MENJADI GADIS PETANI

MENJADI GADIS PETANI
89. bom


di tempat lain, pasukan Kediri yang tengah menunggu kabar dari beberapa utusan yang pergi melihat kondisi medan perang. tiba-tiba beberapa prajurit yang diutus itu kembali. mereka bernafas dengan tersengal-sengal.


"apa yang kalian lihat di sana..?? Apakah ada sesuatu..??" tanya parta kepada para pengawal itu. kelima pengawal yang diutus itu langsung mengganggukan kepala.


"Iya tuan, tadi kami melihat sebuah benda besar yang memiliki tombak di ujungnya. namun benda itu hanya diam saja di tempat dan tidak bergerak. kami juga tidak melihat adanya pasukan dari kerajaan Majapahit di sana." ucap salah satu pengawal yang diutus.


mereka tidak tahu saja, bahwa pasukan dari kerajaan Majapahit tengah mengintai mereka di dalam mobil tank.


mendengar cerita dari beberapa pengawal itu, parta mulai berpikir. menurutnya ini sangat aneh, biasanya penjagaan Di lapisan pertama ini sangatlah ketat. namun Kenapa sepertinya tidak ada penjagaan sama sekali. bahkan menurut dari cerita, tak satupun pengawal yang berlalu lalang di sana.


"ini cukup aneh, sebaiknya kita berhenti di sini untuk sementara. tidak usah membangun tenda karena tidak akan lama, kita akan menyusun rencana baru."ucap parta kepada para pengawalnya dan juga panglima-panglima perangnya.


mereka semua pun menyetujui usul dari parta, para pengawal dibiarkan beristirahat sementara para panglima mulai menyusun siasat.


mereka membuat beberapa tim. tim pertama akan berjumlah 1000 orang, di mana tim pertama ini akan dijadikan sebagai umpan. tim kedua, pada saat tim pertama berhasil memancing umpan, maka tim kedua akan bergerak dengan cepat untuk menyusup masuk ke pertahanan kerajaan itu. dan begitu seterusnya.


3 jam mereka melakukan perundingan di sana. akhirnya mereka Langsung memutuskan untuk melanjutkan perjalanan sesuai dengan rencana.


***


" nona, tadi ada sekitar lima orang yang terlihat datang sepertinya ingin melihat kondisi di wilayah ini. pasti mereka akan sangat heran, karena tak satupun pengawal berada di penjagaan lapisan pertama ini." ucap salah satu anggota kepada Gayatri.


"iya, aku juga sudah melihatnya. sekarang tugasmu adalah, perintahkan beberapa anggota kita untuk berjaga di sebelah barat dan selatan. katakan kepada mereka harus siaga. letakkan orang-orang di sana yang memiliki kekuatan sepertimu." ucap Gayatri kepada anggotanya yang ia sebut dengan Ger.


"baik nona..." setelah mengatakan sepatah kata itu. anggota ger itu langsung meninggalkan tempat menuju tempat yang diperintahkan oleh Gayatri.


tak lupa juga Gayatri memberikan kabar kepada yang lainnya. baik yang berjaga Di lapisan kedua maupun benteng lapisan ketiga.


tiba-tiba pangeran Mandala sampai di lokasi. segera ia mengatur posisi pasukannya untuk siap siaga. setelah itu ia mulai mengedarkan pandangannya mencari keberadaan sang istri. saat dia sedang mencari kesana kemari, tiba-tiba ia melihat benda yang sangat aneh menurutnya. apalagi kalau bukan mobil tank.


"benda apa itu..?? Kenapa berdiri di gerbang benteng lapisan pertama.?" tanya pangeran Mandala kepada dirinya sendiri. saat pangeran Mandala berjalan dengan pelan dan penuh kewaspadaan menghampiri mobil tank itu. tiba-tiba matanya menangkap sosok yang begitu sangat ia kenali dan cari-cari. Siapa lagi kalau bukan sang istri.


pangeran Mandala yang melihat istrinya berada di sana. sontak saja pangeran Mandala langsung bergegas berlari menemuinya.


"sayang...!!!" seru pangeran Mandala kepada Gayatri. Gayatri yang merasa terpanggil langsung mengarahkan pandangannya ke arah pangeran Mandala. di sana pangeran Mandala sedang berlari menemui dirinya.


"pangeran..!!" lirih Gayatri. Gayatri juga berlari mendekat ke arah sang suami dan langsung berpelukan. pangeran Mandala memeluk begitu erat tubuh istrinya. ada rasa lega dalam hatinya melihat sang istri baik-baik saja.


"Dari mana saja kamu..??. aku sudah mencarimu kemana-mana. Kenapa tidak izin kepadaku..??" " tanya pangeran Mandala berurutan tanpa memberikan celah. Gayatri yang mendengar dan mendapat pertanyaan seperti itu dari sang suami, hanya mampu menyengir kuda saja.


"Maaf pangeran. tadi aku terlalu bersemangat, jadi aku tidak sempat memberitahumu. Ya sudah, sekarang kamu ikut aku. pasukan Kediri itu telah sampai."; ucap Gayatri lagi.


saat mereka sedang berdiri dan mengobrol. 1 anggota Gayatri datang mendekat.


"nona, pasukan itu telah terlihat. sepertinya mereka mengubah siasat. karena jumlah pasukan itu berkurang..," jelas sang anggota kepada Gayatri.


pangeran Mandala pun langsung mengerutkan keningnya. pasalnya ia belum mendengar bahwa Kerajaan Kediri telah mengubah strategi perangnya. pangeran Mandala yang belum memiliki kesiapan menatap istrinya dengan seksama.


"pangeran tenang saja, aku telah mengatur semuanya."; ucap Gayatri dengan tenang.


"kalau begitu kalian harus mengikuti komando dariku." ucap Gayatri sambil berjalan ke arah teng-teng yang sudah siap tempur itu.


"masuk dan ambil posisi masing-masing..." ucap Gayatri memerintahkan Mereka lagi. sementara pangeran Mandala yang telah siap dengan baju perangnya menatap istrinya dengan bengong.


karena rata-rata orang yang dekat dengan Gayatri itu tak mengenakan pakaian perang sedikitpun. mereka hanya mengenakan pakaian biasa dan memasang rompi di baju mereka tanpa menggunakan baju perang.


"sayang, Bagaimana sistem perangnya. Kenapa para pengawal atau anggota-anggotamu tak menggunakan baju perang untuk melindungi mereka."; tanya pangeran Mandala kepada sang istri. Gayatri pun tersenyum mendengar kekhawatiran suaminya itu.


"tenang saja suamiku. semuanya akan baik-baik saja.." setelah mengatakan hal itu. pangeran Mandala tak lagi mengatakan apa-apa. Ia hanya akan mengikuti kemanapun istrinya pergi untuk melindungi sang istri.


bukan tidak bisa melakukan apa-apa, hanya saja pangeran Mandala tidak tahu harus melakukan apa karena sepertinya peperangan Ini dibawa kendali sang istri. apalagi benda-benda aneh yang tersusun rapi di depan benteng mereka.


***


saat parta sedang mengamati, matanya hanya menangkap 5 sosok yang sedang berdiri di depan mereka yang jaraknya cukup lumayan jauh. parta tidak memikirkan apapun. Iya cukup senang melihat pasukan dari kerajaan Majapahit yang tidak seberapa. Ia hanya berpikir, Kerajaan Majapahit tidak memiliki persiapan. karena memang inilah yang diinginkan oleh parta.


"lihatlah para pengawal, sebentar lagi kita akan menguasai Kerajaan Majapahit. kita akan menjajah habis sumber daya alam yang ada di sini hahaha..!!!" ucap parta kepada para pengawalnya sambil tersenyum puas.


"hei kalian para cecunguk, sebaiknya kalian tidak usah melawan. karena kalian tidak akan sanggup. alangkah baiknya kalian menyerah saja.." ujar parta kepada Gayatri dan pangeran Mandala serta beberapa panglima yang berada di belakang mereka.


"sombong sekali orang ini..." ucap Gayatri dengan pelan. namun masih terdengar di telinga suaminya dan para panglima itu.


tanpa menunggu sepatah kata pun. parta sudah tidak sabar ingin menguasai Kerajaan Majapahit itu. karena itu dengan segera ia langsung memerintahkan pasukannya untuk menyerang.


"kalian tidak akan menang melawan kami. heh... semuanya siap..!! Serang!!" teriak parta kepada pasukannya. karena sudah mendengar perintah, para pasukan itu langsung bersiap menyerang. mereka semua berhambur membuat formasi.


sementara di posisi Gayatri, Iya segera mengangkat tangannya. sontak ke-20 mobil tank itu langsung siaga.


sementara para pengawal atau pasukan dari Kediri terus berlari ke arah mereka. dengan satu hentakan tangan, maka peluru dari teng teng itu langsung diluncurkan.


srek bom..


srek bom..


aaarrhhh..


dengan seiring diluncurkannya peluru-peluru mobil tank itu, maka saat itu pula terdengar jeritan kesakitan dari pasukan Kediri itu. partai yang melihat kemajuan perang dari kerajaan Majapahit langsung mendadak menciut.


apalagi ketika ia melihat benda aneh itu mengeluarkan peluru yang mampu menghancurkan sebagian besar pasukannya. ia menatap ngeri dan tak percaya, Iya berspekulasi sendiri. walaupun tanpa harus persiapan, dan hanya dengan mengandalkan benda-benda aneh ini, tetap saja mereka tidak akan dikalahkan. sontak wajahnya menjadi pucat.


"Apakah kerajaan Majapahit semaju ini..!! bahkan alat perangnya saja tidak lagi menggunakan tombak, pedang dan panah. mereka malah menggunakan benda aneh yang mampu melumpuhkan sebagian besar dari pasukan kita.." ucap parta kepada panglima yang berada di belakangnya.


"lalu bagaimana ini yang mulia Tuan parta. Apakah kita akan diam saja melihat pasukan kita hancur hanya dengan benda itu..??" tanya panglima parta yang berdiri tepat di belakangnya.


parta menggelengkan kepalanya tidak percaya. sungguh ia telah meremehkan kekuatan Kerajaan Majapahit.


"kembali ke rencana awal..!!" teriak parta kepada sang pengawal. rencananya yaitu, tim pertama ini akan segera mundur. sementara tim kedua yang telah disiapkan di berbagai sisi akan siap menyerang.


dengan segera panglima itu langsung memberikan kode dengan meniup terompet. Gayatri dan beberapa pasukannya terkejut mendengar suara terompet itu. beberapa pasukan dari Kerajaan Kediri juga mundur dari Medan itu. ternyata cukup banyak yang telah meninggal di pihak mereka, bahkan para pengawal yang tersisa hanya tinggal sedikit.


***


para pengawal Kerajaan Majapahit juga mendengar suara tiupan terompet itu. di mana saat ini mereka diletakkan di sisi barat dan Selatan.


"semuanya bersiaga...!!" teriak anggota ger kepada para pengawal kerajaan. ada dua panglima juga yang bersama dengan dirinya.


beruntung para pengawal itu menerima Siapa saja yang memimpin mereka asalkan mereka bukan orang-orang yang menghianati kerajaan.


mendengar perintah dari anggota ger, semua para pengawal langsung siaga dan waspada. beberapa pemanah telah bersembunyi di atas pohon. beberapa juga pengawal yang bertarung menggunakan pedang juga ikut bersembunyi.


ternyata dugaan mereka benar, tak menunggu waktu yang lama, sebagian besar dari pasukan kerajaan Kediri mulai memasuki wilayah itu.


anggota ger dan beberapa anggota lainnya yang ikut bersamanya. yang telah dilatih oleh Gayatri menggunakan alat-alat perang di zaman modern, mereka Langsung siaga.


ketika jauh pasukan itu hanya tinggal 300 meter lagi. dengan segera pasukan itu melemparkan bom manual dari tangannya. ( bom apa itu namaxa guys..??🤔)


bom bom bom..


sama seperti pasukan pertama yang menghadang benteng lapisan pertama. di sana banyak juga yang terluka dan yang meninggal akibat letusan bom yang dilemparkan oleh anggota Gayatri.


bahkan Gayatri tak memberikan kesempatan kepada keluarganya untuk menikmati perang sambil baku hantam dan mengayunkan pedang. walaupun begitu, para pengawal dari kerajaan Majapahit tetap bersiaga. berjaga-jaga jika kemungkinan saja terjadi.


"pasukan Kediri, kalian salah memilih lawan. tanpa harus turun ke medan perang, kalian semua akan mati dengan alat-alat ini." ucap salah satu anggota Gayatri. mereka semua juga setuju dengan apa yang telah dituturkan itu.


***