MENJADI GADIS PETANI

MENJADI GADIS PETANI
30. kegaduhan


kedua gadis itu pun memandangi pelayan yang mendatangi mereka, mungkin Jika mereka melihat pelayan yang berpenampilan lusuh, pasti mereka akan mengusirnya. hanya saja yang menjadi aneh, para pelayan di rumah makan ini menggunakan celemek. dan benda itulah yang membuat mereka heran. tapi mereka bukanlah orang yang bodoh yang akan mempermalukan diri mereka sendiri di tempat ramai itu.


"Kami mau makan..!! siapkan makanan yang enak yang ada di kedai kalian ini." ucap salah satu dari mereka yang dikenal dengan Agnes, Iya menampilkan gaya congkaknya kepada pelayan itu.


"Baiklah nona, mohon tunggu sebentar." ucap pelayan tersebut. sepeninggalan pelayan itu, Agnes langsung mengikut saudaranya arnes yang tengah mengedarkan pandangannya ke segala arah.


"ada apa?? kenapa kamu diam saja." tanya Agnes kepada saudaranya. arnes pun langsung mengalihkan pandangannya ke arah Agnes.


"lihatlah tempat ini, benar-benar sangat mewah. walaupun tampilan gedung ini sangat aneh dan belum pernah ada di kota raja, tapi tempat ini benar-benar membuat nyaman. aku akan bicara kepada ayah untuk membuatkan kita rumah seperti ini." ucap arnes kepada Agnes.


"memangnya kamu tahu siapa yang telah membangun tempat ini..??" tanya Agnes kepada arnes.


"kita akan tahu secepatnya, lagi pula dengan kekuasaan yang ayah miliki. mudah untuknya mendapatkan informasi yang seperti ini." ucap arnes menyela ucapan Agnes. keduanya pun langsung tersenyum simpul.


"aku setuju" ucap Agnes lagi. tak lama pesanan makanan Mereka pun datang.


"cepatlah !! lelet sekali, tidak tahu apa kalau aku sudah lapar..!!" ucap Agnes dengan geram. pelayan itu pun langsung mempercepat kerjanya, ia berusaha untuk tidak menjawab dan meladeni kedua orang itu. pasalnya kedua perempuan ini adalah perempuan yang sangat sombong di kota raja ini. setelah ada yang itu selesai, Iya langsung mempersilahkan keduanya dan meninggalkan meja itu.


"hei kau... segera siapkan makanan untuk kami." ucap pendekar itu. Mereka pun langsung mengambil tempat duduk yang ditinggalkan oleh pemiliknya tiba-tiba. para pelayan pun langsung menggigil ketakutan, pasalnya orang itu adalah pendekar aliran hitam yang sangat kejam, Iya tak akan segan-segan untuk membunuh seseorang baik Mereka salah ataupun tidak salah, asalkan pendekar tersebut tidak menyukai mereka, maka dengan senang hati ia akan melakukan tindakan seperti itu. pendekar itu bernama artaksa.


dengan takut-takut, para pelayan itu pun langsung menyajikan makanan di atas meja. tapi tiba-tiba salah satu pelayan melakukan kesalahan. Iya tidak sengaja menumpahkan air minum yang sedang ia tuangkan ke dalam gelas, dan membasahi baju pendekar artaksa itu. sontak saja pendekar itu langsung bermuka gelap, tanpa mengatakan apa-apa ia langsung memukul pelayan itu sehingga membuat pelayan tersebut langsung terpental jauh dan menabrak dinding kaca di rumah makan itu. karena dinding kaca yang Gayatri pesan sangat kuat, sehingga tidak menimbulkan keretakan di sana namun cukup untuk membuat gaduh.


pelayan itu pun langsung mengeluarkan seteguk darah dari mulutnya. orang-orang yang melihat aksi tersebut pun langsung histeris.


Gayatri dan Diran yang berada di ruangan Gayatri langsung tercengang dan terkejut mendengar teriakan dari luar.


"Ada apa kak..?? Kenapa tiba-tiba menjadi gaduh seperti ini.." tanya Gayatri. keduanya pun langsung keluar. Gayatri melihat bahwa seorang laki-laki akan membunuh pelayannya langsung mengeluarkan kekuatan nya dan melindungi pelayan itu.


buk


Pendekar artaksa pun langsung terpental.


***bersambung***