
mereka semua terus saja mengobrol dan bercanda. kadang-kadang obrolan mereka akan serius mengenai ke mana padepokan ini akan dibawa. sampai akhirnya tengah malam menjelang, semuanya pun langsung pergi beristirahat.
***
hari hari telah berganti, kini Gayatri dan kedua kakaknya mulai membangun kembali padepokan yang tertidur itu. tapi mereka belum membuka perguruan. aji di tunjuk sebagai orang yang akan mengelola padepokan ini, dan di bantu dengan kesembilan saudaranya. sementara mereka akan bermain di belakang layar.
kini Gayatri dan kedua saudaranya mulai melatih ke-10 saudara baru mereka. mereka juga mengajarkan jurus-jurus yang mampu mereka kuasai. karena ke-10 orang ini telah terbukti kesetiaannya terhadap perguruan padepokan harimau putih ini, maka Gayatri tidak segan-segan memberikan mereka pelatihan kultivasi untuk meningkatkan kekuatan mereka.
sekarang mereka semua berada di tingkat surgawi level menengah, sementara Gayatri sudah berada di puncak ilahi dan kedua kakaknya juga.
"baiklah, kita sudah melakukan pelatihan tertutup selama 3 bulan. aku tidak sengaja mendengar kabar, bahwa akan diadakan pertandingan antar padepokan untuk menemukan seorang jenius diantara perguruan-perguruan yang ada di dunia persilatan ini."
" jadi kak aji dan kawan-kawan, Mari kita ikut berpartisipasi dan meninggalkan lembah lembayun ini untuk sementara. bukankah kalian sudah lama mendekam di dalam lembah ini. dan tidak ada salahnya jika saatnya kita keluar untuk menunjukkan perguruan kita. namun tetap dengan kaidah harus menyembunyikan identitas. hanya boleh menyebut padepokan harimau putih."ucap Gayatri kepada mereka semua.
sementara Rion, seminggu yang lalu ia telah pamit katanya untuk memulai mengembara lagi. Namun nyatanya ia harus kembali ke dalam dunia dimensi karena telah lama meninggalkan ruang dimensi itu.
Gayatri juga tak lupa mengeluarkan beberapa pakaian untuk mereka semua, pakaian mereka cukup fantastic. karena pakaian itu modelnya seperti pakaian di zaman dunia modern namun tidak meninggalkan kesan pakaian di zaman kuno ini.
"pakailah. dua minggu lagi kita akan mengikuti turnamen itu. namun tidak ada salahnya sebelum kita meninggalkan padepokan, semua tanaman sayur-sayuran dan buah-buahan yang sudah kita tanam, baiknya kita panen. Setelah itu kita jual di pasar. namun harus dengan penyamaran." ucap Gayatri lagi.
tentu saja, seorang Arumi Amelia yang nyasar ke zaman ini, tidak menyia-nyiakan tanah kosong yang ada diasana. apalagi, tanah tersebut sangat subur dan dapat menumbuhkan semua tanaman. dan itu bukanlah masalah untuk seorang gadis yang ahli dalam ilmu pertanian.
"nggak usah dijual dek. sebaiknya kita kembali saja ke rumah makan di kota Raja. lagi pula turnamen itu akan diadakan di sana. aku sudah sangat merindukan ayah dan ibu." ucap Diran memberikan saran kepada adiknya. Gayatri yang mendengar ayah dan ibunya disebut oleh kakaknya, seketika itu Gayatri langsung mengangguk setuju.
Gayatri baru ingat kalau, mereka membuka rumah makan. Iya hampir merah sama lu karena sempatnya lupakan rumah makan yang tengah diolah oleh sang ayah.
"Baiklah Kak, kita kembali ke sana saja. dan semua buah dan sayuran-sayuran ini akan kita bawa sebagai oleh-oleh, hehehe.." ucap Gayatri sambil cengengesan. melihat gayatri yang tersenyum cengengesan itu, mereka langsung merasa lucu terhadapnya.
"gaya, jangan tersenyum seperti itu di depan laki-laki lain selain kami." tegur Arga. ada rasa cemburu dalam hati Arga melihat adiknya tersenyum seperti itu.
semua laki-laki yang mendengarkan teguran dari Arga langsung mengganggu setuju. menurut mereka Gayatri terlalu imut dan lucu, Jadi mereka bertekad akan menjaganya baik-baik, mereka juga tidak ingin senyum manja yang ditimbulkan Gayatri kepada mereka, ditunjukkan lagi kepada laki-laki lain.
"Iya dek kamu juga setuju dengan penuturan pangeran Arga." timpal Bagas selaku bungsu nomor dua diantara mereka semua.
***
kini mereka semua telah meninggalkan padepokan harimau putih. namun mereka sudah membuat jalur teleportasi agar tidak berjalan terlalu jauh jika mereka ingin kembali.
kini mereka semua menjadi pusat perhatian karena kedua belas lelaki itu berwajah tampan semua, begitu juga dengan Gayatri.
"lihatlah 13 orang tersebut, laki-lakinya berwajah tampan semua dan yang perempuannya berwajah cantik seperti Dewi kayangan." ujar salah satu gadis yang berjalan-jalan di sekitar tempat itu.
"kamu bener, aku sangat iri terhadap perempuan itu. Iya begitu dijaga dan disayangi. apalagi semua pemuda yang mengelilinginya adalah pemuda-pemuda tampan. tidak bisa dibayangkan kalau aku berada di tengah-tengah mereka. itu pasti sangat menyenangkan." timpal yang satunya lagi.
namun tiba-tiba, beberapa gadis-gadis yang bergosip itu langsung terkejut ketika kelompok yang mereka bicarakan dihadang oleh dua orang gadis kembar, Siapa lagi kalau bukan Agnes dan Arnes.
"Hay... tuan-tuan tampan. perkenalkan nama saya Agnes dan ini adik saya arnes. tuan-tuan, sudikah tuan-tuan mempir ke rumah nona-nona cantik ini.." ucap Agnes dengan pedenya, ia teru mengelus Surai rambutnya sambil bersikap centil dengan mereka semua. begitu juga dengan Arnes.
Gayatri yang melihat hal itu, tentu saja sangat merasa jijik. bagaimana mungkin, ada perempuan yang tidak tau malu seperti mereka.
begitu juga dengan ke dua belas lelaki itu. mereka juga memberikan tatapan yang menilai. ada ya, perempuan yang seperti ini di dunia. begitulah pikir mereka. Setelah itu mereka saling melempar tatapan satu sama lain.
"tuan tuan, Apakah tuan-tuan datang ke sini ingin mencari seorang istri, atau mencari seorang selir.?? hihihi kalau begitu, kami bersedia menjadi istri atau selir dari tuan-tuan." ucap Agnes sambil tersipu malu menunjukkan pesonanya.
Gayatri yang melihat hal itu benar-benar dibuat muak dan ingin muntah. Iya juga seperti ingin cepat-cepat berlalu dari tempat itu. dengan berani, Gayatri merangkul tangan aji dan tangan Arga, kemudian berbicara kepada Agnes dan Arnes.
"Maaf ya nona, tapi suami-suamiku ini tidak sedang membutuhkan seorang istri. dan lagi pula, anda tidak memenuhi kriteria untuk menjadi istri atau selir mereka." ucap Gayatri dengan ketus, namun sukses membuat kedua belas pria-pria tampan ini terkejut mendengar penuturan Gayatri, Dengan mengatakan mereka adalah suami-suaminya.
mengetahui maksud dari ucapan Gayatri itu, mereka hanya diam dan terkekeh pelan saja. tentu saja Gayatri mengatakan hal itu untuk membuat kedua perempuan menor ini hengkang dari hadapan mereka.
Arnes dan Agnes pun tak kalah terkejutnya, mereka terkejut karena melihat seorang perempuan cantik yang memiliki 12 suami. tentu saja itu masuk akal karena ia sangat cantik. namun yang menjadi pertanyaan bagi mereka, mampukah ia melayani ke-12 suaminya. sangat konyol.
"apa..!!! semua tuan-tuan tampan ini adalah suamimu..!!" seru Arnes dengan tidak percaya. ia membulatkan matanya serta menggeleng-gelengkan kepalanya. Arnes berjalan mendekat ke arah ke 12 laki-laki itu.
"tuan tuan, Apakah kalian tidak sakit hati berbagi istri dengan laki-laki lain..?? lebih baik kalian tinggalkan perempuan ini Dan hidup bersama kami. kami orangnya setia kok..!!" seru Arnes mempengaruhi ke-12 laki-laki itu.
namun, bukannya terpengaruh ke-12 laki-laki itu hanya terkekeh melihat drama yang ditimbulkan oleh Gayatri, yang sudah mereka anggap sebagai keluarga sendiri.
"sudahlah, jangan diladeni lagi. sebaiknya kita segera ke rumah makan." ujar Diran kepada Gayatri dan saudara-saudara barunya ini.
akhirnya tanpa memperdulikan Arnes dan Agnes, akhirnya rombongan Gayatri melangkahkan kaki Kembali menuju kediaman di mana ayah dan ibu mereka berada.
***bersambung***