
Mobil Elvan melaju pelan di tengah ramainya lalu lintas, hari memang sudah gelap kala itu. Namun ibu kota, masih belum mengakhiri harinya.
Dua balita yang masih mencerna jawaban sang ibu atas pertanyaan mereka tentang adik yang begitu mereka inginkan. Zayn dan Zea sama-sama diam mendengar Marisa yang menjelaskan, bahwa adik kecilnya akan hadir jika Allah telah mengabulkan doa mereka.
"Ya Allah, tolong segera kasih adik kecil di perut Mama Ya Allah." Zayn menengadahkan tangannya, lalu Zea mengaminkan doa Zayn.
Elvan dan Marisa saling melirik lalu ikut mengaminkan juga.
🌱🌱🌱M.A.H🍀🍀🍀
Elvan dan anak istrinya kini telah sampai di depan rumah kakek nenek Elvan. Setelah makan di restoran tadi, Elvan membawa Marisa, Zayn dan Zea mengunjungi rumah kakek nenek yang telah membesarkan Elvan selama ini.
"Mama, ini rumah siapa?" tanya Zea yang belum pernah bertemu kakek nenek.
"Zea belum pernah kesini ya?" Elvan meraih tangan anak perempuannya itu. "Ini rumahnya Kakek Nenek Zea dan Zayn."
Elvan mengetuk pintu rumah yang masih terawat dengan baik itu.
Sementara Marisa mengedarkan pandangannya mengamati sekeliling, tak ada yang berubah sejak terakhir ia datang beberapa tahun lalu.
Tak lama menunggu, seorang wanita berusia sekitar 35 tahun membukakan pintu untuk mereka.
"Eh Mas Elvan, masuk Mas," ucap wanita itu dengan ramah.
Elvan pun mengajak Marisa dan anak-anak mereka untuk masuk ke dalam rumah. Marisa pun mengenalkan dirinya, lalu mengikuti suaminya masuk ke rumah.
"Kakek sama Nenek ada Mbak?" tanya Elvan yang kini telah duduk di ruang tamu, memangku Zea yang masih sibuk mengamati sekeliling rumah itu.
Zayn yang melihat saudaranya bermanja di pangkuan Elvan, akhirnya memilih bermanja dengan Marisa.
"Ada Mas, masih sholat belum selesai, saya buatkan minum dulu." Wanita itu memandangi Zea yang ada di pangkuan Elvan, lalu melirik Zayn yang menyandarkan kepalanya di dada sang ibu.
"Iya Mbak, mereka anak istri saya, ini kembaran Zayn," ucap Elvan yang seakan mengerti kebingungan wanita itu.
"Ohh, pantesan kok mirip, istrinya Mas Elvan ternyata cantik banget ya," kata wanita itu, lalu ia segera masuk membuatkan minum.
Tak lama setelah wanita itu masuk, Nenek Elvan pun keluar tergesa-gesa.
"Ya Allah, Marisa…." Nenek Elvan langsung menghambur dan memeluk cucu menantunya itu.
"Assalamu'alaikum Nek, apa kabar?" Marisa langsung mencium tangan nenek Elvan.
"Kamu kemana saja? Apa yang terjadi sama kamu Marisa?" Nenek Elvan menangkup wajah Marisa dengan kedua tangannya, lalu mengecup keningnya. Nenek Elvan begitu merindukan cucu menantunya itu.
"Maaf ya Nek, sudah buat Nenek cemas." Marisa tersenyum, ia merasa begitu disayang oleh nenek suaminya itu.
"Tidak apa, Nenek tau kamu pasti punya alasan yang tepat, karena almarhumah mertua kamu juga pernah merasakan posisi kamu Nak, Nenek sangat bersyukur kamu bisa kembali dengan cucu Nenek yang juga pernah melupakan Nenek ini," kata Nenek sambil melirik cucu laki-lakinya itu. "Itu….."
"Ini anak Elvan juga Nek, ayo sayang salim sama Nenek." Elvan menurunkan putri kecilnya dari pangkuan.
Zea berjalan pelan menghampiri Nenek yang sudah merentangkan tangannya untuk meraih cucu perempuannya.
"Cucu Nenek, cantiknya…." Nenek Elvan menangis sambil memeluk Zea, ini kali pertama mereka bertemu.
Tak lama berselang, Kakek Elvan keluar dari kamarnya.
"Loh…. Marisa?"
"Assalamualaikum Kek." Marisa berdiri untuk mencium tangan kakek Elvan. Disusul oleh Zayn dan Zea, juga Elvan.
"Waalaikumsalam…. Kamu sudah kembali Nak?" tanya kakek. Mereka pun duduk kembali di sofa ruang tamu.
Zayn kembali ke dalam pangkuan Marisa. Bocah laki-laki itu tak ingin berjauhan dari ibunya.
"Alhamdulillah Kek, Allah sudah mengizinkan aku kembali," jawab Marisa.
"Alhamdulilah Zayn sudah bertemu kembali dengan ibunya, Elvan juga sudah mendapatkan kembali istrinya, dan ternyata kakek juga nambah cicit ya, cantik lagi." Kakek Elvan terkekeh.
"Bentar lagi juga nambah lagi kok Kek, Elvan usahain terus nih," ucap Elvan yang membuat mereka semua tertawa.
Malam ini, Elvan melengkapi kebahagiaan istrinya. Ia begitu puas melihat senyum istrinya, karena ia tahu sang istri begitu menyayangi kakek neneknya.
🌱🌱🌱M.A.H🍀🍀🍀
Hari ini, Zayn dan Zea memutuskan untuk tidur berdua, di kamar yang terpisah dari mama papanya. Mereka ingin menguji kesiapan diri mereka sebelum memutuskan untuk benar-benar pisah kamar.
Marisa berkali-kali mengecek anak-anaknya dari luar pintu, mencoba mendengarkan apakah anak-anaknya benar-benar tertidur atau tidak.
"Udah Sayang, biarkan mereka mandiri, mereka pasti tidur kok," kata Elvan yang mengikuti istrinya untuk mengintip anak-anak mereka.
"Bentar Mas, aku cek dulu ya." Marisa membuka pintu kamar Zayn dengan perlahan, lalu masuk ke dalam untuk memastikan anak-anaknya telah tertidur.
Tak lama ia pun kembali keluar dari kamar Zayn, sambil senyum-senyum.
"Gimana?" tanya Elvan yang menunggu dari luar.
"Udah tidur mereka Mas," jawab Marisa yang kemudian segera menuju kamarnya sendiri.
Elvan langsung menyusul istrinya yang telah menghilang di dalam kamar mereka.
"Sayang…." Elvan kini menyusul Marisa yang telah menutupi dirinya dengan selimut tebal.
"Kenapa Mas?" tanya Marisa.
"Usaha yuk…." Elvan menarik istrinya dalam dekapannya.
"Usaha apa sih Mas? Emang masih ada waktu buat ngurus bengkel dan kantor?" tanya Marisa yang sangat tahu suaminya begitu kewalahan mengurus dua usaha yang sangat berbeda jenis itu.
"Bukan…. Usaha untuk mengabulkan do'a anak-anak." Elvan mulai menjelajahi lekuk tubuh istrinya.
Marisa hanya pasrah menerima setiap perlakuan lembut suaminya, sentuhan-sentuhan yang begitu ia sukai.
Malam ini mereka kembali menggapai puncak surga dunia, setelah kembali dipersatukan, Elvan dan Marisa tak pernah bosan untuk menyatukan kedua anggota tubuh mereka.
🌱🌱🌱M.A.H🍀🍀🍀
Pagi-pagi sekali Elvan membangunkan istrinya, ia meminta Marisa untuk menyiapkan keperluan mereka untuk pergi selama beberapa hari. Elvan tak mengatakan kemana tujuan mereka, namun melihat kedua anaknya yang begitu bahagia mendengar kata 'liburan' membuat Marisa menuruti keinginan suaminya itu.
Semua baju dan perlengkapan mereka telah masuk ke dalam koper, dan koper-koper mereka telah masuk ke mobil. Setelah sarapan, keluarga kecil itu segera berangkat menuju tempat liburan yang hanya diketahui oleh Elvan saja.
Perjalanan cukup panjang akan mereka tempuh, dua bocah kecil itu duduk tenang menikmati snack yang mereka beli di minimarket beberapa saat lalu. Sedangkan Marisa masih bertanya-tanya, kemana suaminya itu akan mengajaknya berlibur.
"Mas tau kamu penasaran, tapi Mas nggak akan kasih tau kamu," kata Elvan sambil melirik istrinya.
"Emang kemana sih Mas, sampek anak-anak harus bolos sekolah?" Marisa mulai lelah menerka-nerka dalam pikirannya sendiri.
"Pokoknya ke tempat yang akan istri dan anak-anakku sukai. Kamu tidur aja ya sayang." Elvan mengusap lembut pipi istrinya.
Marisa yang masih penasaran, malah membuang muka dan memilih menikmati pemandangan dibalik kaca pintu. Ia tenggelam dalam pikirannya, sembari mengingat-ingat pemandangan yang tak asing di hadapannya.
"Mas…. Ini jalan arah ke…."
Bersambung….
Kira-kira mau kemana ya mereka? 🤔🤔
🌱🌱🌱
Yang masih punya vote, sini bagi ke Othor 🤭🤭🤭
Jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian ya. Pasti Othor balas kok 🤭🤭
Kalau suka sama karya ini, boleh banget mau kirim bunga atau kopi,kirim vote juga boleh banget 🤭🤭
Terima kasih banyak readers masih setia terus 🤗🤗🤗🤗
Mau kenal Othor?
Boleh kepoin ig othor di: ittaharuka