
maafkan teman-teman, author memang jarang update akhir-akhir ini. karena author memiliki kesibukan lain. tapi author usahakan untuk tetap update walaupun ceritanya pendek.🙏🙏🙏
***
pendekar artaksa pun langsung terpental jauh. tampak Gayatri telah berdiri dengan gagahnya dan disertai tatapan tajam kepada pendekar itu. Diran yang melihat kondisi pelayan yang bekerja di rumah makan adiknya itu pun langsung membantu memapah pelayan itu.
"Apakah kamu tidak apa-apa mas Jono..??" tanya Diran kepada lelaki itu. Diran langsung membantu Jono untuk pindah dari sana.
"hei !! siapa kau !! berani berani sekali kamu mengganggu kesenangan artaksa..!!" ucap arthaksa dengan menggelegar. Gayatri pun langsung mengeluarkan senyum mengejek.
"jika kau ingin mencari kesenangan, jangan di tempatku." ucap Gayatri dengan dingin. para pengunjung yang ada di sana pun langsung berkasat kusut membicarakan hal ini. ternyata seorang perempuan cantik adalah pemilik gedung yang indah ini.
"lihatlah, ternyata perempuan cantik ini pemilik gedung elegan ini. tak hanya cantik dia juga berani menantang pendekar artaksa itu." bisik para pengunjung.
"Apa gadis itu bodoh ya.. bisa-bisanya ia menentang pendekar arthaksa itu. Apakah ia tidak tahu kalau pendekar itu sangat kejam." ucap mereka merasa prihatin.
"kemungkinan gadis ini akan kalah. yang penting kita tidak boleh ikut campur." ucap orang-orang yang merendahkan harga diri orang lain.
"lihatlah Aku tidak menyangka, ternyata ada seorang gadis cantik yang berani menentang pendekar artaksa." ujar mereka lagi.
"kamu bener, pendekar itu terlalu sombong dan harus dikasih pelajaran. mungkin perempuan cantik ini bisa membantu kita menyingkirkan orang sombong ini." bisik Mereka lagi. tak hanya berhenti di situ, dan masih banyak bisikan-bisikan yang dilontarkan para pengunjung untuk sekedar rasa kagum dan geram kepada keduanya. artaksa yang mendengar bisikan-bisikan para pengunjung tersebut tidak terima.
"hahaha... rupanya kau ingin mati..!!" ucap artaksa lagi. tanpa banyak bicara artaksa pun langsung menyerang Gayatri dengan jurus-jurus andalannya. Gayatri yang mendapatkan penyerangan seperti itu pun tidak mau diam, terjadilah pertarungan di antara mereka. setiap ayunan dan pukulan yang artaksa lemparkan ke arah Gayatri selalu Gayatri elak Dengan Indah. tentu saja tak satupun pukulan pendekar artaksa yang dikenal pendekar kejam itu mengenai perempuan cantik itu. semua yang ada di sana pun menarik nafas mereka dan menahan melihat keberanian dari Gayatri.
melihat hal itu, artaksa tentu saja murka. bisa-bisanya gadis kecil bau kencur itu mempermainkan dirinya. namun tanpa arca sangka-sangka, Gayatri langsung mengeluarkan pukulan dan tenaga dalamnya sehingga membuat pendekar arthaksa terpental langsung keluar dari rumah makan itu. bahkan kaca yang Gayatri pasang dengan kekuatan tinggi itu pecah karena pukulannya.
lagi-lagi orang yang menyaksikan hal itu pun membicarakannya.
"lihatlah ternyata ia sangat kuat. dan bahkan tak segan-segan merusak bangunannya sendiri." bisik Mereka lagi. beberapa orang yang menyudutkan Gayatri juga sangat terkejut. ternyata perempuan ini bukanlah orang biasa.
"ternyata dia sangat kuat, pantas saja ia berani menentang pendekar artaksa. aku harus bicara pada ayah untuk membangun sekutu dengannya." kali ini Agnes dan Agnes yang bersuara. bahkan saya dari tadi mereka diam tak menyauti, dan hanya menonton.
setelah melihat separuh kekuatan yang Gayatri keluarkan, kini mereka tertarik untuk merekrut wanita itu sebagai pendekar pelindung mereka. jika Gayatri sudah berada di pihak mereka, wanita-wanita sombong itu tidak akan pernah takut lagi menindas orang lain. begitulah pikir mereka.
"Kamu benar nes, kita harus membicarakan hal ini kepada ayah. aku yakin Ayah pasti akan setuju dengan perempuan ini menjadi pengawal kita. jadi tidak perlu takut menindas orang lain. hihihi..." ucap arnes kepada saudaranya itu.
pendekar artaksa yang belum merasa kalah pun langsung bangkit lagi. walaupun ia sudah kehabisan tenaga akibat terlalu mengeluarkan banyak tenaga menghadapi gadis kecil ini, namun ia tidak terima karena dipermalukan seperti ini di depan umum. apalagi pendekar arthasa ini adalah orang yang dikenal kejam di kalangannya. tentu saja ia tidak terima jika harus kalah dengan perempuan kecil ini.
"kurang ajar kamu gadis bau kencur. berani berani sekali kamu menentangku." ucap pangeran artaksa masih dengan sok kejamnya. sementara Gayatri hanya tersenyum sinis menanggapi penuturan itu.
pendekar artaksa pun mulai kembali mengeluarkan jurus-jurusnya untuk menyerang Gayatri. ia mengeluarkan jurus andalannya yaitu jurus penyambar bumi. jurus ini adalah jurus yang paling kuat menurutnya.
pendekar artaksa pun mulai mengeluarkan jurus-jurus itu dan langsung menembakkannya ke arah Gayatri. namun dengan mudahnya Gayatri menghindari pukulan itu bahkan ia menangkis pukulan itu agar tidak mengenai orang-orang yang ada di belakangnya.
melihat hal itu, lagi-lagi pendekar artaksa tidak percaya. Iya terus mengeluarkan jurus-jurus yang lain. sampai akhirnya Gayatri merasa jengah menghadapi pendekar gadungan itu. Gayatri pun langsung memusatkan pikirannya kemudian memberikan pukulan kepada pendekar arthaksa. satu pukulan itu langsung mengenai Arta sehingga pendekar itu lagi-lagi terpental jauh dan mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. setelah itu pendekar artaksa pun tidak sadarkan diri.
anak buahnya yang saya dari tadi mengikutinya hanya menonton aksi ketua mereka. karena mereka yakin bahwa pendekar artaksa bukanlah orang yang mudah dikalahkan. Namun ternyata harapan mereka sirna ketika melihat pendekar artaksa jatuh tidak berdaya.
Mereka ingin melawan, namun melihat tatapan tajam gadis kecil itu nyali mereka menjadi menciut. mereka lebih memilih menggotong tubuh pendekar arthaksa untuk pergi dari sana.
sepeninggalan para pembuat onar itu. Gayatri langsung masuk ke dalam dan menyampaikan permohonan maaf atas kekacauan ini.
"para tuan dan Nona, Saya mau minta maaf atas ketidaknyamanan ini." ucap Gayatri sambil membungkukkan sedikit tubuhnya meminta maaf. melihat aksi Gayatri seperti itu lagi-lagi para pengunjung dibuat terkagum-kagum dengan aksinya itu. mereka pikir pemilik rumah makan ini adalah seorang bangsawan yang sombong.
"lihatlah ternyata gadis kecil ini sangatlah sopan. dia merupakan paket komplit, cantik sopan dan sepertinya baik hati." bisik Mereka lagi.
"Dari mana kamu yakin kalau perempuan ini baik hati..??" tanya temannya kepada orang itu.
"kamu lihat saja, kalau dia bukan perempuan yang baik hati tidak mungkin Ia membuka tempat makan untuk para kaum rendahan di luar rumah makannya." terang orang tersebut. orang orang itu pun terlibat beberapa percakapan. sementara Gayatri, setelah menyampaikan permohonan maaf ia langsung meninggalkan tempat itu untuk melihat kondisi pelayannya. Gayatri langsung masuk ke ruang istirahat yang sudah ia sediakan di sana. ia melihat saudaranya Diran membantu Jono dan mengobati lukanya.
"Bagaimana kondisinya kak..?? Apakah terlihat parah..??" tanya Gayatri kepada kakaknya yang masih menyeduh obat-obatan untuk Jono. Jono yang masih terjaga itu pun menatap kedua tuannya dengan ucapan terima kasih.
"Nona dan Tuan muda, terima kasih karena sudah memperhatikan kami rakyat rendahan ini. Saya sangat bersyukur dipertemukan dengan orang-orang baik seperti Tuan dan Nona." ucap Jono kepada keduanya. Gayatri pun tersenyum.
"sudah lah mas Jono, hidup di dunia ini memang harus saling bantu membantu. kami sama sekali tidak membedakan strata ataupun kasta. jadi santai saja mas.." ucap Gayatri lagi.
***bersambung***