan rujak di ruang makan tidak memperdulikan apa yang sedang di lakukan suaminya. Ia hanya ingin menikmati rujak yang sedari pagi ingin ia makan.


"Ka Leila sepertinya ka Denis sedang mengamuk ka" ucap Seila dengan takut.


"Biarin saja. Mungkin suamiku sedang kesal" balas Leila santai tak perduli sama sekali.


"Iya ka"


Seila dan para pelayan gemetar mendengar suara bentakan dan teriakan dari ruang keluarga. Mereka berharap agar tidak terkena amukan Denis yang sedang emosi.


Setelah menghabiskan rujak buatan Seila dengan santai Leila berjalan menuju ruang tengah. Seila yang penasaran apa yang sedang terjadi bergegas mengikuti Leila.


"Nak mama mohon jangan memarahi pak Tio karena mama yang mengijinkan kakek dan nenekmu masuk nak" ucap Amira sambil menahan tubuh Denis yang hendak memberi hukuman kepada pak Tio.


Sedangkan pak Tio ia berdiri dengan gemetar takut terkena amukan sang tuan. Ia masih mengingat rasa pukulan Denis yang sangat menyakitkan.


"Lepas ma" ucap Denis dengan suara tegas dsn dingin.


"Denis mama mohon nak" pinta Amira dengan panik.


"Sayang" panggil Leila dengan suara lembut sambil menyentuh punggung Denis.


Seperti di siram air dingin emosi Denis langsung reda. Denis menoleh ke belakang melihat sang istri yang sedang menatapnya dengan tatapan penuh cinta.


"Aku pengen di elus sama kamu sayang" ucap Leila sambil mengelus perutnya.


Denis mengangkat alisnya sebelah mendengar ucapan istrinya. Tak bertanya apa-apa Denis segera membawa istrinya pergi dari sana.


Sebelum masuk ke dalam lift Leila menoleh menatap mertunya mengangguk kepala sebagai isyarat kalau ia yang akan mengurus suaminya.


Amira mengangguk kepala merasa lega karena Leila sudah membawa anaknya pergi. Ia yakin kalau Leila pasti bisa membuat anaknya tidak akan memberi hukuman kepada pak Tio.


Sedangkan didalam kamar Denis menatap istrinya dengan tatapan tajam karena tahu istrinya sedang berbohong.


"Apa kamu bisa mengatakan maksudmu nyonya Arkana" ucap Denis dengan suara dingin dan datar.


"Hehehehe! Maaf sayang" balas Leila sambil terkekeh.


"Ckk!!" decak Denis dengan tatapan sinis.


Grep..............


Leila memeluk suaminya dengan erat karena tahu suaminya sedang kesal. Meski sedang kesal tapi Denis tetap membalas pelukan istrinya.


"Jadi apa tujuanmu sayang?" tanya Denis dengan suara lembut sambil menuntun istrinya ke sofa.


"Jangan memarahi pak Tio dan mama sayang. Aku tahu kamu belum memaafkan kakekmu tapi jangan melampiaskan kekesalannya kepada orang yang tidak bersalah sayang" jawab Leila dengan suara lembut.


"Ckk!! Dia bukan kakek aku" sarkas Denis dengan kesal.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Leila mengelus rahang Denis dengan lembut ingin membuat suaminya tidak emosi lagi, dan ternyata caranya berhasil.


"Aku tahu kamu belum memaafkan kakek sayang tapi aku mohon jangan lagi melampiaskan kemarahanmu kepada orang yang tidak bersalah sayang" ucap Leila dengan suara lembut.


"Kamu masih ingat kan tentang kejadian beberapa saat yang lalu sayang" tambahnya lagi menyingung masalah waktu suaminya kembali dari Amerika.


"Aku membenci dia sayang" lirih Denis dengan suara berat.


"Ya aku tahu sayang. Aku tidak menyuruh kamu memaafkan kakekmu sekarang sayang tapi aku mohon jangan lampiaskan kemarahanmu kepada orang lain" balas Leila dengan tatapan penuh cinta.


"Heemm! Iya sayang" balas Denis memilih mengikuti ucapan sang istri.


"Terima kasih suamiku" balas Leila sambil tersenyum manis.


Denis membawa istrinya ke ranjang lalu menaruh kepalanya di pangkuan Leila. Melihat hal itu Leila lalu menyisir rambut suaminya dengan jari membuat Denis menutup mata menikmati elusan tangan sang istri.


Rasanya sangat nyaman sampai membuat Denis tertidur. Melihat hal itu Leila memindahkan kepalanya dengan perlahan lalu menyusul suaminya yang sudah tertidur.


Di ruang tengah Amira meminta maaf kepada daddy mertuanya atas sifat Denis barusan. Alexandro tidak marah karena memang ia tahu Denis belum memaafkannya.


2 Jam kemudian


"Siapa yang datang?" tanya Denis pada pak Tio saat baru keluar dari kamar dan mendengar suara ribut.


"Nyonya besar mengundang semuanya untuk barbeque di taman belakang tuan" jawab pak Tio dengan cepat.


"Kenapa tidak memberitahu aku lebih dahulu?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Maaf tuan tapi kata nyonya besar ingin membuat kejutan untuk menyambut kepulangan tuan dan nyonya. Sekalian ingin menikmati jamuan bersama dengan semuanya tuan" jawab pak Tio menjelaskan.


"Heemmm"


"Suruh Arsen, Sandro, Rian, dan Arkan ke ruangan kerjaku" titah Denis dengan suara dingin.


"Baik tuan" balas pak Tio dengan sopan.


Denis bergegas masuk ke dalam ruang kerja menunggu keempat orang kepercayaannya. Tak berselang lama keempatnya datang, saat masuk mereka langsung di sambut Denis yang sedang memeriksa laporan di laptop.


"Bos" panggil Sandro.


"Bagaimana vila aku di Swiss?" tanya Denis dengan suara dingin.


"Sudah berjalan 1 minggu dan selama seminggu banyak pengunjung yang datang kesana bos" jawab Sandro.


"Perusahaan di Amerika?" tanya Denis lagi.


"Laporannya sudah aku kirim ke email bos. Direktur Miley juga sudah menyelesaikan rekrutmen karyawan yang baru bos" jawab Arsen.


"Arsen lusa kamu berangkat ke Singapura dan periksa kasino disana" titah Denis dengan suara tegas.


"Baik bos"


"Arkan kamu ke markas malam ini dan suruh Jeki untuk bantu kamu untuk menyelesaikan misi dengan mafia asal Australia yang membuat keributan di resort aku kemarin dulu" ucap Denis dengan tatapan membunuh.


"Hah! Bos tahu?" tanya Arkan dengan kaget.


"Aku bahkan mengetahui siapa yang tidur denganmu semalam" jawab Denis sambil tersenyum menyeringai.


Ehh....................


Arkan tercengang sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal mendengar ucapan Denis barusan. Ia memamerkan giginya merasa malu karena apa yang ia lakukan semalam diketahui sang bos.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


Sedangkan Arsen, Sandro, dan Rian melongo tak bisa berkata-kata mendengar Arkan yang mengenal wanita malam.


"Semoga kakakmu Rayen tidak mengetahui kelakuanmu bocah" ejek Sandro.


"Ya ka Rayen tidak akan tahu jika mulut ka Sandro tidak ember" balas Arkan dengan tatapan sinis.


"Jangan lupa pakai pengaman bocah" ucap Risan sambil menepuk pundak Arkan.


"Ckk!! Aku tahu ka" decak Arkan dengan kesal.


"Rian siapkan meeting besok tepat jam 09:00 pagi dengan karyawan kantor pusat" titah Denis dengan suara tegas.


"Baik bos"


"Suruh mereka bawa semua laporan 2 bulan terakhir dari setiap devisi"


"Baik bos" ucap Rian sambil mencatat di iPad.


Setelah membahas semua masalah perusahaan dan markas, mereka kalau beranjak keluar untuk bergabung bersama dengan yang lain di taman belakang.


Sampai di taman belakang Denis menghampiri istrinya yang sedang berbicara dengan para wanita. Melihat suaminya datang dengan cepat Leila bangun dan menyambut kedatangannya.


Cup..............


Denis mengecup bibir Leila dengan singkat tidak perduli dimana mereka. Sedangkan semua disana membuang muka tak mau melihat kemesraan keduanya.


"Ayok kita gabung dengan yang lain sayang" ajak Leila sambil tersenyum manis.


"Heeemmm" deham Denis sambil mengelus pipi Leila dengan lembut.


Keduanya lalu bergabung dengan yang lain menikmati daging panggang, kentang, sosis, dan salad yang disediakan Amira dan pelayan tadi.


Sesaat mata Denis menangkap reaksi aneh dari mama dsn Steven mantan tangan kanan papanya dengan tatapan selidik.


Jangan bilang mama menyukai pak tua itu, batin Denis dengan tatapan tajam.


...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...


To be continue..............