
Arga dan Diran melihat kepergian Gayatri dan lelaki yang menurut mereka asing itu. sejenak mereka tertegun dan saling memandang satu sama lain. tapi tiba-tiba mereka tersadar.
"eh kenapa diam saja..!! ayo kita kejar mereka..!! jangan sampai Gayatri kenapa-kenapa..!!" teriak Arga dengan reflek. sontak saja membuat Diran terkejut dan tersadar dari lamunannya.
"aduh !!! iya ayo...!!!" mereka berdua pun langsung menggunakan kekuatan kingkong mereka. mereka melompat dari dahan ke dahan mengikuti jejak Gayatri dan Rion.
sementara Gayatri dan Rion telah sampai di tempat di mana aura-aura pertarungan terjadi. di sana Gayatri dan Rion bersembunyi di balik semak-semak dan mengintip dua makhluk mitologi yang saat ini tengah bertarung. yaitu harimau putih dan seekor naga emas.
"harimau putih.." lirih Gayatri, dan tentu saja didengar oleh Rion yang berada di sampingnya.
"Iya itu adalah harimau putih. di mana harimau putih dijadikan icon sebuah padepokan yang dipimpin oleh seorang guru. namun padepokan itu telah menutup diri dari khalayak ramai. dan aku tahu, kamu pasti mengetahui cerita yang sebenarnya." ucap Rion sambil melirik Gayatri.
( Apakah ini maksud dari kakek, menyuruh kami berkelana ke arah tenggara. setahu aku, menurut cerita yang aku dengar, harimau putih sudah sangat langka ketika kakek memimpin padepokannya. namun harimau putih benar-benar hilang habitatnya saat meninggalnya kakek.) batin Gayatri. dan tentu saja tidak didengar oleh Rion karena tidak menggunakan kekuatan telepati.
"namun Rumi. tak hanya harimau putih yang dijadikan icon padepokan itu, namun yang menjadi rival dari harimau putih juga dijadikan icon di sana."jelas Rion kepada Gayatri. Gayatri yang mendengarkan penuturan dari Rion mengangguk-anggukkan kepalanya. tentu saja semua itu benar, pasalnya sang kakek pernah menitipkan sebuah token kepada mereka, yang tentunya memiliki tiga ikon, diantaranya yaitu harimau.
"kamu bener Yon, lalu bagaimana..??" tanya Gayatri kepada Rion. Rion yang mendengar nama nya dipanggil seperti itu langsung menyipitkan matanya. kemudian ia mengalihkan pandangannya ke arah Gayatri.
"Kenapa kamu memang panggilku dengan nama seperti itu..??" tanya Rion kepadanya. Gayatri pun ikut mengalihkan pandangannya.
"memangnya kenapa..?? lagi pula panggilan itu juga cukup gentlemen untukmu." debat Gayatri. Rion pun hanya mampu menghela nafasnya saja. hais untung sayang, coba kalau nggak sayang sama Tuan sendiri, sudah aku jitak kepalanya sampai membengkak. begitulah pikir Rion.
mereka terus menyaksikan pertarungan yang terjadi antara harimau putih dan naga emas itu, keduanya seimbang dan memiliki kekuatan yang seimbang pula. tanpa mereka sadari, Saya dari tadi kedua Kakak Gayatri sudah menyusul mereka dari belakang dan ikut mengintip kedua makhluk mitologi yang sedang bertarung itu.
( apa ini..?? aku pikir harimau putih dan naga emas hanyalah sebuah cerita dongeng saja. bukankah harimau putih dan naga ini sudah tidak ada habitat lagi. tapi, sangat luar biasa jika mengamati makhluk-makhluk mitologi ini. ) batin Diran dan Arga. mereka terus mengamati kedua makhluk itu bertarung, terlihat tidak ada titik-titik akan berakhirnya pertarungan itu. keduanya sama-sama kuat.
bahkan, mereka saja yang mengintip di sana sudah mulai kebosanan karena kelamaan melihat pertarungan itu.
"Rion Apakah pertarungan ini masih akan lama..?? Aku benar-benar sudah lelah dan mengantuk melihat pertarungan mereka." ucap Gayatri kepada Rion. Rion tersenyum mendengar keluhan dari Gayatri.
"kalau begitu k_" ucapan Rion terpotong.
"hmm..." terdengar suara deheman dari belakang. sontak saja keduanya langsung mengarahkan pandangan mereka ke arah sana. dan lagi-lagi mereka mendapati tatapan tajam Yang begitu menusuk dari keduanya.
Gayatri dan Rion yang melihat keberadaan kedua saudaranya itu langsung saling melempar pandang satu sama lain. mereka kira kedua saudara Gayatri tidak menyusul mereka dari sana.
"kakak, ini bukan saatnya bertanya. nanti akan gaya jelaskan. Dan tolong sekarang jangan buat masalah ya.." ujar Gayatri memberanikan diri mengeluarkan suaranya di sela-sela tatapan tajam kedua kakaknya. Gayatri juga tak lupa mengeluarkan jurus andalannya yaitu tersenyum manis dan memasang wajah baby face.
"hais... anak ini benar-benar.. ya sudah, Kami tidak akan meminta penjelasan hari ini. tapi katakan, untuk apa kalian melihat kedua makhluk kuat itu bertarung. kalian Jangan berpikir macam-macam untuk menghentikan keduanya. karena kekuatan kita tidak cukup untuk melawan keduanya." ucap badiran mengingatkan kedua orang itu.
mendengar penuturan tersebut, lagi-lagi Gayatri dan Rion hanya bisa melempar pandang. bahkan sebelum mereka melaksanakan niat tersebut, kedua Kakak Gayatri telah melarang mereka.
tanpa menjawab pertanyaan dari kedua kakaknya atau menyanggah ucapan mereka, Gayatri melambaikan tangannya ke arah kedua kakaknya. sontak saja keduanya langsung pingsan.
"wah !! ternyata obatnya bereaksi sangat cepat.."ucap Gayatri dengan riang gembira. tapi tiba-tiba Rion menegur perbuatannya itu.
"Rumi !! Kenapa kamu membuat kedua kakakmu menjadi tikus percobaan dari obat-obatan yang kamu buat itu. aku yakin, setelah kedua kakak-kakak mu sadar, kamu pasti akan mendapatkan konsekuensi dari mereka. ck ck ck.." ucap Rion sambil berdecak lidah.
penuturan itu sontak saja membuat Gayatri terkejut. Iya benar-benar tidak memikirkan resikonya sampai ke sana. Iya walaupun mungkin Gayatri akan diceramahi, Tapi tetap saja seorang adik akan takut dengan kakaknya. seketika itu Gayatri langsung memegang kepalanya dan melihat ke arah Rion.
"aduh !! kamu bener Rion.!!. Kenapa kamu tidak mengingatkanku tadi..!! mampus aku..!!" seru Gayatri dengan panik. Iya benar-benar tidak memikirkan konsekuensinya ke arah sana. Rion menitipkan matanya mendengar Gayatri menyalahkannya.
"jangan menyalahkanku Rumi.. memangnya kamu pernah bertanya padaku..?? itu kesalahanmu. sementara aku bisa lari nanti ke ruang dimensi hehehe.." ucap Rion sambil tersenyum jahil ke arah Gayatri.
tok
"enak saja kamu. kalau kamu coba-coba melarikan diri, aku akan menutup ruang dimensi itu." ancam Gayatri sambil merokok kepala Rion dengan tangannya.
"aduh..!! sakit Rumi.."" seru Rion sambil mengelus-elus kepalanya yang terkena pukulan sayang dari Gayatri.
"eh sudahlah... cepat kita amati kedua makhluk mitologi itu. dan jangan lupa Rion, pasangkan Raja perlindungan kepada kedua kakakku agar tidak terjadi apa-apa dengan mereka. cepatlah..!!" seru Gayatri kepada Rion. tanpa berdebat lagi, Rion pun langsung membuat sebuah araya untuk melindungi kedua saudara Gayatri.
"Baiklah Rion, Kamu tunggu di sini. Aku akan segera menangani kedua makhluk mitologi ini." ucap Gayatri. tanpa menunggu tanggapan dari Rion, Gayatri langsung melesat pergi dari sana menghampiri kedua makhluk mitologi yang sedang bertarung sengit itu.
bom
Gayatri melempar sebuah kekuatan untuk menghentikan kedua orang tersebut. saat itu juga Gayatri tepat berada di tengah-tengah keduanya. sebenarnya Gayatri hanya melempar diri sehingga jatuh dengan gaya yang tidak etis.
"aduh..!! Sialan..!! malah jatuh lagi.." ucap Gayatri bangkit dari duduknya sambil memukul-mukul bajunya agar terbebas dari debu-debu dan tanah yang menempel.
kedua makhluk mitologi yang melihat hadirnya sosok manusia di tengah-tengah pertarungan mereka, sontak saja mereka Langsung menghentikan aktivitas pertarungan itu. kini tatapan mereka beralih ke arah Gayatri.
"hai gadis tengik... sedang apa kamu di sini..!! apakah kamu ingin mati..!!" tanya seekor naga dengan suara yang menggelegar. Gayatri yang masih sibuk membersihkan bajunya itu langsung mengangkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke arah sang naga.
" eh!! maaf naga jelek..!!, aku tidak sengaja terjatuh di sini. ngapain pula kamu harus marah-marah seperti itu. nanti kamu tambah jelek loh.." ucap Gayatri yang tentu saja membuat naga itu kesal.
"enak saja kamu mengatakanku naga jelek bocah tengik. lihat saja aku akan mencabik-cabik tubuhmu." ucap naga tersebut. setelah itu naga pun mulai bersiap menyerang Gayatri. Gayatri pun meladeni serangan dari naga tersebut. namun tiba-tiba, Iya langsung mengeluarkan sebuah aura penguasa yang mereka kenal, yaitu aura dari pemilik mereka. harimau dan naga itu pun terkejut. sontak saja mereka Langsung membungkuk kepada Gayatri.
*bersambung*