
pangeran pandu mengamati obat penawar itu dengan seksama. kemudian ia melihat ketiga orang yang ada di depan matanya. seolah pangeran pandu ingin meminta pendapat.
"bukalah pangeran. dan di minum. tapi sebaiknya jangan disini, kita sebaiknya berada di kawasan yang terbuka, namun tidak di tempat yang ramai." ucapnya. ia menjelaskan kepada pangeran pandu. karena Gayatri dapat menebak, bahwa setelah racun itu hilang dari dalam tubuh pangeran pandu, maka kekuatan besarnya yang tersegel selama bertahun-tahun akan meledak, dan tentu saja akan menari perhatian para pendekar dan juga akan menjadi tontonan nanti.
"kenapa seperti itu dek..??" tanya Diran kepada adiknya. Begitu juga dengan pangeran Arga dan pangeran pandu.
" semuanya tidak bisa aku jelaskan di sini. Tapi alangkah baiknya kita melakukannya segera. dan jangan lupa pasang juga araya perlindungan yang kuat." jelasnya lagi. penjelasan itu semakin membuat ketiga orang yang mendengarkan penuturan tersebut menjadi penasaran, Begitu juga dengan Arya yang masih berada di dekat mereka.
"Ya sudah kalau begitu pangeran, sebaiknya disegerakan saja." kali ini Arya yang bersuara.
Arya adalah pengawal pangeran pandu yang sangat setia dan bisa diandalkan. pangeran pandu dan Arya tidak menganggap keduanya majikan dan bawahan. namun mereka akan bersikap seperti majikan dan bawahan ketika berada di acara resmi, karena Arya juga tidak ingin mencoreng nama baik junjungnya itu dengan memperlakukan seorang bawahan layaknya keluarga.
namun itu bukanlah masalah besar bagi Arya, karena sampai kapanpun, Arya sangat berterima kasih kepada pangeran pandu. berkat pertolongan dan pengajarannya ia menjadi seseorang yang berguna bagi dirinya sendiri setelah kehilangan kedua orang tuanya dan adiknya.
"Iya pangeran Saya juga setuju dengan usul yang Arya utarakan. sebaiknya kita segera bergegas untuk mengobati racun yang ada di dalam tubuhmu itu. takutnya racun itu nanti akan menggerogoti tubuhmu yang belum merasakan surga dunia.." dengan licik sambil menggoda pangeran pandu.
pangeran pandu yang mendengarkan candaan dari saudara sepupunya itu di depan mata Gayatri, langsung melotot kepada Arga dan sekaligus menjewer telinganya.
"kamu tuh ya..!! kalau berbicara seperti itu harus lihat-lihat dulu kondisi dan keadaan. kalau begini caranya kamu telah menodai telinga seorang perempuan yang saat ini tengah berada di tengah-tengah kita..!! " bisik pangeran pandu kepada Arga.
"auch... sakit pangeran,.." rengek pangeran Arga kepada pangeran pandu. sementara badiran hanya tersenyum melihat aksi keduanya Begitu juga dengan Arya dan kedua saudara kembar itu.
"baiklah. ayo pangeran kita segerakan saja.." tutur Gayatri. Setelah itu mereka Langsung meninggalkan tempat itu dan pergi ke suatu tempat yang menurut mereka aman dari ramainya kepadatan penduduk dan juga para pendekar.
tujuan mereka adalah hutan kematian. di mana hutan itu Tidak seorangpun yang bisa memasukinya, walaupun dapat memasukinya mereka tidak akan berhasil keluar dari hutan tersebut. Namun nyatanya, pengikut pangeran pandu dan ketiga saudara itu mampu menembus hutan kematian.
hutan itu disebut hutan kematian karena pohon yang terdapat dalam hutan itu sangat padat sehingga cahaya tidak dapat menembus masuk ke dalam sela-sela pohon-pohon rimbun itu, sehingga memberikan kesan yang sangat misterius dan juga sangat menakutkan.
"di sini saja.. aku rasa di sini cukup aman, dan juga aku tidak merasakan binatang-binatang buas yang mendekat ke arah kita." ucap Gayatri kepada mereka semua. tentu saja Gayatri mengetahui hal itu atas bantuan dari Rion.
Rion yang berada di dalam ruang dimensi memberikan respon cepat kepada Gayatri apabila mereka dalam bahaya, Begitu juga dengan sebaliknya. jadi Gayatri akan dengan mudah mengenali tempat tersebut.
mendengar penuturan Gayatri, mereka semua langsung menghentikan langkah dan berdiri di tempat itu.
"lalu apa yang kita lakukan lagi nona..?" tanya arseno yang saat ini menjadi pengikut bagi pangeran pandu.
"selanjutnya, untuk kalian berdua silakan ambil posisi. kemudian yang lainnya silakan buat Raja perlindungan yang kuat." ucap Gayatri kepada semuanya. arseno dan arsela pun melakukan apa yang diperintahkan oleh Gayatri Begitu juga dengan pangeran pandu dan Arya.
arsela dan arseno pun bukan orang yang bisa diremehkan. Mereka kemudian bersiap untuk membuat Raja perlindungan yang kuat, dan dibantu oleh ketiga bersaudara itu.
Setelah semuanya selesai, Gayatri langsung menginstruksikan kepada pangeran pandu dan Arya untuk meminum obat penawar itu. Iya juga tak lupa memberikan dua tetes air kehidupan di dalam obat penawar.
setelah mereka meneguk obat penawar itu. sekilas tubuh mereka merasa panas seperti terbakar. namun yang paling parah adalah pangeran pandu, karena perpaduan racun dan penawar serta air kehidupan yang saat ini tengah bereaksi di dalam tubuhnya, menimbulkan gejolak yang sangat besar.
namun pangeran pandu sendiri tidak mau menyerah. walaupun nyawanya tinggal setetes lagi ya tetap harus berusaha bangkit. pangeran pandu hampir saja kehilangan kesadaran akibat reaksi yang diberikan oleh racun dan obat penawar.
seketika itu, Iya langsung tenggelam dalam kolam spiritualnya. terlihat pangeran pandu sedang berusaha untuk menahan dan menaikkan rasa sakitnya, bahkan kolam spiritualnya sampai bergetar hebat akibat reaksi tersebut.
tapi tak lama obat itu langsung menunjukkan tanda-tanda akan bangkitnya seorang penguasa baru yang mungkin akan ditakuti di seluruh negeri dunia persilatan ini.
bom bom bom...
terdengar letusan kecil dari pangeran pandu, yang menandakan ia telah mencapai puncak dari kultivasi serta tingkat yang tinggi. Begitu juga dengan pengawal Arya, walaupun Iya lebih dulu selesai menawar racun di dalam tubuhnya, namun tentu saja Ia juga naik tingkat kultivasi. dan memperbaiki kolam spiritualnya yang tidak seberapa. namun Arya tetap saja senang karena kolam spiritual yang bertahun-tahun rusak kini telah kembali seperti semula dan bahkan ia naik tingkat.
(benar-benar orang yang hebat. hanya saja karena racun itu, pangeran pandu menyegel sebagian besar kekuatannya. namun kali ini ia telah bangkit kembali.) batin Gayatri sambil tersenyum puas.
dengan bangkitnya kekuatan pangeran pandu, ternyata mampu menggoncang seluruh jagat raya yang ada di dunia ini. bahkan di seluruh belahan dunia dapat menyaksikan dan meramal akan bangkitnya seorang pemimpin yang tak akan pernah terkalahkan.
" pertanda apa ini,.. Apakah pemimpin yang pernah diramalkan itu telah bangkit. kalau seperti ini, Aku harus bisa menemukan orang tersebut agar mau bergabung denganku." ucap salah seorang pendekar dari padepokan cahaya bulan.
"kenapa ini.. Apakah ini tanda-tanda terlahir orang yang memiliki kekuatan dahsyat...??" gumam para pendekar yang lain. bahkan tak sedikit pendekar-pendekar tingkat tinggi maupun tingkat menengah mencari keberadaan kekuatan ini. Tapi tentu saja mereka tidak dapat menemukannya karena dengan bangkitnya kekuatan pangeran pandu mampu membuat Raja perlindungan lebih kuat berkali-kali lipat.
( selamat saudaraku.. ini adalah pencapaian yang luar biasa yang pernah aku dengar. ternyata benar apa yang telah diramalkan, bahwa akan ada seorang pemuda yang akan mencapai tingkat semesta dan akan menjadi seorang pemimpin yang arif bijaksana. dan aku rasa kamu lah orangnya.) batin Arga melihat pencapaian saudara sepupunya itu. dalam hati ia sangat merasa senang, karena dengan mata kepalanya sendiri, ia dapat menyaksikan terobosan saudaranya.
tak lama pangeran pandu membuka matanya, bola matanya memancarkan warna kuning keemasan yang kemudian perlahan menghilang.
matanya langsung menangkap sosok perempuan yang saat ini tengah memberikan perasaan asing kepadanya, namun sangat menyenangkan.
pangeran pandu tersenyum melihat sosok itu, berkat obat dan bantuan darinya, Iya dapat menerobos dan kembali membentuk kolam spiritualnya. kini kolam spiritualnya berbentuk emas dan sangat luas.
Begitu juga dengan ruang dimensi, kini ia telah memiliki ruang dimensi dengan berbagai aneka tumbuhan herbal dan juga sebuah kolam yang airnya berwarna kebiruan tapi sangat jernih. air itu adalah air surgawi, di mana air surgawi ini adalah mata air yang memiliki khasiat 10 kali lipat dari air kehidupan.
pangeran pandu pun bangkit dari duduknya dan menghampiri orang-orang yang saat ini tengah menatapnya dengan tatapan takjub dan bangga. setelah pangeran pandu merdeka, mereka masih tertegun dan belum tersadar dari keterkejutan mereka. pangeran pandu sendiri tersenyum lucu melihat ekspresi yang mereka tunjukkan.
"ehem..." Dehem pangeran pandu langsung menyadarkan mereka semua. mereka semua pun langsung tersenyum kikuk karena tertangkap basah berekspresi tidak seperti biasa.
"hm.. Maaf saudaraku, kami terlalu senang dan terkejut melihat pencapaianmu. sekali lagi selamat atasmu pangeran pandu. mungkin ini adalah pencapaian yang sangat tinggi, tapi ingatlah semakin besar pencapaianmu maka semakin besar tanggung jawabmu." ucap pangeran Arya kepada saudara sepupunya. ia mengingatkan pangeran pandu tentang slogan yang selalu mereka junjung tinggi.
Di mana, semakin besar pencapaianmu dalam dunia kultivasi, maka semakin besar pula tanggung jawab yang akan kamu emban.
"terima kasih saudaraku, ini semua tentu saja tidak lepas dari bantuan yang telah kalian berikan." ucap pangeran pandu dengan senyum manis terpatri di bibirnya.
"tentu saja pangeran. tapi jangan lupa, segera Carikan aku seorang kakak ipar." ucap pangeran Arga menggoda pangeran pandu. pangeran pandu langsung merasa salah tingkah dengan penuturan yang Arga berikan.
"tentu saja aku akan mencarikan mu seorang kakak ipar. namun aku rasa, aku tidak perlu mencarinya terlalu jauh. karena calon Kakak iparmu berada di tengah-tengah kalian." ucap pangeran pandu dengan mantap. tatapan pangeran pandu langsung mengarah ke arah Gayatri.
walaupun pangeran pandu masih ragu dengan perasaan ini, namun ia yakin kalau perasaan nyaman dan perasaan asing yang tengah menghinggapi hatinya ini adalah perasaan cinta.
Arga yang melihat arah tatapan dari pangeran Bandung langsung mengikuti arah pandangannya. di sana, ia melihat Gayatri yang menunduk dengan malu-malu.
"eh pangeran... jangan mentang-mentang kamu telah berada di tingkat alam semesta, kamu ingin memberikan harapan palsu Kepada adikku. ingat ya, walaupun kamu adalah saudara sepupuku aku tetap tidak ingin kamu membohongi adikku." ucap pangeran Arga sambil tangannya berada di atas pinggangnya.
Diran tersenyum melihat peringatan serta kekonyolan kedua saudara sepupu itu. Namun sebagai seorang kakak, Iya juga akan memberikan peringatan kepada pangeran pandu agar tidak memberikan pandangan yang lebih kepada adiknya.
"Saya juga setuju dengan penuturan pangeran Arga. bukannya saya menolak pangeran, namun setahu saya, perasaan perempuan sangat sensitif. Saya hanya tidak ingin adik saya tidak bahagia dengan semua ini." bukan tanpa alasan Diran mengatakan hal itu kepada pangeran pandu. karena pangeran pandu di kemudian hari akan menjadi seorang raja. dan tahulah ya.., kalau seorang raja itu pasti akan memiliki selir. karena itu Diran tidak setuju jika adiknya merasa tidak bahagia nanti.
penuturan kedua laki-laki yang saat ini telah menjadi seorang pengawal khusus bagi Gayatri, pangeran pandu tidak bisa tidak menyembunyikan senyumnya.
"tentu saja. kalian tidak perlu khawatir, aku tahu dengan arah pembicaraan kalian. namun kata-kataku juga sangat serius." ucap pangeran pandu.
"sudah sudah, sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini. karena aku merasa, ada banyak aura-aura kekuatan-kekuatan besar yang saat ini tengah menuju tempat ini." tutur Gayatri lagi. mendengar penuturan tersebut, mereka Langsung menghentikan aksi perdebatan mereka apalagi pangeran pandu dengan pangeran Arga.
"Iya pangeran, kami juga merasakannya. sebaiknya kita segera tinggalkan tempat ini terlebih dahulu." setelah mengatakan hal itu, mereka semua pun setuju dan langsung meninggalkan tempat tersebut.
***bersambung***