
mereka semua berjalan mengikuti badiran dari belakang, di sepanjang perjalanan, mereka terus mengedarkan pandangannya ke segala arah, sampai akhirnya mereka sampai di depan pintu kamar.
ceklek
badiran langsung memutar knop pintu itu dan terbuka. setelah itu, mereka langsung masuk kedalam kamar. lagi-lagi, mereka dibuat takjub dengan tampilan kamar itu.
"wah.!!! ini sangat cantik yah...!!" seru nyonya diaswari, matanya langsung berbinar menatap indah disain tersebut. mereka tak merespon ucapan nyonya diaswari, mereka semua larut dalam keterkejutan mereka.
"ini adalah bangunan yang pertama kali saya lihat, dan tampilannya benar-benar elegan. wah ..!! kalau begini caranya, aku sangat akan betah tinggal di tempat ini." tutur Arga di sela-sela kekagumannya. matanya membulat dan tak berkedip.
"ini adalah kamar ayah dan ibu. sekarang ayah dan ibu istirahat. dan untuk kak Arga, ayo kak, kami tunjukkan kamar untuk kakak." ucap Diran dengan penuh perhatian. Arga menganggukkan kepalanya.
"tolong kak aseng, tunjukkin semua yang ada di kamar ini kepada ayah dan ibu, serta jelaskan juga manfaatnya." tutur Gayatri, yang ternyata dari tadi hanya diam dan tersenyum melihat kelakuan keluarga nya itu. aseng yang mendapat kepercayaan pun langsung membungkuk tanda mengerti.
"baik nona." ujar Aseng. setelah itu, mereka langsung meninggalkan kamar kedua orang tuanya agar mereka bisa beristirahat. mereka pergi menuju kamar Arga.
ceklek
"ini kamar kak. di sebelah kamar ini ada kamarku. kalau kamar gaya, ada di seberangnya." ucap Diran lagi. Arga tidak bisa tidak terkejut.
"wah..!! benar-benar elegan." ucap Arga lagi. Diran tersenyum. ini juga adalah respon pertama kali ia melihat kamar nya juga.
"kak, kalau begitu, gaya permisi ya kak. gaya juga mau bersih-bersih." ucap Gayatri kepada kedua kakaknya. Diran dan Arga pun mengangguk.
***
tak lama waktu makan malam pun tiba, di meja makan sudah dihidangkan berbagai macam menu makanan. semua menu makanan itu berasal dari rumah makannya. terlihat seorang pelayan mendatangi kamar Gayatri dan mengetuknya.
tok tok tok
"maaf Nona, semua makanan sudah dihidangkan di atas meja." ucap pelayan itu dari luar pintu. Gayatri pun beranjak dan membukakan pintu.
ceklek, tampak Gayatri yang sudah siap dan telah segar sedia kala.
"Baiklah Mbak, tolong mbak juga panggilkan semua keluarga saya." ucap Gayatri dengan sopan. pelayan itu pun membungkuk dan segera berlalu dari hadapan Gayatri. beriringan dengan Gayatri juga yang pergi menuju meja makan. ternyata sesampainya di meja makan, semua keluarganya sudah berkumpul di sana.
"loh !! udah ngumpul aja..!! barusan tadi gaya menyuruh pelayan Tia untuk memanggil kan ayah dan ibu serta kakak." ucap Gayatri sambil mengambil tempat duduk di sebelah kakaknya Arga.
"Iya dek, soalnya kami sudah kelaparan dari tadi." tutur Diran sambil cengengesan. Mereka pun langsung memulai makan malam mereka. tampak suasana itu begitu hening, karena semuanya sibuk mengunyah makanan masing-masing. tak lama mereka pun selesai dengan aktivitas makan malam itu, saat ini mereka tengah berada di ruang tamu. keluarga Gayatri benar-benar heboh ketika merasakan tempat duduk yang begitu empuk dan nyaman. bahkan tak jarang mereka berbincang dan bercanda satu sama lain. tiba-tiba Tuan Senopati bertanya kepada putrinya itu.
"lalu di mana tokomu nak, Ayah ingin melihatnya." tutur Tuan Senopati. Gayatri tersenyum.
"ayah dan ibu, jika seandainya besok tidak kecapean atau kelelahan, gaya akan mengajak Ayah dan Ibu serta kakak untuk mengunjungi rumah makanku." ucap Gayatri kepada kedua orang tuanya.
***bersambung***