MENJADI GADIS PETANI

MENJADI GADIS PETANI
38. berkunjung


setelah perbincangan itu, mereka semua langsung menuju kamar masing-masing dan beristirahat. malam ini mereka akan memanjakan tubuh mereka di atas tempat tidur yang begitu empuk yang belum pernah merekah rasakan sebelumnya.


"ah.. nyaman sekali..." ucap Tuan Senopati ketika merebahkan tubuhnya di atas spring bed itu. Iya juga memejamkan matanya menikmati kesan pertama ia merasakan tempat tidur ini. ternyata tak membutuhkan waktu yang lama, Tuan Senopati langsung terlelap dari tidurnya itu. Begitu juga dengan Nyonya diaswari, ia juga ikut terlelap di samping sang suami.


***


semua orang telah terlelap, beda halnya dengan Gayatri yang memilih untuk masuk ke dalam ruang dimensinya. di sana Gayatri mau mulai belajar banyak hal mengenai dunia kultivasi, Iya juga harus mengajarkan kepada ayah dan kakaknya untuk belajar ilmu kanuragan yang cocok untuk mereka. tak lupa Ia juga mengambil beberapa kitab yang ia perlukan di sana.


Iya juga membuat beberapa pil yang digunakan untuk membantu peningkatan kultivasi ayah dan kakaknya, Gayatri juga di sana dibantu oleh Rion sang penjaga ruang dimensi. setelah ia selesai, Gayatri pun langsung berpamitan kepada Rion.


"hah..!! akhirnya selesai juga. kalau begitu aku pamit ya Rion kecil, baik-baik disini." ucap Gayatri mengelus kepala Rion yang saat ini telah berubah menjadi anak kecil yang imut. Rion mengerucutkan bibirnya.


"berhenti mengelus kepala ku, aku bukan anak kecil." protes Rion. Gayatri terkekeh melihat kelakuan dari Rion.


"hehehe... siapa suruh kamu menjadi anak kecil. kan aku jadi gemes.." ucap Gayatri sambil mencubit pipi gembul dari Rion itu. Rion menatap tajam kearah Gayatri. Gayatri yang melihat tatapan itu pun langsung menghentikan aksinya.


"iya deh... maaf..." ucap Gayatri sambil menyatu kan kedua tangannya. setelah itu, Gayatri pun langsung menghilang dari sana.


syuuuttt...


Gayatri kembali ke dunia nyata. ia menghirup nafasnya dalam dalam.


***


esok hari menjelang. saat ini, Gayatri dan keluarganya tengah berada di rumah makan Gayatri. saat mereka masuk kesana, rospon yang mereka berikan sama dengan pertama kali mereka masuk ke rumah itu. tapi, mereka segera menepis kekaguman mereka itu.


mereka melihat sendiri, dimana para pengunjung rumah makan Gayatri itu sangat padat. bahkan rakyat dari kalangan para bangsawan sampai tidak kebagian tempat duduk. tapi mereka rela mengantri untuk itu. bahkan para pelayan tidak pernah berhenti memasak menu yang tengah habis itu.


tuan Senopati yang menyaksikan hal itu, tidak bisa tidak merasa kagum.


(wah... benar-benar luar biasa usaha putriku. aku sampai dikalahkannya.) batin tuan Senopati.


"ayah, ibu. sebaiknya kalian tunggu diruangan gaya saja. dari pada duduk disini." ucap Gayatri. sementara Diran dan Arga sudah berbaur dengan para pelayan yang ada di sana. tuan Senopati dan nyonya diaswari pun menoleh kearah Gayatri.


"em.. tidak usah nak, mending bapak dan ibu ikut membantu saja." ucap Tuan Senopati dan dibalas oleh anggukan kepala dari nyonya diaswari. Gayatri tersenyum kearah kedua orang tuanya.


"tidak ayah, ikutlah gaya kedalam. ada sesuatu yang ingin Gayatri diskusikan Kepada ayah dan ibu."tutur nya. nyonya diaswari dan Tuan Senopati pun saling memandang satu sama lain. kemudian mereka langsung mengikuti Gayatri. Gayatri juga memerintahkan satu pelayan untuk memanggil kedua kakaknya. dengan segera pelayan itu pun pergi memanggil keduanya. tak lama, mereka pun masuk dan bergabung bersama dengan mereka.


***bersambung***