My Amazing Husband

My Amazing Husband
Rencana Ulang Tahun


"Terus kita mau apa Mas?" tanya Marisa yang kini hanya memakai celana piyamanya saja.


"Masa kamu nggak ngerti." Elvan kini melepas kaosnya dan membuangnya ke lantai.


"Tu.... Tunggu.... Apa Mas nggak lelah?" tanya Marisa yang kini telah bersemu-semu, ia tahu apa yang selanjutnya akan dilakukan oleh suaminya itu.


"Mas punya banyak stamina, kamu tenang saja, berapa kali pun akan Mas jabanin," jawab Elvan yang kini mulai menciumi wajah Marisa.


Elvan menggenggam kedua tangan istrinya, dengan posisi tepat di atas tubuh Marisa. Ia masih menikmati wajah cantik Marisa, yang tengah berbaring di bawah tubuh kekarnya itu. Menciumi setiap jengkal kulit wajah wanita yang selalu membuatnya berdebar-debar.


Ciuman itu pun turun ke leher Marisa, Elvan menghembuskan nafas hangatnya di leher wanita yang telah memberikannya kesempurnaan hidup. Cukup lama Elvan hanya bermain-main di leher putih itu, ia pun berpindah pada dua bukit kembar yang menonjol, berusaha menggapai puncak bukit kesukaannya. Elvan seperti bayi yang kelaparan, melahapnya tanpa ampun.


Puas bermain-main hingga meninggalkan jejak-jejak cintanya yang kemerahan, Elvan kembali mel**at bibir Marisa. Kemudian berusaha melepaskan segala penghalang yang tersisa agar ia leluasa mengagumi tubuh polos wanita halalnya.


"Mas…. Jangan lihatin aku, aku malu." Marisa menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


Selalu saja begitu, setiap kali Elvan melihat tubuhnya tanpa penghalang, ia selalu malu-malu dan membuat Elvan terkekeh.


"Nggak usah malu-malu, nanti pas enak pasti nggak mau berhenti," godanya pada Marisa.


Sementara yang digoda tengah berusaha meraih selimut untuk menyembunyikan tubuh polosnya. Namun sayang, Elvan telah lebih dulu meraih kain tebal yang pasti akan mereka butuhkan nantinya.


"Mas jahat deh." Marisa sudah tak mampu lagi menutupi rasa malunya. Rona merah di wajahnya semakin terang.


"Nggak sayang, Mas akan selalu buat istri Mas ini puas," kata Elvan yang kini juga tak memakai kain apapun. "Aku datang istriku…. Aku mencintaimu…." Elvan pun segera melakukan penyatuan mereka.


Malam hangat itu segera mereka mulai, bahkan cuaca pun seakan mendukung kegiatan suami istri itu. Rintik hujan mulai turun, perlahan menjadi semakin deras membuat basah seluruh permukaan bumi.


Elvan dan Marisa tak lagi peduli dengan hawa dingin yang menusuk, karena olahraga yang mereka lakukan justru membuat tubuh mereka panas dan berkeringat. Elvan terus memacu tubuhnya agar mencapai puncak nirwana, membawa Marisa terbang bersamanya dan meledak bersama di atas surga dunia.


...🌱🌱🌱 M.A.H 🍀🍀🍀...


Adzan subuh telah berkumandang. Meski keduanya cukup bekerja keras semalam, namun tak membuat mereka lupa menunaikan kewajiban. Bergegas mereka pergi mandi, dan menjalankan sholat subuh. Setelahnya, mereka pun keluar dari kamar, tentu saja dengan rambut yang masih setengah kering.


Tak lama, pak Erwin dan kakek Darma pun turun untuk sarapan. Melihat kakeknya yang kesulitan menuruni tangga, Elvan pun berlari ke atas untuk membantu kakek Darma menuruni anak tangga satu demi satu.


Marisa telah menyiapkan sarapan sederhana di meja makan. Zayn dan Zea juga sudah bersiap ke sekolah. Sedangkan Elvan memindahkan kursi mini bar ke meja makan usai membantu kakek Darma.


"Cucu Kakek udah ganteng dan cantik nih," kata kakek Darma saat mereka semua telah duduk di meja makan.


"Iya dong Kek, oh iya Zayn sama Zea kan mau ultah Kek, Kakek rayain nggak kayak tahun kemarin?" tanya Zayn.


"Pasti dong. Nanti biar Mama yang siapin ya, ini kan ulang tahun pertama kalian sama-sama. Benar kan Marisa?" Kakek Darma meminta persetujuan Marisa.


Marisa yang tengah mengambilkan makanan untuk suaminya, langsung menatap wajah kakek Darma yang tersenyum ke arahnya.


"Emmm…. Iya…." jawab Marisa yang kini mengambilkan nasi dan sayur untuk pak Erwin dan kakek Darma.


"Ma, nanti kita undang teman-teman sekolah ya," kata Zea.


"Tapi jangan undang Axel Ma," protes Zayn.


"Zayn, nggak boleh gitu, kita undang semua teman Zayn dan Zea ya." Marisa mengusap wajah kiri putranya.


Zayn hanya membalas dengan memajukan bibirnya, ia benar-benar tak suka Axel datang di acara ulang tahunnya nanti.


"Nanti Grand Pa yang siapin hotel buat ulang tahun kalian," kata pak Erwin.


"Apa nggak berlebihan, Pa? Ulang tahun saja kenapa harus di hotel?" tanya Marisa.


Ulang tahun Zea biasanya dirayakan di rumah secara sederhana, jadi Marisa tak pernah tahu bagaimana ulang tahun Zayn dirayakan selama ini.


"Sayang, ulang tahun Zayn memang selalu dirayakan di hotel, sama rekan-rekan bisnis, nanti sekalian kita umumin kalau istri Elvan sudah kembali. Jadi biar nggak ada lagi salah paham tentang pertunangan Mas dan Sylvia, kamu setuju kan?" tanya Elvan yang kini menggenggam tangan istrinya.


"Emmm…. Ya sudah kalau gitu Mas." Marisa pun akhirnya setuju dengan keinginan suami dan juga keluarganya itu.


"Ma, nanti aku mau gaun baru ya, terus kue nya aku mau yang princess gitu, aku mau jadi princess." Zea mengedip-ngedipkan matanya.


"Iya sayang, nanti pulang sekolah kita belanja sama Bunda ya, sama Onty Na juga," jawab Marisa..


"Nanti biar EO saja yang urus, kalian tinggal kasih tau mereka konsepnya." Kakek Darma memberikan nasehat.


Marisa dalam hati berharap kakek Darma akan benar-benar berubah, dan tidak mempunyai niat jahat lagi.


...🌱🌱🌱 M.A.H 🍀🍀🍀...


Usai sarapan, pak Erwin dan kakek Darma meninggalkan rumah Elvan. Sementara Elvan bersiap untuk mengantar kedua anaknya sebelum berangkat ke kantor.


"Ma, Zayn sekolah dulu ya. Nanti kita jadi beli baju kan?" tanya Zayn sambil mencium punggung tangan Marisa.


"Iya sayang, nanti kalau Papa nggak bisa jemput Mama yang jemput kalian." Marisa mencium kedua pipi Zayn dan diakhiri dengan kecupan di kening bocah laki-laki itu.


"Asyik! Papa nanti jangan jemput, biar Mama yang jemput, Zayn tunggu di mobil," kata Zayn lalu berjalan menuju mobil.


"Tuh, dia masih suka ngatur-ngatur persis kayak Kakek," gumam Elvan yang masih bisa didengar Marisa.


Maris hanya menggelengkan kepalanya.


"Mama, Zea juga pergi dulu ya." Zea pun melakukan hal yang sama dengan yang dilakukan Zayn, lalu dibalas dengan ciuman pipi dan kecupan di keningnya.


"Jagain Zayn ya sayang, jangan berantem," kata Marisa sebelum Zea masuk mobil.


"Mas berangkat dulu ya. Nanti Mas suruh sopir jemput ke rumah."


Marisa mencium tangan suaminya. Lalu Elvan mencium bibirnya singkat.


"Mas…. Diliatin anak-anak nanti." Marisa memukul pelan lengan suaminya yang kini memakai kembali setelan jasnya, setelah sekian lama hanya kerja memakai pakaian santai.


"Nggak papa, mereka juga ngerti kok." Elvan mengerlingkan matanya nakal.


"Udah deh Mas." Wajah Marisa telah bersemu merah, dan Elvan sangat menyukainya.


Elvan pun mengecup kening istrinya sebelum menuju mobilnya.


Marisa menghembuskan nafasnya lega, rasanya kebahagiaan yang sempurna benar-benar diraihnya. Memiliki suami yang mengagumkan, dan juga sepasang anak kembar yang menggemaskan. Semua penderitaannya selama lima tahun lebih terbayar sudah dengan kebahagiaannya kali ini.


...🌱🌱🌱 M.A.H 🍀🍀🍀...


Hujan baru saja reda, beberapa genangan air masih menghiasi jalanan ibu kota. Marisa menjemput putra putrinya ke sekolah, diantar oleh supir kantor suruhan Elvan.


Seperti biasa Marisa menunggu anak-anaknya di dekat pintu masuk bersama beberapa orang tua lainnya.


"Hai," sapa seorang laki-laki.


"Oh, hai Tuan Andra." Marisa mengingat jelas nama laki-laki yang membuat suaminya menjadi posesif beberapa hari yang lalu.


"Jemput anak-anak ya?" tanya Andra berbasa-basi, bukankah sudah jelas jika Marisa pasti sedang menunggu anaknya sama seperti Andra kan?


Marisa hanya mengangguk sopan.


"Elvan sama Sylvia benar-benar putus ya." Kali ini Andra ingin memancing obrolan dengan Marisa.


"Tuan Andra tahu dari mana?" tanya Marisa yang kini tertarik dengan kata-kata Andra.


"Sylvia itu mantan pacar saya, sebelum akhirnya saya menikahi ibunya Axel," kata Andra.


"Oh ya?"


"Benar, dan saya berharap bisa kembali dengannya, tapi sayangnya dia masih terobsesi dengan Elvan."


Apa tuan Andra juga tahu kalau Sylvia sakit ya?


Bersambung….


...Othor cuma mau ngingetin, jangan lupa tinggalkan like dan komentar kalian ya. Pasti Othor balas kok 🤭🤭...


...Kalau suka sama karya ini, boleh banget mau kirim bunga atau kopi,kirim vote juga boleh banget 🤭🤭...


...Terima kasih banyak readers masih setia terus 🤗🤗🤗🤗...