
Rion berpikir sejenak. tadi ia mengatakan sedang berkelana. berarti, ia tidak boleh meninggalkan mereka begitu saja. harus ada basa basi darinya.
"em.. tuan. saya belum tau hendak ke mana. tapi kalau boleh, bisakah aku bergabung dengan tuan untuk sementara waktu." tutur Rion lagi dengan sopan dan sedikit membungkuk kan kepalanya. Gayatri langsung mengarahkannya pandangannya ke arah Rion. rion pun ikut membalas pandangan dari Gayatri.
"kamu yakin ingin bergabung.. bukan karena ingin mendekati adikku kan..??" kali ini yang bersuara adalah Arga. mereka berlomba-lomba mencurigai Rion.
mendengar penuturan Rion, sontak saja keduanya langsung beradu pandang. Gayatri memberikan tatapan seperti mencemooh ke arah Rion, Begitu juga dengan Rion.
( apa mendekati adiknya, iw...lah..) batin Rion sambil berekspresi seperti orang jijik.
( mendekatiku, enak saja..) batin Gayatri. namun anehnya kedua-duanya saling mendengar suara telepati dari mereka masing-masing, karena mereka memang tidak menutup akses telepati mereka.
Diran yang melihat Gayatri dan Rion saling beradu pandang seperti itu. Iya langsung berdehem memecahkan suasana.
"Hem..Hem... baiklah baiklah. kau boleh ikut dengan kami asalkan jangan banyak tingkah." ucap Diran memperingati Rion. Rion yang mendengar penuturan tersebut bersorak dalam hati.
(yes !! setidaknya aku jalan-jalan keluar mengamati keadaan di luar dimensi. aku sudah bosan melihat pemandangan di dalam ruang dimensi.) batin Rion. Gayatri yang mendengar telepati itu langsung melototkan matanya ke arah Rion. apa katanya !! Bosan..!! pemandangan indah sejuk k dan segar seperti itu dibilang bosan.!! wah nggak beres ini anak..!! begitulah pikir Gayatri. namun Rion sama sekali tidak memperdulikannya.
mereka semua memutuskan untuk bermalam di tempat itu, karena melihat hari sudah mulai gelap. di sana mereka menyalakan api unggun untuk menghangatkan suasana dingin di hutan itu.
***
di tempat di mana Gayatri menaklukkan kedua makhluk mitologi, beberapa pendekar hitam dan pendekar aliran putih mulai mendatangi tempat itu karena merasakan aura kemunculan makhluk-makhluk mitologi yang sangat diincar oleh para pendekar-pendekar untuk dijadikan sebagai hewan kontrak.
swuu..
"wah wah wah..!! ternyata tak hanya kita yang datang dan memburu hewan-hewan itu. ternyata dari perguruan perguruan aliran putih juga ikut memburunya." ucap salah seorang pendekar dari aliran hitam.
seorang guru dari perguruan aliran putih itu langsung memicingkan matanya ke arah pemuda tersebut. Iya melihat sorot mata pemuda yang penuh dengan ambisi itu.
"cih !!! kau Dan Aku sama saja..!! tapi bedanya, kami datang ke sini hanya untuk melihat kedua hewan mitologi yang sudah menjadi legenda. tapi tidak tahu maksud kedatanganmu ke sini." ucap salah satu guru itu dengan sarkas ke arah pemuda tersebut.
"aku birawa dari perguruan lembah Hitam, datang ke sini memang berniat untuk menaklukkan hewan-hewan itu untuk menghancurkan dunia. hahaha...!!" ucap pemuda itu memperkenalkan namanya sambil tertawa menggelegar.
"sudahlah guru tidak usah diladeni orang dari perguruan lembah Hitam itu. tujuan kita ke sini hanya untuk melihat hewan yang menjadi legenda tersebut. sebaiknya kita tinggalkan saja tempat ini." ucap salah satu murid yang ikut dengan guru tersebut.
setelah mengatakan hal itu, tanpa menunggu apa-apa lagi mereka Langsung meninggalkan tempat tersebut. dan di ikuti oleh perguruan yang lain.
***
ke esok harinya, rombongan Gayatri kembali melanjutkan perjalanannya, setelah mengumpulkan tiga ikon yang menjadi padepokan harimau putih. walaupun mereka kesusahan menaklukkan seekor elang emas, namun akhirnya mereka berhasil mengontraknya.
mereka juga tak hanya mendapatkan hewan-hewan mitologi itu, namun mereka juga kembali mendapatkan benda-benda pusaka yang diyakini memiliki kekuatan yang besar. salah satunya adalah sebuah keris yang berukir naga. yang ternyata merupakan pasangan dari hewan kontrak Gayatri.
setelah mendapatkan itu semua, akhirnya mereka memutuskan untuk mencari sisa kelompok dari perguruan harimau putih yang dikabarkan tengah bersembunyi dari dunia persilatan ini.
mereka kembali meninggalkan arah tenggara dan menuju tempat tujuan yaitu lembah lembayun, di mana lembah lembayung itu adalah bekas perguruan dari harimau putih.
***bersambung***