
setelah penyerahan atau pengalihan nama kepemilikan penginapan tersebut, penginapan itu resmi menjadi milik Gayatri dan kakaknya Diran. saat itu juga karena masih belum terlalu malam, nenek itu langsung meninggalkan penginapan. namun sebelum nenek itu pergi, Gayatri dan Diran mencegah nenek tersebut agar tidak meninggalkan penginapan di malam hari.
"nenek mau ke mana? sebaiknya nenek pergi besok saja Ini sudah malam dan tidak baik berjalan di malam hari." ucap Gayatri kepada sang nenek. nenek itu pun berpikir sejenak.
"apakah masih boleh nenek menginap di tempat ini?" Tanya nenek tersebut. Gayatri dan Diran menganggukkan kepala.
"tentu saja boleh Nek, nenek mau tinggal besok-besok besok besok pun tidak jadi masalah." ucap Gayatri lagi. akhirnya nenek tersebut tidak memiliki pilihan, Iya dengan senang hati menerima tawaran dari Gayatri dan juga Diran. Setelah itu mereka kembali ke kamar mereka masing-masing.
"kita sudah memiliki banyak kamar di sini Kak, sebaiknya Kakak tidur di kamar Kakak sendiri." ucap Gayatri. Diran berhenti dan berpikir sejenak. tentu saja ia akan tidur di kamarnya sendiri, tapi dia tidak sampai hati membiarkan adiknya tidur sendirian di kamar. pasalnya mereka telah terbiasa berbagi ruangan. Namun sepertinya tidak untuk sekarang.
"baiklah, Kakak akan tidur di kamar Kakak sendiri. tapi kamarnya harus berdekatan dengan kamar kamu. Kakak takut terjadi apa-apa nanti, biar nanti Kakak ada di samping kamar kamu jika terjadi apa-apa." ucap Diran kepada Gayatri. Gayatri menggelengkan kepalanya. Iya tidak menyangka akan memiliki saudara se protektif dan sekawatir ini. namun itu bukanlah suatu masalah bagi Gayatri, justru malah bagus yang memiliki seorang kakak yang sangat memperhatikannya.
"Baiklah Kak gaya mengerti." ucap Gayatri kepada kakaknya. Setelah itu mereka semua langsung masuk ke dalam kamar masing-masing. tak perlu berbagi kamar lagi. Diran masuk ke dalam kamarnya dan langsung tertidur tenggelam ke alam mimpi. berbeda dengan Gayatri, Iya masuk ke dalam kamarnya tapi terlebih dahulu ia memilih masuk ke dalam ruang dimensi. Ia ingin melihat beberapa penyediaannya untuk membuka rumah makan nanti. Iya juga ingin melihat beberapa alat dan bahan yang akan ia butuhkan untuk membangun penginapan ini kembali.
"Rion yuhu... kamu di mana..??" teriak Gayatri di dalam ruang dimensi. tak lama Rion muncul di sampingnya dalam bentuk anak kecil.
"halo Rumi, apa kabar..??"tanya Rion dengan dramatis. Gayatri tersenyum melihat anak imut itu.
"Rion cepat ajari aku ilmu bela diri lagi. Aku ingin segera melangkah ke tahap selanjutnya." ucap Gayatri dengan semangat.
"maaf Nona Rumi, bukankah sebelumnya kita sudah sepakat bahwa tunggu sebulan lagi Rumi baru boleh melanjutkan latihan. semua kekuatan yang ada di dalam tubuh kamu harus dicerna terlebih dahulu oleh kolam spiritual kamu. kolam spiritual kamu harus beradaptasi terlebih dahulu, mengingat dulu kamu bukanlah seorang cultivator." jelas Rion kepada Gayatri. Gayatri menepuk kepalanya, iya bener-bener lupa dengan apa yang mereka bicarakan tempo hari. karena ia terlalu semangat makanya ia melupakan hal penting itu.
"hai.. aku benar-benar lupa..??" ucap Gayatri sambil menepuk pelan jidatnya.
"Ya sudah kalau begitu. temani aku untuk melihat beberapa persediaan yang akan aku gunakan nanti. dan juga beberapa perlengkapan untuk memenuhi rumah makan itu nanti." ucap Gayatri.
dengan persetujuan dari Rion, mereka berdua mulai pergi ke sebuah bangunan mewah itu untuk melihat semua persediaan yang telah Gayatri siapkan.
sesampainya mereka di sana, Gayatri kembali melihat daging-daging ayam dan beberapa daging ikan lainnya yang sudah mereka dapatkan tempo lalu dan menyimpannya di ruang yang dingin yang dikhususkan untuk menyimpan bahan makanan. satu persatu Gayatri mencek kualitasnya, ternyata tidaklah berbeda pada saat mereka menangkap ayam tersebut, segar itulah yang dilihat oleh.
"tentu saja, semua yang kamu butuhkan dapat dipenuhi oleh ruang dimensi kamu Nona Rumi. seperti halnya koin emas dan tail emas." ucap Rion. mereka kembali berjalan-jalan melihat perlengkapan yang akan mereka gunakan di dapur dan juga tempat duduk di restoran itu nanti. ternyata di sana memang sudah lengkap semua tanpa kekurangan suatu apapun. setelah Gayatri puas berjalan-jalan, akhirnya Gayatri memutuskan untuk keluar dari ruang dimensi.
***
satu bulan telah berlalu. kini tokoh yang dulunya usang telah disulap menjadi rumah makan ala modern. beberapa bagian dari bangunan itu terbuat dari dinding itu terbuat dari kaca.
tampak bangunan itu berdiri kokoh di tepi jalan yang ramai itu. orang-orang yang berlalu lalang di sana juga sangat berdecak kagum melihat indahnya bangunan tersebut. mereka juga dapat melihat orang dari dalam tanpa harus masuk ke dalam bangunan itu.
para pekerja yang mengerjakan proyek ini juga sangat terkagum-kagum. mereka tidak menyangka, bahwa di kota raja ini akan ada bangunan yang seperti ini.
"lihatlah, bangunan ini sangat megah. Aku sangat kagum karena aku terlibat dalam menyelesaikan proyek bangunan ini. benar-benar luar biasa." ucap salah satu pekerja itu. mereka semua sedang berdiri di luar dan menetap kagum bangunan tersebut.
"kamu benar, orang yang memberikan rancangan bangunan ini pasti adalah orang-orang jenius. buktinya hasilnya bisa secantik dan semenarik ini. dulu saja, Aku tidak pernah mengerjakan bangunan seperti ini." timpal salah satunya lagi.
"dan lihatlah, dari sini saja kita dapat melihat orang yang ada di dalam bangunan. entah bagaimana caranya orang tersebut memikirkan rancangan ini." ucap pekerja-pekerja itu. mereka benar-benar kagum terhadap bangunan ini.
saat mereka sedang mengagumi bangunan tersebut. Gayatri dan kakaknya Diran pun sampai di lokasi. Diran yang melihat bangunan tersebut, tak kalah hebohnya dengan para pekerja itu.
"wah !! ini benar-benar sangat indah.. lihatlah gaya, rumah makanmu berpenampilan seperti ini sangat mengagumkan. Kakak sangat suka melihatnya, rancangannya terlihat elegan sekali..!!" ucap Diran dengan sejuta rasa kagum. sementara Gayatri hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya melihat kelakuan kakaknya itu.
"Ya ampun Kakak. biasa saja ekspresinya..." ucap Gayatri kepada Diran. para pekerja yang menyadari kehadiran orang lain di belakang Mereka pun langsung menyapa. mereka tidak tahu bahwa kedua orang itu adalah pemilik bangunan ini. mereka tidak menduga sama sekali, pasalnya penampilan keduanya terlihat sederhana dan biasa-biasa saja. namun wajah Mereka terlihat cantik dan tampan tak kalah dengan para gadis dan pemuda dari golongan para bangsawan.
"eh tuan dan Nona. apakah Tuan dan Nona juga mengagumi bangunan ini..??" tanya salah satu dari mereka. Diran Gayatri pun tersenyum.
***bersambung***