
saat mereka sedang bercakap-cakap dan mengamati ramainya pembeli dari lantai tiga, Tiba-tiba dari luar terlihat seorang lelaki paru baya yang menghampiri toko mereka. pria paruh baya itu membunyikan bel atau lonceng yang tersedia di depan rumah makan Gayatri. Gayatri dan Diran yang melihat orang tersebut langsung menghampirinya.
"eh tuan, Bagaimana kabar anda.?" ternyata orang tersebut adalah pemilik toko sebelumnya. yang mana sebulan yang lalu Gayatri pernah menjanjikan untuk mempekerjakan lelaki paruh baya ini setelah urusannya selesai.
"kabar baik nona. Apakah tenaga saya dibutuhkan di rumah makan nona..??" tanya Tuan tersebut tak lain adalah tuan Asep. Tuan Asep meminta pekerjaan kepada Gayatri dengan sopan. Gayatri pun tersenyum.
"tentu saja tuan, saya sudah menyediakan lowongan untuk anda. silakan masuk." ucap Gayatri mempersilahkan lelaki paruh baya itu masuk ke dalam restorannya.
lelaki paruh baya yang disambut baik oleh Gayatri itu pun langsung masuk ke dalam restoran mengikuti sang pemilik restoran. tanpa mereka berjalan ke arah satu ruangan yang memang dikhususkan untuk Gayatri.
"silakan duduk dulu Tuan.." tutur Gayatri mempersilahkan lelaki paruh baya itu mengambil tempat duduknya. Tuan asap dengan ragu-ragu mendudukkan tubuhnya di atas tempat duduk yang menurutnya sangat mewah dan istimewa.
"Apakah tidak apa-apa saya yang rendahan ini duduk di kursi seperti ini nona..??" tanya Tuan Asep sebelum mendudukkan tubuhnya. tampak wajahnya menyiratkan ekspresi keraguan. Gayatri yang sudah duduk terlebih dahulu pun tersenyum mendengar pertanyaan dari tuan asep.
"tidak apa Tuan, itu adalah tempat duduk untuk kita semua. tidak perlu sungkan seperti itu." ucap Gayatri. dengan ekspresi yang masih ragu-ragu, akhirnya Tuan Asep pun langsung mendudukkan tubuhnya di kursi empuk itu. nyaman itulah yang tuan Asep rasakan.
Gayatri pun mulai mendata pria paruh baya itu. Gayatri membutuhkan data tersebut agar orang-orang yang bekerja di tempatnya tidak kececeran.
"hari ini saya bisa nona.."ucap Tuan Asep kepada Gayatri. Gayatri pun mengganggu anggukkan kepalanya.
"Baiklah Tuan Asep, selamat bergabung bersama kami. semoga Tuhan Asep adalah orang yang jujur dalam bekerja." ucap Gayatri menyalami Tuan Asep. Tuan Asep hanya mengikuti uluran tangan Gayatri. tak lupa juga Gayatri mengatakan kepada tuan Asep agar memakai celemek untuk membedakan yang mana pelanggan dan yang mana pegawai. dan dengan senang hati Tuan Asep menerima semuanya.
***
Tuan Asep pun benar-benar dipekerjakan di tempat Gayatri. saat itu saat semua orang tengah makan dan menikmati makanan di rumah makan itu, tiba-tiba segerombolan putra-putri dari kalangan bangsawan datang memasuki rumah makan Gayatri. sebelum mereka masuk ke dalam rumah makan, mereka mengedarkan pandangan mereka kepada orang-orang kaum rendahan yang tengah menikmati sajian makanan di samping rumah makan itu. tampak sorot tatapan wajah mereka itu, menyiratkan ketidaksukaan.
tanpa mengucapkan sepatah kata pun, mereka langsung masuk ke dalam rumah makan dan mengambil tempat duduk di meja yang kosong.
saat mereka baru mendudukkan tubuh mereka itu, para pelayan pun datang menghampiri dan menanyai makanan apa yang mereka pesan.
"permisi nona-nona, Apakah ada yang bisa saya bantu..??" tanya pelayan tersebut.
***bersambung***