
kini tibalah saatnya ketiga saudara itu meninggalkan kediaman pangeran pandu yang telah Ia sewa. Begitu juga dengan pangeran pandu dan ketiga pengikutnya.
"kalau begitu pangeran pandu kami pamit dulu."ucap Diran kepada pangeran pandu dengan hormat.
"ya kalian berhati-hatilah. pangeran Arga, ingat jaga calon Kakak iparmu dengan baik." ucap pangeran pandu. pangeran Arga yang mendengar penuturan dari pangeran pandu langsung mencebikkan bibirnya. Iya tidak terima kalau Gayatri harus menjadi kakak iparnya. namun Ia juga tidak menghalangi hubungan mereka, hanya saja pangeran Arga menginginkan Gayatri tetap menjadi adiknya bukan kakaknya.
"iya iya pangeran. pangeran tidak perlu khawatir, tanpa pangeran minta pun aku akan menjaganya dengan sepenuh hatiku." ucap pangeran Arga dengan raut wajah yang kesal kepada pangeran pandu. sementara badiran hanya tersenyum geli sambil melirik kearah adiknya, begitu juga dengan Gayatri. Setelah itu mereka Langsung meninggalkan pangeran pandu dan pengikutnya.
***
"kakak, Apakah kita langsung akan melakukan perjalanan ke arah tenggara..??" tanya Gayatri kepada keduanya. walaupun Gayatri adalah yang terkuat di antara mereka, namun Gayatri tetap menanyakan pendapat dari kakak-kakaknya itu.
"tentu saja dek, kita harus cepat bergerak dan menemukan padepokan harimau putih. kita juga harus segera menyelesaikan amanah ini. aku yakin ayah dan ibu pasti sedang mencemaskan kita. setelah urusan kita selesai, kita akan segera pulang ke kota Raja." ucap badiran kepada kedua saudaranya. mereka berdua pun langsung menganggukkan kepala mereka setuju.
tentu saja, mereka harus pulang karena ada dua malaikat yang sedang menanti kepulangan mereka. karena itu mereka harus segera menyelesaikan amanah yang mereka emban.
"Baiklah kalau begitu kak. kita segerakan saja.." setelah mengatakan hal itu, mereka langsung bergegas berangkat ke arah tenggara.
untuk menempuh tempat tersebut, untuk orang yang memiliki tingkat spiritual yang tinggi mereka akan menempuh perjalanan hanya dengan dua hari dengan menggunakan tenaga kingkong mereka.
sementara orang yang memiliki kultivasi tingkat menengah, mereka akan sanggup menghabiskan waktu di perjalanan selama 1 minggu. sementara untuk mereka yang masih berada di tingkat bawah, mereka akan menghabiskan perjalanan selama 3 minggu lebih cepat.
mereka kembali melewati hutan-hutan yang rimbun dan padat itu. namun Gayatri sangat menyukai hutan-hutan tersebut, hutan-hutan itu ternyata banyak menghasilkan buah-buahan serta sayur-sayuran yang dapat dikonsumsi oleh mereka.
Gayatri yang memiliki ruang dimensi, tentu saja ia tidak menyia-nyiakan hal itu. setiap ia menemukan sayur di dalam hutan, buah-buahan dan hewan-hewan buruan. Gayatri akan dengan senang hati memasukkan buah-buahan, sayur-sayuran, hewan-hewan hasil buruan serta obat-obatan langka yang mereka temui.
***
suatu hari, saat mereka tengah mengistirahatkan tubuh mereka. tiba-tiba Rion langsung bergegas keluar dari ruang dimensi, yang tentu saja membuat kedua pria itu langsung terkejut.
"Siapa kamu..?? kenapa tiba-tiba.._" ucapan Arga terpotong. ia melihat ke arah Gayatri yang menatap kakaknya dengan penuh tanda tanya. namun Rion yang ditanya seperti itu oleh Arga dan Diran tidak menghiraukan mereka terlebih dahulu.
"Aru.. eh.. gaya... cepat ikuti aku. di sini sepertinya ada beberapa harta karun. aku dapat merasakan auranya." ucap Rion kepada Gayatri. Gayatri yang mendengar penuturan Rion, langsung mem-fokuskan konsentrasinya. Namun nyatanya Gayatri tidak merasakan apa-apa, selain aura pertarungan yang tak jauh dari tempat mereka. namun yang membuat heran, pertarungan ini bukanlah pertarungan manusia dengan manusia. melainkan sepertinya, pertarungan antar hewan.
"eh maksudnya..?? ini memang bukan bentuk benda gaya, tapi yang sedang bertarung ini adalah hewan-hewan mitologi. nanti bisa kalian gunakan sebagai hewan kontrak." ucap Rion sambil menjelaskan. namun tiba-tiba Rion dan Gayatri merasakan sesuatu.
ternyata, ada dua pasang mata yang menatap mereka dengan intens dan tatapan tajam. apalagi tatapan yang mengarah ke arah Rion. Gayatri dan Rion langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah kedua orang tersebut. tampaklah keduanya memasang wajah masang dan penuh pertanyaan, serta memberikan tatapan yang sangat tajam ke arah keduanya, seolah-olah ingin menguliti mereka berdua.
Gayatri yang melihat sorot mata dan tatapan kedua kakaknya itu hanya mampu cengengesan. sementara Rion, Iya kesusahan menelan ludahnya sendiri, bahkan ia hampir ketakutan melihat tatapan tajam keduanya.
( aduh Rumi.. Kenapa tatapan kedua kakakmu sangat menakutkan seolah-olah akan mengulitiku saja..) batin Rion bertelepati dengan Gayatri. Gayatri terkekeh mendengar aduan dari Rion.
( jangankan kamu Rion, Aku pun merasa takut melihat tatapan mereka.) balas Gayatri juga dengan bertelepati.
"siapa dia gaya..!!" akhirnya Diran mengeluarkan suara dinginnya. ternyata suaranya cukup mendominasi sehingga membuat keduanya jadi ketakutan. ditambah lagi, atmosfer yang keluar dari tubuh Diran sangat tidak bersahabat.
"hehehe kakak... dia.._" ucapan Gayatri terpotong, Iya bingung mau menjelaskan seperti apa. Apakah sudah waktunya ia mengatakan kepada kedua kakaknya bahwa ia memiliki ruang dimensi. namun perasaan Gayatri menjadi bimbang, ada dua pertimbangan yang menjadi pemikirannya. yang pertama, Iya tidak ingin kedua kakaknya terkejut kalau dirinya memiliki ruang dimensi, kedua ia tidak ingin kedua kakaknya merasa kecil di depannya.
"ayo jelaskan kepada kakak, nanti kakak akan adukan kamu kepada pangeran pandu. Kamu tahu kan kalau kamu sudah ada yang menunggu..!!" seru Arga. Arga juga memicingkan matanya ke arah Rion. lagi-lagi Rion hanya tersenyum kikuk. Ia pun merututi kebodohannya sendiri, keluar tanpa bertanya-tanya terlebih dahulu.
"eh jangan kak.. akan Gayatri jelaskan.." ucap Gayatri ke lagapan. Iya tidak ingin pangeran pandu tahu mengenai hal ini.
(aduh..!!! jangan sampai pangeran pandu tahu. merasakan aura biasa saja aku sudah tidak mampu, apalagi bisa ditebak kalau pangeran pandu orangnya itu sangat posesif. bisa-bisa tambah runyam masalah..) batin Gayatri yang ternyata didengar oleh Rion.
( Rumi.. apakah laki-laki yang bernama pangeran pandu itu sangat menakutkan..?? sampai-sampai kamu sendiri merasa takut kalau dilaporkan. ) goda Rion kepada Gayatri. Gayatri yang digoda seperti itu oleh Rion, Ia hanya mampu melayangkan tatapan tajam kepadanya.
(diamlah..!!) seru Gayatri lagi. Rion pun langsung mengatupkan bibirnya, sementara kedua lelaki itu terus menatap mereka dengan tatapan butuh penjelasan.
"ayo jelaskan, kenapa Hanya Diam saja..!!" seru mereka lagi.
tapi, tiba-tiba Rion langsung menarik tangan Gayatri dan menghilang dari hadapan kedua lelaki protektif itu.
"hey...!!! jangan bawa kabur adik saya..!!!" seru badiran dan Arga bersamaan.
"nanti saja tuan muda