
Denis tersenyum mengejek melihat Arkan yang sudah tak berdaya di lantai ruang latihan dengan tubuh penuh bekas lebam, karena terkena lemparan bola biliar oleh Denis berulang kali, dan ia tidak bisa menghindar dari semua lemparan Denis.
“Ckk!! Kamu sangat lemah” decak Denis dengan tatapan mengejek.
“Aku tidak sa….nggup lagi bos” ucap Arkan dengan suara lemah.
“Hari ini latihan cukup sampai disini. Ingat dua poin penting yang aku bilang tadi” ucap Denis dengan suara tegas.
“Bai……k bos”
“Kamu boleh istirahat dan persiapkan dirimu nanti malam” titah Denis sambil tersenyum penuh arti.
Kening Arkan berkerut memikirkan apa maksud Denis barusan dan apa yang akan terjadi nanti malam, tidak mau terlalu berpikir ia memilih pergi ke luar untuk beristirahat karena tubuhnya sangat sakit.
Saat keluar dari ruang latihan, semua anak buah Denis bergidik ngeri melihat tubuh Arkan yang seperti macan tutul penuh dengan lebam dan luka.
Mereka tak menyangka jika di hari pertama latihan Arkan ia sudah di hajar habis-habisan apa lagi ke depannya.
“Jeki bawa dia ke ruang kesehatan” ucap Max dengan suara dingin.
“Oke bos” balas Jeki dengan patuh.
“Terima kas…..ih” ucap Arkan dengan suara pelan.
“Jangan berterima kasih karena kita ini sudah satu keluarga. Sebagai keluarga kita harus saling membantu” ucap Jeki dengan suara tegas.
“I…..ya ka” ucap Arkan sambil tersenyum tulus.
Hatinya terasa hangat mendengar kata keluarga yang keluar dari Jeki, dan baru kali ini ada orang luar selain keluarganya yang mengatakan jika mereka itu keluarga.
Padahal selama ini semua pelayan dan pengawal di rumah mereka tidak pernah mengatakan jika mereka adalah keluarga, meski mereka sudah bekerja sangat lama.
~ Rumah Arkana ~
Siang itu, seperti yang Denis katakan jika kekasihnya akan datang bertamu sekaligus ingin memperkenalkan diri dan mengenal keluarga sang kekasih.
“Jangan gugup Leila. Kamu pasti bisa” ucap Leila menyemangati dirinya saat berdiri didepan rumah Amira.
Phew……………..
Ia membuang napas dengan kasar sambil meremas kedua tangannya seperti biasa jika ia sedang gugup.
“Nona muda apa anda yakin ingin masuk sendiri saja?” tanya Leo dari dalam mobil.
“Yakin ka Leo. Ka Leo pulang saja nanti biar pak Toni yang jemput aku kalau mau pulang” jawab Leila dengan suara lembut.
“Baiklah nona muda. Jika ada apa-apa segera hubungi aku nona muda”
“Iya ka Leo”
Leo segera melajukan mobilnya pergi dari sana, meninggalkan Leila sendiri disana di depan pintu masuk. Sebelum berbalik ia tersenyum hangat menyapa satpam yang sedang menatapnya dari pintu gerbang.
Jangan gugup Leila kamu tidak akan diterkam oleh mamanya Denis, batin Leila.
Tok…………tok………………..tok…………….
Amira yang sedang berada di ruang tengah sedang menonton acara televisi mengerutkan keningnya mendengar pintu depan diketuk.
“Bi tolong lihat siapa yang datang” ucap Amira dengan suara lembut.
“Baik nya”
Bi Eda bergegas ke depan dan membuka pintu melihat siapa yang datang. Saat pintu dibuka ia kaget melihat seorang gadis yang sangat cantik sedang tersenyum lembut dan manis melihatnya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
“Gelis pisan……ehhh” (cantik sekali) ucap bi Eda tak sadar.
“Ehh! Maksud nyonya?” tanya Leila yang tidak mengerti apa yang diucapkan oleh bi Eda.
“Eh! Jangan panggil saya nyonya atuh. Saya ini hanya pembantu rumah tangga disini bukan nyonya non! Hehehe” jawab bi Eda sambil terkekeh.
“Oh iya tante maaf saya tidak tahu” balas Leila dengan sopan.
“Panggil saja bi Eda”
“Iya bi Eda”
“Eneng teh siapa dan mau nyari siapa atuh?” tanya bi Eda dengan suara lembut.
“Kenalin saya Leila bi. Saya mau ketemu sama tante Amira bi” jawab Leila sambil tersenyum manis.
“Oh mau ketemu nyonya”
“Iya bi”
“Kalau begitu ayok masuk non” ajak bi Eda dengan sopan.
Keduanya lalu masuk ke dalam rumah menuju ruang tengah, dimana Amira sedang berada disana dan sedang menonton sinetron yang biasa ia tonton yang di putar saat weekend setiap minggu.
“Nyonya ada tamu cantik yang ingin ketemu sama nyonya” ucap bi Eda sambil menunjuk Leila.
Amira mengerutkan keningnya melihat Leila karena tidak mengenalinya, tapi ia tetap menyuruh Leila untuk duduk dan tak lupa menyuruh bi Eda membuatkan minum buat tamunya.
“Tidak apa-apa nak. Jangan gugup begitu nak nanti dikira tante lagi marahin kamu lagi! Hehehehe” balas Amira dengan suara lembut sambil terkekeh.
Blush………………
Pipi Leila merah padam merasa sangat malu karena terlalu gugup ia sampai berbicara dengan terbata dan suara bergetar.
Melihat tamunya yang malu Amira hanya tersenyum saja dan mulai berbicara dengan santai, agar tidak membuat Leila semakin gugup saat berbicara dengannya.
“Aduh nak kenapa kamu tidak beritahu mama kalau kamu ini kekasih putra mama nak” pekik Amira dengan suara tinggi sambil bangun menghampirinya dan duduk disampingnya.
“Maaf tante aku lupa ngenalin diri tadi karena gugup” balas Leila dengan malu.
“Jangan panggil tante nak karena kamu itu kekasih Denis jadi mulai sekarang kamu harus panggil mama sayang” ucap Amira dengan suara tegas.
“Iya ma”
“Jadi kamu presdir BakerTech nak?” tanya Amira.
“Iya ma. Aku mengantikan posisi kakak aku sebagai presdir yang saat ini sedang koma setelah kecelakaan mobil 2 tahun yang lalu ma” jawab Leila dengan sendu.
Grep……………….
Amira memeluk Leila yang terlihat sangat sedih saat membicarakan kakaknya. Air mata Leila jatuh merasakan pelukan hangat seorang ibu yang sudah lama tidak ia dapatkan, sejak kematian kedua orang tuanya balasan tahun yang lalu.
Hiks……….hiks…………hiks………………hiks………..
Air mata Leila mengalir dengan deras di pelukan Amira, melihat hal itu Amira membiarkan saja karena tahu bagaimana rasanya kehilangan orang yang sangat mereka sayangi. Dengan lembut Amira mengusap kepala Leila agar tidak bersedih lagi.
“Kamu harus percaya dan yakin jika suatu saat kakakmu akan sadar dari komanya nak” ucap Amira dengan suara lembut.
“Iya ma” balas Leila dengan suara serak karena menangis.
Amira lalu mengajak Leila untuk berkeliling rumah mereka sambil menunjukkan foto-foto masa kecil Denis hingga ia dewasa agar mengalihkan Leila dari kesedihannya.
Hari itu Leila merasa sangat bahagia menghabiskan waktu di rumah Amira, karena ia bisa mengetahui apa yang disukai dan tidak disukai oleh kekasihnya. Bahkan Leila juga kaget mendengar cerita Amira tentang Denis yang ternyata membangun usahanya dari nol saat ia masih duduk di bangku kuliah.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
Tak terasa keduanya sudah menghabiskan waktu sangat lama di rumah Amira dan Leila akhirnya pamit pulang setelah menikmati makan malam buatan dia dan Amira tadi.
“Ma terima kasih ya untuk hari ini. Aku sangat bahagia sekali datang kesini ma” ucap Leila sambil memeluk Amira.
“Iya nak. Kapan-kapan kalau kamu tidak sibuk kamu datang ke restoran mama ya biar mama ajarin masakan kesukaan Denis yang lainnya” ucap Amira sambil membalas pelukan Leila.
“Iya ma”
Pelukan keduanya tiba-tiba terlepas saat lampu mobil menyorot ke arah meraka dari arah gerbang. Amira yang mengenali siapa yang datang hanya diam saja didepan pintu menunggu orang itu datang.
“Selamat malam nyonya” ucap Keysa dengan sopan setelah turun dari mobil.
“Iya malam juga Keysa” balas Amira dengan suara lembut.
“Ma kalau begitu aku pamit dulu ya. Nanti kalau mama mau ke panti asuhan jangan lupa hubungi aku ya ma” pamit Leila.
“Iya nak. Kamu hati-hati ya dijalan dan jangan lupa kabari mama kalau sudah sampai rumah” ucap Amira sambil mengelus kepala Leila dengan lembut.
“Pasti ma” balas Leila sambil tersenyum manis.
Ia lalu pamit pergi tak lupa mengangguk kepala saat berpapasan dengan Keysa, membuat Keysa melebarkan matanya melihat sosok yang masih sangat ia kenali.
Dia kan cewek waktu itu dan kenapa dia panggil nyonya dengan sebutan mama, batin Keysa dengan penasaran.
“Keysa ayok masuk” ajak Amira mengagetkan Keysa dari pemikirannya.
“Eh! Iya nyonya” ucap Keysa dengan cepat.
Keduanya bergegas masuk ke dalam rumah untuk membahas laporan restoran hari ini yang dibawakan oleh Keysa, karena Amira hari ini tidak pergi ke restoran.
Selesai memberikan laporan Keysa, segera pamit pulang dan saat ia akan masuk ke dalam mobil ia menahan tangan bi Eda yang hendak masuk ke dalam rumah setelah selesai membuang sampah didepan.
“Bi itu tadi siapa yang datang?” tanya Keysa dengan cepat.
“Oh itu non Leila non” jawab bi Eda.
“Leila? Dia siapa bi?” tanya Keysa dengan bingung.
“Non Leila itu pacarnya den Denis non” jawab bi Eda dengan jujur.
“APA” pekik Keysa dengan suara tinggi mengagetkan bi Eda.
“Aduh non bibi kaget tahu” ucap bi Eda sambil mengusap dadanya karena kaget mendengar suara Keysa yang sangat tinggi.
Sedangkan Keysa ia bergegas masuk ke dalam mobil dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi pergi dari sana. Bi Eda hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Keysa yang membawa mobil dengan kecepatan tinggi.
Didalam mobil Keysa menggenggam stir mobil dengan sangat erat, merasa emosi karena tahu kalau Denis sudah mempunyai kekasih.
“BERENGSEK KAMU JANG! AKU AKAN MEMBUNUHMU BI**H” teriak Keysa dengan emosi sambil memukul stir mobil melampiaskan emosinya.
...🌼 🌼 🌼 🌼 🌼...
To be continue………………….