MENJADI GADIS PETANI

MENJADI GADIS PETANI
81. meminta bantuan atau pun solusi


di berbagai kerajaan di belahan dunia ini mulai merasakan datangnya musibah kekeringan itu, tak lebih dan tak kurang kepada kerajaan Pajajaran. sementara di kerajaan Purbalingga, pangeran argantara senantiasa membantu kedua orang tuanya, Karena kerajaan Purbalingga itu dinilai cukup kecil dari kerajaan-kerajaan lainnya, sehingga cukup memberikan arahan dari pangeran argantara yang ia dapat dari adiknya.


tentu saja pangeran argantara tidak tinggal diam mengenai bencana kekeringan ini. Iya berusaha meminta solusi kepada sang adik untuk membantu kerajaannya juga. dan tentu saja karena Gayatri sudah menganggap Arga sebagai kakaknya yang paling berharga, tentu saja ia juga harus membantu menanggulangi kekeringan di kerajaan Purbalingga.


kerajaan Majapahit yang memang sudah melakukan persiapan yang cukup matang untuk menyambut musim ini, tentu mereka tidak kekurangan bahan pangan. kerajaan kerajaan lain pun banyak melirik kepada kerajaan Majapahit ini. tak terkecuali kerajaan Pajajaran.


"bagaimana ini yang mulia, bencana ini benar-benar telah datang. bahkan persediaan makanan yang kita miliki semakin berkurang. apa lagi, musibah ini seperti belum akan berakhir." ucap salah satu petinggi istana.


raja Pajajaran yang mendengar keluhan itu, ia hanya mampu memijit keningnya yang tiba-tiba merasa pusing. ia benar-benar tidak dapat memikirkan apapun. pikirannya sekarang buntuh.


di ruang pertemuan itu juga, tak hanya ada raja saja, bahkan keluarga kerajaan berkumpul semua Disana. mereka juga ingin mendengar solusi dari sang raja. tapi mungkin mereka akan kecewa. karena raja sendiri sudah kehabisan akal. apa lagi, musibah dari ramalan itu sudah menghampiri mereka.


"mohon maafkan atas kelancangan hamba yang mulia." tiba-tiba salah satu dari bangsawan di sana angkat suara.


Raja Pajajaran pun menegakkan kepalanya melihat Siapa yang tengah bersuara itu.


"mm.. Katakan, Apa yang ingin kamu sampaikan..?? Dan saya harap, yang kamu sampaikan benar-benar memecahkan permasalahan kita saat ini." ujar Raja Pajajaran sambil mengerutkan keningnya.


"mohon maafkan hamba yang mulia, bencana ini tentu tidak hanya kerajaan kita sendiri yang menanggung. Namun semua kerajaan yang ada di permukaan bumi ini. tapi dengar-dengar, saya mendapat kabar bahwa Kerajaan Majapahit dan Purbalingga mampu menanggulangi musim kekeringan ini. Di mana mereka telah memecahkan permasalahan yang mungkin akan terjadi sebelum musim ini tiba. dan saya juga mendengar, bahwa mereka telah menemukan solusi. Saya hanya ingin mengatakan kepada yang mulia untuk berunding kepada raja Majapahit atau kerajaan Purbalingga. mungkin saja di sana ada yang memberikan mereka usul." tutur seorang bangsawan itu.


Raja Pajajaran yang mendengarkan penuturan itu hanya mampu mengerutkan keningnya. pasalnya Ia memang baru mendengar kabar ini.


"Dari mana kamu mengetahui kabar ini..??" tanya Raja lagi.


"mohon maaf yang mulia, kemarin beberapa rakyat kita pergi ke Kerajaan Majapahit, mereka meminta sumbangan kepada para warga yang ada di sana. tentunya sebelum mereka meminta sumbangan, terlebih dahulu mereka menghadap kepada yang mulia Raja Raden Wijaya selaku pemimpin negeri itu. setelah itu Raden Wijaya mendengarkan keluh kesah mereka, dan dengan senang hati Raden Wijaya juga memberikan sedikit bantuan pangan kepada rakyat yang mengadu itu." ujar seorang bangsawan itu lagi.


"kabar yang Saya dengar juga dari mereka, setiap setiap rumah yang ada di kerajaan itu telah membangun sebuah lumbung padi atau gandum, tempat itu mereka gunakan untuk menyimpan bahan makanan yang menurut mereka dapat bertahan lama. di sana juga banyak bendungan-bedungan air yang dibangun sedemikian rupa untuk membendung air-air yang ada di sana. menurut hamba yang mulia, kalau seandainya kita tentu saja pemikiran itu tidak akan sampai ke sana. namun saya rasa, Raja Majapahit memiliki seorang pakar yang mungkin membantunya untuk menanggulangi bencana kekeringan ini."tutur bangsawan itu lagi.


Ibu suri dari kerajaan itu berbinar mendengar cerita dari bangsawan itu. Iya bersorak dalam hatinya seperti menemukan benda yang Begitu berharga.


"kalau begitu pergilah ke sana yang mulia, mintakan kepada raja Majapahit itu untuk mempertemukan kamu dengan cendekia itu. berharap di waktu yang seperti ini dapat memberikan solusi kepada kerajaan kita.." ucapnya dengan riang gembira. ia mengira permasalahan ini pasti akan selesai.


"Baiklah ibu, sebelum ke sana aku akan memberikan atau mengirimkan surat terlebih dahulu kepada raja Majapahit." ujar sang raja.


saat mereka sedang berunding, tiba-tiba salah seorang warga yang baru melakukan perjalanan ke Kerajaan Majapahit datang menghadap kepada Raja Pajajaran. ia ingin menggambarkan tentang kerajaan Majapahit yang ternyata masih makmur walaupun bencana kekeringan ini terjadi.


"salam kepada yang mulia.." ujar warga tersebut.


Raja Pajajaran itu mengerutkan keningnya, Kenapa tiba-tiba istananya langsung diterobos oleh rakyat. namun Ia tetap berusaha menjaga wibawanya.


"katakan apa yang ingin kamu sampaikan sampai menerobos masuk ke dalam istana.." tanya Raja Pajajaran itu.


mereka kembali mengingat kejadian di mana mereka telah menolak seorang gadis yang bernama Gayatri untuk bersanding dengan pangeran pandu. mereka menerka-nerka Apakah gadis itu adalah orang yang sama.


"Dari mana kamu yakin kalau gadis itu bernama Gayatri..??" tanya Raja Pajajaran lagi dengan suara datar dan dingin. Ibu suri juga berusaha menyimak pembicaraan itu, jika memang orang itu adalah orang yang sama, maka Ibu suri benar-benar sangat menyesal telah menolak gadis cerdas itu menjadi cucu menantunya.


"mohon maaf yang mulia, gadis itu benar bernama Gayatri, Iya adalah putri dari tuan Senopati dan nyonya diaswari. mereka tinggal di pemukiman lembah lembayun, Gayatri sendiri telah menjadi calon istri dari pangeran Mandala yang dikabarkan telah kembali dari petualangannya." ucap rakyat Itu menjelaskan kepada Raja Pajajaran.


penjelasan itu sontak saja membuat mereka benar-benar terkejut, terlebih adalah pangeran pandu yang mendengar bahwa perempuan yang kini masih bertahta dalam hatinya telah menjadi milik orang lain. sungguh Iya sangat sakit hati dan patah hati saat ini.


(apa !! Gayatri telah mendapatkan orang yang baru..?? Apakah ia tidak mempertimbangkan aku lagi..) batin pangeran pandu dengan tatapan sendu. ia tersenyum sinis mengejek dirinya sendiri.


( apa !! ternyata gadis itu adalah seorang cendekiawan. kalau tahu seperti ini, aku tidak mungkin menolaknya untuk menjadi jujur menantuku.) batin Ibu suri dengan rasa penyesalan yang cukup aman dalam.


tidak mungkin mereka pergi menemui Tuan Senopati untuk meminta bantuan dan solusi mengenai bencana ini. tentu saja mereka masih punya rasa malu menemui keluarga itu, setelah waktu itu mereka menghina dan mencaci keluarga itu tanpa memberikan kesempatan.


kini mereka mungkin akan kembali melirik keluarga itu lagi. namun yang menjadi pertanyaan, Apakah keluarga Tuan Senopati menyimpan dendam untuk mereka..?? kalau memang iya, tentu saja Ini bukanlah perkara yang mudah.


Raja Pajajaran langsung mengarahkan pandangannya ke arah Ibu suri yang kini tengah bermuka sendu. Begitu juga dengan pangeran pandu, setelah mendengar bahwa Gayatri adalah calon permaisuri dari pangeran Mandala, langsung membuatnya merasa tak bersemangat.


"hais... baiklah... aku akan ikut bersama dengan rombongan kalian. namun rahasiakan bahwa aku akan ikut bersama dengan kalian. dan untukmu pangeran pandu, Ayah memerintahkanmu untuk tetap berada di istana memantau setiap kondisi dan kemungkinan yang mungkin saja akan terjadi." ucap Raja Pajajaran memberikan perintah.


pangeran pandu hanya mampu menganggukkan kepalanya tanpa berani bersuara. sebenarnya ia ingin sekali ikut ke Kerajaan Majapahit, Iya juga sangat merindukan gadis itu. namun ketika mendengar bahwa gadis yang ia impikan telah menjadi milik orang lain, hatinya benar-benar hampa dan kosong.


"kalau begitu ibu akan ikut..." ucap Ibu suri kepada Raja Pajajaran.


Raja Pajajaran yang mendengar penuturan ibunya langsung menggelengkan kepalanya. bukan apa-apa, ia hanya takut ibunya mungkin akan membuat masalah lagi di sana.


"tidak perlu ibu, sebaiknya Ibu di sini saja bersama dengan yang lain. biarkan aku pergi dengan beberapa penasihat dan kesatria yang ada di dalam istana." ujar Raja Pajajaran itu lagi.


setelah mengatakan hal itu, mutlak lah sudah keputusan Raja Pajajaran untuk pergi ke Kerajaan Majapahit dan bertemu dengan Raja Majapahit serta dengan keluarga Tuan Senopati. sebagai seorang pemimpin tentu saja tanggung jawab ini harus dia emban.


setelah perundingan itu selesai dan dibubarkan, Raja Pajajaran mulai bersiap-siap untuk berangkat ke Kerajaan Majapahit bersama dengan beberapa penasehat istana serta ksatria yang akan diikutsertakan. tentu saja sebelum berangkat ke Kerajaan Majapahit, Raja Pajajaran itu terlebih dahulu sudah mengirimkan surat ke sana.


***bersambung***


sekali lagi otor minta maaf, kalau banyak salah-salah tulis dan ceritanya agak muluk-muluk. maklum saja ya reades, otor sekarang sedang malas menulis. 😥😁🙏🙏


canda malas 😁😁🙈