
Dengan diam mereka mulai menghabiskan makanan yang mereka pesan, tak lama mereka langsung menghabiskan makanan itu.
"bagaimana dek, Apakah kamu sudah kenyang..??" tanya Diran kepada adiknya. Gayatri menganggukkan kepalanya.
"Iya Kak gaya sudah lebih dari kenyang." ucap Gayatri sambil mengelus-elus perutnya. mereka memilih untuk beristirahat sebentar agar makanan itu dapat diproses dengan baik.
namun di saat mereka sedang beristirahat sejenak, tiba-tiba ada segerombolan orang masuk dengan gaya angkuhnya. yang sukses membuat orang-orang yang makan di tempat itu menjadi ketakutan dan segera melarikan diri. ada yang berlari sampai menabrak tiang, ada juga yang melarikan diri dengan melompati pembatas rumah makan itu.
saat semua orang yang ada disana berlari ketakutan, Namun berbeda dengan Gayatri, Iya tidak pernah merasa gentar. namun Ia juga tidak berani meremehkan lawannya.
para perusuh itu melihat kedua orang itu tidak beranjak dari tempat duduk mereka, sekawanan orang itu langsung menghampiri meja Gayatri dan Diran.
salah seorang dari mereka mengangkat kaki sebelah nya dan meletakkan kakinya di atas meja. Gayatri memicingkan matanya, melihat sebelah kaki orang itu berada di atas meja. namun ia tidak langsung bereaksi. orang itu pun langsung mencibir.
"hei, ternyata ada orang yang sok berani ketika melihat kita.." ucap mereka. mereka semua tertawa, mereka semua berjumlah 5 orang memakai seragam yang sama. tampaknya mereka adalah seorang pendekar yang selalu membuat rusuh.
Gayatri yang mendengar penuturan mereka tidak menanggapi sama sekali. beda halnya dengan kakaknya, walaupun ia diam, namun ada rasa takut di dalam hatinya karena ia belum memiliki pengalaman apapun dalam mempelajari ilmu kanuragan atau semacamnya. sekali-sekali Diran akan melirik adiknya itu.
"Maaf, kita tidak saling kenal. jadi tolong jangan mengganggu kami di sini.." ucap Gayatri dengan suara datarnya. bukannya mengindahkan permintaan Gayatri, kelima orang tersebut malah tertawa terbahak-bahak.
"hahaha..." suara tawa mereka menggelegar.
"wah!! berani sekali gadis manis ini.. dia belum tahu siapa kita sebenarnya." Ucap orang yang berada di garda terdepan. Gayatri menarik nafasnya jengah. Diran juga ikut memohon agar tidak diganggu oleh sekelompok orang itu. sementara pemilik rumah makan, sudah bersembunyi terlebih dahulu entah ke mana. orang itu mengusap dagunya dan menatap Gayatri dengan tatapan mesum.
"Nona, sebaiknya kamu ikut bersama kami untuk bersenang-senang. tenang saja kami pasti akan melayanimu dengan baik hahaha." Diran yang mendengar adiknya dilecehkan dengan kata-kata seperti itu tidak terima. Iya mencoba bernegosiasi lagi.
"Tuan kami minta tolong, kami ke sini hanya untuk mencari makanan." ucap Diran memohon, ternyata bukannya para pendekar gadungan itu meninggalkan Gayatri dan Diran, orang yang paling bagak di antara mereka malah menampar wajah Diran.
plak
suara tamparan di wajah Diran Itu menggema di rumah makan tersebut. Gayatri yang melihat kakaknya ditampar tanpa melakukan kesalahan tidak terima.
tanpa sepengetahuan orang tersebut, Gayatri langsung melayangkan tendangannya kepada orang itu, orang yang menampar kakaknya pun langsung terpental jauh keluar dari rumah makan itu.
Diran yang melihat aksi sang adik, terbelalak dan terkejut melihat aksi heroik itu.
"Gayatri.." lirih sang kakak yang masih memegangi wajah nya yang panas akibat tamparan dari orang tersebut. Iya benar-benar tidak menyangka, bahwa adiknya memiliki tendangan yang kuat.
tanpa memperdulikan kakaknya yang terkejut melihat aksinya, Gayatri pun langsung mengejar orang itu keluar dari rumah makan. ternyata ksatria gadungan itu malah berani menantang. Iya bangun dan menodongkan pedang yang selalu ia bawa bersamanya.
"aku tidak peduli Siapa kamu..!! Jika kamu mengganggu ketenanganku dan saudaraku maka bersiap-siaplah untuk ku balas 100 kali lipat." ucap Gayatri. suaranya terkesan datar dan sangat dingin, sebenarnya ketua ksatria gadungan itu merasa takut dengan ekspresi yang ditunjukkan oleh Gayatri. namun tidak mungkin ia menunjukkan ke pengecutannya itu, mau ditaruh ke mana mukanya nanti.
"kurang ajar..!!" emosi orang tersebut. orang itu pun langsung menyerang Gayatri membabi buta dengan mengeluarkan pedang yang senantiasa ia bawa kemana-mana.
Diran yang melihat adiknya diserang menjadi sangat khawatir. tapi tidak dengan Gayatri, ayunan demi ayunan bisa ia tangkis dan hindari. tak sedikit pula Gayatri melemparkan pukulannya kepada orang itu. baru tiga kali pukulan dari Gayatri, orang tersebut sudah terkapar dan terpental jauh.
teman-temannya yang tidak terima, melihat temannya diperlakukan seperti itu, mereka juga ikut menyerang. namun hanya sekali libas, mereka semua langsung ikut terpental jauh.
"pergilah kalian dari sini, Jika kalian ingin selamat, aku bukanlah orang yang berbelas kasih." ucap Gayatri dengan suara datarnya Namun masih terdengar sangat menakutkan.
Tanpa melakukan perlawanan lagi, Mereka pun langsung meninggalkan tempat itu lari dengan tergopoh-gopo. sejenak badiran masih syok melihat aksi adiknya itu. menurutnya adiknya sangatlah keren, namun ia segera tepis kekagumannya dulu. sepeninggalan orang-orang itu, Diran langsung mendekat ke arah adiknya.
"kamu tidak apa-apa dek.. Apakah ada yang terluka..??" ucap Diran mengkhawatirkan adiknya. Gayatri tersenyum melihat raut wajah cemas kakaknya.
"gaya tidak apa-apa, nanti kalau seandainya misi kita sudah selesai, kakak harus ikut berlatih bersamaku." ucap Gayatri lagi. Diran pun langsung tersenyum, ingatannya kembali membayangkan Bagaimana sadisnya Gayatri membabat habis para preman gadungan itu.
Diran sedikit malu kepada dirinya sendiri, karena ia tidak bisa melindungi adiknya.
"maafkan kakak dek, seharusnya kakak yang melindungimu bukan kamu yang melindungi kakak." ucap Diran merasa bersalah.
"tidak apa-apa kakak tampanku, jangan bersedih seperti itu. pokoknya setelah kita menemukan dan menyelesaikan niat kita di sini, Kakak ikutlah berlatih bersamaku." ucap Gayatri lagi. Diran pun langsung menganggukkan kepalanya.
"Baiklah dek.." ucap Diran dengan semangat 45.
karena mereka belum membayar makanan mereka, mereka kembali masuk ke dalam rumah makan itu. ternyata pemilik rumah makan telah keluar dari persembunyiannya.
"mau bayar tuan.." ucap Diran. pemilik rumah makan itu pun tersenyum dan bertanya kepada keduanya.
"Apakah kalian orang baru di kota ini..??" tanya pemilik rumah makan itu. Gayatri dan Diran saling melempar pandang.
"tidak perlu takut nak, bapak hanya ingin mengatakan siapa orang-orang itu. orang-orang itu adalah yang selalu membuat resah masyarakat, walaupun raja sudah berkali-kali mengirimkan prajurit dari istana untuk berpatroli, Tak ada satupun yang bisa mengalahkan mereka. bahkan saat pangeran mengalahkan mereka semua dan mengancam akan menghukum mereka lebih berat apabila masih melakukan tindakan ini, mereka tidak memperdulikannya sama sekali. setelah rumor kekalahan mereka tenggelam, mereka mulai berulah lagi. bapak hanya ingin mengatakan berhati-hatilah,"ucap pemilik rumah makan itu. Diran pun memberikan respon positif atas nasehat yang ia dapat hari ini.
"baik Pak, terima kasih atas nasehatnya.." ucap Mereka lagi. setelah membayar Mereka pun langsung meninggalkan rumah makan itu dan mencari tempat yang sekiranya cocok untuk mereka membangun bisnis mereka di sana.
***bersambung***